Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 72


__ADS_3

Alviro melihat Alea dari kejauhan yang sedang melakukan pemotretan diluar ruangan.


Alea melakukan pemotretan bersama seorang model pria dalam mengiklankan suatu produk.


Ada tatapan tak suka yang diperlihatkan Alviro pada pria tersebut. Entah mengapa dirinya kini dibalut rasa cemburu yang berlebihan.


Semenjak kejadian dirumah Steve, Alea sedikit bersikap hangat pada Alviro dan tentu saja hal tersebut membuat Alviro merasa sedikit lega.


Alea yang usai melakukan sesi pemotretan melihat ke arah Alviro kemudian mengulas senyumnya.


Senyum yang tak pernah dilupakan Alviro selama dua tahun ini. Senyum yang amat dirindukan Alviro.


Alviro pun membalas senyuman mantan istrinya itu. Ia tak pernah menyangka jika Alea akan bersikap baik padanya.


Meskipun Steve amat menyebalkan baginya dan telah memberinya minuman yang paling dihindarinya, namun ia berterima kasih juga karena kejadian dirumah Steve, Alea bersikap baik padanya meskipun awal pertemuannya kemarin Alea tampak acuh.


Entah apa yang terjadi dimalam itu, intinya Alviro amat bersyukur.


Dilihatnya Alea yang mulai berjalan menghampirinya, namun tiba-tiba seorang pria bule yang menjadi patner pemotretannya tadi langsung menghampiri Alea.


"hay Cassandra" sapa lelaki tersebut.


"hay Sam" timpal Alea.


"apakah kau mau pulang? aku bisa mengantarmu" tawar lelaki yang bernama Samuel tersebut.


Alviro yang melihatnya langsung bak kebakaran jenggot, ia pun langsung menghampiri Alea dan merangkul pundaknya.


"sudah selesai? mari kita pulang" ucap Alviro.


"hey dude kau siapa? aku sedang berbicara pada Cassandra" protes Samuel.


"gue tukang kebun dirumahnya" timpal Alviro kesal.


Alea pun langsung tertawa mendengar apa yang baru saja di lontarkan oleh mantan suaminya itu.


"maaf aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan?" ujar Samuel.


Pasalnya Alviro membalas pertanyaan Samuel barusan menggunakan bahasa indonesia.


Alviro langsung membawa Alea menuju parkiran dan masuk ke dalam mobil.


Alviro pun terdiam sejenak, kemudian memasang safety belt.


"sebenarnya aku kurang setuju dengan pekerjaanmu menjadi seorang model" gerutu Alviro.


"maaf" lanjutnya yang sadar bahwa ia tidak berhak mengatur hidup Alea.


"terus maunya aku kerja jadi apa mas?" tanya Alea.

__ADS_1


"gak usah kerja, jadi ibu dari anak-anakku aja" ucap Alviro setengah berbisik.


"apa mas? aku gak denger"


"gak kok" timpal Alviro salah tingkah.


Alea pun hanya terdiam, seketika wajahnya memerah karena ucapan Alviro tadi, meskipun agak terdengar agak samar Alea cukup jelas untuk mendengarnya, ditambah lagi dengan Alviro yang tiba-tiba saja salah tingkah.


.


.


.


Alviro memberhentikan mobilnya, mereka telah sampai di apartemen.


"makasih tumpangannya mas" ujar Alea.


"iya sama-sama. oh ya tunggu dulu" ucap Alviro yang kemudian membuka pintu bagasi mobil dan membawa sebuah bingkisan dan langsung menyodorkannya dengan Alea.


"apa ini mas?" tanya Alea yang hendak membukanya.


"bukanya pas udah di dalem aja" cegah Alviro.


"ya udah kamu masuk sana, aku masih ada urusan di luar" lanjut Alviro.


Alea pun langsung meninggalkan Alviro menuju ke lantai 6. sedangkan Alviro langsung masuk ke dalam mobil.


.


.


.


Alea merebahkan dirinya di kasur, ia teringat bingkisan yang tadi diberikan Alviro.


Alea pun langsung membuka bingkisan tersebut.


"wah. . cantik sekali" ucap Alea saat melihat isinya adalah sepasang heels dan gaun, ia pun dengan antusiasnya mencoba heels tersebut yang ternyata pas dikakinya.


Alea kemudian mengambil gaun tersebut, namun sebuah kertas kecil jatuh dari selipan gaun tersebut.


Pakailah gaun dan sepatu tersebut, kemudian datanglah ke Global Island pukul 8 malam, aku menunggumu disana


"bukankah tempat itu adalah wahana bermain yang baru saja dibuka dan ramai pengunjung, mengapa ia menyuruhku menggunakan ini. Apakah tidak salah kostum?" gumam Alea.


Alea pun mengambil gaun tersebut dan langsung mencobanya.


.

__ADS_1


.


.


.


Malam pun tiba, Alviro sedari tadi menunggu Alea.


Drrtttt. .


Ponsel Alviro bergetar, dilihatnya sebuah panggilan video dari Roland.


"ada apa?" ujar Alviro


"itu kenapa gelap-gelapan gitu bro? lupa bayar tagihan listrik? betah amat lo disana sampai sebulan lebih" tukas Roland dengan serentetan pertanyaan.


"gue masih ada urusan, gue bikin surprise bukan kagak bayar listrik" timpal Alviro.


"bikin kejutan apa uji nyali lo pake matiin lampu segala" ujar Roland terkekeh.


"berisik lo ganggu aja" tukas Alviro yang langsung memutuskan panggilan video tersebut.


Alviro melirik jam tangannya, ia pun kembali menunggu kehadiran Alea disana.


.


.


.


.


Alea tiba ditempat yang dituliskan oleh Alviro tadi.


"kok sepi" gumam Alea.


Alea kemudian melangkahman kakinya, namun tiba-tiba saja semua lampu disana padam.


"aduh kenapa mati lampu" ucap Alea yang tampak was-was.


"mas Al. .mas Al. ." panggil Alea namun tidak ada sahutan.


"kayaknya aku pulang aja deh, mas Al juga gak ada disini" ucap Alea yang kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut.




Terimakasih sudah membaca😊.

__ADS_1


Jangan lupa like, komen, dan votenya yah supaya author lebih semangat nulisnya😊


salam manis RPS😊


__ADS_2