Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 58. Para Budak Cinta


__ADS_3

Irene baru saja keluar dari kamar mandi. Dilihatnya Reyhan yang sedari tadi menaik turunkan alisnya melihat sang istri keluar dari tempat tersebut.


"Silahkan tuan putri" ucap pria itu sembari menepuk sisi tempat tidur yang biasa ditempati oleh istrinya itu.


Irene menggeleng namun pria tersebut tetap saja memperlihatkan wajah manis yang sedikit menyebalkan itu.


"Sudah ku katakan bukan, tidak ada vitamin malam ini" ujar Irene.


"Apa yang kau pikirkan? aku tidak berniat melakukan hal itu padamu" jelas Reyhan.


"Benarkah?" tanya Irene menyipitkan matanya.


"Baiklah kalau begitu" ucap Irene yang kemudian berbaring disamping Reyhan.


Namun tak lama kemudian, Irene dikejutkan dengan perlakuan Reyhan yang tiba-tiba saja menggelitikinya. Membuat gadis tersebut berteriak dan sesekali tertawa karena merasa geli. Irene sedari tadi meminta Reyhan untuk menggelitikinya, namun pria itu seolah tak mendengar apa yang diucapkan oleh istrinya itu.


"Hentikan Reyhan... Hentikan!" ujar Irene.


Seketika Reyhan pun menghentikan aktivitasnya, bukan karena ucapan Irene barusan, melainkan siku lancip milik istrinya itu mengenai wajah tampannya.


Irene pun langsung terduduk sembari menutup mulutnya.


"Maafkan aku, sungguh aku tidak sengaja. Bukankah ini salahmu juga" ucap gadis itu yang sedari tadi menyentuh wajah Reyhan dengan khawatir.


Reyhan melirik ke arah Irene, saat gadis itu lengah Reyhan pun kembali menggelitiki Irene.


"Hei hentikan! hahaha.. Hentikan suamiku" pinta Irene yang terkadang terkekeh geli.


Reyhan akhirnya menghentikan kejahilannya pada istrinya itu. Pria itu kemudian mendekap Irene dari belakang.


"Aku mencintaimu, istriku" bisik Reyhan tepat ditelinga Irene.


"Aku juga mencintaimu" sahut Irene.


Entah kata cinta yang ke berapa kali yang selalu terucap dari bibir keduanya. Hingga akhirnya rasa kantuk pun menyerang dua sejoli yang tengah dimabuk asmara itu,


"Aku ingin tetap seperti ini, sekarang atau pun selamanya" gumam Reyhan sebelum akhirnya pria itu benar-benar jatuh ke dalam mimpi indahnya.


...****************...


Di lain tempat, Arya tengah mengemudikan mobilnya. Pria itu tampak rapi dengan mengenakan kemeja serta rambutnya yang licin karena pomade yang digunakannya.


Ia memberhentikan mobilnya tepat didepan rumah gadis yang kini mengisi hatinya. Arya turun dari mobilnya, matanya pun menangkap gadis yang tengah menunggunya diberanda rumahnya. Dengan mengenakan dress bermotif bunga serta surai panjangnya dibiarkan terurai begitu saja. Membuat mata Arya tak bosan untuk melihatnya.

__ADS_1


"Maaf kemarin membatalkan kencan kita, ada hal yang harus aku urus" ujarnya sedikit gugup dihadapan wanita cantik bak dewi ini.


"Tidak apa-apa. Ayo kita berangkat" ajak Rania sembari mengembangkan senyumnya.


Arya pun seakan terhipnotis saat itu juga. Pria itu hanya menimpalinya dengan sebuah anggukan namun matanya seolah tak berkedip sedikit pun. Melihat hal tersebut, membuat Rania kembali mengembangkan senyumnya.


...****************...


"Jangan berlari Nak, nanti kalian terjatuh" seru Rasya setelah menyuapi si kembar dengan nugget.


"Sayang, kau mau?" tanya Rasya sembari mengunyah nugget yang baru saja mendarat di mulutnya.


Aurel yang kini tengah menggendong si bungsu. Dirinya menganggukkan kepalanya menjawab pertanyaan dari suaminya itu.


"Buka mulutmu" perintah Rasya yang hendak menyuapi istrinya itu.


"Ah tidak, lebih baik seperti ini saja" ucapnya yang mengurungkan niatnya. Pria itu mengapit nugget yang akan diberikan pada istrinya itu dengan bibirnya. Matanya seolah memberi isyarat bahwa Aurel harus mengambilnya sendiri dibibirnya.


"Apa yang kau lakukan, mas" ujar Aurel memukul lengan suaminya itu.


Namun gadis itu melirik kedua anaknya yang tengah asyik bermain itu. Saat pandangan anaknya lengah, wanita dengan anak tiga itu dengan cekatan mengambil nugget yang ada di bibir suaminya itu.


Rasya tersenyum sembari mengusap puncak kepala istrinya.


"Kau mau lagi, sayang?" tanya Rasya.


"Mungkin Arden dan Aretha tidak melihat kita, tapi .." Rasya pun mengalihkan pandangannya pada si kecil yang ada digendongan Aurel.


"Jagoan kecil kita melihatnya" sambung pria itu.


Aurel pun juga mengarahkan pandangannya pada putra bungsunya yang kini seolah menatapnya. Tak lama kemudian, si kecil mengembangkan senyumnya seakan ia tahu kelakuan licik kedua orang tuanya tadi.


Rasya memegang dagu si kecil, sesekali pria itu memasang wajah lucu hanya untuk membuat bungsunya itu tertawa.


"Anak ayah lucu sekali ya, serasa ingin memakan bundanya" kode dari Rasya itu membuat Aurel langsung menghadiahi cubitan di lengan suaminya.


"Apa-apaan kamu ini mas" ujar Aurel.


Rasya meringis kesakitan sembari memegang lengan yang menjadi tumbal akibat keisengannya.


"Ayah.. mau lagi" seru kedua anak kembarnya menghampiri Rasya yang minta disuapi lagi.


Rasya pun memberikan piring yang berisikan nugget tadi pada Arden.

__ADS_1


"Bawa saja semuanya ya nak, kalian main dulu dengan nenek" ujar Rasya.


Arden pun membawa mangkuk yang masih tersisa nugget didalamnya. Ia pun mengambil nugget tersebut dan memasukkan ke mulutnya. Ia juga menyupai Aretha nugget tersebut. Hingga pada akhirnya keduanya pun mencari keberadaan neneknya.


"Ckckck.. mengapa kau menjadi licik sekali" gumam Aurel berdecak saat melihat kelakuan suaminya itu.


"Si licik yang tampan" timpalnya dengan percaya diri.


Aurel pun memutar kedua bola matanya saat mendengar ucapan Rasya. Pria itu mencium pipi istrinya itu yang sedikit gembul. Melahirkan dan menyusui membuat tubuh Aurel sedikit berisi dari sebelumnya.


...****************...


Irene menadahkan wajahnya, membiarkan angin berhembus menyibak rambutnya. Gadis itu tengah terduduk di hamparan pasir yang sangat luas. Suara deburan ombak yang menerjang seakan menjadi pelengkap irama dari tempat tersebut.


Pandangannya tiba-tiba menggelap. Seseorang menutup matanya dari belakang.


"Ayo tebak aku, siapa aku" ujar suara yang dibuat-buat. Suara milik seseorang yang saat ini sedang menutup mata Irene.


"Hentikan tingkah konyolmu ini, Suamiku. Aku tahu itu dirimu" ujar Irene.


Ya, kini sikap pria itu seakan berubah seratus delapan puluh derajat dari biasanya. Reyhan yang terkenal tegas dan dingin tak terlihat saat tengah bersama dengan gadis yang berstatus istrinya itu. Kini sikap kekanak-kanakan yang selalu diperlihatkan oleh Reyhan. Pria itu sudah menjadi budak cinta yang membuat perubahan tersebut pada dirinya.


Reyhan pun menyingkirkan tangannya dari mata istrinya. Pria itu duduk di samping Irene yang kini memandang ke depan.


"Apa kita akan berdiam diri seperti ini saja?" ucap Reyhan.


Ucapan suaminya itu mengalihkan perhatian Irene.


"Ayo ikut aku!" ajaknya sembari mengulurkan tangannya.


Irene meraih uluran suaminya itu. Gadis tersebut mengikuti langkah suaminya yang membawanya ke bibir pantai.


Ombak membasahi kaki keduanya. Sesekali Reyhan memercikkan air yang mengenai wajah Irene. Gadis itu tak tinggal diam, ia pun membalas perbuatan suaminya itu dengan hal serupa. Gelak tawa dari keduanya ikut meramaikan tempat tersebut.


Saat sore menjelang, keduanya masih menyusuri bibir pantai. Irene menaiki punggung suaminya yang lebar sembari bercerita tentang banyak hal. Reyhan pun tampak sesekali menarik sudut bibirnya tersenyum saat mendengar cerita dari istrinya yang berisik itu.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


Yang jomblo melipir ya, silahkan nangis dipojokan😂. Part ini mengandung ke uwwu an hakiki yang bikin ngenes dan tidak baik bagi kesehatan jantung dan hati untuk manusia yang masih sendiri😂.


Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejaknya melalui like, komen, serta votenya❤️


__ADS_2