Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 65


__ADS_3

Roland berjalan menuju pantry, seperti biasa ia mengawali aktivitas paginya dengan segwlas kopi.


Ia terkejut mendapati seseorang yamg juga berada disana yaitu Melly.


Semenjak kejadian waktu itu membuat Roland agak merasa canggung jika berdekatan dengan Melly.


Roland meraih gelas yang ada dihadapannya, namun tina-tiba saja Melly datang menghampirinya dengan membawa segelas kopi.


"ini saya buatin kopi untuk Bapak" ujar Melly seraya menyodorkan kopi yang ada ditangannya.


Roland pun menyambar kopi yang disuguhkan oleh Melly dengan wajah yang terkejut. Bagaimana tidak? Melly mendadak berbaik hati membuatkannya kopi tanpa perintah dari Roland.


"tenang Pak ini bukan kopi sianida, saya tidak bermaksud jahat dan kopi ini saya buat dengan ketulusan hati" ucap Melly.


"te. .terimakasih" ujar Roland mendadak gagap.


Melly pun hanya membalasnya dengan senyuman kemudian melangkah pergi.


"sayang ganteng-ganteng gak ada yang merhatiin"gumam Melly seraya melangkahkan kakinya.


Namun telinga Roland yang normal mampu mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Melly.


"barusan dia bilang apa? gue ganteng" ujar Roland yang langsung mengembangkan senyumnya yang tampak bahagia hanya dengan sebuah pujian yang baru saja dikatakan oleh Melly.


.


.


.


.


.


Abizar mengecek pasiennya. Setelah memberikan suntikan, Ia pun langsung melangkah keluar.


"dok. . ada seseorang yang ingin bertemu dengan anda" ujar salah satu perawat yang baru saja menghampirinya.


"baiklah saya akan segera kesana" ujar Abizar.


Abizar bergegas menemui siapa yang mencarinya.


Cekklekk. .


Ia membuka pintu dan memasuki ruangannya. Dilihatnya seorang wanita dengan menggunakan kursi roda membelakanginya.


Abizar perlahan mendekati wanita tersebut, dan kemudian wanita itu pun langsung berbalik.


"Irsya. ." ucap Abizar yang terkejut saat mengetahui wanita tersebut.


"hay Zar. ." ucap wanita tersebut seraya tersenyum.

__ADS_1


Abizar sangat mengenal wanita yang ada dihadapannya ini. Irsya Natulini merupakan teman Abizar semasa putih abu-abu, dan wanita ini juga termasuk deretan wanita yang pernah ditolak oleh Abizar.


Abizar terperangah saat mendapati Irsya yang menggunakan kursi roda.


"bagaimana kabarmu?" tanya Icha.


"baik" sahut Abizar.


"apa yang terjadi denganmu Sya?"tanya Abizar


"oh ini, sewaktu itu aku mengalami kecelakaan yaitu terjatuh dari tangga" ujar Icha seraya tersenyum.


"apakah kamu terluka karena aku" ujar Abizar menebak.


Flashback On:


Setelah mendengar kabar yang mengejutkan dari Arfan, Abizar merasa hancur.


Beberapa kali ia hendak memasuki kedai kopi milik Arfan tersebut untuk melihat wanita yang dicintainya namun langkah kakinya terasa sangat berat.


Abizar sering kali memandang Alea dari kejauhan, ia tidak pernah menyangka rasanya akan sesakit ini.


Bukanlah suatu hal yang mudah merelakan wanita yang dicintai untuk dipersunting oleh lelaki lain, namun ia cukup sadar diri bagaimanapun juga Alea hanya milik Arfan bukan miliknya.


Abizar berjalan kaki menyusuri jalanan tanpa tahu kemana arah yang hendak ditujunya disertai dengan turunnya hujan yang seakan ikut serta dalam kesedihannya.


Abizar yang melangkah gontai menyeret kakinya menyebrangi jalan tersebut tanpa menoleh kanan kiri, tiba-tiba sebuah motor melaju kencang ke arahnya dan


Abizar terpental mengenai batu namun ketika kesadarannya belum sempat hilang sepenuhnya, samar-samar ia melihat seorang wanita yang mendorongnya


"Irsya. ." ujar Abizar yang mengenali wanita tersebut namun tiba-tiba saja penglihatan Abizar menggelap dan ia pun langsung tak sadarkan diri.


Abizar membuka matanya diruangan serba putih.


Dilihatnya kedua orang tuanya yang tampak cemas melihat Abizar.


Ceklek. .


Roland muncul bersama dengan seorang lelaki memasuki ruangan tempat Abizar dirawat.


"bang kenapa lo gak hati-hati bang" ujar Roland menyeramahi abangnya itu.


"iya. .iya lain kali gue bakalan lebih hati-hati lagi" sahut Roland seraya tersenyum.


"oh ya, ini sahabatku namanya Alviro" ujar Roland memperkenalkan lelaki yang bersamanya.


Alviro pun menyapa kedua orang tua Roland dan juga Abizar.


Setelah Roland dan Alviro keluar, Abizar mencoba mencari ponsel yang ada disakunya. Ia pun mencari kontak Irsya berharap jika wanita yang tadi dilihatnya bukanlah Irsya.


"halo zar" ucap suara dari seberang telepon.

__ADS_1


"Sya apakah kamu yang menyelamatkanku?" tanya Abizar.


"maksudmu?" tanya Irsya.


"sekarang kamu ada dimana?" tanya Abizar balik.


"aku masih di Bogor Zar, ada apa?"


"oh tidak apa-apa Sya" ujar Abizar yang langsung mematikan sambungan teleponnya.


"syukurlah bukan Irsya, tapi siapa wanita itu?" gumam Abizar.


Flashback Off


"apa maksudmu Zar, kakiku seperti ini karena terjatuh dari tangga. memangnya ada apa?" tanya Irsya.


Abizar menggelengkan kepalanya seraya tersenyum.


"jika hanya terjatuh dari tangga tidak mungkin akan separah itu Sya, apakah kamu sedang membohongiku" batin Abizar.


.


.


.


Abizar mengobrol ditaman yang berada dibelakang kliniknya. Belum lama kemudian seorang perawat menghampiri Abizar dan memberitahukan pada Abizar bahwa salah satu pasien kondisinya melemah.


Abizar pun meminta izin pasa Irsya untuk mengecek pasien tersebut.


"aku tidak apa-apa Zar, sekalian aku mau pamit pulang" ujar Irsya.


"Pak Karno" panggil Irsya pada supirnya seraya menggerakkan tangannya mengisyaratkan pada supirnya itu untuk menghampirinya.


"sekarang silahkan kamu kembali bekerja Zar" ucap Irsya.


Abizar pun langsung bergegas menuju ke kamar dimana salah satu pasien yang dimaksudkan oleh perawat tadi.


Pak Karno pun mendorong kursi roda Irsya hendak menuju mobilnya.


"tunggu mbak Irsya!!" seru seseorang dibelakang Irsya.


Pak Karno pun menghentikan langkahnya saat mengetahui siapa yang berteriak tadi. Seorang lelaki yang selama ini selalu mengunjungi Irsya dan rutin memperhatikan kondisi Irsya.


"Roland" ucap Irsya


Terimakasih sudah membaca sejauh ini, jangan lupa like dan komennya yah😊


Serta beri dukungan untuk author dengan cara memberikan vote.


salam manis RPS😊

__ADS_1


__ADS_2