Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 19. Air Mata Irene


__ADS_3

"Apa.. hamil?" ucap Reyhan dengan tatapan terkejut, namun sesaat ia tersadar bahwa saat ini pria itu tengah duduk dengan beberapa rekan kerjanya.


Reyhan pun sedikit menjauh dan kemudian sedikit mengecilkan volume suaranya.


"Bagaimana bisa?" gumam Reyhan pelan. Seingatnya ia tidak pernah melakukan hal-hal diluar batas. Sekali Reyhan hampir khilaf karena kemarahan saat Irene menyetujui pernikahan tersebut, namun Reyhan dengan cepat tersadar.


"Aku ingin membawanya ke dokter, namun calon istrimu itu menolaknya". ujar sumber suara yang ada diseberang telepon.


"Sudah biarkan saja, sebentar lagi aku akan segera kesana untuk membawanya ke dokter" ujar Reyhan yang kemudian menutup sambungan teleponnya.


"Bagaimana mungkin? apakah dia tengah berkencan dengan pria lain? hamil? astaga cobaan apalagi ini" gumam Reyhan sembari memijat keningnya.


Sementara ditempat lain, beberapa rekan kerja berbincang dibelakang Reyhan. Bagaimana tidak? kata 'hamil' yang baru saja keluar dari mulut pria itu beberapa saat lalu mampu membuat yang lainnya berargumen lain.


"Pantas saja pernikahannya begitu mendadak" ujar salah satu rekan kerja Reyhan.


"Sungguh memalukan" ucap rekan yang satunya lagi.


...****************...


Ciitttt...


Reyhan memberhentikan mobilnya tepat didepan resto. Pria itu tampak sedikit tergesa-gesa dengan langkah lebarnya yang memasuki tempat tersebut.


Dilihatnya dari kejauhan Irene yang tampak melayani beberapa pelanggan yang ada dimeja kasir.

__ADS_1


Tanpa ragu Reyhan langsung menuju wanita itu dan menariknya untuk mengikuti langkahnya.


"Apa yang kau lakukan?! Hei lepaskan aku" seru Irene yang terlonjak kaget.


"Lebih baik kau ikuti saja" ujar Reyhan tanpa menatap ke arah lawan bicaranya.


Belum lama kemudian David muncul dihadapan dua orang yang mampu menjadi perhatian di restonya tersebut.


"Hari ini aku akan membawanya ke dokter" ucap Reyhan yang langsung berlalu tanpa mendengar persetujuan dari David.


David hanya sedikit tidak mengerti dengan sikap Reyhan yang memperlakukan Irene dengan sedikit kasar. Ia pun memberi kode pada pegawai yang lainnya untuk melanjutkan pekerjaannya lagi.


...


Reyhan menghembuskan nafasnya dengan lega saat mengetahui bahwa Irene hanya menderita asam lambung. Tak tanggung-tanggung, Reyhan memboyong Irene di tiga rumah sakit sekaligus dengan diagnosa yang sama.


Irene melemparkan tatapan mematikan dengan Reyhan. Bagaimana tidak dengan badan yang kurang fit pria gila itu membawanya berkeliling di tiga rumah sakit sekaligus.


"Mengapa kau menatapku seperti itu" gumam Reyhan sembari memasang safety belt.


Irene tidak menjawab sama sekali. Wanita itu melemparkan pandangannya ke arah lain dan meniup anak rambut yang berada dikeningnya.


"Maafkan aku" gumamnya.


"Aku tahu kau meragukan ku, maka dari itu aku ingin kau menghentikan pernikahan ini"

__ADS_1


"Apa maksudmu? bukankah kau yang menyetujuinya sedari awal dan sekarang kau berniat untuk membatalkan semuanya" jawab Reyhan.


"Dan dengan caramu seperti ini kau cukup menilaiku seperti wanita murahan. Kau hanya termakan oleh perkataan orang-orang di luar sana" ujar Irene meninggikan intonasinya.


"Maka dari itu aku mencari kebenaran bahwa kau tidak seperti apa yang mereka fikirkan"


"Adakah kau bertanya padaku saat diperjalanan tadi? kekhawatiranmu itu hanya untuk dirimu, untuk menepis isu miring agar namamu bersih. Tapi tidak dengan diriku" seru Irene sembari menumpahkan air matanya.


Wanita itu pun langsung turun dari mobil. Reyhan yang melihat hal tersebut berusaha untuk mencegah Irene, namun usahanya sia-sia. Irene lebih dulu menaiki taksi.


Reyhan segera melajukan mobilnya dan mengikuti taksi yang mengantarkan kepulangan Irene. Melihat air mata wanita itu jatuh, Reyhan merasa sangat bersalah. Karena yang ia tahu Irene adalah wanita yang amat ceria. Namun kali ini sikapnya mungkin sudah keterlaluan hingga mampu membuat air mata gadis itu jatuh.


...


Reyhan mencoba menjaga jarak saat taksi yang ditumpangi oleh Irene mengantarnya ke rumah. Reyhan hanya ingin memastikan bahwa wanita itu sampai dengan selamat.


Ia mencoba untuk membuka pintu mobilnya untuk menemui Irene dan kembali meminta maaf pada gadis itu. Namun Reyhan mengurungkan niatnya, mungkin ini bukanlah waktu yang tepat untuknya berbicara dengan Irene.


Ia pun hanya memperhatikan Irene dari kejauhan sembari melihat pintu rumah Irene tertutup kembali.


"Maafkan aku.." gumam Reyhan lirih.


.


.

__ADS_1


.


Bersambung...


__ADS_2