Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 55


__ADS_3

Alviro memarkirkan mobilnya didepan sebuah restoran. Hari ini ia melupakan makan siangnya karena emosi yang berlebihan ditambah lagi pertemuannya dengan Clara tadi.


Alviro memasuki restoran tersebut dan mendudukan bokongnya di salah satu kursi yang ada disana. Salah satu pelayan resto menghampirinya seraya membawa buku menu.


Alviro pun tampak memilih menu apa yang hendak ia makan. Namun sebuah panggilan mengalihkan perhatiannya.


"Alviro. ." panggil Abizar dan menarik kursi yang ada dihadapan Alviro.


Alviro melirik sekilas dan menunjuk pesanannya kepada pelayan yang ada dihadapannya.


"mau makan apa? biar gue yang traktir" tanya Alviro.


"samain aja" jawab Abizar yang tampak menyunggingkan senyumnya.


Pesanan mereka pun telah datang. Suasana pun menjadi hening seketika karena mereka yang tampak menikmati makanan tanpa bersuara.


"bagaimana kabar Alea?" tanya Alviro seraya menyeka mulutnya dengan tissue.


"kenapa gak cari tau aja sendiri" tukas Abizar seraya tersenyum sinis.


Alviro memilih untuk diam. Jujur ia merasa kesal dengan jawaban yang baru saja dikatakan oleh Abizar.


"kayaknya lo masih perduli sama Alea, kenapa lo pisah sama dia?" ucap Abizar yang kembali membuka suara.


"itu karena kemauannya untuk berpisah" tukas Alviro menampakkan wajah frustasi.


"itu karena sikap lo yang gak tegas, seharusnya lo denger kata hati lo bukan mementingkan ego lo sendiri yang ujung-ujungnya buat lo sakit hati" ucap Abizar.


"maaf kalau gue ceramahin lo karena lo itu sahabat Roland" lanjut Abizar.


"tolong jaga Alea" ucap Alviro tulus.


Abizar bisa melihat bahwa Alviro juga mencintai Alea namun Abizar juga heran kenapa Alviro sangat bodoh melepaskan Alea yang juga mencintainya.


"kenapa harus gue? kenapa bukan lo?" timpal Abizar.


"bukankah lo sama Alea udah punya hubungan spesial" tukas Alviro.


Abizar pun tersenyum lalu beranjak dari tempat duduknya.


"mulai sekarang lo harus perjuangin cinta lo dan jangan mengambil keputusan yang diluar nalar" ujar Abizar menepuk pundak Alviro kemudian melangkah pergi.


Abizar pun kemudian berbalik.


"jangan pernah sakiti Alea lagi atau lo yang bakalan nanggung akibatnya dari gue" ujar Abizar memperingati.

__ADS_1


"dan hubungan kami hanya sebatas teman tidak lebih" sambung Abizar kemudian melanjutkan langkah kakinya yang tertunda.


Sesungguhnya hati Abizar masih belum bisa menghapus nama Alea, namun kali ini ia akan berusaha keras untuk membuang semua rasanya pada Alea dengan cara menyatukannya pada orang yang dicintai oleh wanita itu.


Alviro merasa sedikit lega saat Abizar berkata bahwa mereka hanya sebatas teman. Ia pun langsung membayar semua makanan tadi dan langsung menuju rumah.


Setibanya dirumah, Alviro menuju sofa ruang tamu dan mendudukan dirinya disana. Fikirannya kini tertuju pada Alea, ia teringat semua yang pernah dilaluinya bersama Alea dan bahkan saat ini Alviro pun membayangkan bahwa Alea sedang berada dihadapannya dengan menyunggingkan senyum terbaiknya.


Alviro pun tersenyum sekilas. Entah mengapa ia semakin menggila dibuat oleh perasaan yang tak dapat tersalurkan.


Alviro mengalihkan perhatiannya menuju ke pintu kamar yang dulu pernah Alea tempati. Alviro pun menyeret kakinya masuk ke dalam ruangan tersebut.


Ia membaringkan tubuhnya ke kasur.


Tesss. .


Setetes air mata pun jatuh tanpa permisi. Sungguh ia menyesal telah menyia-nyiakan Alea selama ini.


Alviro bangkit dari tempat tidur dan ia pun melangkahkan kakinya dari sana.


Sssrrrtttt. . .


Suara gesekan benda yang terinjak olehnya. Alviro pun langsung mengankat kakinya dan dilihatnya sebuah foto , Ia pun membersihkan foto tersebut yang terkena kotoran dari sepatunya.


Sebuah potret keluarga dimana seorang wanita tengah menggendong bayi dan seorang pria yang memangku anak perempuannya.


"si gadis Loly. ." gumam Alviro dengan mata yang berkaca-kaca.


Ia pun langsung memasukkan foto tersebut ke sakunya dan bergegas memasuki mobilnya.


"ternyata kamu adalah gadis yang kucari selama ini Leah" ujar Alviro dengan perasaan yang membuncah.


Flashback On:


Seorang anak laki-laki berusia 7 tahun dengan berpakaian sekolah menangis tersedu dibawah pohon seraya memeluk lututnya.


"mama. .hiks. .hiks" ucapnya.


.


"cowok kok cengeng" ujar anak perempuan yang umurnya tidak jauh dari anak laki-laki tadi dengan memegang sebuah permen lolipop yang ada ditangannya.


anak lelaki tersebut mendongakkan kepalanya menatap wanita yang ada dihadapannya.


"nih biar gak nangis lagi" ujar si anak permpuan.

__ADS_1


"aku tidak menyukai lolipop" tukas anak laki-laki tersebut langsung melemparkan permen yang ada ditangannya dan melanjutkan tangisnya.


"lihat aja gak usah dimakan, warnanya cantik kayak pelangi" ujar anak perempuan tersebut kembali menyodorkan lolipop tadi.


Anak laki-laki tersebut mencoba mengambil lolipop dari tangan si anak perempuan. Ia memperhatikan warna-warni lolipop yang ada di tangannya.


"nama kamu siapa?" tanya si anak laki-laki.


"namaku . ." belum sempat si gadis kecil tersebut menyebutkan namanya, tiba-tiba saja suara sang mama yang ditunggunya sedari tadi memanggilnya.


"Al. . ayo pulang" ujar Regita seraya melambaikan tangannya.


"nanti aku akan menemuimu lagi" ujar si anak laki-laki pada gadis kecil yang ada dihadapannya.


ia pun berlari kecil menghampiri ibunya.


"Alviro temen kamu siapa?" tanya Regita.


"mama. .mama. . fotoin temen aku yang itu ma" rengek Alviro.


Regita pun mengeluarkan ponselnya dan diam-diam mengambil gambar gadis kecil yang ditunjuk oleh putranya tadi.


"hey perempuan lolipop. ." teriak Alviro.


namun gadis kecil tersebut masih setia menikmati lolipopnya dan tidak bergeming.


"gadis Loly. ." teriak Alviro lagi.


Gadis kecil tersebut menoleh karena sadar bahwa dirinyalah yang dipanggil oleh anak laki-laki tadi.


"terimakasih" ucapnya lalu kemudian mengikuti langkah sang mama yang menuju mobil.


"mama. .mama. . nanti saat aku udah besar aku mau menikah dengannya ma" tukas Alviro.


Regita kaget mendengar apa yang baru saja diucapkan sang anak.


"hussttt. . kamu itu masih kecil gak boleh ngomong seperti itu, urusin nilai kamu yang jelek" ujar Regita.


"Al janji ma akan belajar lebih giat lagi" ujar Alviro.


Regita pun memandang sekilas gadis kecil yang tadi menemani putranya, kemudian ia pun tersenyum seraya menggeleng-gelengkan kepalanya.


Flashback Off**


**jangan lupa like dan komen yah😊

__ADS_1


Salam manis RPS😊****


__ADS_2