Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 60


__ADS_3

Alviro melajukan mobilnya menuju rumah. Sesampainya disana dilihatnya dua manusia yang sudah duduk santai di teras menunggu kedatangannya.


Siapa lagi kalau bukan Roland dan Abizar. Dua manusia inilah yang sering menemani Alviro.


Alviro dan Abizar memang sudah menjalin persahabatan semenjak Alviro kehilangan Alea.


Saat itu Abizar lah yang mencoba menenangkan Alviro, karena Abizar turut prihatin dengan hubungan rumit antara Alviro dan Alea jalani bagaikan sepasang landak yang ingin memeluk satu sama lain namun akan saling menyakiti.


Alviro pun turun dari mobilnya dan melambaikan tangannya pada sahabat-sahabatnya itu.


"udah lama nunggunya?" tanya Alviro.


"belum kok" ujar Abizar seraya memasang wajah tersenyum yang dibuat-buat.


"iya belum, belum lama lagi bakalan jamuran aja nungguin lo nya nyampe" ketus Roland.


"hehe sorry tadi ada urusan sedikit" ujar Alviro memperlihatkan deretan giginya.


"kencan buta?" tebak Abizar.


"lo tau dari mana?" tanya Alviro balik.


Abizar pun hanya mengendikkan bahunya.


"wihhh. . gila laku amat lo!" seru Roland.


"secara gue kan ganteng jadi sok jual mahal" ujar Alviro seraya merangkul kedua sahabatnya itu masuk ke dalam rumah.


"mentang-mentang gue gak pernah diperebutkan menurut lo gue gak ganteng?" tukas Roland.


"lo gimana juga mau diperebutkan muka pas-pasan sama cewek juga terlalu welcome udah kayak papan selamat datang" ujar Alviro seraya tertawa.


"enak aja lo ngomongin adek gue papan selamat datang" sahut Abizar.


"tuh kan abang gue yang ganteng belain gue" ejek Roland pada Alviro


"adek gue ini sama cewek welcome nya bukan kayak papan selamat datang, tapi welcomenya udah kayak keset" ujar Abizar menjauh dari Roland takut jika Roland akan menghadiahi debuah tabokan.


Roland pun yang sedari tadi kena cerca langsung terlihat kesal.

__ADS_1


"dasar abang pea bos gendeng" tukas Roland sambil mengambil buah apel yang ada diatas meja.


Belum lama kemudian, Alviro membawa tiga gelas minuman yaitu dua gelas kopi hitam milik kedua sahabatnya itu dan satu gelas teh tanpa gula miliknya.


"apa udah ada kabar?" tanya Abizar sembari menyesap kopinya.


Alviro menggelengkan kepalanya.


"entah kemana perginya, kenapa pas gue baru tau semuanya dia menghilang lagi" ujar Alviro menghembuskan nafasnya dengan kasar.


"jika suatu saat nanti gue dipertemukan, gue berharap dia belum punya pasangan hidup " lanjut Alviro seraya tersenyum namun hatinya masih terasa sakit.



"tenang bro jodoh pasti gak bakalan kemana" ujar Roland sembari menepuk pundak Alviro.


Alviro pun hanya membalas perkataan Roland dengan sebuah anggukan.


"trus lo gimana sama si Tara?" tanya Abizar pada Roland yang mulai mengalihkan topik pembicaraan.


"udah putus bang gara-gara gue juga nembak kembarannya si Tara namanya Tere" ujar Roland.


Dan pada akhirnya Roland pun bercerita panjang lebar tentang hubungan asmaranya yang pada akhirnya kandas dan dihadiahi sebuah tamparan oleh Tara dan Tere.


Terkadang Alviro dan Abizar pun terbahak-bahak mendengar cerita dari Roland.


Belum lama kemudian, Roland dan Abizar pun pamit untuk pulang dikarenakan sudah larut malam dan keesokannya mereka harus bekerja.


Setelah kepergian kedua sahabatnya, Alviro langsung menuju kamar favoritnya yaitu kamar Alea.


Selama dua tahun ini Alviro selalu tidur dikamar tersebut hanya untuk mengingat Alea dan menganggap bahwa wanita itu tetap berada disisinya walaupun semua itu hanya bayangan yang semu.


πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€πŸŒ€


Alea yang sedang disibukkan dengan sebuah pemotretan siang ini mempromosikan sebuah produk terbaru dan Alea lah yang terpilih untuk menjadi modelnya.


Setelah selesai pemotretan, dilihatnya Steve sudah menunggunya untuk menjemputnya pulang.


"apakah sudah selesai?" tanya Steve.

__ADS_1


namun belum sempat Alea menjawab, seorang lelaki berparas tampan yang Alea ketahui sebagai fotografernya tadi langsung menghampirinya.


"Hi. ." sapa lelaki tersebut.


Alea hanya membalasnya dengan senyuman.


"Aku James, siapa namamu?" tanya James menggunakan bahasa inggris.


"Cassandra. ." jawab Alea singkat


"apakah aku bisa mengenalmu lebih jauh?" ujar James berbahasa inggris seraya mengerlingkan matanya pada Alea.


"bolehkah aku meminta nomor ponselmu?" lanjut James.


Steve melihat Alea yang tampaknya tidak menyukai lelaki yang bernama James itu, Steve pun langsung melangkah maju seraya merangkul Alea.


"maaf, tampaknya istriku tidak menyukaimu. oh ya, perkenalkan aku Steve, suami dari Cassandra" ujar Steve memasang wajah yang serius.


Awalnya Alea terkejut dengan perkataan Steve barusan, namun Alea pun mencoba untuk mengikuti permainan Steve karena kebetulan ia tidak ingin digoda oleh lelaki hidung belang seperti James.


"maafkan aku, aku tidak mengetahuinya jika nona Cassandra sudah menikah" ujar James yang kemudian pergi meninggalkan Steve dan Alea.


Steve pun tertawa saat James sudah hilang dari pandangannya.


Alea yang sedari tadi merasa risih dirangkul oleh Steve langsung menepiskan tangan Steve dari pundaknya.


"mari ku antar pulang sepupuku yang cantik" ujar Steve seraya menarik hidung Alea.


"Steve. .!!" teriak Alea memberengut kesal seraya memegang hidungnya yang sudah memerah karena ulah Steve.



Terimakasih sudah membaca


Jangan lupa like dan komennya yah😊


Vote juga novel ini supaya author lebih semangat up nya.


Salam manis RPS😊

__ADS_1


__ADS_2