
Aurel tampak cantik dengan balutan dress selutut serta make up yang minimalis, membuat penampilannya tampan anggun dan sopan.
Malam ini sesuai dengan janjinya, ia akan berkunjung ke rumah Rasya. Bukan tak pernah, dulunya ia sering bermain kesana saat ia masih kecil. Dan bahkan pernah bermalam ditempat tersebut, ketika kedua orang tuanya dalam perjalanan keluar kota untuk urusan pekerjaan.
Sekarang Aurel kembali berkunjung, dan diperkenalkan dengan kedua orang tua Rasya. Bukan sebagai teman seperti biasanya, melainkan sebagai kekasih pria itu.
Setelah dirasa sudah siap, ia pun keluar dari kamarnya dengan menuruni tangga. Dilihatnya Rasya yang tampak menunggu seraya berbincang kepada kedua orang tuanya. Aurel menghampiri Rasya, ia pun kemudian berpamitan kepada kedua orang tuanya.
"Ma.. pa.. Aurel berangkat dulu" ucapnya seraya menyalami punggung tangan kedua orang tuanya.
"Om.. tante.." Rasya yang juga ikut menyalami kedua orang tua Aurel.
"Hati-hati ya nak, pulangnya jangan terlalu malam. Sampaikan salam tante kepada mama kamu" ujar Alea pada Rasya. Rasya pun membalas ucapan Alea dengan sebuah anggukan serta senyum simpul.
Rasya dan Aurel berjalan keluar dan menuju mobil Rasya yang terparkir dihalaman rumah. Alea dan Alviro pun mengantar keduanya kedepan, hingga mobil tersebut melaju ke jalanan.
.
.
.
.
Mobil yang dikendarai Rasya pun tiba di lokasi yang akan ditujunya, yang tidak lain adalah huniannya sendiri. Setelah Rasya memberhentikan mobilnya, Aurel pun melepas safety beltnya dan hendak membuka pintu mobil tersebut. Namun dengan cepat Rasya mencegahnya.
"Tunggu sebentar" ujar Rasya, Aurel pun menghentikan aktivitasnya dan melihat pria itu turun dengan sedikit tergesa-gesa.
Belum lama kemudian, Rasya pun berdiri tepat didepan pintu dan membukakan pintu mobil untuk Aurel.
"Silahkan nona" ujar Rasya mempersilahkan.
"Aku bisa menggunakan tanganku untuk membukanya, tuan" ujar Aurel sedikit penekanan.
"Hmmm.. tidak, biarkan aku yang membukakan pintu untukmu dan tanganmu tetaplah seperti ini" ucap Rasya tersenyum dan kemudian meraih tangan Aurel dan melingkarkannya pada lengan pria tersebut. Aurel pun tersenyum geli saat melihat tingkah Rasya.
"Apakah kamu sudah siap nona? bersikap seperti biasa saja, jangan gugup" tanya Rasya.
Aurel mengambil nafas dalam dan menghembuskanya.
"Aku siap" ucap Aurel.
Rasya langsung membawa Aurel masuk ke dalam rumahnya. Kedatangan mereka disambut hangat oleh Abizar dan Irsya.
"Aurel.." ujar Irsya sedikit antusias.
"Tante.. om.." ucap Aurel kemudian menyalami keduanya.
Irsya mengarahkan Aurel menuju meja makan di ikuti oleh yang lainnya.
__ADS_1
"Aurel kah wanita yang kau maksud?" bisik Abizar pada putra sulungnya. Dengan sedikit malu-malu Rasya pun mengangguk tanda mengiyakan ucapan papanya itu.
"Sebuah takdir yang indah" gumam Abizar yang kemudian tersenyum menatap putranya itu.
Aurel menarik salah satu kursi yang ada disana, duduk tepat bersebelahan dengan Rasya. Hidangan lengkap tersaji didepan mereka. Tampaknya Irsya begitu sibuk sedari tadi menyiapkan semuanya.
"Silahkan dicicipi sayang, ini masakan ala kadarnya" ucap Irsya yang selalu mengembangkan senyumnya.
"Makasih tante" ujar Aurel, ia pun mencicipi hidangan yang telah tersaji diatas meja.
"Enak?" tanya Irsya.
"Enak tante" sahut Aurel.
"Kamu kelihatan semakin cantik sayang, sama seperti Alea mama kamu" ujar Irsya seraya menyantap makanannya.
"Oh iya, mama dapat salam dari tante Alea" tukas Rasya.
"Benarkah? mama rindu sekali dengan Alea, sudah lama mama tidak bertemu dengannya" tutur Irsya.
"Nanti mama juga akan sering bertemu dengan Alea" ucap Abizar tiba-tiba.
Irsya pun menangkap kode yang diucapkan barusan oleh suaminya itu. dan kemudian tertawa ringan.
"Tante tidak menyangka kalian pada akhirnya terikat hubungan asmara. Dulu sewaktu kalian masih kecil, kalian berdua seringkali bertengkar dan bahkan Rasya selalu membuatmu menangis dengan mengambil mainanmu" ungkap Irsya.
"Ayolah ma, jangan bahas itu lagi" ucap Rasya malu.
Uhukkk..
Aurel langsung tersedak saat mendengar penuturan dari Irsya. Dengan sigap Rasya langsung memberikan air minum pada Aurel.
"Untuk pernikahan, Rasya belum kepikiran sampai sana" ucap Rasya berbohong.
"Pelan-pelan saja, urusan menikah itu mudah tapi kesiapan untuk menikah itu harus dipikirkan secara matang-matang" tukas Abizar menasihati, yang lainnya pun membenarkan ucapan Abizar.
"Anggota kita kurang lengkap, andai saja Reyhan dapat ikut bergabung disini" gumam Irsya.
Temui aku di taman kota jam 8 malam, aku akan menunggumu disana.
Saat mendengar nama Reyhan, Aurel pun ingat akan ucapan Reyhan kemarin. Secara diam-diam Aurel pun melirik jam tangannya yang sebentar lagi menunjukkan pukul 8 malam. Namun Aurel berusaha menepiskan semuanya, karena baginya suatu yang mustahil jika Reyhan akan benar-benar menunggunya disana.
Setelah selesai makan malam, mereka berempat pun berbincang diruang tengah. Aurel sesekali melirik ponselnya.
"Tante, aku permisi ke toilet dulu" ucap Aurel yang dibalas anggukan oleh Irsya. Rasya menatap Aurel dengan seksama.
Di toilet, Aurel mencoba menghubungi Reyhan. Meskipun ia mencoba untuk tidak percaya, namun ia selalu memikirkan apa yang diucapkan oleh pria itu kemarin. Berulang kali Aurel menghubungi Reyhan, namun selalu saja suara merdu sang operator yang terdengar.
Setelah Aurel keluar dari toilet, Rasya langsung mengajaknya pulang dikarenakan hari sudah menunjukkan pukul 9 malam. Aurel berpamitan dengan Abizar dan Irsya.
"Besok-besok main lagi kesini ya" ujar Irsya ramah.
"Iya tante" sahut Aurel.
__ADS_1
Mereka berdua pun langsung masuk ke dalam mobil dan melaju ke jalanan. Saat diperjalanan, Aurel hanya diam seraya mengarahkan pandangannya ke luar jendela. Suasana pun menjadi hening seketika.
Alih-alih mengajak Aurel berbicara, Rasya justru menyalakan tape audio. Melintasi jalanan sepi tanpa kata, hanya suara alunan musik yang terdengar disana.
.
.
.
Sesampainya didepan rumah Aurel, Rasya pun langsung berpamitan pulang dengan Aurel. Tidak seperti biasanya, pria itu pulang tanpa berpamitan dengan kedua orang tua Aurel.
"Hati-hati dijalan" ucap Aurel yang dijawab anggukan oleh Rasya.
Aurel pun melihat mobil Rasya yang semakin lama semakin menjauh bahkan tak terlihat lagi. Dengan segera ia menuju jalanan kembali dan kebetulan belum lama ia menunggu sebuah taksi lewat didepannya. Ia pun langsung memasuki taksi tersebut.
❤️❤️❤️
Sesekali Reyhan melirik arlojinya, sudah hampir dua jam lamanya ia menunggu ditempat tersebut. Dilihatnya ponselnya yang sudah kehabisan baterai. Ia bahkan lupa mengisi daya ponselnya karena terburu-buru menuju tempat tersebut.
"Ternyata seperti ini rasanya menunggu" gumamnya seraya tersenyum miris.
Hari semakin larut, yang ditunggu kehadirannya pun tak menampakkan batang hidungnya. Sesekali ia mendongakkan wajahnya ke langit. Meratapi waktu yang sudah ia sia-siakan begitu saja.
"Reyhan.." seru seorang wanita yang berada di belakangnya.
Perlahan Reyhan pun menghampiri gadis yang ditunggunya sedari tadi. Begitu juga dengan Aurel, selangkah demi selangkah ia pun berjalan menuju ke arah Reyhan.
Reyhan mempercepat langkahnya dan kemudian berlari kecil ke arah Aurel. Ia pun langsung merengkuh tubuh mungil itu.
"Terimakasih karena kamu telah datang" ucapnya.
Aurel yang mendapat perlakuan seperti itu langsung membeku. Tangannya seolah tak mampu untuk melepaskan dekapan dari pria tersebut, ia pun juga tak mampu untuk membalas pelukan pria itu.
Namun dari kejauhan, Rasya yang menyaksikan adegan tersebut, langsung berbalik seraya menahan rasa sakitnya.
"Aku mengetahui semuanya sedari awal, hanya saja aku berusaha untuk menutup mataku dan menganggap semuanya tidak pernah terjadi" gumam Rasya dalam hati.
.
.
Bersambung...
Teamnya babang Rasya maaf ya di part ini ku tabur bawang untuk si tampan ter uwwu ini.
Hmmm.. kira-kira ada yang bisa nebak nggak ya bakalan sama siapa akhirnya si Aurel ini?🤔
Kalo nggak jodoh sama babang Rasya, aku siap maju untuk dapetin hatinya si babang, secara author juga level cantiknya nggak beda jauhlah sama Aurel sekitar 11 12 gitu😌 (11 meter 12 centi maksudnya😂).
Cuss tinggalkan jejak kalian untuk mengetes kelihaian jempolnya yak😘
salam manis Ryn ❤
__ADS_1