Jangan Pergi

Jangan Pergi
SH Chapter 21


__ADS_3

David merebahkan diri di kamarnya seraya mengotak-atik ponselnya. Belum lama kemudian sang kakak muncul tanpa mengetuk pintu mengejutkannya.


"Kak.. biasakan ketuk pintu dulu sebelum masuk" oceh David seraya mengelus dadanya.


"Dek, temen lo yang ganteng kemarin itu siapa namanya?"


"Reyhan, kenapa?" sahut David dan bertanya balik kepada kakak satu-satunya itu.


"Dia pelukis kan?" tanya Kinan lagi.


"Iya, emang kenapa?"


"Gue disuruh atasan cari orang buat ngelukis tembok di kantor, kira-kira dia mau nggak?" ujar Kinan.


"Yang bener kak? nanti gue tanyain ke dia" ucap Reyhan antusias.


"Tolong ya, gue malu mau nanya ke dia. Soalnya gue gemetaran dekat sama cowok ganteng" ucap Kinan.


"Pantas, seumuran kakak seharusnya sampai sekarang udah punya suami. Seenggaknya pacar gitu" cerca Reyhan.


Kinan pun menghilang bak ditelan bumi saat mendengar ucapan dari adiknya itu.


❇❇❇


Di kampus


Reyhan, Dito, dan David tampak berbincang-bincang di belakang kampus. Selain membahas masalah tugas kuliah, mereka pun bercerita tentang hal lainnya.


"Bro.. gue hampir lupa. Kakak gue kemarin cari orang buat ngelukis tembok di tempat dia kerja. Kira-kira lo mau nggak?" tanya David.


"Terima aja bro, emang tempat kerja kakak Lo dimana?" ujar Dito yang bertanya pada David.


"Pusat perbelanjaan, lo bakalan dibayar lumayan besar sayang kalau lo tolak" ucap David yang meyakinkan Reyhan.


Reyhan pun tampak berfikir sejenak, belum lama kemudian ia pun mengangguk setuju.


.


.


.


Kelas Reyhan telah usai, Reyhan pun menuju ke parkiran tempat motornya terparkir disana. Saat motornya melaju mendekati gerbang, ia pun dikejutkan oleh kebaradaan Vanesha yang menghalangi jalannya.


Citttt..


Reyhan mendadak mengerem motornya. Vanesha pun menghampiri Reyhan dan duduk berboncengan dengan Reyhan.

__ADS_1


Awalnya Reyhan masih terkejut dengan sikap Vanesha, karena yang ia tahu wanita yang duduk dibelakangnya saat ini masih marah padanya.


"Ayo jalan!" seru Vanesha tiba-tiba.


"Ke kontrakan lo" ucapnya lagi.


Entah dari mana gadis ini mengetahui informasi tersebut. Reyhan pun melajukan sepeda motornya dan menuju ke kontrakan. Di perjalanan, Reyhan hanya diam begitu pun dengan Vanesha.


Ada rasa kesal pada gadis itu, seharusnya Reyhan lah yang harus marah pada saat itu. Jika saja malam itu Vanesha tidak meneleponnya, yang pasti saat ini dia sudah bersama wanita yang dicintainya. Namun ahh.. sudahlah, nasi sudah menjadi bubur.


Mereka akhirnya sampai di tempat Reyhan. Vanesha segera turun dari motor. Dilihatnya bangunan bersusun tempat Reyhan tinggal. Vanesha pun mengekor Reyhan dari belakang.


"Lo betah ya marahan sama gue, kenapa lo nggak pernah cerita kalau lo kabur dari rumah" ucap Vanesha seraya mengamati tempat tersebut.


"Gue nggak kabur" ucap Reyhan singkat.


"Kenapa lo pindah? terus kenapa Lo juga nggak ngasih tahu ke gue" ujar Vanesha dengan sedikit terbata.


"Yang duluan marah sama gue kan lo" sambung Reyhan seraya menyuguhi minuman untuk Vanesha.


Vanesha pun mengalihkan pandangannya pada Reyhan, dan menatap tajam pria yang ada di depannya.


"Lo jadi cowok terlalu datar. Cewek itu butuh kode-kode. Kalau lo diam di tempat dia nggak akan pernah tahu" ucap Vanesha.


Reyhan merasa tertampar dengan kata-kata yang diucapkan oleh Vanesha. Selama ini ia terlalu mengulur waktu hingga posisi tersebut digantikan oleh pria lain.


❇❇❇


Aurel menatap ke arah luar jendela. Ia menghela nafas dengan panjang. Semua beban pikiran yang membuatnya sedikit kacau, kini sudah terangkat. Belum lama kemudian Kinan pun menghampirinya.


"Bu.. saya sudah mendapatkan orang yang ibu minta" ucap Kinan.


"Pelukis?"


"Iya bu. Kebetulan orang tersebut merupakan teman dari adik saya" jelas Kinan.


"Apa kamu yakin dengan kinerjanya?" tanya Aurel seraya bersedekap.


"Saya yakin bu" sahut Kinan namun dengan nada sedikit ragu.


"Kenapa kamu ragu-ragu? Kalau begitu atur jadwal saya untuk bertemu dengannya" titah Aurel.


"Baik bu" ucap Kinan dan kemudian menyeret kakinya pergi dari ruangan tersebut.


Aurel meraih ponselnya dan mengirimkan pesan singkat pada Rasya. Bagaimana pun juga, Rasya lah yang telah menyadarkan Aurel atas perbuatannya.


Terimakasih telah menyadarkanku kemarin, kini aku merasa bebanku benar-benar terangkat.

__ADS_1


Aurel meletakkan ponselnya lagi. Ia pun kembali duduk di kursi dan melanjutkan pekerjaannya.


Di lain tempat Rasya yang mendapat pesan singkat dari kekasihnya itu langsung mengembangkan senyumnya.


❤❤❤


Keesokan harinya, Aurel yang baru saja menyelesaikan pekerjaannya. Diliriknya jam tangannya menunjukkan waktu makan siang. Dan itu bersamaan dengan waktu pertemuannya dengan sang pelukis tersebut.


Aurel mengajak Kinan bersamanya untuk menemui orang tersebut seraya mengajaknya makan siang. Setidaknya itu adalah hal basa-basi yang sering digunakan oleh Aurel.


Sesampainya di sebuah restoran, Aurel memesan tempat VIP yang artinya ruangan khusus yang biasanya digunakan para kalangan atas untuk semacam pertemuan keluarga atau membahas masalah bisnis.


"Apakah kamu sudah menghubunginya?" tanya Aurel pada Kinan.


"Sudah bu, saat ini orang tersebut sedang menuju kesini" ucap Kinan.


"Ini sudah lewat 10 menit dari waktu yang ditentukan? kamu tahu kan kalau saya tidak mempunyai banyak waktu untuk itu" ujar Aurel dengan penekanan dan menatap tajam Kinan.


Kinan hanya bisa menunduk dan berharap orang tersebut datang secepatnya. Namun kesabaran Aurel pun telah habis. Aurel beranjak dari tempat duduknya.


"Saya sudah tidak punya waktu lagi untuk menunggu" ujarnya dengan kesal.


Saat Aurel hendak menyeret kakinya pergi dari sana, tiba-tiba saja pintu terbuka yang menampakkan sosok pria yang amat dikenalnya.


"Maaf.. saya terlambat" ujar pria tersebut dengan nafas tersengal.


"Reyhan.." ucap Aurel terdiam kaku.


Sementara Reyhan yang terkejut dengan keberadaan Aurel, langsung membeku seketika.


Bersambung...


Hai.. hai.. maaf ya atas keterlambatan up nya, dikarenakan aku masih sibuk dengan dunia nyataku.


oh iya, disini aku mau nyelipin juga visual babang tampan temennya si Reyhan. Cuss di scroll ke bawah.


Cast Dito



Cast David



visualnya aku selipin setelah lolos review ya🤗


.

__ADS_1


__ADS_2