
happy reading yah guys😉😉
.
.
Alviro melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. setibanya dirumah sakit, Alviro langsung menuju ke ruangan dimana tempat Clara dirawat.
wajah Clara tampak begitu pucat.
Alviro menghampiri Clara dan duduk di dekatnya.
Clara membuka matanya secara perlahan.
"Alvi. ." panggil Clara lemas
"iya Ara"
"kenapa aku ada disini Vi ? " tanya Clara.
"aku yang membawamu kesini" timpal Alviro.
perlahan Clara pun teringat kejadian sebelumnya dimana ia menangis histeris lalu menyayat pergelangan tangannya.
"seharusnya kamu tidak usah membawaku kesini Vi, seharusnya kamu tidak menyelamatkanku" ujar Clara sambil menitikkan air mata.
"lalu aku harus melihatmu meregang nyawa dihadapanku seperti itu" tukas Alviro yang mulai meninggikan suaranya.
"aku kotor Vi, masa depanku hancur. wajar jika aku memilih untuk mengakhiri hidupku" ujar Clara terisak.
"sebaiknya kamu istirahat, jika kamu kondisimu sudah mulai membaik kamu bisa ceritakan semuanya kepadaku" ucap Alviro yang mulai melembut.
"tidak Vi, sudah seharusnya aku berkata jujur" ujar Clara yang mulai menceritakan semua kejadiannya dari awal.
Flashback On :
Clara berulangkali mencoba menghubungi Alviro berkali-kali namun Alviro tidak menjawab panggilannya bahkan langsung mematikan ponselnya.
Clara langsung membantingkan ponselnya ke tempat tidur.
"akkhhhh" ujar Clara mengerang frustasi.
Clara pun bergegas mengambil kunci mobilnya dan menuju ke rumah Alviro.
setibanya disana, Clara memarkirkan mobilnya agak jauh dari rumah Alviro, Clara tidak mau jika ia ketahuan menjadi seorang penguntit.
Clara sudah lama berada di dalam mobil, ia mencoba menghubungi Alviro lagi namun tetap saja tidak tersambung.
"sial !! sial !! sial !!" ujar Clara sambil memukul setir dihadapannya.
belum lama kemudian mobil Alviro tampaknya baru saja memasuki halaman rumahnya. Clara memperhatikan dengan seksama Alviro yang turun dari mobil diikuti dengan Alea yang tampak cantik.
"hahhh ternyata mereka berkencan " ujar Clara tersenyum miris.
__ADS_1
Clara pun langsung menghidupkan mesin mobilnya dan menuju ke tempat dimana ia membuang rasa frustasinya.
musik DJ terdengar sangat nyaring ditelinga, di tempat remang-remang, dan dipenuhi para wanita dengan baju yang kurang bahan disertai dengan pria berhidung belang. di tempat inilah Clara melepaskan rasa frustasinya.
Clara menenggak kembali minuman yang dipesannya.
"mas tambah seloki lagi" ujar Clara yang tampak mabuk.
bartender tersebut menuruti permintaan Clara.
Clara menenggaknya kembali hingga tandas.
"hay tampaknya kau benar-benar frustasi" ujar salah satu lelaki hidung belang duduk disamping Clara.
"tau apa kamu" tukas Clara
"jelas aku tau nona" ujar lelaki tersebut sambil menyentuh dagu Clara.
Clara menepisnya. ia pun beranjak dari tempat duduknya, namun belum lama kemudian ia jatuh pingsan tak sadarkan diri karena terlalu banyak minum.
.
.
.
Clara terbangun dari tidurnya, ia membuka matanya.
"aneh ini dimana ?" gumamnya mencoba untuk mengubah posisinya.
"apa yang terjadi ?" ujar Clara panik. ia pun sedikit demi sedikit mengingat kejadian di diskotik semalam, namun ia tidak tau siapa yang membawanya ke tempat ini dan siapa yang sudah dengan kurang ajarnya menjamah tubuhnya disaat ia sedang tidak sadarkan diri.
ia mengecek seprai tempat tidur dan benar saja terdapat bercak noda merah disana.
"ini tidak mungkin " tukas Clara sambil menangis.
ia pun bergegas pergi meninggalkan hotel tersebut.
Flashback Off
"tolong aku Vi, aku tidak tau apa yang harus aku lakukan saat ini. aku tidak mengingat wajah pria itu" ujar Clara memohon sambil menggenggam erat tangan Alviro.
"aku juga gak tau harus gimana Ara"
"tolong nikahi aku Vi. aku rela menjadi istri kedua kamu. aku janji aku gak akan jahat sama Alea lagi tapi tolong nikahi aku Vi" tukas Clara sambil tersedu.
"Ara aku. . aku bener-bener gak bisa. aku gak mau Alea tersakiti lagi" ujar Alviro.
"lantas kenapa kamu menyelamatkanku! aku sengaja mengakhiri hidupku karena cuma cara itu yang bisa aku pakai. tapi kenapa kamu menggagalkannya Vi" ucap Clara dengan air mata yang semakin deras.
"aku hanya ingin anak ini diakui Vi, aku gak mau kelak anak ini lahir tanpa ayahnya Vi. tolong aku Vi. ." ujar Clara bangkit dari tempat tidurnya dan berlutut dihadapan Alviro.
"Ara. apa yang kamu lakukan!" ujar Alviro langsung menarik Clara agar tidak berlutut lagi.
__ADS_1
"tolongin aku Vi, aku mohon menikahlah denganku Vi. jadikan saja aku istri kedua mu, aku rela Vi". ujar Clara yang terus memohon.
"baiklah. sekarang kamu istirahat dan jangan melakukan hal bodoh" seru Alviro
Clara pun menuruti kata-kata Alviro.
"kamu disini jangan kemana-kemana karena aku mau ke kantor" lanjut Alviro.
"tapi kamu janji kan untuk menikahiku?" tanya Clara.
dengan berat hati Alviro menganggukan kepalanya tanda menyetujui permintaan Clara.
terpaksa ia lakukan hal ini, jika tidak Clara dengan tidak segan-segan akan terus menyakiti dirinya sendiri.
.
.
.
Alviro tiba dirumahnya, dilihatnya Alea yang sudah rapi tampaknya hendak berangkat bekerja.
"mas baru pulang? mandi dulu mas setelah itu kita sarapan bareng" ujar Alea tersenyum.
Alviro pun menuruti kata Alea.
Alviro keluar dari kamarnya, ia sudah tampak rapi dengan setelan jas kantornya.
"mari mas kita sarapan" ujar Alea mempersilahkan.
Alviro menuju meja makan dan mulai memakan sarapan yang sudah dibuatkan oleh istrinya itu.
Alviro masih bingung, entah bagaimana ia akan menjelaskannya pada Alea yang pasti hal tersebut akan membuatnya sakit hati.
"Leah. ."
"iya mas, ada apa ?"
"jangan terlalu bersikap baik padaku"
"mas, wajar jika aku bersikap baik dengan mas karena mas adalah suamiku" timpal Alea.
"mulai saat ini berhenti untuk bersikap baik padaku" ujar Alviro sambil menggenggam erat sendok yang ada di tangannya.
sebelum ia menyakiti Alea, ia lebih tersakiti.
setidaknya jika Alviro menampakkan sisi jahatnya terlebih dahulu setidaknya Alea sudah membencinya jauh sebelum ia mengatakan akan menikahi Clara.
terimakasih untuk para readers yang setia membaca novel ini.
ikuti terus ya kisah selanjutnya di episode yang akan datang.
like dan komen kalian selalu author nantikan supaya author lebih semangat lagi nulisnya.
__ADS_1
salam manis RPS😊