Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 3. Dilamar?


__ADS_3

Irene tengah menghitung perolehan yang didapatnya selama sebulan terakhir. Gajinya yang tidak terlalu besar cukup untuk membayar tunggakan kontrakannya.


"Kalau ku bayar semuanya, lantas uang makanku mana?" gumam Irene.


Ia pun membagi uangnya itu menjadi dua bagian, yang satu jatah makan dan yang satunya lagi untuk membayar tunggakannya.


"Terpaksa ku bayar separuh dulu, ini pun aku tidak memiliki jatah ongkos" keluh Irene.


"Baiklah tidak masalah, aku bisa berjalan kaki sekaligus membakar lemak" lanjut gadis itu.


Ia pun memasukkan semua uangnya ke dalam saku dan menanggalkan earphone ke telinganya sembari memutar lagu pilihannya. Irene pun melangkahkan kakinya menyusuri jalanan sore ditemani oleh alunan musik yang menghibur perjalanannya.


Saat menyusuri jalanan, matanya tertuju pada sepasang kekasih yang tengah bersenda gurau berjalan dihadapannya. Terlintas dipikiran Irene jika itu adalah dirinya dan kekasihnya, Arya. Bergandengan tangan, bersenda gurau layaknya pasangan romantis, dan dengan angan manis yang lainnya.


Irene menggelengkan kepalanya, menepis semua bayangan yang terlintas dipikirannya. Bagaimana pun juga ia harus mengerti, jika Arya saat ini tengah berjuang demi menghalalkannya.


Langkah kaki Irene terhenti saat ia hendak melintasi sebuah restoran. Ia pun memandang sejenak resto yang selalu ramai pengunjung tersebut. Irene mengeluarkan uang di sakunya.


"Jika aku pakai untuk makan disini, tentunya jatah makanku hanya cukup dua hari" gumam Irene lagi.


Ia pun kembali melangkah pergi dengan wajah sedikit sendu.


...


Didalam resto, tiga orang pemuda serta satu wanita tengah berbincang sembari menikmati hidangan yang mereka pesan.


"Wah sekarang si David pria yang sukses." ujar Dito sembari menyeruput kopi americanonya.


"Resto juga ramai pengunjung" celetuk Vanesha.


"Alhamdulillah bertahap" ucap David seraya mengembangkan senyumnya.


"Awalnya aku mengira jika kalian benar-benar berpisah" ujar Reyhan memperhatikan Vanesha dan Dito.


"Ya aku sedikit tidak tega saja kepadanya, dia yang mengejarku dan memohon agar hubungan kami tetap utuh" ucap Vanesha dengan santainya sembari mengunyah french fries.


Uhukk..


Dito langsung tersedak saat mendengar ucapan yang keluar dari mulut istrinya barusan. Kenyataan yang sungguh berbanding terbalik. Setelah mengucapkan kata putus, malamnya Vanesha lah yang menemui Dito dirumahnya, dan wanita itu menangis dan meminta maaf.


Dito hanya melirik ke arah Vanesha sekilas sembari menyeka sisa kopi di sudut bibirnya. Reyhan dan David menahan tawa, ia paham dengan ekspresi yang ditunjukan oleh sahabatnya yang satu itu.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Irene sampai dirumahnya. Wanita tersebut mengambil minum dan menenggaknya.


"Hufftt.. cukup melelahkan" ujar Irene.


Ia pun berbaring ditempat tidurnya. Kontrakan yang sedikit sempit hanya memuat kamar mandi, tempat tidur, serta tempat memasak.


Irene mengeluarkan ponselnya dari sakunya, tiba-tiba ada sebuah pesan WhatsApp dari Arya yang mengirimkan gambar sebuah cincin. Namun beberapa saat kemudian, pesan tersebut dihapus begitu saja.


Irene mengerutkan keningnya, dan mengetikkan sebuah balasan untuk kekasihnya itu.


Kenapa dihapus?


Selang beberapa lama kemudian, Arya pun membalas pesan tersebut.


Bukan apa-apa, Bisakah besok sore kita bertemu di cafe biasa? aku ingin membicarakan sesuatu yang penting.


"Sesuatu penting? apa itu?" gumam Irene sedikit bingung.


Namun belum lama kemudian, Irene pun bangkit dengan memasang ekspresi tersenyum.


"Apakah dia akan memberikan kejutan padaku? Apakah dia hendak melamarku? Bukankah barusan dia mengirimiku jepretan cincin dan langsung menghapusnya, wahhh.. dia benar-benar pria yang romantis" ujar Irene kagum.


"Yess.. Aku dilamar" ucap Aurel seraya berjingkrak-jingkrak kegirangan.


Rasa lelah yang tadi menderanya seketika hilang begitu saja. Irene sangat tidak sabar untuk menantikan pertemuannya dengan Arya, hal yang indah akan terjadi kepadanya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


"Besok kamu temui wanita ini" ujar Irsya memperlihatkan salah satu foto pada Reyhan.


Reyhan hanya memandangnya sekilas, kemudian kembali mengotak-atik pada layar datar ponselnya.


"Kenapa harus terburu-buru ma" ucap Reyhan.


"Kamu sudah dewasa nak, wajar saja kalau mama menginginkan kamu memiliki pasangan. Setidaknya kamu saling mengenal dulu dengannya" ujar Irsya yang masih membujuk anak bungsunya itu.


"Baiklah, aku akan menemuinya besok" sahut Reyhan yang sedikit malas namun cukup membuat senyum Irsya mengembang.


"Namanya Riska, anaknya cantik dan baik. Mama yakin kamu akan menyukainya" ucap Irsya.

__ADS_1


Reyhan tersenyum miring sembari menggeleng-gelengkan kepalanya melihat antusias dari sang mama untuk menjodohkan dirinya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Keesokan harinya, Irene tengah memilih baju yang hendak dikenakannya sore nanti. Namun ia sedikit bosan dengan baju-baju itu saja yang akan dipakainya. Setidaknya ia tampil beda dan lebih cantik, apalagi ini adalah momen spesial baginya.


Ia pun mengambil tasnya dan pergi keluar untuk membeli baju yang akan dikenakannya nanti.


.


.


.


Setelah cukup lama berkeliling disebuah butik, Aurel menjatuhkan pilihannya pada dress berwarna coklat. Setelah lama berpikir panjang untuk membeli dress tersebut karena keuangannya yang menipis. Ia pun memutuskan untuk membeli dress tersebut. Ia berharap semoga ibu kost lupa untuk menagih tunggakannya bulan ini.


...


Singkat cerita, Irene keluar dari rumahnya. Penampilannya hari ini bisa dikatakan luar biasa dari sebelumnya. Rambutnya yang tergerai panjang serta jepit untuk mempermanis penampilannya, dan dress yang sangat pas melekat ditubuhnya. Irene segera menuju ke lokasi yang sudah ditentukan oleh keduanya.


Sesampainya di depan cafe, Irene kembali merapikan rambutnya yang sedikit berantakan karena menaiki ojek online saat menuju tempat tersebut.


Irene pun mendekati sebuah mobil yang terparkir didepan cafe. Wanita itu merapikan rambutnya, kemudian mengeluarkan lipstik yang ada didalam tasnya. Irene menorehkan lagi lipstik tersebut pada bibirnya sembari sedikit memajukan bibirnya mengecek lipstik yang sudah menempel sempurna.


Reyhan mengotak-atik ponselnya, mengirim pesan singkat pada wanita yang akan ditemuinya itu. Namun baru saja ia melepaskan ponselnya dan hendak membuka pintu mobilnya, pria itu sontak terkejut saat melihat sosok wanita yang tengah memakai riasan dari luar mobilnya. Tidak hanya itu saja, wanita tersebut pun sedikit memajukan bibirnya yang membuat Reyhan semakin geli melihatnya.


"Apa-apaan itu tadi.." gumam Reyhan sedikit tercengang saat wanita itu telah pergi.


.


.


.


Bersambung..




Jangan lupa untuk selalu meninggalkan jejaknya, vote seikhlasnya 🤗

__ADS_1


salam manis Ryn❤️


__ADS_2