
Aurel dan Rasya sedang menonton televisi di ruang tengah. Dilihatnya wanitanya yang baru saja selesai makan malam kemudian dilanjut dengan memakan buah-buahan, setelah itu ia juga memakan ice cream dalam porsi yang besar.
Setelah kepulangan mereka dari Venice 7 bulan yang lalu, Aurel dinyatakan positif hamil. Dan usia kehamilannya kini sudah 5 bulan. Tak heran jika nafsu makannya besar dan bahkan pipinya yang sudah sedikit chubby serta perut yang mulai membuncit.
Rasya memandang istrinya seraya tersenyum. Ia pun dengan gemas mencubit pipi istrinya itu. Aurel mengusap pipinya seraya meringis kesakitan.
"Mas sakit" ucap Aurel kesal.
Panggilan baru yang disematkan untuk suaminya itu satu bulan yang lalu, dan tentu saja Rasya begitu menyukai panggilan tersebut. Panggilan yang lebih istimewa baginya. Semenjak kehamilan Aurel, wanita tersebut menampakkan sisi manjanya pada Rasya.
Aurel meletakkan mangkuk ice cream yang dipangkunya sedari tadi ke atas meja. Rasya hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat istrinya itu yang sedikit belepotan.
"Mas tidak akan melarangmu memakan ice cream, tapi jangan berlebihan sayang" ujar Rasya sembari menyeka sisa ice cream yang menempel di sudut bibir istrinya.
Aurel memberengut, namun sesaat kemudian wanita hamil itu mengangguk patuh.
"Mas... berat badanku sekarang naik 7 kilogram, kamu tidak malu kan memiliki istri yang gemuk?" tanya Aurel.
"Aku tidak malu sayang. Aku sangat berterima kasih padamu karena telah memilihku untuk menjadi suamimu. Dan kebahagiaanku akan semakin sempurna karena kehadiran dia" ujar Rasya sembari mengelus perut istrinya.
Pria tersebut mendekatkan wajahnya tepat di depan perut buncit istrinya.
"Kalian jangan nakal ya nak, jangan buat bunda kelelahan" ucap Rasya mengusap perut Aurel.
"Iya ayah, kami berdua tidak akan nakal" ujar Aurel menirukan suara anak kecil.
Rasya dan Aurel pun tersenyum tipis. Benar saja setelah melakukan USG, bayi yang ada di rahim Aurel tersebut kembar. Dan tentu saja membuat keduanya sangat bahagia. Terlebih lagi Rasya, pria itu bahkan meletakkan foto hasil USG tersebut di ruangannya, tepatnya di meja kerjanya.
Bahkan Rasya pun tak segan memamerkan foto tersebut pada rekan kerjanya, dan mendapat puluhan ucapan selamat bagi yang melihatnya.
Rasya yang awalnya menolak tawaran Alviro yang menyuruhnya untuk mengelola perusahaan. Karena lelaki itu sudah menikmati profesinya didunia medis.
Namun bukan namanya Alviro jika ia tidak bisa mendapatkan apa yang dia mau. Bahkan dari segi percintaan, ayahnya dulu kalah telak olehnya. Apalagi hanya cara membujuk Rasya, tentunya hal yang kecil untuk Alviro lakukan.
Dan benar saja, usaha kerasnya membuahkan hasil. Rasya menyetujui untuk beralih ke dunia bisnis. Namun itu semua bertahap dan masih melalui bimbingan serta pengawasan dari Alviro.
__ADS_1
...----------------...
Aurel memasangkan dasi untuk suaminya. Berkali-kali juga Rasya melayangkan kecupan di kening dan pipi chubby milik istrinya.
"Ayolah mas, aku tidak bisa berkonsentrasi jika kamu terus seperti ini" seru Aurel dengan kening berkerut namun tetap mengulas senyumnya.
Rasya pun menghentikan aktivitas nakalnya dan membiarkan istrinya itu menyudahi kegiatannya yang sedari tadi tidak selesai karena diganggu oleh Rasya.
Usai memasangkan dasi suaminya, Aurel langsung mengajak Rasya menuju ke meja makan. Sarapan pagi tersaji di atas meja. Semenjak kejadian masakan yang gagal 7 bulan lalu saat di Venice, mulai saat itu Aurel belajar dengan tekun cara memasak.
Aurel dengan tekun belajar melalui sang mama. Dan benar saja, kini masakan wanita itu lebih manusiawi dan lebih lezat.
Rasya mendudukkan bokongnya pada kursi, sama halnya dengan Aurel. Seperti biasa wanita itu akan menyiapkan makanan untuk suaminya terlebih dahulu.
"Mas nanti pulangnya sore atau malam?" tanya Aurel sembari meletakkan piring yang sudah terisi dengan lengkap dihadapan Rasya.
"Pulang sore jika pekerjaan cepat selesai. Ada apa sayang?"tanya Rasya seraya menyendok nasi gorengnya.
"Aku minta temani mencari perlengkapan untuk bayi kita mas, tapi kalau mas sibuk tidak apa-apa. Biar aku minta temani mama saja" ucap Aurel.
"Kalau begitu mas akan pastikan untuk pulang secepatnya" ujar Rasya tersenyum. Aurel pun membalasnya dengan tersenyum simpul.
...
"Mas berangkat dulu ya sayang, kalau ada perlu apa-apa langsung hubungi mas" ujar Rasya.
"Iya mas"
"Kesayangan ayah, jangan nakal ya nak. Jangan buat ibumu kelelahan" ucap Rasya yang sedikit berjongkok sembari mengelus perut istrinya.
"Iya ayah, hati-hati dijalan ayah" sahut Aurel yang menirukan suara anak kecil, seolah itu adalah balasan dari bayi kembar yang ada dirahimnya.
Rasya pun langsung menuju mobilnya, ia melambaikan tangannya sebelum menuju jalanan. Aurel pun membalas lambaian tangan tersebut.
Aurel berjalan kaki dari halaman depan menuju ke halaman belakang. Halaman rumahnya cukup luas untuk hal tersebut, anjuran sang suami untuk kesehatan ibu serta bayi. Dan tentunya hal tersebut sudah menjadi rutinitas Aurel di pagi hari.
__ADS_1
Rasya memutuskan untuk membeli sebuah rumah, karena pria tersebut tentunya ingin lebih mandiri setidaknya keduanya tidak memberatkan kedua orang tua masing-masing. Dan Rasya sangat bersyukur karena Aurel menyetujui usulnya.
Setelah menyusuri halaman sekitar 15 menit, Aurel menuju ke ruang tengah untuk mengambil iPad yang diletakkannya diatas meja, kemudian ia pun kembali ke teras dan mendudukan bokongnya di kursi.
Wanita itu selalu mengecek penjualan serta email yang masuk melalui Ipad-nya . Sejak mendengar berita kehamilannya, suaminya itu melarangnya untuk datang ke tempat ia bekerja dan tentu saja hal tersebut disetujui pula oleh kedua orang tuanya.
Aurel melimpahkan tugasnya untuk sementara kepada Kinan. Dan wanita itu hanya mengecek hasilnya di rumah.
Belum lama kemudian, Bi Ina yang merupakan asisten rumah tangganya membawa segelas jus wortel dan diletakkannya diatas meja.
"Tuan meminta saya untuk menyiapkannya, nyonya" ucap Bi Ina.
"Terima kasih bi" ujar Aurel.
Bi Ina pun mengangguk dan kemudian kembali ke dapur.
Notifikasi pesan dari ponselnya berbunyi. Aurel pun membuka pesan tersebut yang tak lain dari suaminya itu.
Habiskan jus wortel yang disiapkan oleh bibi
Aurel mengulas senyumnya setelah membaca pesan singkat dari suaminya itu. Sungguh ia merasa beruntung telah mendapatkan Rasya. Sosok yang sempurna baginya, selalu memperhatikan kesehatannya, dan pria yang dapat memaklumi kesalahannya, tanpa mengeluh telah mendapatkan dirinya yang memiliki banyak kekurangan.
Aurel pun meraih gelas yang berisi jus tersebut. Dan meminumnya hingga tandas.
.
.
.
Bersambung...
__ADS_1
Jangan lupa untuk meninggalkan jejaknya, like komen dan vote yak.
Salam manis Ryn❤️