Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 39


__ADS_3

happy reading😊


.


.


.


Alviro meluangkan waktunya untuk berkunjung ke tempat Clara, sudah beberapa hari ini Clara tidak masuk bekerja dan tidak memberi kabar hal tersebut membuat Alviro bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi pada Clara.


sesampainya di tempat tujuan, Alviro langsung mengetuk pintu Clara, namun tidak ada jawaban dari dalam.


"udah beberapa hari ini mbak yang ada di dalam gak keluar rumah mas" ujar wanita yang merupakan tetangga Clara.


"kalau boleh tau, kapan terakhir kali mbak liat Clara keluar?" tanya Alviro.


"kalau gak salah 3 hari yang lalu mas, kayaknya si mbak sakit. saya liat waktu itu mbak nya agak kurusan terus wajahnya kelihatan pucat" jawab wanita tersebut.


" oh ya, makasih atas informasinya mbak" ujar Alviro.


"iya sama-sama" timpal wanita tersebut.


Alviro terus mengetuk pintu Clara namun tetap saja tidak ada jawaban dari dalam.


Alviro pun terpaksa mendobrak pintu tersebut.


Alviro mengendarkan pandangan di dalam rumah tersebut, sungguh sangat berantakan sekali.


Alviro melangkahkan kakinya ke dapur, bahkan ke kamar Clara namun tidak menemukan sosok yang dicarinya tersebut.


pandangan Alviro tertuju di kamar mandi yang berada di dalam kamar Clara. namun kamar mandi tersebut terkunci dari dalam.


kuat dugaan Alviro bahwa Clara berada di dalam.


Alviro pun mendobrak kamar mandi tersebut.


betapa terkejutnya Alviro mendapati Clara yang terkulai lemas dengan darah yang mengucur dari tangannya.


Clara mengiris nadinya sendiri.


Alviro bergegas menghampiri Clara dan mencoba menyadarkannya namun mata Clara tetap terpejam.

__ADS_1


"Ara. . bangun Ara, kenapa kamu melakukan hal bodoh seperti ini" ujar Alviro panik.


Alviro pun meletakkan telunjuk nya di dekat hidung Clara.


"dia masih bernafas" gumam Alviro.


dengan segera Alviro bergegas membawa Clara ke rumah sakit.


Alea sedari tadi menghubungi Alviro namun tidak ada jawaban dari Alviro.


"kenapa belum pulang Leah ?" tanya Tiara.


"aku nunggu mas Al jemput aku Tia " timpal Alea.


"kenapa gak naik taksi aja Leah biasanya kan kamu naik taksi, ini udah lumayan malam Leah takutnya ada apa-apa lagi" ujar Tiara


"gak apa-apa kok Tia, aku gak enak sama mas Al soalnya aku udah janji bakalan pulang bareng dia" tukas Alea.


"ya udah kalau begitu aku duluan ya Leah dahhh. ." ujar Tiara menaiki taksi sambil melambaikan tangannya.


"dahhh Tia, hati-hati di jalan" ujar Alea yang juga melambaikan tangannya.


"bagaimana keadaannya dok ?" tanya Alviro panik.


"untung saja bapak cepat membawa pasien ke sini, pasien kehilangan banyak darah. kami membutuhkan secepatnya donor darah A, karena jika tidak pasien dan janinnya tidak bisa tertolong " ujar dokter.


Alviro mengernyitkan dahinya dengan apa yang baru saja didengarnya.


ternyata Clara hamil dan hal tersebut membuatnya hendak mengakhiri hidupnya fikir Alviro.


"ambil darah saya dok, kebetulan golongan darah saya A" ujar Alviro.


"baiklah kalau begitu bapak bisa langsung masuk ke ruangan" ucap dokter mempersilahkan.


Alviro yang baru saja keluar dari ruangan tersebut usai mendonorkan darahnya kepada Clara. ia mengecek ponselnya. ada 15 panggilan tak terjawab dari Alea.


diliriknya arloji ditangannya sudah menunjukkan pukul 22:00.


Alviro bergegas keluar dari rumah sakit untuk menjemput Alea.


Alviro tiba di dekat tempat Alea bekerja. ia sempat terkejut ketika melihat istrinya masih dengan setia menunggunya disana sambil meringkuk kedinginan.

__ADS_1


Alviro merasa menjadi lelaki paling pengecut didunia ini. ia tidak bisa meninggalkan Clara dengan keadaan seperti itu, namun disisi lain ia tak tega melihat istrinya terlalu banyak berkorban untuknya contohnya seperti apa yang dilakukan Alea sekarang.


Alviro langsung menghampiri Alea.


"mas baru pulang ?" ujar Alea dengan muka yang polos.


Alviro hanya diam tanpa menjawab pertanyaan yang dilontarkan Alea.


bukannya marah, Alea justru menanyainya dengan nada yang lembut walaupun ia hampir membeku kedinginan menunggu dirinya.


hal tersebut membuat Alviro merasa amat bersalah pada Alea, entah terbuat dari apa hati Alea fikir Alviro.


tanpa kata Alviro langsung membawa Alea masuk ke dalam mobil.


diperjalanan Alea sesekali melirik Alviro yang sedari tadi diam saja dengan wajah yang mengeras.


"apa karena pekerjaan dikantor membuatnya stres" ujar Alea dalam hati.


mereka pun tiba di depan rumah. Alea yang hendak turun dari mobil langsung di tahan oleh Alviro.


"lain kali jangan pernah menungguku lagi" ujar Alviro tanpa menatap wajah Alea.


"tapi mas"


"ini perintah ! kamu jangan terlalu keras kepala !" bentak Alviro.


Alea bingung entah apa yang salah dengan dirinya yang menyebabkan kemarahan suaminya itu.


"silahkan kamu turun, aku tidak akan tidur di rumah malam ini karena ada hal yang perlu aku urus" tukas Alviro dengan tegas.


Alea pun turun dari mobil. Alviro langsung menancap gas mobilnya dan langsung menuju jalanan.


"ada apa dengannya ?" gumam Alea yang heran melihat tingkah laku Alviro yang tiba-tiba saja berubah.


terimakasih sudah membaca sejauh ini, jangan lupa meninggalkan jejak kalian yah 😊


dukung terus author dengan cara memvote baik berupa poin maupun koin 🙏🙏


ikuti terus kisah selanjutnya di episode yang akan datang.


salam manis RPS😊

__ADS_1


__ADS_2