Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 73


__ADS_3

"mas Al. .mas Al. ." panggil Alea namun tidak ada sahutan.


"kayaknya aku pulang aja deh, mas Al juga gak ada disini" ucap Alea yang kemudian melangkahkan kakinya meninggalkan tempat tersebut.


Disaat Alea baru saja hendak menyeret kakinya, tiba-tiba suara dentingan piano terdengar dan lampu led kerlap-kerlip memancarkan sinar dengan warna yang bervariasi mengitari tempat tersebut.


Alea bak berdiri dihamparan bintang-bintang, tempat tersebut menjadi tempat terundah yang pernah Alea temui.


Di ujung cerita ini


Di ujung kegelisahanmu


Kupandang tajam bola matamu


Cantik, dengarkanlah aku


Alea membalikkan badannya melihat pria tampan dengan piawainya memainkan piano tersebut.


Aku tak setampan Don Juan


Tak ada yang lebih dari cintaku


Tapi saat ini 'ku tak ragu


'Ku sungguh memintamu


Alea memperhatikan lelaki tersebut dengan seksama, matanya pun berkaca-kaca saat mendengarkan lagu yang dinyanyikan mantan suaminya itu.


Jadilah pasangan hidupku


Jadilah ibu dari anak-anakku


Membuka mata dan tertidur di sampingku


Aku tak main-main


Seperti lelaki yang lain


Satu yang kutahu


Kuingin melamarmu . . .


Alviro mengakhiri nyanyiannya, ia pun beranjak dari tempat duduknya dan mengambil microfon yang berada tidak jauh darinya.

__ADS_1


"Leah. . maafkan aku yang dulu begitu bodoh menyia-nyiakanmu, maafkan kesalahanku dimasa lalu. Izinkan aku memperbaiki semuanya Leah, menjagamu, memberikan seluruh kasih sayangku padamu, dan terbangun disambut oleh senyum manismu. Bersediakah kamu memberikanku kesempatan kedua?" ucap Alviro panjang lebar, kemudian ia pun bertepuk tangan sebanyak dua kali.


Kemudian Alviro pun melihat ke samping dan Alea pun mengikuti arah pandang Alviro.


Diantara kemerlip lampu tersebut membentuk sebuah tulisan.



Alea langsung menutup mulutnya yang ternganga. Sebulir air mata jatuh dari pelupuk matanya.


Alviro pun maju selangkah demi selangkah mendekati Alea dan kemudian berlutut sembari memegang kotak cincin yang sangat indah dan memperlihatkannya dengan Alea.


"Leah. . menikahlah denganku" ucap Alviro


"lagi. ." sambungnya.


Air mata Alea pun semakin deras, dan entah bagaimana ceritanya yang tadinya tempat tersebut tidak ada orang sama sekali dan sekarang mendadak ramai.


Mereka pun berteriak serentak dengan mengatakan "say yes"


Mata Alea menemukan Steve yang juga berada dikerumunan tersebut. Steve pun menganggukkan kepalanya seraya tersenyum.


Alea kembali menatap Alviro yang masih berlutut dihadapannya.


Alviro menatap Alea yang tadinya penuh harap dan kini menjadi ciut karena wanita itu sepertinya akan menolaknya dilihat dari ekspresi wajahnya.


Mereka yang bersorak sedari tadi pun tiba-tiba saja terhenti saat melihat air muka yang ditunjukan Alea.


Suasana pun menjadi hening sesaat. Alviro pun mulai tertunduk lesu.


"yes i will" ucap Alea tiba-tiba .


Sontak hal tersebut membuat Alviro berdiri dan langsung memeluknya dengan sangat erat, tanpa terasa setetes air mata pun jatuh dipipi Alviro.


Ia sungguh bahagia, amat sangat bahagia karena wanita ini kembali menerimanya lagi.


"terimakasih Leah. .terimakasih. ." ucap Alviro seraya melepaskan pelukannya dan menyematkan cincin dijari manis Alea.


Semua orang yang ada disana langsung menghujani mereka dengan kelopak mawar, dan belum lama kemudian kembang api juga menghiasi langit malam itu.



Sungguh ini hal yang sangat luar biasa bagi Alea. Ia tidak akan pernah menyangka bahwa akan dilamar kembali oleh Alviro, sungguh ini serasa mimpi bagi Alea.

__ADS_1


"awww. ." ucap Alviro meringis saat Alea mencubit pipinya.


"sakit ya mas? wahh berarti ini bukan mimpi" ujar Alea dengan mata yang berbinar-binar.


"ini nyata Leah" timpal Alviro sambil mengusap pipinya karena cubitan Alea.


"ini idenya mas buat kejutan semeriah ini?" tanya Alea.


"oh. .itu. .eh iya" ucap Alviro seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"tentu saja aku ikut serta membantunya sepupuku, dia terlalu bodoh jika berurusan dengan segala hal tentang wanita" ujar Steve yang tiba-tiba muncul dari belakang.


Alviro pun langsung mendelikkan matanya menatap Steve mengisyaratkan agar dirinya tidak berbicara terlalu banyak.


Flashback On :


Alviro menemui Steve di kantornya. Ia pun tampak terlihat tampak gusar berjalan mondar-mandir dihadapan Steve.


"Hey. . aku pusing melihatmu berjalan kesana kemari kawan, bukankah kau sudah membelikan apa yang kusarankan tadi?" tanya Steve.


"aku sudah memberikannya Steve, sepasang heels dan gaun" timpal Alviro.


"lantas apa yang membuatmu kebingungan seperti ini?" tanya Steve lagi.


"aku sepertinya salah memilih tempat, aku mengajaknya ke global island dengan memakai apa yang kuberikan tadi, dan kau tahu jika tempat tersebut adalah wahana bermain" ucap Alviro mengacak rambutnya.


"bukankah wahana bermain itu adalah milikmu kawan, ayolah kau tentu saja bisa mengaturnya menjadi tempat yang romantis" ujar Steve.


"bagaimana caranya?" tanya Alviro


Steve pun langsung menepuk keningnya karena lelaki yang ada dihadapannya ini terlalu bodoh dengan selera wanita.


"kau bisa mengubahnya menjadi tempat yang sangat romantis, baiklah aku akan membantumu dengan tangan ajaibku" ucap Steve.


Flashback Off




Terimakasih sudah membaca, jangan lupa like, komen dan votenya ya😊


salam manis rps😊

__ADS_1


senin, 3 februari 2020.


__ADS_2