Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 27. Masa Depan


__ADS_3

Alarm dari ponsel Reyhan berbunyi. Masih dengan mata yang terpejam Reyhan meraba ponselnya yang berada diatas nakas. Setelah mematikan alarmnya, Reyhan pun menoleh sekilas tempat Irene tertidur semalam dan ia tidak menemukan istrinya disana.


"Ternyata dia bangun lebih awal" gumam Reyhan sembari mengucek matanya.


Dengan malas pria itu pun bangkit dari tempat tidurnya dan langsung menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


...


Di dapur, Irene tampak disibukkan dengan mengiris bawang. Sesekali gadis itu mendongakkan matanya yang sudah berkaca-kaca dan mulai terasa perih.


Gadis itu sengaja bangun pagi-pagi sekali hanya untuk membantu untuk menyiapkan sarapan. Beberapa kali asisten rumah tangga yang bekerja disana melarangnya, namun Irene pun tetap bersikeras untuk membantu.


Belum lama kemudian, Irsya memasuki dapur. Dan tentu saja wanita itu terkejut saat mendapati menantunya itu dengan mata yang berkaca-kaca akibat bawang merah.


"Astaga nak, matamu sampai memerah seperti itu. Sudah biarkan Bik Lastri saja memasak" ujar Irsya.


"Tidak apa-apa ma" ujar Irene menimpali.


"Sudah cukup nak, lihat matamu itu sudah sembab hanya karena memotong bawang" tukas Irsya.


"Irene sekalian belajar memasak ma" ucap Irene.


Irsya pun tersenyum mendengar penuturan menantunya itu.


"Lain kali mama akan mengizinkanmu belajar memasak, tapi untuk kali ini mama rasa sudah cukup nak" ujar Irsya yang langsung mengambil pisau dari tangan Irene. Wanita itu tidak tega melihat menantunya mengeluarkan air mata bak anak kecil yang tengah dimarahi oleh ibunya.


"Sebaiknya kamu bangunkan saja suamimu nak, mama rasa Reyhan masih tidur" bujuk Irsya.


Suami? bahkan Irene pun lupa bahwa Reyhan adalah suaminya saat ini. Karena Irene hanya mengingat bahwa Reyhan dan dirinya hanya bermain kucing-kucingan yang menyembunyikan sandiwaranya didepan orang tuanya.

__ADS_1


"Baik ma" ujar Irene patuh, gadis itu menuju wastafel untuk mencuci tangannya.


"Lain kali jika kamu ingin mengiris bawang, bawang tersebut di rendam terlebih dahulu di air es supaya tidak terasa perih di mata" saran Irsya pada menantunya.


"Terima kasih ma untuk tips berharganya" ujar Irene mengembangkan senyumnya.


Irsya pun membalas senyuman itu.


Irene pun melangkah keluar dapur dan segera menemui Reyhan di dalam kamar.


Setelah sampai didepan pintu kamar, Irene pun langsung masuk ke dalam kamar tersebut.


Alangkah terkejutnya Irene saat melihat Reyhan yang tengah mengenakan boxer saja sembari memilah pakaian yang ada di lemari.


Reyhan yang baru saja sadar bahwa seseorang baru saja masuk, pria itu spontan langsung menoleh ke arah pintu.


Reyhan segera mengambil baju handuk yang baru saja diletakkannya di atas kasur, sementara Irene langsung berbalik membelakangi Reyhan sembari menutup matanya.


"Kau.." Reyhan tak mampu berkata-kata karena menahan malu yang luar biasa.


"Kau kenapa tidak mengetuk pintu terlebih dahulu, kau.. kau melihat masa depanku" ujar Reyhan dengan nada bicara sedikit bergetar.


"Aku tidak sengaja melihatnya. Oh tidak, aku tidak melihatnya, sungguh" ucap Irene tergagap panik.


Reyhan pun mengepalkan tinjunya sembari memukul-mukul kasur karena menahan rasa malunya.


"Sebaiknya kau segera mengenakan pakaianmu itu" titah Irene.


"Mengapa nada bicaramu seperti kau akan memperkosaku saat ini juga" timpal Reyhan sembari mengenakan pakaiannya satu persatu.

__ADS_1


"Cihh.. Kau tahu? kau sudah menodai mata cantikku ini dengan melihatmu yang hanya mengenakkan boxer pulkadot seperti itu"


"Lantas apa kabar dengan bra-mu yang berwarna pink yang ku temukan tergeletak saat pertama kali kunjungan kedua orang tuaku" balas Reyhan yang tak mau kalah.


"Hentikan!" ujar Irene yang spontan berbalik ke arah Reyhan. Dan untung saja pria itu sudah berpakaian lengkap.


"Sebaiknya kau tutup mulutmu itu"


"Begitu juga dengan kau" balas Reyhan yang tak mau kalah.


Irene pun kesal dengan penuturan Reyhan barusan segera pergi keluar dari kamar.


Reyhan menghembuskan nafasnya dengan kasar setelah Irene keluar dari kamar.


"Apakah dia begitu jelas melihatnya? ku rasa tidak" ujar Reyhan bermonolog untuk meyakinkan dirinya sendiri.


.


.


.


Bersambung..




Jangan lupa untuk memberikan vote, like serta komennya. Bagi yang belum tekan bintang lima, jangan lupa ditekan sampai full ya gais😁

__ADS_1


__ADS_2