Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 38


__ADS_3

happy reading😊


Alviro pulang dari kantor, ia langsung disambut hangat oleh Alea.


"sedang apa ? " tanya Alviro


"oh. . ini mas, aku mau masak" jawab Alea.


Alviro langsung meletakkan tangannya dikening Alea.


"suhu kamu udah normal, gak usah terlalu kecapekan sementara bik Ijah lagi gak ada kita cari makan diluar aja aku gak mau kamu sakit lagi" ujar Alviro


Alea mengembangkan senyumnya mendengar penuturan Alviro, menurut Alea sakitnya kemarin merupakan sebuah berkah karena dengan begitu Alviro menjadi lebih perhatian kepadanya.


"gak bakalan sakit kok mas cuma masak doang. itu kan udah kewajiban aku mas" tukas Alea.


Alviro menggulung lengan bajunya, Alea heran dengan apa yang dilakukan oleh Alviro.


Alviro langsung mengenakan apron.


"baiklah mari kita masak" ujar Alviro.


"gak usah mas, biar aku aja. kamu baru pulang dari kantor mas pastinya kamu capek" tukas Alea


"ini juga udah kewajiban aku untuk menjaga kamu Leah. aku bantu kamu masak supaya kamu tidak terlalu capek, aku gak mau kamu sakit lagi" ujar Alviro sambil mengelus surai hitam milik Alea.


"makasih mas" ucap Alea terharu dengan perlakuan manis suaminya itu.


Roland duduk di teras rumah Abizar. ia merasa suntuk berada di apartemennya dan sengaja bermalam di tempat saudaranya itu.


ia menyesap kopi yang di buatnya sedari tadi


DRTTTT. . .DRRRTTT. .


ponsel Roland bergetar, Roland pun langsung mengangkat panggilan tersebut.

__ADS_1


"bagaimana perkembangannya ?" ujar Roland kepada si penelpon.


"informasi penting apa ?"


"ok. kerja bagus, untuk sekarang sudah cukup. nanti jika saya membutuhkan kamu saya akan hubungi lagi " ujar Roland kepada si penelpon.


Roland pun mematikan sambungan teleponnya.


"dasar manusia licik" gumam Roland mengepalkan tangannya.


"siapa yang lo maksud" ujar Abizar yang tiba-tiba muncul.


"bukan apa-apa bang" tukas Roland.


"gue paling gak senang kalau lo gak jujur gue tau dari raut wajah lo pasti ada yang lo sembunyikan" ujar Abizar.


mau tak mau Roland pun menceritakannya.


mendengar penuturan Roland membuat Abizar mengernyitkan keningnya.


Alviro masih setia menunggu Alea keluar dari kamarnya bersiap untuk bekerja. hari ini Alviro akan mengantarkan Alea. kejadian kemarin membuatnya overprotektif terhadap Alea.


"ayo mas kita berangkat" ujar Alea.


mereka berdua pun langsung memasuki mobil dan melaju membelah jalanan.


sesampainya ditempat kerja Alea.


"pulang nanti biar aku yang jemput. langsung kabari jika sudah waktunya pulang" perintah Alviro.


"gak usah mas, biar aku pulang naik taksi aja" tukas Alea.


"pokoknya aku jemput titik" ujar Alviro kekeh.


"baiklah mas, mas hati- hati di jalan " tukas Alea sambil menyalami Alviro.

__ADS_1


setelah Alea turun dari mobilnya, Alviro langsung menuju ke kantor.


sesampainya di kantor, Alviro di sambut oleh beberapa karyawannya yang menyapanya.


Alviro berjalan keruangannya, diliriknya sepintas kursi Clara yang masih kosong.


sesampainya diruangan, Alviro langsung duduk di kursi kebesarannya. ia meraih ponselnya dan mencoba menghubungi Clara yang akhir-akhir ini tidak masuk kerja dan tanpa mengabari sama sekali.


namun panggilan tersebut tidak ada jawaban dari Clara.


"kemana saja dia" ujar Alviro kesal.


Abizar berada diruangannya seusai mengecek pasiennya. masih teringat olehnya apa yang diceritakan oleah Roland semalam menambah kekhawatirannya.


Flashback On :


"iya. . iya. . gue cerita. mantannya Alviro datang lagi dikehidupannya Alviro " ujar Roland


Abizar pun tampak masih terfokus dengan kelanjutan cerita dari Roland.


"wanita ini menghalalkan segala cara untuk merebut Alviro. dan lebih parahnya lagi dia berkata pada Alviro bahwa kedua orangtua si wanita tadi bercerai jadi dia merasa kesepian dan tidak memiliki siapa-siapa selain Alviro. lo tau lah bang Alviro itu orangnya gimana. Alviro merasa bertanggung jawab atas hidupnya Clara karena Clara itu pacar dari mendiang Alan yang tidak lain adalah abangnya sendiri " ujar Roland panjang lebar.


"gue agak gak nalar maksud lo, kenapa si Alviro harus bertanggung jawab atas kehidupannya Clara ?" tanya Abizar sambil mengernyitkan keningnya


"karena Alviro merasa bersalah dengan kematiannya Alan. Alan sangat mencintai Clara. maka dari itu untuk menebus kesalahannya, Alviro rela menjaga Clara " ujar Roland


Abizar mengangguk mengerti, dan ia merasa khawatir dengan Alea.


Abizar takut Alea akan menderita dengan kehadirannya sosok Clara diantara mereka.


flashback Off


terimakasih untuk para readers yang setia membaca novel ini. bantu author dengan cara memvote novel ini yah😅


disini sedikit author kasih bocoran kalau yang menghamili Clara itu bukanlah Alviro ataupun Roland yah guys.

__ADS_1


oke tunggu next episode yah untuk lebih detail nya lagi😁😁


salam manis RPS😊


__ADS_2