
Reyhan masih sibuk bergelut dengan beberapa dokumen yang ada di mejanya.
Drrrttt..
Reyhan langsung mengalihkan pandangannya pada ponsel yang tak jauh dari jangkauannya. Ia pun mengusap layar ponselnya setelah mendapatkan notifikasi tersebut.
Jika kau tidak sibuk, jam 8 malam temui aku di bengkel yang tidak jauh dari resto
Tulisan yang ada di layar pipih tersebut cukup membuat Reyhan sedikit tertegun.
"Apa ini? apakah ini sebuah ajakan kencan atau semacamnya? lantas kenapa harus bengkel bukan menunggu di resto? sangat tidak elite sekali" gumam Reyhan yang mengabaikan pesan singkat tersebut dan kembali ke pekerjaannya.
Selang beberapa saat ia terfokus dengan tumpukan dokumen yang ada di mejanya. Lagi-lagi seseorang mengganggu konsentrasinya.
Sekertaris yang berparas cantik pun memasuki ruangan Reyhan setelah mengetuk pintu.
"Maaf pak saya mendapat tugas dari Bu Irsya untuk menyampaikan ini kepada bapak" ucap wanita tinggi semampai tersebut seraya menyodorkan amplop berwarna coklat.
"Baiklah, terimakasih. Silahkan lanjutkan pekerjaanmu" ujar Reyhan setelah menerima amplop tersebut.
"Kalau begitu saya permisi dulu pak" ujar sekertaris yang bernama Sinta itu dan kemudian pergi meninggalkan ruangan tersebut.
Reyhan pun mencoba membuka amplop yang dikirimkan oleh ibunya itu. Reyhan amatlah terkejut saat mengetahui isi amplop tersebut dan membaca tulisan yang tertera disana.
Ia pun dengan segera meraih kembali ponselnya, mencoba menghubungi sang mama. Namun Irsya tak kunjung mengangkat teleponnya.
__ADS_1
Reyhan menghembuskan nafasnya dengan kasar dan kemudian mengacak rambutnya dengan frustasi.
"Kenapa mama tidak membicarakannya dulu denganku" ucap Reyhan dengan raut wajah yang kusut.
...****************...
Prangggg...
Semua orang di resto dikejutkan dengan suara gelas dan piring yang jatuh. Salah satu pelayan yang tanpa sengaja tersandung dan kemudian menabrak sosok wanita yang ada dihadapannya.
"Maafkan saya nona saya tidak sengaja, tolong maafkan saya.." ucap pelayan tersebut sembari mencoba mengelap pakaian wanita tersebut.
"Ahh tidak apa-apa, ini semua salah saya yang tidak bisa melihatmu berjalan ke arahku" ujarnya bijak dengan tatapan yang hanya lurus ke depan.
Irene yang mencoba melihat dari meja kasirnya sejenak, dan kemudian kembali melanjutkan pekerjaannya saat mengetahui David yang langsung terjun menangani masalah tersebut.
"Saya selaku pemilik resto meminta maaf yang sebesar-besarnya atas kecerobohan yang diperbuat oleh salah satu pelayan saya" ujar David.
Namun saat ia mendongakkan kepalanya, alangkah terkejutnya David melihat siapa yang ada dihadapannya.
"Tidak perlu meminta maaf seperti itu, saya juga salah karena kurang berhati-hati. Tidak usah dipermasalahkan lagi" ujar wanita itu yang masih menatap lurus ke depan.
David mengepalkan tangannya dengan erat dan matanya sedikit memerah melihat siapa yang ada dihadapannya saat ini. Wanita yang dulu pernah ditunggu-tunggu kedatangannya, wanita yang telah menghancurkan hatinya.
Wanita tersebut meraba sakunya dan kemudian mengeluarkan sapu tangan dari sakunya itu. Ia pun mengelap sembarang tempat pakaiannya yang terkena tumpahan jus tersebut.
__ADS_1
Belum lama kemudian, ia pun melangkahkan kakinya dengan berpedoman tongkat yang menjadi penunjuk jalannya. Satu hal yang menarik perhatian David, sebuah gelang yang bertuliskan endless love yang masih dipakainya hingga saat ini.
"Segera bereskan kekacauan ini" ujar David dengan nada yang sedikit lantang serta wajah yang tak ramah seperti biasanya. Tentu saja hal tersebut bukanlah karena kekacauan yang dibuat oleh salah satu pelayanannya melainkan rasa kecewa bercampur sakit saat melihat wanita dari masa lalunya.
Irene bergidik ngeri saat melihat atasannya itu dengan rahang yang mengeras.
"Ternyata Pak David lebih menyeramkan darinya" gumam Irene yang tak lain membandingkannya dengan Reyhan.
.
.
.
Keyra, sosok wanita yang memiliki mata yang indah namun tak dapat lagi melihat keindahan dunia yang ditempatinya.
Sesekali ia menyeka air matanya saat menyadari bahwa suara berat yang tadi berbicara dengannya adalah milik pria yang selalu dirindukannya. Sungguh ia mengenal pria itu hanya dengan suaranya.
"Mengapa aku harus bertemu dengannya" ucapnya sesegukkan dan kembali menyeka air matanya.
.
.
.
__ADS_1
Bersambung..
Jangan lupa untuk like, vote, dan komennya🖤