
Rasya membuka matanya saat aroma masakan menyeruak sampai ke indera penciumannya. Ia bangkit dari kasurnya karena perutnya yang minta diisi. Wangi masakan istrinya itu sukses membuat perutnya terasa lapar walaupun dalam keadaan tidur.
Rasya menyeret kakinya menuju ke dapur. Dimana tempat Aurel sudah berkecimpung dengan wajan dan kompor. Dari kejauhan, Rasya melihat istrinya itu yang masih mengenakan celemek menata makanan di atas meja.
Aurel terkejut saat mendapati Rasya tengah melingkarkan tangannya di pinggang. Pria itu memeluk Aurel dari belakang.
"Kamu baru bangun, suamiku?" tanya Aurel.
"Hmmm.." gumam Rasya.
"Aroma dari masakanmu sukses membuat perutku merasa lapar" lanjutnya yang kemudian menyandarkan kepalanya pada ceruk leher istrinya itu.
"Kalau begitu, bergegaslah mandi setelah itu kita sarapan" titah Aurel.
Rasya menggelengkan kepalanya.
"Nanti saja, biarkan seperti ini lebih lama lagi" ujar Rasya yang semakin mengeratkan pelukannya.
"Ayolah sayang, jangan bergelayut manja seperti ini. Apa kamu tidak sadar kalau tubuhmu itu sangat berat" sungut Aurel yang mencoba melepaskan pelukan suaminya.
"Apakah aku harus mengubah posisinya menjadi seperti ini?" tanya Rasya yang langsung menggendong Aurel ala bridal style.
Aurel membulatkan matanya yang terkejut saat Rasya tiba-tiba saja mengangkat tubuhnya.
"Turunkan aku, lekas mandi dan kemudian kita sarapan" ujar Aurel.
"Kamu adalah sarapan pagi ku, sayang" sahut Rasya.
"Cepat turunkan aku, atau aku akan memukul kepalamu dengan wajan untuk mengembalikan kesadaranmu, suamiku" ancam Aurel sembari menaikkan alisnya.
Rasya pun mencebikkan bibirnya. Dengan cepat pria tersebut menurunkan istrinya yang sudah membunyikan sirine tanda bahaya.
Dengan langkah gontai, Rasya pun menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
"Badanku sudah terasa remuk akibat ulahmu semalam, dan kamu menginginkannya lagi" sungut Aurel seraya menggelengkan kepalanya. Pandangannya menatap punggung Rasya yang kian menjauh.
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
__ADS_1
Telur mata sapi, ayam goreng, serta tumis brokoli menjadi menu sarapannya pagi ini. Dengan telaten Aurel membubuhkan nasi ke piring suaminya terlebih dahulu seperti apa yang pernah diajarkan oleh mamanya waktu itu.
"Terima kasih, sayang" ucap Rasya tersenyum tipis saat Aurel meletakkan piring dihadapannya.
"Silahkan dicicipi, maaf jika rasanya tidak enak" ujar Aurel.
"Baiklah aku akan mencobanya" ucap Rasya yang menyendokkan makanan tersebut dan mencicipinya.
Saat makanan tersebut masuk ke dalam mulut suaminya, seketika Rasya mengerutkan alisnya. Pria itu menunjukkan ekspresi yang kurang mengenakkan.
"Apakah makanannya tidak enak?" tanya Aurel yang masih melihat ekspresi wajah Rasya.
Dengan cepat Aurel pun mencicipi masakannya.
"Masakanmu sangat lezat sayang" ujar Rasya yang kembali menyantap makanannya dengan lahap.
"Hentikan! sebaiknya jangan dimakan. Bukankah rasanya sangat asin. Ini.. ini dan ini semuanya terasa sangat asin" ucap Aurel menunjuk satu persatu makanan yang dimasaknya tadi selain nasi.
"Aku dapat memakluminya sayang, besok jika kamu mau masak bangunkan saja aku. Aku bisa mengajarimu sedikit" ucap Rasya sembari mengerlingkan matanya.
Aurel pun menyantap masakan yang hanya ada rasa garam tersebut. Sesekali ia melirik Rasya yang masih memakannya dengan lahap. Terbesit rasa kasihan melihat suaminya memakan makanan yang tak layak makan tersebut.
...****************...
Rasya dan Aurel menikmati berada di atas gondola yang membawanya mengelilingi kota terapung yang berada di Venice.
Ya, seperti janjinya kemarin saat Rasya mengajaknya untuk menaiki gondola.
Aurel duduk yang bersebelahan dengan Rasya, dan tangan suaminya itu berada di bahunya sembari mengeratkan pelukannya. Keduanya melihat-lihat bangunan yang ada disana, serta orang-orang yang juga ramai menaiki gondola.
Banyak turis asing yang juga berada disana, karena hal yang paling dikenal dari Venice adalah kota terapungnya yang mampu memanjakan mata mereka.
__ADS_1
"Apa kamu sudah merasa senang, istriku?" tanya Rasya.
Aurel pun menganggukkan kepalanya sembari berucap.
"Setidaknya mampu melupakan hal yang tadi" ujar wanita bersurai panjang itu.
Rasya hanya terkekeh sembari mencubit pipi istrinya. Setelah insiden sayur keasinan tersebut, Aurel menjadi murung. Ia merasa banyak kekurangan untuk menjadi istri yang baik.
Namun Rasya dengan sabar terus membujuknya, ia pun menepati janjinya kemarin untuk membawa Aurel ke kita terapung tersebut.
"Tak terasa kita sudah hampir tiga Minggu berada disini. Jujur aku menyukai tempat ini, tapi aku juga merindukan rumah. Lebih tepatnya rindu mama dan papa. Melihat mereka melalui video call tidak bisa menghapus rasa rinduku" gumam Aurel.
"Apakah kamu ingin pulang?" tanya Rasya.
Aurel menganggukkan kepalanya.
"Baiklah aku akan memesan tiket penerbangan, dan kita akan pulang" ujar Rasya tersenyum simpul.
.
.
.
Bersambung..
Siapa nih yang udah kangen berat sama babang Rey si brondong tampan? harap bersabar ya sayang-sayangku karena beberapa chapter lagi Sentuh Hatiku yang season 1 bakalan tamat.
Dan bakalan aku lanjut season 2 nya. Disitu kita puas-puasin ke ceritanya babang rey, dengan face yang dewasa tentunya.
Makasih buat temen-temen yang udah baca sampai sejauh ini, cium dari jauh untuk kalian yang luar biasa💋💋
Jangan lupa untuk meninggalkan jejaknya ya🤗 yang belum tekan bintang lima, cuss ditekan biar tambah uwwuu❤️
__ADS_1
Salam manis Ryn❤️