Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 26. Suasana Baru


__ADS_3

Hari ini Reyhan dan Irene berencana untuk check out dari hotel. Awalnya Reyhan hendak lebih lama lagi tinggal ditempat itu dikarenakan ia tidak ingin kedua orang tuanya mencurigai mereka bahwa pernikahan mereka tidak dilandasi dengan rasa saling cinta, namun setelah dipikir-pikir Reyhan semakin tidak tahan jika harus selalu berada di ruangan yang sama dengan Irene.


"Sudah selesai?" tanya Reyhan sembari menyenderkan tubuhnya di tembok.


"Tentu saja belum. Kau tahu pakaianmu itu lebih banyak dibandingkan pakaianku" ketus Irene sembari membereskan pakaiannya.


"Dan lihatlah ini, sungguh aku merasa terbebani dengan barang yang satu ini" ucap Irene sembari menunjuk boxer milik Reyhan.


Sontak saja Reyhan pun langsung mengambil barang tersebut dan langsung memasukkannya ke dalam tas yang berisi pakaiannya.


"Sebaiknya ka.. kau jangan melihatnya" ujar Reyhan tergagap sembari menahan rasa malunya.


Setelah usai membereskan pakaiannya, keduanya pun keluar dari ruangan itu dan menuju ke meja resepsionis untuk memberikan kunci kamar.


Reyhan memasukkan semua barang-barangnya serta barang milik Irene ke dalam mobil. Setelah semuanya siap, pria itu pun langsung mengendarai mobilnya menuju ke rumahnya.


...


Reyhan memarkirkan mobilnya di halaman rumahnya. Irene turun dari mobil segera membantu Reyhan untuk membawa tasnya.


"Biar aku saja" ucap Reyhan


"Selamat datang menantuku" ujar Irsya senang menyambut kedatangan Irene.


Irene pun meraih tangan kedua orang tua Reyhan dan mencium punggung tangan yang sudah mulai keriput itu.


"Ayo masuk nak, biarkan Reyhan yang membawa barang-barangnya" ucap Irsya yang langsung membawa masuk menantunya itu.

__ADS_1


"Sudah ku duga, setelah ini aku akan di anak tirikan oleh mama" gumam Reyhan sembari membawa tas besar dengan kedua tangannya.


...


Irsya membawa Irene menuju meja makan, tampaknya mertuanya itu sudah mempersiapkan semuanya untuk menyambut menantunya.


"Silahkan duduk dan nikmati hidangannya nak" ujar Irsya ramah.


Hal yang dilakukan Irsya saat menyambut menantu-menantunya ialah menjamunya dengan masakan.


"Maaf ma sudah merepotkan" ucap Irene.


"Tidak sayang, mama dengan senang hati menyiapkan semua ini" timpal Irsya.


"Ciri khas mama saat menyambut orang yang spesial itu dengan hidangan, dan kau sudah termasuk wanita spesial di keluarga kami istriku" ujar Reyhan yang langsung bergabung.


Ia pun segera mengambil makanan yang ada di atas meja dan melahapnya. Matanya sedikit berkaca karena ia bisa merasakan bahwa inilah kebahagiaan yang sesungguhnya.


"Terimakasih Tuhan, meskipun Engkau tidak menjodohkan ku dengan lelaki yang mencintaiku, namun Kau memberiku sebuah kebahagiaan yang besar dari keluarga ini" gumam Irene dalam hati.


...****************...


Malam pun telah tiba, namun tampaknya kecanggungan terlihat begitu kental dari keduanya. Irene dan Reyhan yang berada satu ranjang itu tampak tak bergerak sedikitpun.


"Astaga ini tidak benar, aku akan tidur di bawah saja" ucap Irene sembari mengambil bantalnya.


"Jika kau butuh alas untuk tidurmu, di dekat lemari ada kasur berukuran kecil supaya kau tidak terlalu kedinginan menyentuh lantai" ucap Reyhan santai sembari memainkan ponselnya.

__ADS_1


"Bukankah kau seorang pria? seharusnya kau yang mengalah" ketus Irene sembari menarik kasur tersebut.


"Aku tidak terbiasa tertidur ditempat lain selain kasurku sendiri" ujar Reyhan sedikit acuh.


"Baiklah tuan Reyhan yang terhormat, semoga kau mimpi buruk dalam tidurmu" ucap Irene kesal.


Irene pun segera merebahkan dirinya di kasur lantai itu. Perlahan Irene pun memejamkan matanya karena tak dapat menahan rasa kantuknya.


Reyhan sedari tadi meracau mengajak Irene untuk berbicara, namun tak satu pun perkataan Reyhan yang dijawab oleh Irene.


"Hei apakah kau sudah tidur?" tanya Reyhan.


Perlahan pria itu pun menggeser tubuhnya ke tepi kasur hanya untuk melihat Irene. Dan benar saja gadis itu telah tertidur dengan lelap.


Reyhan pun menopang dagunya sembari memperhatikan Irene yang tengah tertidur pulas. Pria itu mengulas senyumnya saat memandang wajah Irene yang tampak teduh itu.


"Kau cantik jika seperti ini, tetapi ketika kau membuka mata maka semuanya akan berbanding terbalik" gumam Reyhan yang terus saja memperhatikan Irene.


Belum lama ia pun merasakan kantuk yang hebat, perlahan Reyhan pun memejamkan matanya dan tertidur pulas.


.


.


.


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2