
Abizar yang baru saja keluar dari ruangan tadi usai menangani pasiennya.
Drrtttt. .
Ponsel Abizar bergetar,Abizar pun mengangkat panggilan tersebut. Abizar berbincang ditelepon seraya berjalan dan ia pun berhenti tidak jauh dari ruangan kosong yang tidak terpakai yang letaknya paling ujung.
Abizar yang baru saja menutup panggilannya, ia pun menyeret kakinya untuk pergi dari sana.
"sudah waktunya jujur mbak, sudah lama mbak hidup seperti bayangan" langkah Abizar pun terhenti saat menangkap sumber suara dari arah samping ruangan yang sangat ia ketahui siapa pemilik suara tersebut.
"Roland lagi ngomong sama siapa?" gumam Abizar.
Dengan rasa kepo yang tinggi, Abizar memberanikan mendengarkan percakapan Roland.
"biarlah seperti ini Land, lagi pula mbak sudah menyetujui perjodohan yang sudah papa atur, meskipun berat mbak tetap harus menjalaninya" ucap perempuan lawan bicara Roland.
"bukankah itu suara Irsya, apa yang sedang mereka bahas" batin Abizar
"tapi setidaknya mbak jujur sama bang Abizar kalau yang menyelamatkan bang Abizar waktu itu adalah mbak!! Selama ini mbak selalu saja bungkam dan seolah-olah bahwa mbak sedang berada diluar kota. Jujur mbak aku ingin sekali mengatakan semuanya dengan bang Abizar karena aku tahu apa yang mbak rasakan selama beberapa tahun ini" seru Roland.
Abizar terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya, ternyata Abizar tidak salah lihat walaupun ia kehilangan kesadarannya. Irsya lah yang mendorongnya kala itu untuk menyelamatkannya.
Abizar pun kembali menguping pembicaraan dua manusia yang tidak menyadari keberadaan dirinya itu.
"tutup mulutmu Roland!! Aku melakukan semua ini bukanlah tanpa alasan, ini semua demi Abizar. Apakah kamu pernah mendengar dari Abizar bahwa sahabatnya yang bernama Arfan tersebut meninggal karena sebuah kecelakaan? dan jika Abizar tahu jika Arfan meninggal dunia tepat pada saat Abizar mendapatkan kecelakaan tersebut pastinya Abizar akan hancur karena si pengendara motor yang tanpa sengaja menabrak Abizar adalah Arfan" jelas Irsya.
Roland terkejut mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Irsya, Roland tidak pernah mengetahui akan hal tersebut.
"saat mendengar bahwa Arfan meninggal karena kecelakaan tersebut, aku bergegas menghubungi papa dan memohon padanya untuk pemindahan tugas Abizar ke sebuah desa terpencil yang minim jaringan agar ia sulit untuk dihubungi. Papa pun mengabulkan permintaanku meskipun papa agak keberatan dan di hari itu juga Abizar diminta untuk langsung terjun ke desa tersebut. Semua ini kulakukan karena aku mencintai abangmu dan aku tidak ingin dia terluka" ucap Irsya panjang lebar dengan mata yang berkaca-kaca.
Deggg. .
Abizar tiba-tiba seperti dihantam sebuah batu besar saat mendengar apa yang baru saja Irsya lontarkan pada adiknya itu, dan kini teka-teki pun mulai terjawab.
Abizar meninggalkan tempat itu dengan langkah gontai. Rasa sesak memenuhi rongga dadanya saat mengetahui rahasia besar yang baru saja terungkap.
Abizar tidak pernah menyangka kecerobohannya dulu berakibat pada kedua temannya.
Andai saja waktu itu Abizar tidak berlarut dalam kesedihan.
Andai saja waktu bisa diputar kembali.
Kini Abizar merasa benar-benar hancur.
💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦💦
__ADS_1
Dilain tempat, Alea merebahkan dirinya yang baru saja pulang dari studio. Meskipun terlihat mudah, namun profesinya menjadi seorang model cukup menguras tenaganya.
Dimana ia dituntut untuk tampil semaksimal mungkin dengan berbagai ragam busana dan aksesoris.
Teettttt. .Teetttt. .
Alea yang mendengarnya sedari tadi langsung mengumpat kesal. Pasalnya orang yang entah berasal dari planet mana memencet bel apartemennya berulang kali seakan suara tersebut memecahkan gendang telinga Alea.
Dengan terpaksa Alea pun bangun dari kasurnya dan langsung membuka pintunya.
"tolong ya mencet belnya harap dikondisikan" ujar Alea pada tetangga gilanya otu yabg tidak lain adalah Alviro.
"Leah. . bisa pinjam ponselmu sebentar" ucap Alviro dengan wajah yang memelas.
"untuk apa!? " tanya Alea ketus
"aku lupa meletakkan ponselku dan disitu banyak kontak patner kerjaku, ayolah Leah tolong aku" ucap Alviro.
"kenapa harus aku? kan orang lain banyak" ujar Alea yang bersikap acuh tak acuh.
"ayolah Leah, aku tidak mengenal mereka hanya kamu yang aku kenal disini" ucap Alviro.
Alea pun merasa tak tega melihat Alviro seperti itu.
"kekunci nih. Apa passwordnya?" tanya Alviro.
Alea pun langsung mengambil ponsel tersebut dari tangan Alviro , kemudian ia mengetikkan beberapa angka
"udah sebutin aja nomornya biar aku yang coba telepon, kamu fokus aja nyari ponselnya" ujar Alea.
Alviro pun menyebutkan nomornya setelah itu Alea langsung mendial nomor tersebut.
"kenapa kamu masih disini? udah cari sana" seru Alea.
"ayo kamu ikut kesana Leah, aku takut nanti ponselku belum ketemu kamunya udah berhenti menghubunginya" ujar Alviro.
"gak kok"
"aku gak percaya Leah, ayo ikut denganku" ujar Alviro menarik tangan Alea untuk mengikutinya.
Alea pun hanya menuruti Alviro. Mereka pun menaiki lift yang mengantarkannya menuju ke lantai 6.
Alea yang tampak kesal langsung saja melepaskan tangannya dari genggaman Alviro.
Mereka pun telah sampai di apartemwn Alviro. Alea menghubungi ponsel Alviro, Alviro mendengar suara nada dering ponselnya yang ada di kamar.
__ADS_1
Ia pun langsung berjalan ke arah tempat tidur dan melihat ponselnya yang tergeletak disana.
"udah ketemu ?" tanya Alea.
"udah" sahut Alviro.
"kalau begitu aku mau pulang" ujar Alea melangkahkan kakinya.
"Leah duduk dulu biar aku buatin teh" seru Alviro.
"gak usah, aku capek mau tidur" ujar Alea yang langsung meninggalkan tempat Alviro.
Alviro yang melihat Alea sudah berjalan cukup jauh kemudian ia menutup pintunya.
"YESS!!" ujar Alviro kegirangan.
"thank's Leah" lanjutnya.
Flashback on:
Alviro sedari tadi mondar mandir memikirkan cara untuk mendapatkan kontak Alea.
"jika aku minta dengan Steve pastinya lelaki itu akan mempertanyakannya layaknya soal matematika" gumam Alviro.
"ayolah otak cantikku berfikir lebuh keras lagi" gumamnya lagi.
Alviro pun menemukan ide, ia letakkan ponselnya tersebut dibawah tempat tidur, kemudian Alviro langsung menuju ke tempat Alea.
Falshback off
.
.
.
Terimakasih sudah membaca😊
jangan lupa like dan komen yah serta berikan vote sebanyak-banyaknya untuk mendukung author supaya lebih semangat lagi nulisnya.
salam manis rps😊
__ADS_1