
Alviro duduk manis menunggu dimana ia akan mengucapkan janji sucinya pada Alea. Entah mengapa kali ini ia merasa begitu gugup dari sebelumnya.
Ia tidak pernah merasa segugup ini saat mengucapkan janji suci dipernikahannya terdahulu.
Roland pun tampak memperhatikan atasannya yang sedari tadi tampak gemetaran.
"lo kenapa bro? udah kayak gempa bumi aja" celetuk Roland.
"gue gugup Land" ucap Alviro.
"gugup buat ntar malem maksudnya" ujar Roland seraya terkekeh.
"yang itu gue mah siap siaga. Otak lu ya mesum mulu, gue gugupnya pas ijab kabul nanti" tukas Alviro.
"ye. . sesama mesum gak usah saling omongin. ya udah lo coba rileks" ucap Roland
"tarik napas"
Alviro pun mengikuti instruksi dari Roland.
"hembuskan. tarik napas lagi" ucap Roland.
Alviro masih setia mengikuti arahan dari Roland tersebut.
"hembuskan lagi" ucap Roland.
Alviro pun menghembuskan napasnya.
"kalian lagi latihan buat lahiran" celetuk Abizar yang berada di bibir pintu.
"ya kagak lah bang. ini cuma latihan buat pak bos supaya gak gugup" timpal Roland.
Abizar pun menganggukkan kepalanya.
"selamat ya bro" ujar Abizar memberikan selamat pada Alviro.
"makasih bro" timpal Alviro.
"eh iya gue dari tadi duduk-duduk disini lupa ngucapin selamat. selamat ya pak bos" ujar Roland.
"thanks bro" sahut Alviro
"mbak Irsya mana bang?" tanya Roland.
"tadi barengan sama Melly ke ruangannya Alea" timpal Abizar.
"hay. . temanku, calon sepupuku" ucap Steve yang juga memasuki ruangan tersebut.
"Steve" ujar Alviro seraya memberikan sebuah pelukan.
"selamat ya. jaga Alea dengan baik" ucap Steve.
"aku berjanji akan menjaganya dengan baik Steve" timpal Alviro disertai anggukan dari Steve
.
.
__ADS_1
.
.
Di lain tempat, Alea melihat dirinya dicermin. Raut wajahnya terlihat bahagia. Ia tidak pernah menyangka akan kembali pada Alviro setelah 2 tahun ia meninggalkan negaranya.
Belum lama kemudian terdengar suara ketukan pintu. Irsya dan Melly pun langsung memasuki kamar tersebut.
"ya ampun barbieku cantik banget" ujar Melly yang tampak terkesima melihat Alea dengan balutan gaun pernikahan.
"iya kamu cantik banget Leah" sahut Irsya.
"makasih Mel, Sya" ucap Alea seraya tersenyum.
"tapi kamu jahat Alea" ujar Melly.
Alea pun menautkan kedua alisnya tampak tak mengerti dengan apa yang dimaksud Melly.
"jahat gimana Mell?" tanya Irsya.
"jahat mbak. si Alea cantiknya gak manusiawi banget" sahut Melly.
Alea dan Irsya pun tampak menertawakan Melly. Mereka bertiga pun tampak akrab walaupun belum lama kenal.
Tokk. .tokk. .
Terdengar kembali suara ketukan pintu. Regita pun menampakkan dirinya.
"ya ampun cantik banget mantu mama" ujar Regita
Alea pun hanya tersenyum.
Alea pun keluar dari kamarnya diikuti oleh Melly dan Irsya. Dilihatnya para tamu undangan yang sudah duduk untuk menyaksikan prosesi akad nikah.
Alviro yang sedari tadi menunduk gugup, langsung mengalihkan pandangannya pada Alea yang sedang menuruni undakan tangga.
Sangat cantik
Itulah yang ada dibenak Alviro saat melihat calon istrinya dengan balutan gaun pengantin serta riasan yang minimalis namun cukup untuk membuat mata yang melihatnya menjadi terkesima.
Mata Alviro tertuju pada Alea tanpa mengalihkan pandangannya, hingga sikutan dari sang papa yang membuatnya tersadar.
"fokus sama ijab kabulnya nanti, mandang Aleanya bisa dilanjutin nanti" tutur Reksa setengah berbisik.
Alviro kemudian fokus ke depan. Ia pun menjabat tangan sang penghulu seraya mendengar apa yang diucapkan oleh pak penghulu.
"saya terima nikah dan kawinnya Allecia Cassandra binti Bakri Sanjaya dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ujar Alviro
"sah?"
"sahhh. ." timpal semua orang yang menyaksikan prosesi akad nikah tersebut.
"alhamdulillah" gumam Alviro.
Alviro menyematkan cincin di jari manis Alea. Begitu juga dengan Alea yang menyematkan cincin di jari manis Alviro.
Alea kemudian menyambar tangan Alviro dan menciumnya. Alviro pun mengecup kening Alea yang sudah sah menjadi Istrinya itu.
Acara selanjutnya adalah resepsi pernikahan. Alea dan Alviro pun mengganti pakaian mereka.
__ADS_1
Setelah berganti pakaian, keduanya pun langsung menuju ke pelaminan dan mengikuti serangkaian acara resepsi tersebut.
Tamu undangan yang begitu banyak tentu saja membuat mereka kelelahan menyalami satu persatu.
Sesekali Alviro melirik Alea. Alea pun menyunggingkan senyumnya.
.
.
.
"makanannya enak-enak babe" ujar Melly pada kekasihnya tersebut.
"gak takut gendut?" tanya Roland.
"gak" ujar Melly seraya melangkah maju menyusuri sajian yang ada diatas meja.
Melly menangkap salah satu sajian yang ingin ia coba, namun disaat yang bersamaan tampak seorang pria juga mengambil makanan yang akan diambil oleh Melly.
"Reza. ."
"Melly. ."
Pria yang bernama Reza tersebut tidak lain merupakan mantan Melly. Melly pernah menjalani hubungan dengan pria tersebut selama 5 tahun, namun hubungan mereka kandas disaat Reza ketahuan berselingkuh dengan sekertarisnya sendiri.
"apa kabar?" tanya Reza.
"alhamdulillah baik" jawab Melly singkat.
"kamu udah nikah?" tanya Reza mendadak.
Melly pun hanya bungkam.
"sudah kutebak, pasti belum. berarti kita sama" ucap Reza seraya tersenyum.
Namun Melly tampaknya tidak meladeni omongan Reza dan masih fokus mengunyah hidangan yang ada diatas meja tersebut.
"gimana kalau kita balikan aja" ujar Reza tiba-tiba.
Melly pun menghentikan aktivitasnya.
"maaf, aku terlalu subhanallah untuk kamu yang astaghfirullah" ucap Melly dan langsung melangkahkan kakinya meninggalkan Reza.
Dari kejauhan, Roland tampak menahan tawanya melihat tingkah kekasihnya tersebut. tentu saja sedari tadi ia mendengar pembicaraan antara si pria tersebut dengan Melly.
.
.
.
terimakasih sudah membaca😊. jangan lupa untuk meninggalkan jejak kalian. like, vote, dan komennya dinantikan😊
salam manis RPS😊
__ADS_1