
Irene tengah memandang dirinya dipantulan cermin. Gaun yang dikenakannya sangat pas melekat ditubuhnya. Wajahnya sangat cantik dengan hiasan yang membuat dirinya bak bidadari sehari.
Matanya berkaca-kaca saat teringat setiap harinya yang ia lalui. Dulu ia memang bermimpi untuk menikah dengan kekasihnya dulu. Namun impian untukenikah itu tetap terwujud walaupun dengan pria yang berbeda, pria yang baru satu bulan yang lalu ditemuinya.
Irene tahu jika Reyhan tidak akan mungkin mencintai wanita seperti dirinya, dan ia tahu betul jika pernikahan ini hanyalah sebuah kesalahan dari drama yang mereka rangkai berdua.
Namun Irene tetap bersyukur, meskipun pria itu
tidak mungkin mencintainya tapi satu hal yang Irene dapat dari semua itu, bukan harta atau sebuah kemewahan, melainkan sebuah keluarga baru.
Ya benar, sejak awal gadis itu menginginkan sebuah keluarga yang tak pernah didapatnya sejak dulu.
Lamunan Irene buyar seketika saat suara ketukan pintu dari luar. Dua orang wanita yang satunya dengan perut yang sudah membuncit dan satunya lagi yang merupakan wanita yang akan menjadi kakak iparnya kelak.
"Wah cantik sekali.." puji Vanesha dengan antusias.
Aurel pun mengukir senyumnya saat memandang ke arah wanita yang sebentar lagi akan menjadi adik iparnya itu.
"Kau cantik sekali adik ipar" ujar Aurel yang kemudian memeluk Irene.
Irene pun membalas pelukan tersebut.
"Tolong jaga Reyhan, dan cintai dia" bisik Aurel yang terdengar sedikit aneh.
Irene awalnya terkejut saat mendengar ucapan Aurel tadi, namun perlahan ia pun menganggukkan kepalanya.
"Apakah kak Aurel mengetahui semuanya?" ujar Irene dalam hati.
...
Di lain tempat, Reyhan tampak gugup. Ujung jemarinya pun terasa sedingin es. Baru kali ini ia merasakan gugup yang luar biasa.
__ADS_1
"Santai.. tarik nafas, lalu hembuskan" ujar David.
"Hoho.. ayolah kawan, aku tidak gugup" kilah Reyhan.
"Lantas mengapa kakimu sedikit gemetar?" tanya David sembari memperhatikan kaki Reyhan yang sedikit gemetar.
"Ini.." Reyhan pun tampak berfikir sejenak sembari mencari alasan.
"Ini hanya keram, kau tau beberapa hari ini aku jarang memiliki waktu untuk beristirahat" ucapnya berbohong dan kemudian menepuk kakinya untuk berhenti bergetar.
David hanya menertawakan alasan bodoh sahabatnya itu. Ia amat mengetahui jika Reyhan saat ini tengah berbohong. David sudah lumayan lama mengenal pria itu dan tentu saja ia tahu betul sifat Reyhan.
"Hey ayo turun, penghulu sudah datang" seru Dito dari balik pintu.
Reyhan dan David pun segera turun.
...
Mata Reyhan terpana saat melihat gadis yang ada disampingnya itu. Ia tidak menyangka jika si itik buruk rupa berubah bak seorang dewi yang turun dari khayangan.
"Ehmm.. apa bisa kita lanjutkan" ujar penghulu berdeham melihat pengantin pria yang menatap seksama pengantin wanitanya
Namun seperti tersihir oleh kecantikan seorang Irene saat itu juga, Reyhan tetap bergeming tak menghiraukan teguran dari penghulu tadi.
"Aku tahu jika aku cantik, tapi berhenti menatapku seperti itu. Banyak mata yang memandangmu" bisik Irene tepat didepan telinga Reyhan.
Seketika Reyhan pun tersadar.
"Oh maaf, aku tadi melamun karena masalah pekerjaan" kilahnya lagi.
Beberapa disana menertawakan alasan Reyhan dan yang lain memberi isyarat agar tetap tenang.
__ADS_1
Reyhan menjabat tangan penghulu dan segera melakukan ijab kabul. Setelah mendengar kata 'sah' dari para saksi, ia pun menghembuskan nafasnya lega. Saat Irene mencium punggung tangannya ada perasaan aneh dalam diri Reyhan.
Ada rasa haru dan bahagia pun kian membaur, kini si itik buruk rupa adalah tanggung jawabnya dan sah menjadi istrinya.
Setelah melakukan ijab kabul serta berganti pakaian, kini mereka pun melanjutkan ke acara resepsi yang digelar di ruang terbuka. Memperlihatkan cantiknya pemandangan yang berada tepat di pinggir pantai.
Reyhan dan Irene melakukan sesi foto bersama keluarga serta para tamu undangan. Dan tak lupa juga mereka pun disuguhi hiburan musik yang dinyanyikan oleh artis ternama yang diundang Reyhan secara khusus.
Irene serta Reyhan tak henti-hentinya menyunggingkan senyumnya. Meskipun terbilang hubungan mereka sekedar setingan belaka dan pernikahan mereka tak dilandasi oleh cinta, namun keduanya memperlihatkan kebahagiaan mereka di hari besar mereka.
"Kini aku telah sah menjadi suamimu, jangan lagi kau bersikap kurang ajar kepadaku" bisik Reyhan.
"Aku tidak akan bersikap kurang ajar padamu asal kau juga tidak kurang ajar kepadaku. Dan satu hal lagi, kita tidak boleh bersentuhan" ujar Irene memperingati.
"Apa kau pikir aku akan menyentuh itik buruk rupa sepertimu? tidak akan!" tegas Reyhan sembari tersenyum meremehkan.
.
.
.
Bersambung..
Jangan lupa untuk like, komen, dan votenya ya😘
Dan jangan lupa untuk tekan ⭐⭐⭐⭐⭐.
__ADS_1