Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 49


__ADS_3

Abizar yang berada diruangan serba putih memandang ke arah jendela.


Kabar tentang perceraian Alea sudah sampai ke telinganya. Entah mengapa ia merasa sedikit lega dengan kabar tersebut. Pasalnya ia bisa lebih dekat dengan Alea yang sudah tidak berstatus istri orang.


"maafkan aku Tuhan jika aku terlihat jahat kali ini, aku hanya ingin memperjuangkan cintaku" gumam Abizar.



Ketukan pintu membuyarkan lamunannya. Seorang perawat menampakkan diri dari balik pintu.


"dok. . waktunya untuk mengecek pasien" ujar perawat tersebut.


Abizar pun segera meninggalkan ruangannya dan langsung melaksanakan tugasnya.


.


.


.


Di lain tempat Alea tampak menyusun barang yang ada di tangannya.


Tiara memperhatikannya dengan tatapan sedih. Teman kerjanya itu sudah mendengar kabar perceraian Alea, tentu saja ia merasa prihatin dengan Alea.


Semenjak Alea bercerai, Tiara selalu mendapati Alea yang sibuk dengan pekerjaannya tanpa beristirahat.


Bahkan jika dulu ia sering mendengar ocehan dari Alea, namun sekarang tampaknya Alea sangat irit bicara.


Alea mencoba menyembunyikan kesedihannya dengan menyibukkan dirinya.


"Leah. . apa kamu baik-baik saja ?" tanya Tiara yang mulai membuka suara. Jujur saja ia merasa sangat tidak nyaman dengan kebungkaman Alea.


"hmmm. . aku baik-baik saja Tia" jawab Alea sambil tersenyum.


"pliss Leah jangan diam seperti ini, aku merasa bahwa kamu gak pernah menganggap aku sebagai temanmu. Aku sering menceritakan semua keluh kesahku tapi kamu menyembunyikan semua kesedihanmu sendiri Leah, aku merasa kalau aku bukanlah teman yang baik bagimu Leah" ujar Tiara panjang lebar dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


Alea pun langsung memeluk Tiara.


"kamu gak boleh ngomong seperti itu Tia, kamu adalah teman terbaikku" ujar Alea.


"tapi kenapa kamu gak pernah cerita masalahmu ke aku Leah" ucap Tiara.


"aku hanya tidak ingin berlarut dalam kesedihanku Tia, jika aku mengingat semuanya membuat hatiku perih. Aku sengaja menyibukkan diriku seperti ini hanya untuk melupakan semuanya Tia" ujar Alea menahan air matanya sambil melepaskan pelukannya.


"aku minta maaf Leah, aku egois" tukas Tiara.


"kamu gak salah kok Tia" ujar Alea seraya menepuk pundak Tiara.


Alea dan Tiara pun melanjutkan pekerjaannya.


.


.


.


Alea bersiap untuk pulang karena waktu kerjanya sudah habis.

__ADS_1


"Leah, itu cogan yang kemaren udah nungguin kamu tuh" ujar Tiara yang menunjuk kearah parkiran.


Alea pun mengarahkan pandangannya menuju parkiran, dan benar saja Abizar yang sedang berdiri sambil menyender dimobilnya.


" suamiku udah jemput, aku duluan ya Leah" ujar Tiara.


"iya, hati-hati dijalan Tia" tukas Alea yang juga melambaikan tangannya.


Alea pun langsung bergegas menghampiri Abizar.


Abizar tersenyum saat melihat Alea dan langsung membukakan pintu mobilnya untuk Alea.


"gak usah dibukain mas, aku bisa sendiri" ujar Alea


Abizar hanya membalasnya dengan senyuman dan langsung memasuki mobilnya.


"kita mau kemana mas?" tanya Alea karena Abizar melajukan mobilnya bukan kearah rumah Alea.


"aku ingin mengajakmu ke suatu tempat" jawab Abizar yang masih fokus menyetir.


"kemana mas ?" tanya Alea lagi.


"nanti kamu akan mengetahuinya Leah" ucap Abizar tanpa melihat ke arah Alea.


.


.


.


.


"ini maksud mas tempatnya" tanya Alea.


"iya, karena kamu terlihat kurus sekarang maka dari itu aku membawamu kesini" jawab Abizar.


Alea pun tertawa mendengarkan penuturan dari Abizar.


"mas tempat ini semua makanannya mahal, nanti uang mas habis pas keluar dari sini" ujar Alea.


"aku nggak ngomong kalau aku bakalan traktir kamu Leah" ucap Abizar yang turun dari mobil dan membukakan pintu untuk Alea


Alea kaget mendengar ucapan yang baru saja keluar dari mulut Abizar.


"berarti aku yang bayar? satu kali makan menghabiskan setengah dari gajiku? setelah keluar dari sini kantongku langsung menjerit dan setelah itu aku akan makan mie instan setiap harinya. oh tidak !!" ujar Alea dalam hati.


Abizar yang sedari tadi menunggu Alea yang tak kunjung keluar dari dalam mobil.


"Alea. . kenapa melamun? gak mau turun?" ujar Abizar.


"hehe anu mas. . kita cari makan ditempat lain aja" tukas Alea seraya nyengir kuda.


"kenapa?" tanya Abizar tampak kebingungan.


"gak apa-apa mas hehe"


Abizar pun langsung tertawa melihat tingkah Alea.

__ADS_1


"tadi aku hanya bercanda Leah, aku yang akan bayar semuanya" ujar Abizar.


"tapi mas. ."


"ayolah, aku tau cacing diperutmu itu udah demo dari tadi" tukas Abizar


"iya juga sih" gumam Alea mengusap perutnya yang rata seraya mengikuti langkah Abizar.


.


.


.


.


Alea melihat hidangan yang ada dihadapannya dengan mata yang berbinar.


Kali ini Abizar memesan banyak makanan untuk Alea.


Alea mulai menyantap makanan yang ada dihadapannya.


Abizar memperhatikan Alea seraya menopang dagunya.



Abizar sangat senang karena gadis yang ada didepannya ini melahap makanannya, dan untungnya Alea merupakan gadis yang tidak berlarut dalam kesedihannya. Ini merupakan salah satu cara wanita untuk melupakan masalah sejenak dan menumpahkan rasa emosionalnya melalui makanan.


"enak?" tanya abizar


"hehe iya mas" ujar Alea nyengir.



"habiskan semuanya" perintah Abizar.


Alea tak menjawab ucapan Abizar, ia tetap melahap makanan yang ada dihadapannya.


.


.


.


Alea bersandar dikursi karena merasa kekenyangan. Baru kali ini ia makan dengan porsi yang sangat banyak membuat perutnya terasa penuh.


"mau tambah lagi ?" ujar Abizar terkekeh.


"tidak mas, perutku sudah penuh bahkan sekarang aku mulai mengantuk" ucap Alea.


Abizar tertawa melihat ekspresi wajah Alea.


Ia pun langsung membayar semua makanan dan langsung mengajak Alea pulang.


terimakasih sudah membaca😊


jangan lupa like dan komen yah

__ADS_1


salam manis RPS😊


__ADS_2