Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 89


__ADS_3

Alea mengusap perutnya yang semakin lama semakin membuncit. Tak terasa usia kandungannya sudah memasuki 7 bulan. Alviro selalu menjadi suami yang siap siaga bagi Alea sejak awal kehamilannya. Sikap manja yang ditunjukkan oleh sang istri terkadang membuat Alviro sedikit kwalahan dan harus membagi waktu antara pekerjaan dan juga menjaga sang istri.


Pernah sekali, waktu itu Alviro terpaksa pulang larut karena pekerjaan kantornya yang menumpuk. Alviro kala itu hanya menemukan sang istri yang sudah tertidur pulas.


Tepat pada pukul 00:30, Alea membangunkannya dari tidur hanya untuk minta dibelikan nasi padang. Alviro awalnya enggan bangun dari tidurnya dikarenakan ia sangat lelah. Namun karena mendengar istrinya yang mulai sesegukkan sebab dari permintaannya tersebut tidak terpenuhi.


Mau tak mau Alviro pun bangun dari tidurnya meskipun saat itu ia benar-benar mengantuk.


Alviro beranjak dari tempat tidurnya dan menuju ke kamar mandi untuk mencuci wajahnya. Setelah itu, ia langsung pergi mencari apa yang diinginkan oleh istrinya itu meskipun pada saat itu sedang turun hujan.


Alviro pulang dengan menenteng makanan yang dipesan oleh istrinya itu. Untung saja istrinya itu hanya ngidam nasi padang bukan makanan yang aneh-aneh dan hal tersebut mudah di dapatkan Alviro kebetulan tidak jauh dari rumahnya ada rumah makan yang buka selama 24 jam.


Sesampainya dirumah, Alviro melihat sang istri yang sudah tertidur pulas. Alviro pun membangunkan Alea dari tidurnya.


"sayang, ini nasi padangnya udah aku beliin" ujar Alviro seraya menggerakan tubuh Alea.


Alea menyipitkan matanya sekilas menatap Alviro.


"aku udah gak laper mas, aku ngantuk. kamu lama banget beliinnya" ujar Alea yang memeluk bantal gulingnya seraya memejamkan matanya.


Air es mana air es


Rasanya Alviro ingin menyiram kepalanya saat ini juga untuk meredakan rasa kesalnya. Alviro pun berjalan menuju dapur dan meletakkan nasi tersebut di atas meja makan. Alviro kembali menuju kamarnya dan melanjutkan tidurnya yang sempat tertunda.


"ternyata meladeni wanita yang sedang hamil lebih parah dari pada meladeni wanita yang sedang PMS" ucap Alviro dalam hati.


💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢💢


Alea sedang melakukan yoga di belakang rumahnya. Hal tersebut ia lakukan rutin setiap pagi hari dikarenakan yoga memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil.


Selain membantu menjaga kebugaran tubuh dan relaksasi, olahraga ini juga dapat melatih diri untuk mempersiapkan proses melahirkan nanti.


Alviro mendekati istrinya itu dengan membawa segelas jus wortel yang baru saja dibuat oleh Bik Inem, asisten rumah tangganya.


"sayang, ini minum dulu" ujar Alviro seraya menyodorkan gelas pada Alea.


"makasih mas" ucap Alea menyambar gelas yang diberikan oleh suaminya.


"mas gak kerja hari ini?" tanya Alea.


"gak Leah, mas mau fokus jagain kamu" timpal Alviro.


"aku gak apa-apa kok mas. kalau mas mau kerja ya kerja aja" tukas Alea.


Alviro tidak menjawab ucapan istrinya itu. Ia mendekat dan kemudian mengecup kening Alea.

__ADS_1


"aku belum mandi mas" ujar Alea seraya mendorong tubuh Alviro.


"ya udah, kamu mandi dulu sana biar tambah cantik" goda Alviro.


"apaan sih mas, ya udah aku mandi dulu" ucap Alea yang kemuduan meninggalkan Alviro.


Alviro memperhatikan sang istri yang lama-kelamaan menghilang dari pandangannya. Tubuh Alea yang kini semakin berisi membuat istrinya tersebut makin terlihat seksi. Alviro pun tak sabar menantikan sang buah hati hadir ditengah-tengah mereka.


💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥💥


"mas Al. . mas. ." teriak Alea dari kamar mandi.


"aduhhhh. . mas. ." rintih Alea kesakitan.


Disaat Alea hendak membersihkan badannya, tiba-tiba ia jatuh terpeleset dan langsung terduduk.


Alviro yang baru saja masuk ke kamar tanpa sengaja menangkap suara sang istri yang tampak kesakitan dari arah kamar mandi.


Alviro pun bergegas menghampiri Alea. Dilihatnya Alea yang sudah terduduk dengan darah yang mengalir disela kakinya.


"mas sakit mas" rintih Alea.


Alviro yang panik dengan cepat menggendong sang istri dan membawanya ke rumah sakit.


Sesampainya disana, Alea langsung dibawa ke ruang bersalin. Dokter pun langsung menangani Alea.


Alviro mengambil ponselnya mengabari orang tuanya bahwa Alea akan lahiran. Tidak lupa pula ia mengabari Arini walaupun saat ini posisi mertuanya itu sedang berada di New York.


Alviro kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku. Sungguh ia merasa sangat gugup menghadapi situasi yang seperti ini.


Belum lama kemudian, Reksa dan Regita tiba di rumah sakit. Regita langsung bertanya pada perawat dimana letak ruangan bersalin. Perawat tersebut memberikan arahan, Regita dan Reksa pun langsung menuju ke arah yang ditunjuk oleh perawat tadi.


Alviro yang meligat kedua orang tuanya langsung beranjak dari tempat duduknya.


"Al. ." panggil Regita


"bagaimana keadaan Alea?" tanya sabg mama tersebut.


"Al belum tau pastinya ma, tapi dokter sedang melakukan operasi caesar pada Alea" sahut Alviro.


Melihat Alviro yang begitu cemas, Regita pun menghampiri putra semata wayangnya itudan menepuk-nepuk bahunya guna menenangkannya.


Setelah beberapa lama kemudian, terdengar suara tangisan bayi dari dalam. Alviro kembali beranjak dari tempat duduknya dan melihat-lihat ke arah pintu. Belum lama kemudian, dokter pun keluar dari ruangan tersebut.


"bagaimana keadaan keduanya dok?" tanya Alviro.

__ADS_1


"alhamdulillah ibu dan bayi bisa diselamatkan. Namun untuk sementara kami harus meletakkan bayi tersebut di ruangan NICU dikarenakan bayi lahir prematur" tutur dokter.


"apapun itu tolong lakukan yang terbaik untuk keduanya dok" ujar Alviro.


"qpakah saya sudah boleh melihat istri saya?" tanya Alviro lagi.


"silahkan pak" ujar dokter mempersilahkan.


Alviro pun langsung memasuki ruangan tersebut. Ia melihat sang istri menatap ke arahnya dan melemparkan senyum manisnya meskipun wajahnya terlihat pucat.


Perawat yang usai memandikan bayi tersebut langsung menyerahkannya pada Alviro. Alviro pun menggendong anaknya dengan perasaan haru. Raut bahagia pun terpancar diwajahnya.


"cantiknya kayak kamu" ujar Alviro pada Alea.


Alea membalas ucapan suaminya itu dengan senyuman.


Alviro pun langsung mengumandangkan adzan di telinga kanan sang anak dan iqamat di telinga kirinya. Setelah itu Alviro meletakkannya disamping Alea.


Alea yang melihat si mungil hadir tanpa sadar menitikkan air mata bahagia karena telah diberikan titipan yang tak ternilai harganya.


"mas kamu mau ngasih nama apa untuk ana kita?" tanya Alea.


"Aurelya Cassandra Dirgantara" ucap Alviro seraya tersenyum.


"nama yang cantik" tukas Alea.


"selamat datang ke dunia Aurel" ujar Alea pada putrinya.


Setelah itu Alviro langsung menyerahkan kembali putrinya pada perawat untuk dimasukkan ke dalam inkubator.


"terimakasih sayang telah memberikanku putri yang begitu cantik" ujar Alviro seraya mengecup kening Alea


"sama-sama mas" ujar Alea tersenyum.


.


.


.


.


Terimakasih sudah membaca😊 maaf jika ada kesalahan dalam cerita karena author hanyalah remahan rengginang😅.


Walaupun author remahan rengginang, author juga banyak maunya yak😁 jangan lupa untuk memberikan like, vote, serta komentarnya.😆

__ADS_1


Salam manis RPS😊


__ADS_2