
Flashback On:
"Allecia Cassandra?" ujar Steve.
Alea pun langsung menoleh, entah dari mana lelaki ini mengetahui namanya selengkap itu.
"ternyata benar itu namamu. aku Steve Ernest, bisakah kau ikut bersamaku karena ada seseorang yang hendak bertemu denganmu" ujar Steve.
"maaf tapi aku tidak mengenalmu" tukas Alea yang hendak pergi meninggalkan Steve.
"tunggu sebentar!" cegah Steve menghalangi jalan Alea dan ia pun mengotak-atikan ponselnya menelpon seseorang.
Setelah mengatakan beberapa kalimat ditelepon, Steve langsung menyodorkan ponselnya ke Alea.
"halo. ." ucap Alea yang sedikit ragu-ragu.
"halo nak, ini bundanya Arfan" ujar wanita yang berada diseberang telepon.
Alea pun membulatkan matanya mengetahui si penelpon tersebut seseorang yang telah lama dirindukannya.
"bunda minta Steve untuk jemput kamu, kamu ikut dengannya ya" ujar Bunda Arfan.
Alea pun langsung menyetujuinya dan masuk ke dalam mobil bersama Steve.
Setibanya disana, Alea disambut hangat dengan ibunda Arfan yang bernama Arini itu.
"bunda. ." seru Alea seraya berlari kecil menghampiri Arini dan langsung memeluknya.
"Leah. ." ujar Arini membalas pelukan dari wanita yang hampir jadi menantunya itu.
Arini pun mempersilahkan Alea masuk.
Alea yang melihat foto-foto Arfan yang masih terpajang disana tanpa sadar meneteskan air matanya.
"diminum dulu nak" ujar Arini seraya membawakan jus jeruk untuk Alea.
"iya bunda. ." ucap Alea.
"oh ya, dia ini Steve sepupunya Arfan" ujar Arini.
Steve hanya mengendikkan bahunya sedangkan Alea mengangguk mengerti.
"apakah kamu sudah menikah nak?" tanya Arini.
"iya bunda dan kami baru saja bercerai" ujar Alea yang hampir setengah berbisik.
Steve yang sedari tadi acuh tak acuh dengan Alea mengalihkan perhatiannya pada gadis yang ada dihadapannya.
Ia tidak menyangka bahwa Alea sudah menikah karena jika dilihat dari luar Alea masih tampak seperti seorang gadis.
Arini pun memeluk Alea, dia tidak pernah menyangka wanita baik seperti Alea menghadapi cobaan yang begitu berat.
__ADS_1
"ayah mana bun?" tanya Alea yang tampak penasaran.
"semenjak Arfan meninggal, ayah sakit-sakitan dan terpaksa harus dibawa keluar negri karena dokter disini sudah menyerah. Kami menjual kedai kopi hanya untuk biaya pengobatan ayah Arfan di Newyork, akan tetapi takdir berkata lain" ujar Arini seraya menitikkan air matanya.
"maafkan Leah bun, selama ini Leah gak tau" ujar Alea.
"gak apa-apa sayang bunda ngerti kok" ucap Arini seraya tersenyum.
"selama ini bunda berada di Newyork dan tinggal bersama Steve karena Steve juga sama seperti kamu tidak memiliki siapa-siapa lagi" lanjut Arini.
"ayolah tante, jangan membuatku ingin menangis dihadapannya " ujar Steve seraya menunjuk Alea.
Arini pun hanya tersenyum mendengar penuturan dari keponakannya itu.
Dering ponsel pun berbunyi, Steve melihat panggilan video dari Lily, wanita genit yang selalu mengejar Steve.
Ia pun memiliki ide supaya Lily berhenti untuk menghubunginya. Steve mengangkat panggilan video tersebut.
"Hello babe. ." ujar Lily seraya melambaikan tangannya.
Steve hanya diam dan dengan sengaja ia pun mengarahkan camera ponselnya pada Alea.
"siapa wanita itu?" tanya Lily dengan menggunakan bahasa inggris.
"dia calon istriku" jawab Steve.
"brengsekkk!!" ujar Lily yang tampak geram dan langsung memutuskan sambungan video callnya.
Diliriknya Alea yang memandangnya dengan mulut ternganga.
"hey jangan melihatku seperti itu, hentikan ekspresi bodohmu itu" ujar Steve yang berbicara seraya menahan tawanya.
Alea pun tersadar dan menormalkan kembali wajahnya.
"ayolah aku hanya bercanda, jika aku berani memperistrimu wanita yang ada disampingmu itu akan membunuhku" lanjut Steve.
"tentu saja kau akan berhadapan denganku Steve karena Alea sudah ku anggap seperti anakku" ujar Arini.
"ok . ." jawab Steve singkat.
"makasih bunda" ujar Alea seraya memeluk Arini.
"Leah ikutlah bersama bunda ke New York, sementara kamu mengurus semua keperluan kamu termasuk pembuatan paspor tinggalah bersama bunda dirumah ini." ujar Arini.
Alea pun tampak berfikir dengan tawaran tersebut, namun mengingat bahwa lelaki yang dicintainya akan menikahi wanita lain tentunya akan membuatnya bertambah sakit jika harus tetap tinggal disini.
"baiklah bunda besok Leah akan berkemas" ujar Alea.
Arini pun tersenyum karena wanita yang sudah dianggap putrinya sendiri menyetujui permintaannya.
__ADS_1
"terimakasih nak" ucap Arini tersenyum bahagia.
"sama-sama bunda" timpal Alea.
"hey. . bolehkah aku memanggilmu Cassandra?" tanya Steve pada Alea
"ada apa memangnya Steve?" Arini balik menanyai keponakannya itu.
"tidak apa-apa tante, menurutku panggilan itu lebih elegan" jelas Steve.
Arini pun hanya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat tingkah konyol keponakannya itu.
"tidak masalah Steve" ujar Alea seraya tersenyum.
Flashback Off
.
.
.
.
"terimakasih Steve, kau terlalu baik padaku" ujar Alea.
"wajar jika aku bersikap seperti itu, karena kau istriku" ujar Steve
Buggghhhh. .
Alea pun langsung menghadiahi Steve sebuah pukulan.
"awww. . sakit Cassandra. ." ujar Steve meringis kesakitan mendapat pukulan dari wanita mungil yang ada dihadapannya.
"tolong hentikan omong kosongmu itu Steve" tukas Alea yang tampak kesal.
Steve pun hanya tertawa melihat wajah kesal Alea.
.
.
.
.
terimakasih sudah membaca novel ini, maafkan jika alurnya membuat para readers jadi sedikit bingung karena author emang sengaja bikin kalian kepo terus sama novelnya wkwkwk😂😂
like dan komen yah, sedekah poinnya juga buat author donk biar author up nya lebih semangat lagi😊
__ADS_1
salam manis RPS😊