Jangan Pergi

Jangan Pergi
Sentuh Hatiku S2 38. Marah


__ADS_3

Reyhan beberapa kali melirik ke arah Irene, sudah dua hari Irene bertingkah tidak seperti biasanya. Bahkan saat Reyhan berbuat usil kepada istrinya itu, Irene tampak acuh dan bahkan tidak perduli sama sekali.


"Ada apa dengannya?" ujar Reyhan dalam hati yang pandangannya masih lekat ke arah Irene.


Belum lama kemudian, Irene pun menatap ke arah Reyhan yang menyadari bahwa pria itu sedari tadi menatap dirinya.


"Ada apa? apa kau ingin aku melakukan sesuatu? membuat kopi? atau memijat bahumu?" tanya Irene yang terkesan dingin.


"Tidak.. kau tidak perlu melakukan apapun" gumam Reyhan yang sedikit merasa tidak enak.


Belum lama kemudian pintu pun terketuk. Sekertaris Reyhan muncul dari balik pintu dengan beberapa bahan persentasi yang ada ditangannya.


"Semua orang sudah menunggu diruang rapat pak" ujar sekertaris cantik itu dengan sedikit tegas.


"Baiklah" timpal Reyhan yang bersiap untuk pergi ke ruang rapat.


Bahkan saat melangkah melewati meja Irene, pandangan Reyhan tak lepas dari istrinya itu.


"Apa aku berbuat kesalahan? tapi dimana letak kesalahanku" gumam Reyhan bingung dan meninggalkan tempat tersebut.


Sepeninggal Reyhan, Irene menghela nafasnya. Sebenarnya dirinya tidak nyaman dengan keadaan yang sekarang, namun Irene sadar jika ia terus bersikap baik pada pria itu maka ia pula akan jatuh lebih dalam lagi dan tentu saja hal itu akan melukainya kelak.


Selang beberapa lama kemudian, sekertaris Reyhan kembali ke ruangan tersebut.


"Maaf Bu, saya diperintahkan pak Reyhan untuk mengambil flashdisk yang ada di laci pak Reyhan karena benda tersebut adalah data milik pak Reyhan yang akan ikut dipersentasikan" ucap sekertaris tersebut.


"Tunggu sebentar" ujar Irene yang berjalan menuju meja kerja Reyhan.


Gadis itu pun menggeledah laci Reyhan, namun kening Irene berkerut saat ia tak sengaja membaca beberapa baris lembaran kertas yang ada disana.


"Maaf Bu, apakah flashdisknya sudah ditemukan?" tanya sekertaris tersebut.


"Oh iya.. aku menemukannya" ujar Irene.

__ADS_1


Irene pun segera memberikan flashdisk tersebut. Setelah sekertaris itu melangkah pergi, Irene kembali mendekati meja kerja Reyhan dan mengambil lembaran kertas yang mencuri perhatiannya tadi.


Satu persatu ia membaca lembaran tersebut, seketika ia pun meremuk kertas itu, rongga dadanya terasa sesak. Wajahnya memerah serta matanya pun mengeluarkan cairan bening .


"Kau pikir kau siapa hingga berbuat sejauh ini" gumam Irene dengan pundak naik turun karena menahan emosi.


...


Di ruang rapat Reyhan kurang fokus mendengarkan pendapat dari beberapa pendapat orang-orang yang ada disana.


Bahkan ada yang beberapa dari mereka mengulang kalimat hanya untuk didengar oleh Reyhan. Tentu saja Reyhan pun jadi perbincangan orang yang berada disana.


Setelah rapat selesai, Reyhan bergegas kembali ke ruangannya. Pria itu tidak menemukan keberadaan istrinya disana.


Dengan cepat Reyhan menghubungi Irene, dan untung saja Irene masih bersedia mengangkat telepon dari Reyhan.


"Kau dimana?" tanya Reyhan berbicara lewat telepon.


Atap rumah sakit, disinilah Irene berada sembari menghirup oksigen untuk mengisi rongga paru-parunya yang terasa sesak sedari tadi.


"Mengapa kau disini?" Suara berat yang berasal dari arah belakang, tentu saja Irene sangat mengenal pemilik suara itu.


Irene pun mengarahkan pandangannya pada suaminya itu, suami yang tak pernah mencintainya, pria yang bahkan rela menikah dengannya hanya untuk berbakti kepada kedua orang tuanya.


"Aku hanya mencari udara segar" sahut Irene yang kemudian berbalik kembali membelakangi Reyhan


Ada rasa kesal didalam dirinya, saat ia merasa disakiti namun ia harus berusaha untuk terlihat baik-baik saja.


"Sikapmu belakangan ini berubah, kau lebih pendiam dari sebelumnya. Apakah kau marah denganku? aku minta maaf jika aku membuat kesalahan" tanya Reyhan sembari melangkahkan kakinya mengambil posisi tepat berada disamping istrinya itu.


"Apa kesalahanmu?" tanya Irene sembari memandang Reyhan dengan seksama.


"Aku juga tidak merasa aku berbuat kesalahan" timpal Reyhan yang bak manusia tanpa dosa.

__ADS_1


"Bagus.. bahkan kau tidak menyadari kesalahanmu sendiri. Ingin sekali aku memukul kepalamu itu" kata umpatan itu hanya mampu diucapkan Irene dalam hati.


Irene hanya membalas ucapan suaminya itu dengan sebuah senyuman, namun bukan senyuman biasa yang sering diperlihatkannya. Senyum yang bercampur luka dan kecewa dan entah sampai kapan ia harus menanggungnya.


"Mari kita turun, pekerjaanmu menumpuk dan kau selalu saja bersantai" ucap Irene yang melangkahkan kakinya pergi dari tempat tersebut.


"Sepulang kerja aku akan menepati janjiku, aku akan mengajakmu ke tempat yang indah" seru Reyhan.


Irene pun menghentikan langkahnya, gadis itu langsung berbalik menatap Reyhan.


"Kau tidak perlu banyak menghabiskan waktu untukku, pernikahan kita hanyalah sebuah permainan belaka. Lagi pula sudah saatnya kau mencari seseorang yang kelak akan mengisi hatimu, begitu pula denganku" jelas Irene panjang lebar.


Reyhan bak disambar petir di siang hari saat mendengar penuturan dari Irene. Wajahnya memerah bahkan tatapan Reyhan tidak lembut seperti biasanya.


"Tidak.. itu semua tidak boleh terjadi" ujar Reyhan dalam hati.


Ia marah bahkan sangat marah saat mendengar hal yang denganudahnya keluar begitu saja dari bibir istrinya itu.


Dan seketika Reyhan pun melangkah lebar untuk menndekati Irene. Gadis itu hanya mematung dengan ekspresi bingung saat itu juga.


Tanpa aba-aba lagi Reyhan pun menarik Irene dan memagut bibir mungil gadis itu secara brutal. Beberapa kali Irene tampak melakukan perlawanan namun tenaga Reyhan yang menahannya lebih besar.


Reyhan marah jika Irene harus dimiliki oleh pria lain, ia kesal jika Irene hanya menganggap semua ini hanyalah permainan semata. Karena Reyhan menyadari bahwa sedari awal ia membutuhkan Irene. Ia tak bisa jauh dari gadis itu, dan Irene harus bertanggung jawab atas perbuatannya.


Hal besar yang membuat hidupnya sedikit berwarna. Karena gadis ini yang telah menyentuh hatinya.


.


.


Bersambung..


follow ig: ayasakaryn24

__ADS_1


__ADS_2