Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 42


__ADS_3

Alea baru terbangun dari tidurnya karena semalaman menunggu Alviro yang tak kunjung pulang.


ia pun melihat kasur sebelahnya yang masih kosong.


"ternyata dia tidak pulang lagi" ujar Alea dengan raut kecewa.


Alea beranjak dari tempat tidurnya dan langsung menuju kamar mandi untuk menjernihkan pikirannya supaya lebih rileks.


Alea keluar dari kamarnya dengan kaus rumahan yang sering dipakainya. hari ini merupakan hari liburnya biasanya ia mengisinya dengan mengurus taman bunga yang ada di halaman belakang rumah.


.


.


.


disaat Alea menyiram bunga yang baru saja ditanamnya, tampak terdengar suara mobil suaminya itu terparkir dihalaman rumah.


dari kejauhan, Alea melihat Alviro dengan wajah kusut keluar dari mobil.


Alea langsung menghampiri suaminya.


"mas, kenapa semalam gak pulang" tanya Alea


"saya sibuk" tukas Alviro


"mas mandi dulu biar aku masakin makanan buat mas" ucap Alea.


"gak usah, aku gak bakalan lama setelah ini aku langsung pergi" ujar Alviro melangkah menuju kamarnya.


Alea sedikit merasa tersisih. entah mengapa akhir-akhir ini tingkah suaminya tidak semanis seperti beberapa hari yang lalu.


Alviro keluar dari kamarnya dengan setelan casualnya. Alea melirik suaminya itu tampak tergesa-gesa dan langsung memasuki mobil entah menuju kemana.


Alea penasaran apa yang dilakukan oleh Alviro yang tampak sangat sibuk. sedari tadi ia sudah bersiap untuk mengikuti suaminya dari belakang dan menaiki taksi.


"pak. . tolong ikuti mobil yang ada didepan" perintah Alea.


supir taksi tersebut mengangguk mengerti dan mengikuti mobil Alviro.

__ADS_1


Alviro memberhentikan mobilnya tepat didepan rumah sakit.


Alea tercengang entah mengapa tempat ini yang menjadi tujuan Alviro.


"siapa yang sakit?" gumam Alea yang tampak kebingungan.


Alviro memasuki rumah sakit Alea diam-diam mengikutinya.


Alviro tidak menyadari bahwa istrinya itu sedari tadi mengikutinya.


Alviro tepat berada di depan ruangan. Alviro memasuki ruangan tersebut.


dengan rasa penasaran yang amat besar Alea mencoba mengintip siapa yang sedang dirawat disana.


Alea terkejut mendapati Clara yang sedang berbaring disana. Alviro tampak berbincang dengan dokter yang memeriksa keadaan Clara.


Alea mencuri dengar percakapan dokter dengan suaminya .


"kondisi pasien sudah berangsur membaik dan kejadian kemarin tidak mempengaruhi janinnya" ujar dokter .


Alea terkejut dengan apa yang baru saja didengarnya.


"Clara hamil" gumam Alea tak percaya.


"mas. ." panggil Alea.


"bagaimana kamu bisa berada disini" Alviro yang tampak terkejut dengan keberadaan Alea.


Alviro pun langsung menyeret Alea menuju mobil dan membawanya pulang.


setibanya dirumah Alviro masih menarik tangan Alea menuju ke kamar.


"kamu udah berani lancang ya" ujar Alviro geram menghempaskan tangan Alea.


"mas, aku butuh penjelasan dari kamu mas" tukas Alea.


Alviro hanya diam.


"mas jawab aku, bukan kamu. ."

__ADS_1


"aku akan menikahi Clara" ujar Alviro.


serasa mendapat kabar disiang bolong Alea mendengar penuturan dari suaminya itu.


"kenapa mas. . kenapa kamu kejam sama aku mas" ucap Alea dengan tangis yang sudah tidak terbendung lagi.


"maafkan aku Leah" ujar Alviro tertunduk.


"mas selama ini aku udah mencoba untuk mengerti kamu mas, hatiku sakit saat melihat kedekatan kalian mas namun semua itu bisa aku tahan karena aku percaya sama kamu mas. tapi kenapa kamu tega mas sama aku. kenapa kamu hancurin kepercayaan aku dengan menyentuh wanita lain" ujar Alea sambil terisak.


"maafkan aku Leah" ujar Alviro mengulang kalimatnya.


"mas. . apakah kamu mencintaiku mas? jawab aku mas" ucap Alea memukul dada bidang Alviro. Alviro hanya terdiam membisu.


"mas jawab pertanyaanku. apakah kamu pernah mencintaiku walaupun hanya sedetik saja?" lanjut Alea.


Alviro mengepalkan tangannya dan langsung menjawab pertanyaan Alea.


"aku tidak mencintaimu Alea" jawab Alviro yang langsung melangkahkan kakinya.


namun langkah Alviro terhenti karena tiba-tiba saja Alea memeluknya dari belakang.


"mas kamu pasti bohong" ujar Alea sambil memeluk Alviro dari belakang.


Alviro merasakan belakangnya basah karena tumpahan air mata dari Alea.


tesss. .


setetes air mata lolos jatuh di pipi Alviro. dengan sigap Alviro langsung menghapusnya.


"maafkan aku Alea, sungguh aku tidak pernah mencintaimu" ujar Alviro.


Alea langsung melepaskan pelukannya, cukup baginya mendengar jawaban yang baru saja di lontarkan Alviro kepadanya.


Alea terkulai lemas. pertahanannya runtuh. kali ini Alviro benar-benar menghancurkan hatinya.


Alviro langsung meninggalkan Alea dan langsung memasuki mobilnya, entah mengapa ini amat menyakitkan baginya. didalam mobil Alviro menumpahkan air matanya. sungguh semua ini amat menyesakkan baginya.


Alviro tanpa sadar sudah menaruh hati pada Alea. namun ia enggan berkata jujur. biarlah Alea membencinya seumur hidup. mungkin ini adalah takdir yang telah ditentukan tuhan untuknya.

__ADS_1


jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, like dan komennya dinantikan😅


salam manis RPS😊


__ADS_2