Jangan Pergi

Jangan Pergi
Menjauh dariku


__ADS_3

Pagi itu matahari bersinar dengan indahnya , Clara menggeliat di balik tirai gorden yang telah terbuka itu. Ia terus mencari cari sesuatu"sepertinya ada yang hilang , tapi apa ya?" batin Clara . Matanya terus melirik ke sekitar, ia terus melirik ke sekitar, ia terus terbayang apa yang telah dikatakan oleh Robby kemarin ia langsung menunjukkan wajah murung nya saat mengingat kembali kejadian itu.


Lalu tanpa sengaja ia melihat secarik kertas tertindih gelas yang berisi air putih.


'Clara kamu nggak apa apa kan aku tinggal sendirian , soalnya pagi ini aku masih harus nyelesain tugas skripsi aku, kamu jangan lupa makan dan minum obat ya , karna semalam kamu sempet demam, jadi jangan lupa ya , muach'


{Heny}


"Heny, makasih ya kamu selama ini udah banyak bantu aku, kamu selalu ada disisiku, kamu selalu ada di saat aku lagi butuh , makasih ya Heny." ucap Clara sambil menangis haru melihat bagaimana Heny begitu memperhatikannya.


Setelah itu Clara lalu bersiap siap untuk pergi ke kampus. Lagi lagi ia lebih memilih untuk duduk di bangku taman , memandangi kupu kupu yang terbang dan hinggap pada bunga bunga yang bermekaran. ia pun di kejutkan oleh sebuah suara, suara yang tidak asing.....

__ADS_1


"Clara , bisakah kau beritahu aku sebenarnya apa hubungan kita di masa lalu, hingga kau bisa mengenaliku dengan sangat baik" pinta Robby sambil berdiri di depan Clara .


"Untuk apa aku jelaskan lagi" ucap Clara dengan mata yang sedikit berkaca kaca menahan tangis .


"tentu saja agar aku dapat mengenalmu lagi, sebagai seorang teman" ucap Robby tulus.


"Maaf aku tidak bisa, percuma juga aku menjelaskannya padamu karna kamu pasti tidak akan pernah percaya dengan apa yang aku katakan" jawab Clara dengan wajah yang sedikit kecewa pada orang di depannya ini , yang tidak ingat pada dirinya lagi.


"Kenapa? apa kau ingat apa yang dulu pernah kau janjikan padaku sesaat sebelum kau meninggalkanku" jawab Clara , air matanya perlahan tumpah.


"Kenapa kau menangis?" tanya Robby bingung karena melihat gadis di depannya itu menangis pilu, segera ia mengambil sapu tangan yang di bawanya dan mulai menghapus air matanya.

__ADS_1


Clara masih tak percaya dengan apa yang di alaminya sekarang, ia dapat menikmati lagi belaian hangat dari sang kekasih kecilnya. Jantungnya berdebar hebat , namun ia segera mengingat sesuatu , dan menangkis tangan Robby dari pipinya. tentu saja Robby terkejut.


"ada apa denganmu?" tanya Robby khawatir dengan perubahan sikapnya Clara.


"lepaskan tangan mu!" bentak Clara . "kau bukanlah Robby ku yang dulu. kau bukan lah Robby ku yang tulus padaku jadi kau tidak boleh menyentuhku" tegas Clara. dan segera pergi meninggalkan Robby yang masih mematung karena terkejut dengan perubahan sikap Clara.


"Apa itu, kau bahkan tak pernah mengingat diriku lagi, apa artinya aku di hatimu sekarang ini, Robby" tangis Clara lagi . "kau terkejut bukan karena aku bisa bersikap kasar padamu, karena kamu bukan lagi Robby ku yang dulu, kamu bukanlah Robby ku yang manis lagi, kamu bukanlah Robby ku yang menyayangiku lagi, kamu bukanlah Robby ku yang dulu , Robby." ungkap Clara memendam tangisnya lalu bersandar pada sebuah dinding dan menarik nafas berat untuk melupakan kejadian barusan.


____________Bersambung______________


jangan lupa like dan dan komentar ya karna itu sangat berharga bagi author.

__ADS_1


~salam manis~


__ADS_2