Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 71


__ADS_3

Alea menarik kaca yang ada di dalam mobilnya menghapus sisa-sisa air matanya.


Ia pun melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul 11 malam.


"sudah lumayan lama aku disini" gumamnya.


Alea pun menuruni mobilnya langsung memasuki kediaman Steve.


Alea membelalakan matanya saat melihat apa yang dilakukan oleh dua pria yang ada didalam sana.


Entah bagaimana Steve yang awalnya waras kini sudah dalam pengaruh alkohol.


Hal pertama yang Alea dapati adalah melihat Steve yang tertidur dipangkuan Alviro dan Alviro tampak mengusap rambut Steve seperti layaknya sepasang kekasih.


Sungguh Alea rasanya ingin mencekik kedua pria tersebut saat ini juga, ia benar-benar merasa jijik dengan tingkah keduanya.


Belum lama kemudian Steve meraih tangan Alviro dan hendak menciumnya namun langsung ditepis oleh Alea.


"apa yang sedang kalian lakukan" seru Alea.


Namun keduanya hanya menertawai Alea dengan racauan tak jelas.


"hey kau wanita bermulut besar, kau mengganggu saja" ucap Steve.


"sadarkan dirimu Steve, dia Alviro bukan wanitamu!" seru Alea.


Alviro tampak mengucek matanya, dan kemudian menjauhkan tubuhnya dari Steve.


"sialan!! kau bukan Aleaku" ujar Alviro menunjuk Steve dan kemudian mendekati Alea.


"dia Aleaku, dia wanita pujaanku" racau Alviro yang kemudian memajukan bibirnya hendak mencium Alea, namun dengan segera Alea menoyor kepala mantan suaminya itu hingga terjengkang ke sofa.


Alea memapah Alviro meletakkan lelaki tersebut ke kasurnya, dan langsung menyelimutinya.


Alea kemudian kembali menuju ruang tamu lagi dan memapah Steve yang masih meracau untuk menuju ke kamar Steve.


"kalian sungguh merepotkanku" ujar Alea seraya mendorong tubuh Steve ke kasurnya.


"mengapa kau berikan minuman beracun itu padanya!" teriak Alea kesal sembari memukul kepala Steve dengan bantal.


"kau. . berhenti berteriak" ujar Steve yang masih dalam pengaruh alkohol.


Alea pun meninggalkan keduanya dan malam ini terpaksa ia harus menginap di rumah Steve dan tidur di sofa.


.


.


.


.


Alea membuka gorden membiarkan sinar matahari masuk.

__ADS_1


Alviro membuka matanya karena sinar matahari menerpa wajahnya. Dilihatnya Alea yang berada disana memperhatikan dirinya.


Alviro mencoba untuk mengubah posisinya menjadi duduk. ia pun memegangi kepalanya yang masih terasa pusing.


"kenapa kamu ada disini?" tanya Alviro.


"seharusnya aku yang bertanya seperti itu" kawab Alea melangkahkan kakinya keluar.


Alviro pun masih tampak bingung.


"bersihkan tubuhmu, setelah itu kita sarapan dibawah" ujar Alea yang menyembulkan kepalanya dari balik pintu dan kembali menutup pintu.


Alviro mengendarkan pandangannya ke sekitar ruangan. Dua buah bingkai foto yang berada diatas nakas yang tidak jauh dari tempat tidurnya.


Ia pun mengambil foto tersebut dimana potret Alea bersama keluarganya, dan Alviro kembali melihat foto yang satunya lagi dimana Alea dan Steve tampak tersenyum sambil memeluk wanita paruh baya yang ada diantara keduanya.


"sepertinya aku pernah melihatnya" ucap Alviro.


.


.


.


Didapur, Alea menatap tajam Steve yang berada dimeja makan.


"apa aku berbuat kesalahan semalam?" tanya Steve yang sedikit takut.


"kau pikir saja sendiri" ujar Alea ketus.


Alviro melihat Alea dan Steve secara bergantian, entah mengapa keduanya hanya bungkam.


"mas. ." ucap Alea sembari mengarahkan pandangannya pada Alviro.


Alviro merasa sangat senang sekali karena Alea kembali memanggilnya dengan sebutan mas. Entah apa yang terjadi semalam diantara mereka sehingga Alea kembali memanggilnya seperti itu.


"emmm iya" timpal Alviro salah tingkah.


"sebaiknya jangan pernah mau jika disuguhkan alkohol olehnya" ucap Alea sembari menunjuk Steve.


Steve hanya diam sambil menyendokkan nasi ke mulutnya.


"kalian berdua semalam benar-benar mabuk sehingga kalian melakukan hal yang diluar nalar" ucap Alea yang juga menyendokkan nasi kedalam mulutnya.


"hal apa yang kamu maksud Leah? sungguh aku tidak mengingatnya sama sekali" ucap Alviro tampak kebingungan.


"semalam Steve hampir saja memperkosamu" ucap Alea santai.


Tinggg. .


Uhukkk. .


Sendok yang dipegang Alviro langsung jatuh ke lantai sedangkan Steve langsung tersedak mendengarkan apa yang baru saja Alea ucapkan.

__ADS_1


"mangapa kalian terkejut? apa kalian lupa?" ucap Alea pada keduanya.


Alviro dan Steve pun mencoba mengingat kejadian semalam, kemudian mereka berdua pun langsung bergidik ngeri.


πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†πŸ”†


Roland dan Melly menuju ke rumah Abizar untuk memperkenalkan Melly pada abangnya itu.


Namun tiba-tiba saja Roland memberhentikan mobilnya.


"kenapa berhenti disini sayang?" tanya Melly


"bentar yah yang aku mau beli itu" ucap Roland yang kemudian langsung turun dan menghampiri si penjual.


Roland pun kembali memasuki mobilnya dengan membawa kantong plastik yang ada di tangannya.


"kamu beli apa yang?" tanya Melly.


"ini tape singkong, kamu mau?" ujar Roland menyodorkan makanannya.


"suapin" pinta Melly


Roland pun langsung menyuapi Melly.


"kamu hobby makan ini?" tanya Melly.


"banget. ." ucap Roland sambil mengunyah.


Setelah menghabiskan makanannya, Roland pun kembali melajukan mobilnya menuju ke rumah Abizar.


Roland pun memarkirkan mobilnya dihalaman rumah Abizar.


Roland dan Melly pun turun dari mobil.


Dari kejauhan, Roland melihat abangnya sedang bersama Irsya melatihnya untuk berjalan.


Dengan hati-hati Irsya berjalan melangkahkan kakinya menghampiri Abizar, namun baru tiga langkah Irsya menyeret kakinya kemudian ia pun langsung terjatuh.


Irsya hanya tersenyum begitu juga dengan Abizar yang langsung menggendong Irsya kembali ke kursi roda.


Roland pun mengembangkan senyumnya melihat keduanya, ia merasa lega karena Abizar telah menerima Irsya, karena bagi Roland Irsya lah wanita yang tepat untuk Abizar.


"itu bang Abizar dan yang itu calon istrinya" ucapnya pada Melly.


"so sweet banget yah mereka berdua" ucap Melly.


Roland pun membalas ucapan Melly dengan sebuah anggukan.




terimakasih sudah membaca😊

__ADS_1


jangan lupa untuk like, komen, dan votenya yah supaya author lebih semangat lagi😊


salam manis RPS😊


__ADS_2