Jangan Pergi

Jangan Pergi
episode 24


__ADS_3

****untuk para readers yang author sayangi, maafkan jika untuk satu bulan ini komen kalian cuma author kasih jempol bukan karena author sombong tetapi dikarenakan akun author lagi dibungkam selama satu bulan penuh dan gak bisa bales komen sama sekali😭😭.


mungkin karena author kebanyakan promote di novel tetangga makanya author kena karma😂😂.


segitu aja ceramah dari author, cusss kita lanjut ke ceritanya.


.


.


.


****.


Alviro tenggelam dengan pekerjaannya. ia sibuk berkutat dengan tumpukan dokumen yang ada dihadapannya. namun ia dikagetkan dengan kemunculan Clara secara tiba-tiba.


"astaga. . kamu ngagetin aku aja. Ketuk pintu dulu dong kalau mau masuk" ujar Alviro sambil mengelus dadanya.


"lagian kamu serius banget sama pekerjaan kamu sampai gak sadar kalo aku masuk ke ruangan kamu. nih makan siang dulu" ujar Clara sambil menyodorkan makanan.


Alviro pun menghentikan pekerjaannnya sejenak dan makan bersama Clara.


"Ara. . lain kali kamu gak usah repot-repot bawain aku makanan segala. aku kan bisa beli diluar" ujar Alviro


"Alvi sayang. . aku gak repot kok. Lagian wajar dong bawain makan siang buat pacar sendiri" ujar Clara.


"Ara. . kamu kan tau kalau aku sudah menikah"


"emangnya kenapa walaupun kamu udah nikah. kamu mau ngehindar dari aku gitu. alasan aku kenapa aku belum bisa terima lamaran kamu waktu itu karena aku ingin memantaskan diri Vi. aku ingin kita sama-sama berkarir"


"tapi aku udah terlanjur menikah dengan orang lain Ara dan itulah kenyataannya"


"kamu waktu itu udah janji Vi untuk bersama aku bahkan didepan makamnya Alan. Jadi tolong Vi. . jangan pernah nyuruh aku pergi dari kehidupan kamu" tukas Clara pergi meninggalkan Alviro.


Alviro mengacak rambutnya frustasi dengan dihadapkan pilihan yang sulit. disatu sisi ia tidak ingin jika istrinya meninggalkannya, namun disisi lain ia telah berjanji untuk selalu menjaga Clara.


.


.

__ADS_1


Clara yang keluar dari ruangan Alviro sambil menangis berhasil menjadi pusat perhatian semua orang. Langkah Clara terhenti karena tiba-tiba Roland menghalangi jalannya.


"minggir" ucap Clara.


Roland yang tidak mendengarkan ucapan Clara langsung menarik tangannya.


Clara mencoba melepaskan tangannya.


"loe sebaiknya ikut gue" ujar Roland menyeret Clara secara paksa.


"lepasin gue Roland"


Roland terus saja menyeret paksa Clara. sesampainya di atap gedung, Roland langsung menghempaskan tangan Clara.


Clara meniup tangannya karena Roland mencengkram tangannya terlalu erat.


"apa sebenarnya rencana loe!!" bentak Roland.


"jawab gue Clara. .!!" ujar Roland dengan tatapan yang mengintimidasi


"gue gak punya rencana apa-apa. gue cuma mau ngambil apa yang seharusnya milik gue" jawab Clara dengan nada tinggi.


"Alvi itu pacar gue dan wanita sialan itu merebutnya dari gue" ujar Clara yang tampak kesal


"loe itu bukan pacarnya Alviro melainkan mantannya. hubungan kalian juga udah berakhir pas mereka akan menikah"


"ehhh. . ini urusan gue yah kenapa loe yang sewot"


"gue itu temennya Alviro dan wajar kalo gue ikut campur. gue kira loe wanita yang baik namun pemikiran gue salah! ternyata loe wanita paling licik yang pernah gue temui"


"terserah loe aja" ujar Clara yang masa bodo


"inget !! gue bakalan selalu awasin gerak-gerik loe. dasar pelakorrr!!" ucap Roland lantang dan pergi meninggalkan Clara.


"dasar brengsek" ujar Clara.


"gue gak akan lepasin Alvi gitu aja sampai kapanpun" gumam Clara.


* * *

__ADS_1


sore ini Alea sibuk membersihkan rumah setelah pulang dari bekerja. dalam beberapa hari ini dia yang akan mengurus semuanya selagi bik Ijah masih cuti.


Alea melihat Alviro yang baru saja turun dari mobilnya.


"mas. . tumben hari ini pulangnya cepat" ujar Clara


"emm. . kebetulan tugas kantor tidak terlalu banyak jadi pulangnya agak cepat" ujar Alviro berbohong.


jujur saja ia rela menyelesaikan dokumen yang menggunung tadi hanya untuk pulang lebih awal dan bertemu dengan istrinya.


Dia pun bingung mengapa akhir-akhir ini sikapnya sedikit berubah untuk Alea.


" mas kok ngelamun " ujar Alea


"oh gak apa-apa. nanti malam kamu gak usah masak, kita cari makan diluar aja" ucap Alviro yang agak sedikit gugup.


"baiklah mas" ujar Alea.


Alviro langsung menuju ke atas dan membelakangi Alea sambil menarik sudut bibirnya karena merasa sangat senang.


Alea melihat punggung suaminya yang semakin mengecil. Alea merasa sangat bersyukur karena suaminya sedikit demi sedikit sudah mulai menganggapnya ada.


.


.


.


.


Terimakasih untuk para readers yang telah setia membaca novel ini.


yuk ikuti terus kisah selanjutnya di next episode


dan jangan lupa yah untuk meninggalkan jejak kalian


like dan komennya😁


salam manis RPS😊

__ADS_1


__ADS_2