
Zivannya merebahkan tubuhnya diranjang yang nyaman, menghela nafasnya lega telah melalui hari ini dengan baik dan lancar, "yang" dekap Langit mengecupi rambut istrinya. "hhhmmm....." dehem Zivannya memejamkan matanya, "kamu tidur di rumah ibu atau mau dimana besuk" tanya Langit, "lihat bunda mau dimana, by nggak mungkin kalo semua dirumah ibu kan.... ada kak Mentari dan kak Dirgantara rumah ibu juga nanti banyak dihadiri oleh kerabat dan tamu ibu" kata Zivannya, Langit memejamkan matanya berisitirahat dengan cepat. Zivannya tertawa pelan melihat suaminya yang sudah tertidur dengan pulas. ia meraih ponselnya dan mengabadikan moments. "spend forever with you" beri caption picture Zhivannya, ia tersenyum melihat komentar yang mereka berikan mengenai moments yang barusan dia unggah.
"yang" panggil Langit dari dalam kamar, Zivannya segera mendekat "apa by" tanya Zivannya. "dimana topiku" pandang Langit, Zivannya menghela nafasnya panjang. "kakak menaruhnya disana kan" ingatkan Zivannya, Langit melihatnya dan memperlihatkan deretan giginya yang putih menangkup pipi istrinya dan mencium bibirnya lembut. "lupa" pandang Langit. Zivannya mengambil ponselnya. "by tadi malam saat dirimu tidur aku mengambil moments" perlihatkan Zivannya, Langit tersenyum mengangguk. "aku tahu, ada notifikasi di ponselku" jawab Langit. Zivannya mengangguk, "masuk om, sarapan roti dulu" toleh Zivannya. Baskara mengangguk dan duduk di teras. Langit menghampiri Baskara, Zivannya menaruh beberapa roti yang diberi selai coklat. "hari ini kita kemana Bas" tanya Langit mengunyah rotinya, Baskara segera memberitahu jadwalnya hari ini. Zivannya masuk kedalam untuk menyiapkan diri karena ada pertemuan hari ini. Langit menunggu istrinya dengan membahas beberapa hal dengan Baskara.
"pagi bu" salam Indira hormat, Zivannya tersenyum mengangguk. Indira memberikan jadwalnya hari ini. "bersama bapak hari ini meninjau lokasi" kerut Zivannya, Langit menoleh cepat. "lokasi apaan, yang" pandang Zivannya dan Langit bersamaan. "tadi kita bicarakan ndan" kata Baskara, "ooohhh.... iya yang barusan. ikut aja, yang"kata Langit, Zivannya menoleh "apaan dulu by, kalo nggak masuk dalam agenda para istri, nggak mau" geleng Zivannya.
"butuh tidur lebih banyak" tanya Langit, Zivannya mengangguk. "mau dapat periode mu" kerut Langit, Zivannya mengangguk. Langit menghela nafasnya panjang. "jam berapa kamu pulang" usap pipi Langit, "siang" jawab Zivannya pelan. "jika acaranya sudah selesai segera antarkan dia pulang" tatap Langit sesaat kepada Indira, "siap ndan" angguk Indira. "pulang kerumah bunda sekalian" tanya Langit, Zivannya mengangguk menyandarkan kepalanya ke belakang. Langit meraih jemari istrinya mengusap punggung tangannya. "sakit, yang" kuatir Langit melihat istrinya yang pucat memejamkan matanya berusaha tidur.
"kita pulang dulu Bas, Indira beri penjelasan kepada yang lain bahwa istriku sedang sakit" pandang Langit melihat istrinya yang sudah mulai tidak baik-baik saja. "baik ndan" angguk Indira. Langit segera mengangkat tubuh Zivannya untuk dibawa masuk kedalam rumah, "lho, kenapa adek, Lang" tanya bunda melihat Zivannya yang dibawa masuk Langit. "hari pertama periodenya bund" jawab Langit membawanya ke kamar. Langit segera melepas semua pakaian yang dikenakan istrinya, bunda menutup pintu dan menemui ketiga anak buah Langit. "udah selesai, yang" lihat Langit saat Zivannya membuka pintu bathroom, Zivannya berjalan pelan menuju ranjang. Langit segera melepas under wear bra istrinya, memakaikan t-shirt gede miliknya. "minum jahe panasnya, yang" kata Langit menyodorkan gelas dimulut istrinya, Zivannya menyeruputnya separuh.
"tinggalkan aku, by. kamu harus kerja aku hanya ingin tidur" tatap Zivannya pucat. Langit menautkan kedua kening mereka mengecup keningnya pelan, Zivannya segera merebahkan dirinya Langit menutup badan istrinya dengan cover bed. "aku tinggal dulu sebentar yang" usap kepala Langit, Zivannya mengangguk, Langit meminum sampai habis jahe panas Zivannya dan melangkah keluar menuju ruang tamu. "gimana adek" tanya bunda melihat Langit yang sudah kembali dari mengurus Zivannya. "udah, bund dia tidur sekarang. Langit mau kembali dinas dulu sampai sore kayaknya" angguk Langit, bunda mengangguk. Langit memberi salam kepada bundanya, "hati-hati ya nak, kalian juga" senyum bunda. Langit tersenyum berjalan keluar dari rumah. bunda melihat Zivannya dikamarnya, dilihatnya Zivannya tertidur.
"belum bangun Lang" tanya ayah melihat Langit yang keluar sendiri dari dalam kamar. "belum, yah. dia bisa seharian begitu" angguk Langit duduk di depan ayah. "bagaimana kerjaanmu Lang" minum ayah. "lancar, yah. atas doa ayah dan bunda juga" angguk Langit tersenyum.
"hati-hati dijalan, yang" tatap Langit menerima salam dari istrinya sebelum berangkat kerumah ibunya duluan, Zivannya tersenyum, "jaga diri, yang. jangan terlalu dekat dengan laki-laki lain" kecup kening Langit memeluk Zivannya erat. Zivannya tertawa melambaikan tangan.
pesawat tiba di Surabaya, Dirgantara melihat kedatangan kedua orang tuanya dari kejauhan, "Uti... kakung" seru Raka dan Riki bersemangat melihat kedua Uti dan kakungnya, bocah itu jingkrak-jingkrak kesenangan menyambut kedua nenek dan kakeknya, mereka tersenyum lebar melambaikan tangan kearah keduanya. Zivannya berjalan paling belakang membawa bagasi kedua orang tuanya. "hai, dek" peluk Valerie melihat Zivannya yang tersenyum lebar. Dirgantara mengambil bagasi dari tangan Zivannya. "mau traveling kemana dek, bawaannya banyak bener" kata Dirgantara, Zivannya tertawa lebar menyalami kakak laki-laki nya. "apa Langit melepasmu dengan iklhas" ledek Dirgantara, Zivannya tertawa pelan. "gimana dek, apa sudah siap melepas masa rendevous malam mu sekarang" goda Dirgantara. "tunggu aku selesai periodeku, kak kita akan bersenang-senang" angguk Zivannya. "aaaiisshhh..... pantesan aja Langit melepasmu dengan mudah" toleh Dirgantara, Zivannya tertawa mengangguk. "dengan sangat terpaksa kemarin memberi ijin waktu bunda ngomong tiga hari sebelum hari H, nah..... kebetulan adek dapat periodenya jadi klop deh penderitaan Langit" celutuk bunda, mereka tertawa ngakak. "nggak nyangka dia juga kena perintah ibu negara" kata Dirgantara, bunda menepuk bahu anak laki-lakinya keras, "aduh.... bund.... pedes...." gerak-gerak Dirgantara merasakan panas di bahunya. "mau aku tambahin pa, yang kanan" seru Valerie. "nggak-nggak ma, udah cukup. makasih" geleng Dirgantara nyengir. Zivannya melihat keluar pemandangan gedung pencakar langit yang berada disisi kiri dan kanan jalan.
"udah sampai, yang" tanya Langit setelah Zivannya tersambung.
"sudah, ini baru di mobil untuk pulang ke rumah kak Dirgantara, Raka dan Riki yang menjemput kami tadi" jawab Zivannya pelan.
"apa masih sakit, yang" kuatir Langit mendengar suara istrinya.
"tidak begitu, hanya ingin tidur saja" jawab Zivannya, Langit tertawa pelan.
"berapa hari kamu disitu" tanya Langit.
"mungkin lusa aku kerumah ibu, kemungkinan membawa pakaian untuk acara ngunduh mantu nya dari sini" hembus nafas Zivannya.
__ADS_1
"hmmm.... kalo begitu aku tutup dulu, yang. istirahatlah dulu jika sempat hubungi aku nanti saat akan tidur" kata Langit.
"hhhmmm....." gumam Zivannya.
"luv U, yang.... aku tresno karo kowe" kata Langit. Zivannya tersenyum.
"aku yo tresno karo sliramu" jawab Zivannya.
pagi hari
"dek pergi ke pasar yuk, kita masak hari ini" tanya bunda. "lha bund, kan mau ke butik X ngliat kebaya buat acara besuk" kata Valerie. "ntar kita bisa seharian pergi nanti. malah nggak kemakan kalo masak" ujar Valerie lagi. "jam berapa kita perginya kak" tanya Zivannya. "jam 9-10. "kita pergi bertiga, ayah mau ikut ke kesatuan kakak" kata Valerie. "baiklah. kalo begitu bunda mandi duluan. ini juga udah jam 8, kalo kelamaan nanti tambah siang" angguk bunda beranjak kebelakang.
"besuk kamu ke Malang diantar Arka pake mobil dengan ayah bunda sekalian dek" pandang Valerie. "baiklah, Zi ngikut aja" angguk Zivannya. Langit melakukan panggilan video, Zivannya segera beranjak untuk menerima panggilannya.
"udah berangkat kak" lihat Zivannya
"hhhmmmm...." angguk Langit, Baskara melambaikan tangannya melihat Zivannya dari layar ponsel Langit.
"siang nanti akan ke pusat ada meeting dengan pimpinan" kata Langit, Zivannya mengangguk menopang dagunya di meja.
"sepi banget disana, hari ini mau kemana" tanya Langit melihat layar ponsel istrinya.
"mau ke butik X mengambil kebaya yang dipesan kakak Val, besuk ke rumah ibu diantar anggota kak Dirgantara. sekalian sama ayah dan bunda, kalo naik kereta bawaannya yang ribet" tatap Zivannya, Langit segera menoleh dan menatap mata istrinya. "Arka" tanya Langit, Zivannya menggeleng.
"belum tahu kak, siap yang besuk longgar waktunya yang akan mengantar" jawab Zivannya, Langit menghela nafasnya.
"aku mandi dulu kak, bund-bund udah keluar dari kamar mandi" lihat Zivannya.
"baiklah" angguk Langit mematikan panggilan videonya.
__ADS_1
"sudah siap bund" lihat Valerie sebelum melajukan mobilnya, bunda menganggukkan kepalanya. "nanti yang jemput anak-anak sekolah siapa kak" ingat bunda.
"ada mbaknya yang mbantuin di rumah kalo siang bund, ada ayah dan kak Dirgantara juga. jadi nggak usah kuatir" jawab Valerie.
"habis ini kita kemana kak" tanya Zivannya menatap kedepan, "kalo masih ada waktu kita bisa hangout sebentar agar tidak lelah" senyum Valerie. "bunda mah ngikut aja, biar enak hidupnya" tawa bunda, mereka tersenyum.
"gimana dengan ini kak" lihat bunda ketika melihat puluhan pakaian pesta pernikahan. "untuk siapa bund" tanya Valerie.
"hhhhmmmm.... untuk siapa ya kak" pandang bunda, Valerie tersenyum lebar. "untuk bunda dan ibu dek Langit, untuk adek, untuk Val dan Mentari" ingatkan Valerie. bunda manggut-manggut.
"kita hanya akan memakai kebayanya saja, karena lainnya nanti dari pihak EO. jadi lebih mudah bukan" kata Valerie, Zivannya mengangguk.
beberapa penjaga membantu mereka untuk memilih dan mencoba beberapa kebaya yang terlihat elegan, Zivannya beberapa kali mencoba kebaya yang pas untuknya.
"mereka akan mengirim kebayanya nanti ke rumah. jadi kita tidak terlalu repot untuk membawanya, sekarang apa yang kita perlukan lagi untuk acara besuk" kata Valerie. "pakaian kedua anak mu belum kak" kata bunda.
"udah bund, nanti mereka akan memakai pakaian adat yang sama dengan ke tiga laki-laki Triastomo bund" angguk Valerie. "abang bisa pulang lagi kan" tanya bunda.
"kemungkinan besar bisa bund, dia akan berangkat bareng dek Langit nanti, karena mereka tidak bisa cuti lama. kak Dirgantara masih bisa cuti sehari" angguk Valerie, mereka menuju cafe yang nyaman di dalam outdoor.
"aahhh.... tempatnya nyaman untuk selonjoran" hempas tubuh Zivannya, bunda memilih beberapa menu. Zivannya memejamkan matanya. "dek, pesananmu datang. makan dulu gih" tepuk bahu Valerie, berbarengan dengan Langit yang menghubunginya. "makan kak" senyum Zivannya melihat Langit dilayar seberang.
"hhhmmmm...." lihat Langit sambil menyandarkan kepalanya di sandaran kursi. Zivannya mengambil makanannya sambil melihat Langit yang sedang menatapnya makan. Zivannya tersenyum memasukkan makanan ke dalam mulutnya. "bund, habis ini mau kemana lagi" toleh Valerie. "mau kemana ya kak, bunda udah lelah ini. takutnya nggak seger besuk pas acara ngunduh mantu ibunya Langit" makan bunda, "enak ini bund, cobain" sodor Zivannya, bunda mengambil makanan Zivannya sedikit. "he em...." angguk bunda. Langit tersenyum melihat keakraban ketiga perempuan keluarga nya itu.
"hallo, bisakah mengganggu sebentar" datang seseorang ke meja mereka. Zivannya segera menoleh, "ada kiriman cake ini dari dua pemuda yang berada disana" senyum penjaga meletakkan potongan cake moist di meja mereka. seketika Langit menegakkan badannya melihat reaksi ketiga perempuan itu. "yang mana mbak" tatap bunda kepada penjaga. penjaga itu mengarahkan tangan kanannya kearah kedua pemuda yang tengah berbincang. Valerie melihatnya dan mengerutkan keningnya sesaat, "kami nggak mengenalnya mbak, mohon untuk mengembalikannya saja kepada mereka saja. kami ucapkan terimakasih sebelumnya" geleng Valerie memandang penjaga, "tapi mereka bilang mengenal kak Valerie dan kak Zivannya" jawab penjaga menundukkan badannya sedikit. Valerie dan Zivannya saling berpandangan tidak tahu siapa mereka.
hai..... hai..... hai..... all readers terimakasih telah berkunjung ke karyaku. terimakasih banyak atas dukungannya selama ini.
luv..... luv..... luv...... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya.
__ADS_1
stay healthy all