Jika Aku Jodohmu, Maka Akan Jadi Milikmu

Jika Aku Jodohmu, Maka Akan Jadi Milikmu
chapter 49


__ADS_3

tiba dirumah, Zivannya segera berjalan cepat tanpa menghiraukan Aga yang tertinggal dibelakang, bergegas masuk box ajaib dan menekan lantai apartement mereka tinggal membuka password pintu dan segera berlari menuju bathroom. Aga mengambil kantong belanjaan yang berada dikursi belakang, mengunci pintu mobil sambil berjalan menuju box ajaib.


"hallo ga" senyum Stevia. Aga diam tidak menanggapi.


"baru pulang juga, tumben pakai pakaian dinas" kata Stevia lagi, Aga melangkah keluar dengan cepat saat box ajaib sudah tiba dilantainya. Aga segera meletakkan tas belanjaannya didekat pintu kamar.


"by" longok Zivannya meminta satu bungkus pembalut yang dibeli tadi, Aga segera menyodorkannya ke Zivannya yang dengan cepat menutup pintu bathroom, Aga melepas pakaian dinasnya dan segera menaruh dibox laundry. Zivannya keluar dari membersihkan dirinya. segera merebahkan dirinya diranjang. Aga melihat Zivannya tidur dengan tenang, berjalan keluar kamar, membereskan beberapa hal yang besuk harus dikerjakan agar dapat fokus pra sidang dan menemani Zivannya, apalagi hari pertama periode istrinya. biasanya akan tidur seharian, ini harus ke kantornya dan ke kampus seharian. sambil minum kopi, Aga menonton TV sesekali menengok istrinya yang sedang tidur di dalam kamar.


pagi hari


alarm Aga berbunyi, Zivannya masih tertidur dengan nyenyak. Aga segera bangun untuk melakukan kewajibannya. membuat kopi dan roti untuk mengganjal perutnya,membersihkan apartement, membersihkan diri dan memakai pakaian dinasnya. "yang" elus Aga mengusap pipi Zivannya. Zivannya bergerak pelan dan menatap Aga yang sudah rapi memakai pakaian dinasnya. "jam berapa by" tanya Zivannya pelan.


"jam 7"senyum Aga, Zivannya bergerak pelan menuju kamar mandi, membersihkan badannya dan mengambil pakaian ganti.


"kita berangkat sekarang" tanya Zivannya meminum kopi Aga, Aga mengangguk. "apa kamu yakin bisa yang" tatap Aga, Zivannya mengangguk dan memakan roti yang Aga persiapkan untuknya.


"aku udah bawa beberapa baju ganti, jadi bisa dimana aja ganti. sneakers 1" perlihatkan Zivannya.


"kayak mau kabur aja yang" Hela nafas Aga melihat tas jinjing Zivannya. Zivannya mengecup bibir Aga. "morning kiss by, yuk ah... "tepuk pipi Zivannya. Aga memandang Zivannya lesu dan hanya bisa menarik nafas dalam-dalam karena tidak bisa ******* Zivannya bulat-bulat akibat di segel.


Aga dan Zivannya segera meninggalkan apartement dan menuju kantor pusat untuk melanjutkan sidang, Zivannya lebih terlihat rileks daripada kemarin. lebih banyak mengangguk dan mendengarkan penjelasan dari petugas sidang hari itu. Aga lebih banyak berbincang dan bercanda dengan petugas.


beberapa pasangan yang kemarin juga melakukan sidang mulai saling mengenal satu sama lainnya, saling bertukar informasi dan pengalaman selama mengurus surat-surat yang diperlukan untuk keperluan sidang pra nikah. Zivannya mendengarkan dan selalu tersenyum tanpa berbicara hal yang tidak penting. Zivannya menoleh melihat jam yang terletak disebelah kirinya. "by, selesai jam berapa" chat Zivannya. Aga melihat ponselnya.


"tunggu bentar" isyarat Aga menatap Zivannya. Zivannya mengangguk dan diam menanti pemberitahuan lebih lanjut.


jam 1 siang semua pemberkasan telah diselesaikan dan diajukan ketahap berikutnya. Aga melihat Zivannya yang ingin kekamar mandi. Aga membawa tas jinjing kecil Zivannya yang ada dimobil, Zivannya menunggu diruangan. "yang" isyarat kepala Aga, Zivannya menoleh dan mendekati Aga untuk dibawa kekamar mandi. "aku tunggu disini, jangan kuatir" kata Aga, Zivannya segera masuk kedalam dan membersihkan dirinya. Aga menerima baju kotor Zivannya dan memasukkannya kedalam tas yang dilipat Zivannya didalam tas jinjing yang tadi dibawanya.


"udah Segeran yang" senyum Aga melihat Zivanyya. Zivannya menganggukkan kepala. "better, karena deras banget jika hari pertama hingga 3 hari kedepan. harus sering ganti" jawab Zivannya. mereka berjalan kembali keruangan pra sidang.


satu, dua pasangan sudah meninggalkan ruangan, Zivannya duduk disamping Aga menunggu gilirannya lagi.


"hari ini udah selesai Zi" pandang Aga, Zivannya mengangguk. "masih mau kekampus" tanya Aga menatap Zivannya.


"iya. masih ngurus rencana kuliah untuk semester ini jawab Zivannya.


"aku antar aja ya" pandang Aga, Zivannya menoleh.


"kamu mau buat gempar fakultas ku" pandang Zivannya. "kenapa emangnya" kerut Aga, Zivannya memutar bola matanya jengah.


"kamu pake seragam dinas by, jika kamu datang bikin heboh satu kampus dong " jawab Zivannya.


"aku tunggu didalam mobil aja yang, kan bisa" kata Aga. Zivannya terdiam.

__ADS_1


"emang kamu nggak kerja, antar aku kekampus aja, jemput kalo aku sudah selesai" tawar Zivannya, Aga menggeleng.


Zivannya menghirup udara sebanyak-banyaknya melihat Aga yang kekeh dengan keinginannya.


"terserah dirimu aja by" kata Zivannya, Aga menerima panggilan di ponselnya. menatap Zivannya sesaat dan berbincang sebentar di ponselnya dengan seseorang.


"yang... ayo, aku harus kesuatu tempat sekarang" pandang Aga, mereka beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan kantor pusat. Aga melajukan mobilnya meninggalkan pelataran parkir, menuju kampus Zivannya. "aku jemput nanti" pandang Aga, Zivannya mengambil tas ranselnya memasukkan perlengkapan baju kedalam tas, "jika tidak sempat nanti aku nebeng Rara aja by" salam Zivannya, Aga mengecup kening dan bibir Zivannya, mobil sesaat meninggalkan halaman kampus Zivannya.


"tumben diantar Zi" tanya Rara saat melihat Zivannya yang berjalan mendekat. Zivannya segera duduk dan melihat teman-teman yang lain. "ada keperluan mendadak. kita ngapain hari ini" tanya Zivannya, nunggu yang lain, masih ada kelas tambahan nggak untuk semester ini, perubahan mata kuliah atau dosennya" jawab Dimas, Rara memeluk Zivannya dari samping.


"kamu kok kliatan lesu Zi" tanya Rara.


"hari pertama dapet nih, tadi malam pas jemput dapetnya, untung bisa tidur semalaman. coba kalo pagi tadi dapetnya. alamat nggak bisa berangkat" jawab Zivannya, Rara mengurai lingkaran tangannya.


"kamu belum makan seharian berarti" pandang Rara, "hanya roti aja tadi pagi dibuatin kak Aga" geleng Zivannya.


Rara tertawa kecil, "berarti pak komandan nggak semangat dong, belah durennya gagal tiap malam" canda Rara, Zivannya menepuk punggung tangan Rara kesal. Rara tertawa tambah lebar, Dimas datang dengan beberapa temannya.


"hai Zi" sapa seseorang. Zivannya tersenyum, "siang res, darimana" tanya Zivannya menopang dagunya.


"dari senat, ngurus pelaksanaan KKN tahun ini. ada korlap untuk setiap wilayah yang melibatkan senat. jadi kayak asisten dosen gitu, dosen tinggal melihat aja" kata restu.


Dimas meminum minuman Rara, "kebiasaan dim" pandang Rara, Dimas hanya diam.


"asik nih, ada seniornya saat KKN nanti, ada yang udah dikenal" kata Rara, "nggak juga, nanti aku harus keliling untuk melihat dan membantu kelompok-kelompok yang aku miliki, agar kegiatan mereka terarah" geleng Restu menatap Zivannya.


"kita ke kedai depan yuk.. aku laper" ajak Rara, Zivannya mengangguk dan beranjak mengikuti Rara.


"kamu dimana yang" tanya Aga setelah Zivannya menjawab panggilannya.


"didalam by, udah sampai" tanya Zivannya mengemasi barang-barangnya.


"aku melihatmu" kata Aga, Zivannya melihat sekeliling, dan tersenyum memberi isyarat Aga untuk mendekat, beberapa pemuda melihat Aga yang berjalan mendekati Zivannya, "masih lama" tanya Aga, Zivannya mencium tangan Aga. "bentar lagi, hanya ngobrol membahas mata kuliah yang mau di tuker apa nggak untuk semester ini, ada asisten dosen baru yang mengajar" angguk Zivannya. Aga tersenyum dan duduk disamping Zivannya.


"tumben yaa... ada pergantian pengajar" tanya Dimas, mungkin karen pak T mau pensiun" pandang seseorang. "nggak mungkin secepat itu kan. lulusan mana" sahur yang lain, "denger-denger dulu juga lulusan sini terus ngambil lanjutan diluar, balik lagi kesini" jawab orang lain lagi.


"berarti masih muda dong" tanya Rara. "kayaknya umur 30an deh" jawab yang lain.


"yaa... cowok matang dong, habis nih cewek kampus. udah sedikit yang masuk ada dosen muda, kita nggak kebagian nih" hembus nafas seseorang. mereka tertawa bersama, mereka mengobrol beberapa lama.


"udah" tanya Aga setelah Zivannya menyentuh tangannya, Zivannya mengangguk dan beranjak dari duduknya, Aga membawa tas ransel Zivannya. "udah makan by " pandang Zivannya, Aga menggeleng.


"mau makan dimana, sekalian pulang jadi nggak usah keluar lagi. aku temenin aja ya, nggak ada keinginan untuk mengisi perut kalo begini" kata Zivannya gamblang, Aga mengangguk.

__ADS_1


"bungkus aja kalo begitu biar kamu segera istirahat" pegang kepala Aga, Zivannya mengangguk dan melambaikan tangan kepada Rara dan Dimas yang menuju mobilnya.


"Dimas dan aku satu wilayah, dapat Jawa tengah namun beda kabupaten, sedangkan Rara masih disini dapat daerah selatan. jarak dari tempatku dan Dimas sekitar dua jam perjalanan by, tadi ada senior yang menjadi ketua wilayahku. namanya restu, satu tingkat diatas Dimas, jadi dua tingkat diatasku" cerita Zivannya membuka pintu mobil


"tadi ada nggak" tanya Aga masuk mobil, Zivannya menggeleng, "tadinya sih bareng Dimas waktu datang. tapi sebelum hubby sampai, dia pamit duluan" jawab Zivannya. mobil meninggalkan parkiran.


mereka segera mencari tempat makan. Zivannya membeli makanan untuk Aga, berjalan kembali pulang.


"yang hari ini kita terakhir sidang" usap kepala Aga Zivannya mendongak.


"sampai hari ini aja" tanya Zivannya, Aga mengangguk.


"Sabtu ini, Senin dah nggak sidang lagi" tanya Zivannya, Aga manggut-manggut menyakinkan. Zivannya segera bergegas mandi dan mengganti pakaiannya.


"berangkat by, hari ini tidak ada urusan kampus, jadi setelah urusan ini selesai aku bisa sedikit longgar untuk meluruskan badan" rentang tangan Zivannya keatas. Aga mengangkat pinggang Zivannya dan memutarnya pelan, Zivannya tertawa lebar dan memeluk Aga.


"Glad it's finally over by, thanks God we go through all" pandang Zivannya, Aga mengangguk.


"love U yang" pandang Aga, Zivannya mencium bibir Aga lembut. "love U more by" senyum Zivannya. mereka tertawa bersama, mereka bergegas keluar dari apartement dan menuju box ajaib.


"hai... kamu disini juga adiknya Aga" sapa Stevia. Zivannya tersenyum dan mengangguk. berdiri diantara Stevia dan Aga, "mau berangkat kerja kak stev" tanya Zivannya, Stevia mengangguk.


"weekend kesini kamu" tanya Stevia menatap Aga.


"Senin malam udah sampai sini kak, karena berangkat pagi pulang petang. jadi tidak ketemu dengan kak Stevia" senyum Zivannya. Stevia tersenyum, mereka berjalan keluar box menuju kendaraan masing-masing.


"yang, kita mau langsung aja" jalankan mobil Aga. Zivannya mengangguk.


"ditanya sama bunda Ayah, kapan kejakarta" tanya Aga. langsung aja yuk by, pulang sidang langsung beli tiket kejakarta" seru Zivannya, aga menoleh cepat. "ok, semoga sidang cepat selesai" angguk Aga, Zivannya mengamini.


tiba dikantor pusat, mereka bergegas menuju ruangan sidang, menunggu giliran dan mendengarkan dengan seksama.


"jam 11 yang, mau langsung kebandara atau mau pulang dulu" tanya Aga. "langsung aja by. hari ini urusan semuanya udah selesai kan. jadi nggak ada halangan untuk menjenguk orang tua" geleng Zivannya berjalan menjauh dari Aga dan kantor pusat.


hai hai hai... para readers, love you all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak hehehehehe..


selamat menikmati cerita kedua kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.


ciehhh... udah kayak mau tampil dikondangan aja nih hahahaha...


dukung yaaa... karya kedua ku.


love...love...love all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..

__ADS_1


thanks a lot pisang sekebon...😘


__ADS_2