Jika Aku Jodohmu, Maka Akan Jadi Milikmu

Jika Aku Jodohmu, Maka Akan Jadi Milikmu
chapter 36


__ADS_3

para lelaki sudah mulai berdatangan sehabis kewajiban Jum'at, para wanita bersama-sama menyiapkan makanan dimeja yang diletakkan diteras rumah agar mudah untuk mengambilnya.


Zivannya mengambilkan t-shirt untuk Aga dan mengambil kemeja yang dipakai Aga tadi. bapak-bapak dan para pemuda segera mengambil makanan yang telah disajikan dan terlibat obrolan dengan diselingi gurauan saat makan bersama.


Aga menghampiri Zivannya. "kamu udah makan Zi" dekat Aga, Zivannya menoleh dan mengangguk. "tadi bareng bunda dan yang lain. perempuan makan duluan karena bapak-bapak kewajiban dulu" jawab Zivannya.


"beneran udah makan ato yang lain makan kamu nggak makan sama sekali" pandang Aga meragukan Zivannya.


"udah kak, tadi beneran makan" jawab Zivannya pelan. Aga mengangguk dan kembali bersama para lelaki.


"pak komandan perhatian banget sih Zi, nggak kliatan kalo tadi mukanya kesal karena Bima dan temennya Fauzan selalu memperhatikanmu" bisik Rara.


"kapan, perasaan nggak liat mereka berdua" kerut Zivannya, Rara menghela nafasnya.


"nggak mungkin liat lah Bu, situ liat dengan tatapan kosong selain kearah mama Ranti" kata Rara, Zivannya terdiam dan mengangguk.


"maafkan aku Ra, aku nggak bisa fokus hari ini" kata Zivannya pelan. Rara memeluk Zivannya.


"it's hard day for U.... it's Ok... kita sangat-sangat mengerti. jadi beri dirimu sendiri kelonggaran Zi. don't push yourself too hard" kata Rara, Zivannya mengangguk.


"kapan kita akan kembali" tanya Rara,


"sesuai jadwal aja Ra, aku harus mengurus segala hal disini sebelum aku kuliah kembali kan" pandang sekeliling Zivannya, Rara mengangguk.


"Kamis depan aku dan Dimas akan pulang, jika ada kabar dari kampus nanti akan aku kabari" kata Rara. "tentu" jawab Zivannya.


selang beberapa saat, bapak-bapak dan para pemuda telah selesai makan dan sudah banyak yang pamit untuk beristirahat dulu sebelum nanti mengikuti pengajian, ibu-ibu segera membereskan makanan dan peralatan yang telah dipakai membereskan tempat seperti sedia kala. Zivannya meminta ibu-ibu untuk membawa makanan yang masih ada, karena pasti mereka tidak sempat untuk memasak hari ini. semua makanan dan bahan yang belum diolah sudah dibawa pulang ibu-ibu tetangga. dapur kembali seperti semula, rumah kembali sepi. hanya keluarga besar Aga yang masih dirumah. Zivannya segera bergabung dengan mereka diruang tengah.


"inget nggak yah dulu kita ngumpul gini sehabis petang, tidur geletak aja, karena rumah dinas hanya sepetak. sekarang kita gini lagi dengan anak-anak yang sudah dewasa semua, nggak berasa waktu cepat berlalu ya yah..." senyum bunda melihat anak-anaknya semua.


"iya, nggak terasa ya bund, kayak baru kemarin Dirgantara belajar naik sepeda, mentari belajar jalan, Bagaskara masih diperut" angguk Ayah. bunda mengangguk.


"iya, kebahagiaan orang tua itu melihat anaknya menjadi anak yang berbakti, tidak melihat banyaknya harta, tapi ketenangan jiwa. bunda bersyukur punya anak dan menantu yang pandai bersyukur, sekarang bunda jadi banyak anak" tawa bunda.


"jadi enam kan bund" celutuk dirgantara, bunda menggeleng.


"salah, yang 5 udah selesai, ada 3 yang masih kuliah, tuh mereka bertiga yang paling muda. jadi tambah rame nih kalo lebaran" kata bunda.


"angpaonya jadi tambah banyak dong bund baginya" tawa Rara pelan.


"kalian yang harus setor ke bunda, nanti bunda setor ke cucu-cucu bunda" tawa bunda lucu.


"yah... bunda kurang jatahnya" kata mentari memeluk Ayahnya, Ayah tertawa, "Ayah kan udah pensiun jadi wajar jatahnya berkurang. tapi cukuplah untuk memberi kalian satu rumah setiap anak" angguk-angguk Ayah, mereka tertawa.


"nggak yah, rumahnya dekat semua disatu kompleks" geleng dirgantara kuat.


"bunda suruh anakmu push up semua" pandang ayah, bunda menjentikkan jarinya.


ketiga anaknya menatap dirgantara horor.

__ADS_1


"apa... apa.... " tawa dirgantara memandang adik-adiknya yang kesal kepadanya.


"jika ada kak val, habis kamu kak" pandang Mentari, Dirgantara tertawa karena berhasil mengerjai adik-adiknya. hal yang sangat dia rindukan saat dirinya sudah berkeluarga.


"Dimas, ikutan. ayah bilang semua anak Ayah" senyum bunda. Dimas menunjuk dirinya sendiri untuk menyakinkan memang benar-benar dia. bunda mengangguk tersenyum.


"tau kan bagaimana perasaan kami dim" pandang Aga, Dimas mengangguk lemas.


bunda duduk dipunggung Dirgantara, "10 kali dengan istri kalian diatas" kata bunda. mentari segera duduk bersilang diatas punggung Matahari. "sayang, berat badanmu nambah lagi ya" toleh matahari.


"iya, ada masalah" senyum mentari, matahari nyengir menggelengkan kepalanya.


"aku selalu mencintaimu sayang" senyum Matahari. mentari memutar bola matanya jengah.


"Zi, ayo duduk" pandang bunda, Zivannya memandang Aga dan bunda bergantian.


"adek nggak akan kenapa-kenapa. belum juga malam pertama" ucap dirgantara. bunda memukul punggung Dirgantara pelan. Zivannya ragu-ragu mendekat kearah Aga.


"naik Zi" senyum Aga. Zivannya menggeleng, "aku berat kak" kata Zivannya.


"naik" kata Aga pelan, tanpa membantah Zivannya bergegas naik keatas punggung dan berposisi sama seperti mentari. mereka berempat segera melakukan push up, Dimas yang tidak terbiasa merasa kelelahan, karena jarang melakukan aktifitas fisik, setelah selesai langsung tidur terlentang untuk mengatur nafasnya yang ngos-ngosan.


"lumayan kan dim, makanya banyakin olahraga" tepuk Rara dibahu Dimas gemas. Dimas tidak bisa menjawab omongan Rara karena kehabisan tenaga.


Zivannya segera turun dari punggung Aga, duduk disamping. Aga menyandarkan punggung didinding, memandang Zivannya. "beratmu turun banyak Zi, kamu terasa ringan" bisik Aga, Zivannya terdiam. "perasaan biasa aja kak, tambah berapa kilo selama sebulan dirumah" jawab Zivannya. Aga meraih bantal, meletakkan dipangkuannya dan menaruh kepala Zivannya diatasnya. "tidur" usap kepala Aga agar Zivannya mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. mereka mengobrol hingga lama-lama Zivannya tertidur saking lelahnya.


"nanti malam, kakak harus pulang" pandang dirgantara. Aga mengangguk.


"aku dan Dimas masih Kamis depan pulangnya, karena Minggu depan sudah harus kuliah. Zivannya tinggal disini dulu untuk membereskan semuanya" kata Rara.


"aku kembali hari Minggu malam. besuk akan aku selesaikan semua urusan agar Zi bisa pulang bersama kalian, jangan biarkan dia sendiri dulu. sekuat-kuatnya dia jika sendiri akan membuatnya hilang kendali" kata Aga menatap Zivannya yang terlihat lelah. Dimas mengangguk. mereka berisitirahat bersama diruang tengah dengan TV yang menyala. Aga memejamkan mata meletakkan tangannya diperut Zivannya.


jam menunjukkan pukul 5 sore ketika bunda membangunkan Aga, Aga mengerjapkan matanya dan melihat sekitar dimana keluarganya berada. Aga melihat Zivannya yang masih tertidur lelap, mengusap perutnya pelan agar Zivannya segera bangun, "jam berapa" kerjap mata Zivannya menyesuaikan penglihatannya dengan sekitar, "jam 5 lebih" jawab Aga mengusap perut Zivannya, Zivannya menyingkirkan tangan Aga, agar dia bisa duduk dan segera melakukan kewajibannya yang sudah terlambat. Aga meraih pinggang Zivannya agar terus dapat mengusap-usap perut Zivannya yang rata.


"Zi mau menunaikan kewajiban dulu kak" bisik Zivannya pelan. Aga mengangguk dan beranjak juga dari tempatnya. bergantian mereka membersihkan diri. bersama yang lain menuaikan kewajiban sore yang tertunda.


"Zi makanannya udah datang. mau ditaruh dimana" tanya Aga, taruh didapur aja kak, nanti sekalian sama minumnya saat dikeluarin" jawab Zivannya, Aga mengangguk dan segera menaruh kotak makanan yang telah disusun rapi dibelakang bersama yang lain. keluarga papanya telah datang karena waktu pengajian tidak lama lagi akan dilakukan. pengajian dilakukan sesuai dengan tata cara yang biasa dilakukan dikampung halaman Zivannya. setelah selesai mengaji dan memanjatkan doa untuk mendoakan keluarga Zivannya, minuman, makanan kecil dan besar segera dihidangkan hingga acara selesai, tampak beberapa bapak masih mengobrol didepan dengan om Hadi dan Aga membahas pelaksanaan pengajian besuk. Zivannya berterimakasih kepada ibu-ibu yang telah membantunya hari ini.


Zivannya duduk dan menemani keluarga papanya dan Aga yang sedang mengobrol.


"Zi, kakak pulang malam nanti. maafkan kakak jika tidak bisa menemani sampai pengajiannya selesai" pandang Dirgantara.


"nggak papa kak, makasih banyak sudah membantu Zivannya. sampaikan terimakasih dan salam sayang juga buat kak Valerie dan anak-anak" senyum Zivannya, dirgantara tersenyum dan mengangguk.


"kamu mau tinggal dirumah om Hadi dulu Zi" tanya kakek menawarkan kepada Zivannya.


"tidak usah kek, Zi ditemani sama Dimas dan Rara, mereka Minggu depan baru pulang. Zi mau beres-beres rumah dulu sebelum nanti Zi pulang untuk kuliah" geleng Zivannya, kakek mengangguk.


"kapan kamu akan balik lagi kuliah" tanya nenek.

__ADS_1


"kalo nggak ada perubahan rencana 2 minggu lagi nek, seharusnya minggu depan sudah mulai kuliah, tapi minggu awal biasanya harus mengurus mata kuliah yang diambil untuk semester depan, kami rencananya mau KKN di semester ini" jawab Zivannya.


"kalian udah mau KKN" tanya bunda, Rara mengangguk.


"iya bund, sudah masuk semester yang harus ngambil KKN" angguk Rara.


"Zivannya mungkin selesai lebih awal. karena mata kuliah yang dia ambil sudah cukup untuk mengurus skripsi, mungkin bareng sama Dimas, karena dia kakak angkatan diatas kita" ujar Rara, Aga dan om Hadi mendekat dan berkumpul bersama.


"besuk acaranya sehabis kewajiban petang. karena dikampung sebelah juga ada pengajian. memintanya dari bulan lalu, 7 bulanan" kata om Hadi, Zivannya mengangguk.


"kalo begitu kita pulang dulu Zi, besuk kita kemari lagi. kamu tidak apa-apa dirumah" tanya om Hadi.


"iya om... nggak papa, Zi baik-baik aja, ada kak Aga, Rara dan Dimas yang menemani disini. ayah dan bunda disini juga sampai 3 hari. kak dirgantara nanti malam pulang" angguk Zivannya. om Hadi mengangguk mengerti.


keluarga papa Zivannya pamit untuk kembali kerumah, Ayah, bunda dan yang lain mengantar sampai teras depan. mobil om Hadi meninggalkan halaman rumah.


"Zi, ayah dan bunda kehotel dulu ya. kita besuk kemari" peluk bunda. Zivannya membalas pelukan bunda.


"istirahat bund, yah... makasih menemani Zi hari ini" angguk Zivannya, Ayah memeluk Zivannya, Mentari, matahari dan dirgantara ikut pamit. Zivannya melambaikan tangannya mengantar kepergian mereka.


"tinggal kita berempat, balik lagi ke penghuni awal" hembus napas Rara, Zivannya memeluk bahu Rara dari samping.


"kita tidur diruang tengah aja ya Ra, sambil nonton TV, kita bisa ngobrol banyak kayak biasanya, biar aku bisa cepat tidur, besuk pagi bangun pagi-pagi" kata Zivannya, Rara memberi tanda Ok.


"sekarang baru jam 10 malam, nyari mie rebus yuk usul Dimas, "enak tuh dim, pasti seger kuahnya. beli sana sama Rara atau kak Aga. aku tunggu dirumah" angguk Zivannya masuk ke dalam rumah. Dimas menahan tangan Rara agar tidak ikut masuk kedalam.


"temani Ra, naik motor. Zivannya mumpung mau makan" kata Dimas, Rara terpaksa ikut karena tau Zivannya dari kemarin tidak banyak makan.


Zivannya berlalu menuju kamarnya untuk berganti celana joger dan t-shirt untuknya dan mengambil celana joger pendek dan t-shirt untuk Aga.


Aga segera mengganti bajunya, terlentang diatas ranjang Zivannya.


"Zi, kesini sebentar" tepuk Aga disampingnya, Zivannya duduk disamping Aga.


"kamu mau apakan rumah ini Zi" elus punggung Aga, Zivannya menghela nafasnya panjang.


"berat Kak untuk saat ini aku mengambil keputusan" pandang Zivannya, Aga meraih pinggang Zivannya dan menariknya untuk berbaring disampingnya, Aga memeluk Zivannya erat.


Zivannya menangis sesenggukan, Aga mengusap punggung Zivannya menenangkan istrinya yang sedang berada di titik terendah kehilangan mamanya, satu-satunya orang tua yang selama ini menemaninya setelah papa dan adiknya pergi selama-lamanya.


"hargai orang yang selalu ada untukmu, jika nanti dia pergi meninggalkanmu baru kamu tahu arti keberadaannya untukmu"


hai hai hai... para readers, love you all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak hehehehehe..


selamat menikmati cerita keduaku kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.


ciehhh... udah kayak mau tampil dikondangan aja nih hahahaha...


dukung yaaa... karya kedua ku.

__ADS_1


love...love...love all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..


thanks a lot pisang sekebon...😘


__ADS_2