Jika Aku Jodohmu, Maka Akan Jadi Milikmu

Jika Aku Jodohmu, Maka Akan Jadi Milikmu
chapter 48


__ADS_3

"aku nggak bisa bayangin bagaimana tampangnya ketika dimarahi" kata Rara tertawa lebar.


"biasa aja Ra, yang aku nggak tega adalah karena menuruti mama dia harus menikah duluan dan dapat sanksi" kata Zivannya pelan. Rara menepuk pundak Zivannya.


"itu udah niatnya dari awal untuk memilikimu. jika nggak maka kamu akan kabur" naik turunkan alis Rara. Zivannya tersenyum.


"makanya dia gerak cepat. jika nggak dia takut kamu akan beralih ke Yuda" kata Rara. Zivannya mengerutkan keningnya.


"Yuda.... apa hubungannya dengan dia, aku sama dia gitu" tanya Zivannya. Rara mengangkat bahunya. "mungkin lho Zi, siapa tau dia yang mengalah untuk mengikuti kamu" kata Rara. Zivannya menggeleng mempercepat langkahnya menuju ruangan sie pendidikan. Rara tertawa bergegas menyusul Zivannya. mereka beberapa kali harus mondar-mandir mengurus mata kuliahnya disemester ini yang sedikit berbeda.


mereka bertiga mengurus semua persyaratan yang harus dilakukan untuk mengambil program KKN semester ini, mata kuliah yang diambil hingga mencocokkan jam pembelajaran satu dengan lainnya.


"udah hampir petang" lihat jam Dimas, Zivannya mendongak.


"aku kayak kelupaan sesuatu deh friends tapi apa ya" ketuk-ketuk kening Zivannya menggunakan pena.


"bawa mobil komandan" tanya Rara sekenanya. Zivannya menepuk keningnya ingat. "oh iya, jemput komandan" buka lebar mata Zivannya seperti mendapat undian berhadiah.


"hallo by dimana" tanya Zivannya setelah terhubung.


"aku belum bisa jemput, he em... mungkin bentar lagi baru keluar" jawab Zivannya.


"masih sama Rara dan Dimas. mereka bawa kendaraan sendiri-sendiri" jawab Zivannya.


"iya kami nunggu bagian kurikulum, agar keluar jadwal kuliah minggu depan" jawab Zivannya.


"oke. nanti kalo sudah selesai aku kesana" tutup Zivannya.


"aku lupa kalo harus jemput sebelum pulang" usap wajah Zivannya,


Rara menatap lesu Zivannya, "aku udah capek Zi, gimana kalo pulang aja" topang dagu Rara dimeja kantin.


Zivannya melihat sekitar yang masih banyak mahasiswa lalu lalang mengurus kuliahnya.


"bentar lagi, sabar. banyak juga yang mengurus. ini udah hari kedua soalnya" jawab Zivannya.


"harusnya hari pertama yang penuh. hari ini lebih longgar dong antriannya" kesal Rara. Zivannya menghembuskan nafas panjang.


"kita udah dapat nih" senyum Dimas membawa tiga lembar pemberitahuan. Zivannya dan Rara menoleh.


"serius dim, waaa.... makasih dim... " senyum Rara lebar.


"kita barengan selama mata kuliah berlangsung, tapi tidak untuk KKN nya" lihat Dimas.


Rara dan Zivannya melihat dengan seksama lembar kartu rencana kuliah semester ini.


"emang udah diumumin dimana KKN nya" tanya Rara.


"tuh udah ditempel dipapan pengumuman, website kampus juga ada. makanya lama kita nungguinnya" angguk Dimas. Zivannya memandang Rara yang terlihat lesu.

__ADS_1


"nggak mungkin juga sih Ra kita ditempatkan di daerah yang sama, apalagi berdekatan. setiap fakultas pasti ada disetiap kelompok kan" senyum Zivannya menyemangati.


"sebulan lho Zi kita tinggal dengan yang lain" tatap Rara.


"it's oke... memang harus kita lalui, jadi kenapa harus nggak semangat. ini jadi introspeksi diri kita jika kita sendiri tanpa orang tua atau teman disamping kita, apa kita batalin KKN nya, enggak kan" kata Zivannya, Rara mendesah pelan.


"nggak ketemu kalian dong. Dimas jangan-jangan lebih jauh lagi daerahnya" kata Rara. Dimas menggeleng karena belum lihat penempatan daerahnya. mereka segera merapat dipapan pengumuman kampus. melihat pembagian daerah penempatan program kuliah kerja nyata mereka nantinya


"Jawa tengah, kalian berdua dijawa tengah. aku sendiri ada didaerah selatan" manyun Rara. Zivannya melihat dengan seksama.


"kita satu wilayah tapi beda daerah penempatan dim" pandang Zivannya, Dimas mengangguk.


"kita juga tidak bisa saling bertemu Ra, kamu kira cuman kampus ini kekedokteran yang deket, jaraknya berkilo-kilo jauhnya. letak geografisnya pegunungan" lihat map Zivannya. Rara melihat dengan seksama.


"kalo saling berkunjung membutuhkan waktu lebih dari 2 jam perjalanan" kata Dimas, mereka saling berpandangan dan menghela nafasnya panjang.


"kita pulang dulu hari ini. besuk kita harus kekampus lagi" tatap Dimas, mereka mengangguk dan berjalan menjauh dari halaman depan kampus tempat papan pengumuman berada.


"ketemu besuk siang ya, aku harus prasidang lagi" tatap Zivannya sebelum menuju mobilnya. Rara melambaikan tangannya, Dimas mengantar Rara sampai kemobilnya dan berjalan menuju parkir motornya. Zivannya memberi tanda untuk pergi lebih dulu, melajukan mobilnya kekesatuan Aga. jalanan lumayan padat, Zivannya yang biasanya menggunakan motor dapat menyelinap diantara kendaraan roda empat jika terjadi kemacetan begini.


"lumayan padat by jalannya" jawab Zivannya.


"ini dalam perjalanan kesana" kata Zivannya.


"tidak, nggak usah. bentaran" jawab Zivannya kemudian. Zivannya sampai dihalaman depan kesatuan Aga, meminta ijin untuk bertemu Aga, ijin segera diberikan karena Aga sudah memberitahu sebelumnya.


Zivannya memarkir mobil ditempat parkir dan turun untuk menemui Aga.


"ahh... saya tunggu disini saja, tolong panggilkan. mungkin dia menunggu yang lain untuk dibawa masuk, Zivannya menunggu" geleng Zivannya duduk dibangku panjang yang ada didepan. polisi itu mengangguk dan segera kedalam untuk keruangan Aga, sambil menunggu Zivannya melihat website kampusnya untuk penempatan tempat KKN nya, berada dalam kelompok 5 yang berisi 5 orang anggota. satu daerah ada 4 kelompok. Zivannya mengamati nama dan fakultas teman satu kelompoknya, saking seriusnya Zivannya tidak melihat kedatangan Aga yang menatapnya lama, sebuah tangan mengusap kepalanya, Zivannya menoleh kekiri, "kenapa nggak masuk, aku tadi berpesan jika kamu suruh langsung masuk saja" tanya Aga mencium ubun-ubun kepalanya, Zivannya menggeleng, "tadi petugas jaga bilang kalo ada RI 1 suruh masuk, takutnya malah ganggu hal penting dengan RI 1. makanya aku nunggu kamu selesai aja" jawab Zivannya, Aga tergelak, meraih jemari Zivannya dan berjalan keluar dari bangunan kesatuannya.


"kamu RI 1 ku, alias istriku" buka pintu Aga, Zivannya masuk merebahkan kepalanya di head rest.


"kamu sakit yang" tanya Aga meletakkan telapak tangan ke kening Zivannya.


"agak pusing by, biasanya tanda-tanda akan datang bulan" kata Zivannya lemah.


"apa, sekarang" tanya Aga melajukan mobil dengan cepat, Zivannya diam dan memejamkan matanya.


"oh sh"**, baru aja buka segel udah tutup segel lagi dengan paksa" desah Aga frustasi. "aku denger by" kata Zivannya pelan. Aga menoleh menatap Zivannya yang pucat, "yang... are U okay" kata Aga.


"not okay" gumam Zivannya pelan. Aga melambatkan mobilnya karena kemacetan, mengusap mukanya pasrah.


"sedikit macet yang. bisa tahan kan" kata Aga, Zivannya hanya diam.


"by... kalo ada supermarket tolong beliin pembalut ya.." pinta Zivannya, Aga menoleh.


"baik, nyalakan ponsel saat aku mencari pembalut agar tidak keliru" elus pipi Aga.


"hmmm..." erang Zivannya, Aga mengambil jalan lain dan mencari supermarket searah dengan perjalanan pulang mereka. Aga berjalan masuk ke supermarket kecil yang terlihat sepi.

__ADS_1


"yang mana sayang" perlihatkan Aga dilayar ponsel, Zivannya melihat suaminya menunjukkan deretan pembalut dirak.


"yang kanan by, warna biru" jawab Zivannya pelan. Aga mengangguk dan mengambil 5 kantong dan ikut mengantri dikasir. beberapa perempuan melihat Aga yang membawa pembalut, menggoda Aga yang sangat manis dan sayang sama kekasihnya.


"mau dong kak jadi yang disayang. hati adik meleleh melihat kakak yang ganteng" goda seorang anak sekolah. Aga terdiam menatap lurus ke arah kasir yang masih ada antrian 2 orang.


"eh polisi guys... aduh tambah potek nih hati adik bang..." godanya lagi, teman-temannya tertawa pelan.


"boleh kenalan nggak kak, siapa tau nanti putus sama pacarnya ganti sama adik" tanya nya lagi. Aga memejamkan matanya pelan dan menghembuskan nafas.


"mau apa lagi yang" tanya Aga setiba dikasir.


"nggak" tawa Zivannya pelan. Aga tersenyum memandang zivannya.para gadis sekolah seketika diam mendengar interaksi mereka berdua.


"ih... ternyata ada pawangnya jadi nggak berkutik" bisik teman gadis tadi.


"iya, ternyata takut juga polisi" angguk yang lain, Zivannya tertawa kecil mendengar bisikan yang terdengar dibelakang.


"makasih by, luv U. sampaikan salam pada mereka" kata Zivannya.


"mereka pasti dengar. luv U too yang" senyum Aga membayar belanjaannya.


mereka tertawa bersama mendengar suara Zivannya melambaikan tangan kearah ponsel layar Aga.


"cantik banget" bisik mereka.


"masih sekolah juga kelihatannya. sekolah dimana kok dapet yang ganteng banget...." kata yang lain, mereka ngobrol seru, melambaikan tangan saat Aga meninggalkan supermarket kecil. Zivannya melambaikan tangan dan tersenyum dari kaca jendela yang terbuka lebar, mereka membalas sambil tertawa lebar.


"lucu ya jadi kangen masa sekolah" tawa Zivannya pelan.


"hmmm..." dehem Aga, Zivannya menoleh menyentuh telinga Aga.


"kenapa by" nggak suka aku mintain tolong beliin pembalut" senyum Zivannya, Aga menggeleng.


"bukan, aku masih bisa memakluminya. aku nggak mau kamu teringat sekolah, pasti kamu teringat sama Bima" jawab Aga tidak suka. Zivannya membeku seketika mendengar ucapan Aga, sedetik kemudian tertawa pelan. "padahal aku sama sekali lupa kalo pernah jalan sama Bima, malah kamu yang ngingetin. makasih lho by" goda Zivannya.


"yang" Rajuk Aga, Zivannya tersenyum mengusap pipi Aga. "aku keinget kalo berangkat sekolah bareng mama, pulangnya dijemput angkot, sampai kadang-kadang angkotnya nggak mau dibayar. karena mama sering nunggu didepan rumah sambil nenteng makanan atau sembako buat mang angkot" tawa Zivannya.


"terkadang saat aku belum nampak, mang angkot belum berangkat narik, baru kalo aku berlari-lari keluar dari sekolah mang angkot nyalain mesinnya. it's just memories at school by, simple isn't" toleh Zivannya, Aga terdiam.


hai hai hai... para readers, love you all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak hehehehehe..


selamat menikmati cerita kedua kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.


ciehhh... udah kayak mau tampil dikondangan aja nih hahahaha...


dukung yaaa... karya kedua ku.


love...love...love all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..

__ADS_1


thanks a lot pisang sekebon...😘


__ADS_2