Jika Aku Jodohmu, Maka Akan Jadi Milikmu

Jika Aku Jodohmu, Maka Akan Jadi Milikmu
chapter 22


__ADS_3

"tapi sebenarnya papa saat ini menatap kita dan memeluk kita berdua dengan senyumnya yang khas" usap punggung mama menitikkan air mata pelan. Zivannya mengangguk dan berkaca-kaca.


"papa orang yang baik, surga adalah balasan untuknya" kata Zivannya. mama mengangguk mengiyakan.


suara motor terdengar memasuki halaman rumah Zivannya, Aga turun dari motor dan berjalan pelan menuju rumah Zivannya.


"pagi" ketuk Aga dipintu rumah. mereka menoleh melihat Aga yang sudah rapi dan gagah.


"masuk aja nak Aga, Zivannya belum mandi kalah sama nak Aga" senyum mama menepuk tangan Zivannya yang segera melepaskannya.


"nggak papa ma, belum mandi aja cantik. takutnya kalo udah mandi bikin cowok lain tambah banyak mendekat" senyum Aga masuk dan menyalami mama Zivannya sedangkan Zivannya menjauh dari Aga.


"aku udah mandi Zi, kita harus kerumah Aris kan" senyum Aga mendekati Zivannya.


"ini masih terlalu pagi kak, nggak sopan pagi-pagi bertamu kerumah orang" kata Zivannya membelalakkan matanya lebar.


"stop disitu kak, nggak malu sama mama. udah dewasa jangan main beginian" tunjuk Zivannya yang berada diujung meja dan Aga diujung meja satunya, Zivannya berusaha menghindar.


"bersih-bersih diri sana, kita akan keluar sebentar lagi" kata Aga.


"kakak duduk dulu dengan mama, aku kebelakang dulu" lari Zivannya kebelakang.


mama dan Aga tertawa melihat tingkah laku Zivannya yang seperti anak kecil.


"kalian akan keluar setelah dari rumah Aris" tanya mama. Aga mengangguk, "hanya berjalan sebentar ma, Aga akan pulang jam 2 siang. sedangkan ayah dan bunda sudah pergi kejakarta tadi malam, kedua kakak Aga pergi liburan sendiri-sendiri" kata Aga, mama mengangguk.


"apa kamu membawa pakaianmu dan sudah keluar dari hotel" tanya mama.


"belum ma, Aga baru memasukkan pakaian kotor ke laundry dekat hotel. nanti siang sekalian check out Aga akan menitipkannya disini" geleng Aga.


"kalo begitu mama akan berjalan keliling kampung dulu, menyapa para tetangga. kamar Zi disebelah kanan, jika kamu ingin rebahan. anak itu lama kalo mandi" kata mama beranjak dari tempat duduknya.


"hati-hati ma, bawa ponsel kemanapun mama pergi" kata Aga mengingatkan, mama mengeluarkan ponsel dari saku celananya, Aga tersenyum.


Aga berkeliling disekitar rumah, melihat-lihat keadaan disekitarnya, beberapa tetangga sudah memulai aktifitasnya dan sedang berbincang-bincang sebentar dengan mama Zivannya yang melintas. sosok ibu yang tegar membesarkan anaknya seorang diri dan tidak mencari pengganti suaminya, seorang guru yang dihormati muridnya karena kasih sayangnya. Aga melihat punggung mama Zivannya seperti melihat bundanya yang sedang menemani ayahnya saat acara kedinasan. punggung seorang ibu yang menjadi sandaran anak-anaknya di manapun dan kapanpun.


Aga kembali masuk kedalam setelah mama Zivannya tidak terlihat lagi, Zivannya masih berada dikamar mandi, aga memilih untuk melihat kamar Zivannya dan tiduran menunggunya.


"lho kak, kenapa disini" terkejut Zivannya melihat Aga yang memainkan ponselnya sambil tiduran di ranjang Zivannya.


"lama nunggu kamu selesai, mama udah jalan pagi keliling kampung. lebih dari seperempat jam kamu mandi" kata Aga menelusuri dunia Maya diponsel pintarnya. Zivannya membuka lemari pakaian


miliknya, mengeluarkan celana kain, baju dan jaket kain.


"tumben nggak pake jeans" lihat Aga, "dirumah mama sering membelikan pakaian gaul anak muda kak" kata Zivannya mengenakan celana panjangnya, mengenakan blouse warna cerah, yang eye catching.


Aga mendekat dan memepet tubuh Zivannya hingga menempel dilemari.


"ada apa kak" kerut Zivannya yang wajahnya menempel dikaca lemari. Aga mengendus leher Zivannya yang diikat ekor kuda asal.


"isshhh kak, pagi-pagi juga. ayo nanti ditunggu bapaknya kak Aris. keburu kekelurahan nanti" geli Zivannya.


"sebentar aja" kecup tengkuk Aga. Zivannya terdiam merasakan sentuhan Aga yang lembut. Aga membalikkan tubuh Zivannya menghadapnya dan mencium lembut bibir Zivannya yang terbuka menyambut ciuman Aga yang semakin lama semakin intens.

__ADS_1


Aga membuka kembali blouse Zivannya dan melemparnya kesembarang tempat dan membawa Zivannya ketempat tidurnya tanpa melepaskan pagutan bibirnya.


"kak, nanti mama datang" kata Zivannya setengah sadar akan buaian Aga. Aga mempercepat sesapannya disekitar benda kenyal kesukaannya, dan mencium bibir Zivannya untuk terakhir kalinya.


"hmmm" usap bibir Aga, Zivannya membuka matanya dengan sayu. Aga mengambil blouse Zivannya yang dia lempar sembarangan, mengenakannya kembali pada Zivannya.


"kamu tau Zi, tubuhmu membuatku candu untuk terus menyentuhnya" usap pipi Aga, Zivannya terduduk sesaat, merapikan blouse dan rambutnya sebelum keluar menyusul Aga yang berada diruang keluarga.


"semua berkas ada dilemari kaca itu kak" tunjuk Zivannya kebelakang mengambil air minum. Aga membuka lemari kaca kecil dipojok ruangan, mengambil berkas paling atas berwarna biru memeriksanya sesaat dan menutupnya kembali.


Zivannya datang dengan segelas teh hangat menyodorkannya kearah Aga yang segera meminum setengahnya, "kita kerumah Aris sekarang" pandang Aga melihat penampilan Zivannya. Zivannya segera menghabiskan minuman teh Aga dan mengambil jaket menyusul Aga yang sudah menunggu diluar. Zivannya segera menutup pintu rumah.


"nggak dikunci Zi" kerut Aga, Zivannya menggeleng dan berjalan disamping Aga untuk menuju arah rumah Aris yang letaknya tidak jauh dari rumah Zivannya.


.


"pagi pak" salam Aga dan Zivannya bersamaan. bapak Aris menyambut mereka berdua dengan senyuman, menerima berkas surat-surat yang diperlukan untuk mengurus surat nikah.


"nanti akan saya kabari secepatnya nak, jangan kuatir. tidak akan memerlukan waktu yang lama.


"terimakasih pak sebelumnya, saya akan kembali siang ini, akhir pekan akan datang kesini. bisa diberikan ke Zi jika sebelum saya kesini sudah beres perijinannya. biar bisa dikirim lewat ekspedisi sama Zi nanti" kata Aga.


"nak komandan... maksud saya nak Aga kapan kembalinya" tanya ayah Aris tertawa.


Aga tersenyum, "siang nanti pak, setelah kewajiban sore saya balik tugas" kata Zivannya.


"kalo begitu nanti siang akan saya usahakan selesai. biar bisa dibawa serta berkasnya. biar nggak bolak-balik. nanti saya kabari" kata ayah Aris berpikir sebentar.


"kalo gitu saya permisi dulu pak, terimakasih atas pertolongannya" salam Aga mohon pamit dan segera berjalan kembali kerumah Zivannya. menyapa beberapa orang yang kebetulan bertemu dijalan.


"mama belum pulang kak" buka pintu Zivannya menuju kamar mengambil tas kecilnya.


"aku tadi udah pamit, sebelum berangkat kita akan kesini lagi untuk pamit, jadi... kita kemana hari ini" pake helmet Aga sambil melihat Zivannya yang menutup pintu.


"keliling aja, menikmati angin sepoi-sepoi" tawa Zivannya memakai helmetnya.


"baiklah, sambil cari sarapan nanti. apa yang enak kita makan, is that ok" pandang Aga. Zivannya manggut-manggut tanda setuju, jika menyangkut makanan apapun itu pasti dia selalu setuju.


beberapa jam mereka mengelilingi sudut kota sambil mencoba beberapa makanan khas kota kelahiran Zivannya.


"Zi, kita beli sesuatu untuk bapaknya Aris dulu" kata Aga sebelum kembali ke hotel.


"disana aja kak, banyak pilihan. makanan dan beberapa barang" kata Zivannya menunjuk sebuah pusat perbelanjaan. Aga mengangguk dan melaju agak cepat.


"kita pilih beberapa pakaian untuk mereka dan Aris. serta beberapa makanan. apa itu cukup kak" pilih Zivannya melihat beberapa item.


"tentu, aku ngikut aja. ini untuk pembayarannya nanti" serah kartu Aga, Zivannya mengambilnya dan segera memilih beberapa item untuk buah tangan bagi keluarga Aris.


"lumayan kak" perlihatkan barang-barang yang sudah dibelinya kepada Aga yang menunggu diluar sambil duduk. Aga meraih belanjaan Zivannya.


"ayo kita pulang, waktunya packing" jalan Aga, Zivannya mengikuti langkah Aga yang sudah berjalan menjauh.


"kita kirim semua barang ini kerumah dulu, nggak mungkin kita bawa ini semua. mana pakaian laundrymu banyak banget" lihat Zivannya.

__ADS_1


"baiklah, aku pesen online untuk mengantar barang ini kerumah, alamat rumahmu" sodor ponsel Aga, Zivannya segera mengetik alamat rumahnya, 10 menit kurir yang mengantar barang sudah tiba, Zivannya berbincang sebentar dengan kurir yang membawa barangnya.


"kenapa lama ngobrolnya" tatap Aga, Zivannya berjalan mengikuti Aga masuk hotel.


"titip pesen jika tidak ada orang dirumah, letakkan saja diteras depan, dia takut nanti ada orang yang melihat dan mengambilnya, nanti dia yang terkena masalah jika hal itu terjadi. aku bilang taruh ditempat yang tidak terlihat dari luar aja karena mama jam segini mungkin masih disekolah. ini bukan waktu libur" jawab Zivannya.


Aga membuka kunci kamar hotel langsung menuju kamar mandi, Zivannya duduk disofa dan berselancar didunia maya.


ada chat dari Soni anak sastra yang mengajaknya untuk naik gunung minggu depan, Zivannya segera membalasnya dengan meminta maaf, karena baru pulang ke kampung halamannya, menemani mamanya ada acara dirumah, jadi tidak bisa ikut untuk bulan ini. memeriksa beberapa chat yang jarang dibukanya selama dirumah, melihat media sosialnya yang penuh dengan kabar baru dari teman-temannya, termasuk Rara yang mengunggah moments nya dengan Dimas. Zivannya tersenyum lebar melihat moments mereka yang selalu saja bertengkar.


"senyum sendiri" lihat Aga keluar dari kamar mandi. Zivannya memperlihatkan layar ponselnya.


"mereka bertengkar lagi" senyum Aga, Zivannya menyerahkan ponselnya berlalu menuju kamar mandi. Aga merebahkan dirinya di ranjang sambil melihat media sosial Zivannya, menambahkan dirinya menjadi teman Zivannya juga, Aga mengkerutkan alisnya ketika mendapati moment dari Bima yang membuat status baru, hingga akhirnya membuka media sosial Bima.


"kenapa kak" dekat Zivannya tiba-tiba, Aga memperlihatkan media sosial Bima. Zivannya mengkerutkan alisnya, "darimana kakak dapat akunnya" pandang Zivannya duduk disebelah Aga.


"aku malah lupa kalo berteman dengannya, lama tidak membuka media sosialku. karena sibuk dengan kuliah dan kerja" pandang Zivannya melihatnya dengan seksama. Aga meraih pinggang Zivannya dan membawanya tidur disebelahnya.


"aahhh.... " kaget Zivannya terjatuh dengan sempurna.


"nggak lucu tau kak, bikin jantungan" pandang Zivannya kesal. Aga menatap Zivannya, kenapa nggak kamu unfoll aja dia" elus pipi Aga.


"buat apa, biarin aja. toh yang penting aku menganggap dia bukan siapa-siapa. biar dia tau, jika bahagiaku itu lebih berharga daripada hidupnya" geleng Zivannya menutup akun Bima. aga meraih ponsel Zivannya dan mengabadikan moment mereka saat ini.


"ngapain juga" kata Zivannya melihat moment yang diambil oleh Aga, Aga menciumi pipi Zivannya berulangkali turun ke lehernya, dadanya.


Zivannya meletakkan ponselnya dan mendorong Aga menjauh. "ayolah kak, nanti telat. kamu harus pamitan ke mama sebelum pulang" kata Zivannya mencoba bangun. aga menahan tubuh Zivannya dengan tangannya berada dileher Zivannya.


"begini dulu. aku ingin begini dulu" hembus nafas Aga tepat ditelinga Zivannya. Zivannya membeku seketika, membiarkan Aga istirahat sebentar.


"jangan bermain api dengan cowok lain Zi, apalagi jika aku tidak berada disampingmu" kata Aga diceruk leher Zivannya yang mengangguk pelan.


"aku tidak akan membatasimu tapi kamu harus menjaga jarak dengan yang lain seperti sekarang, karena aku tidak tenang" kata Aga. Zivannya menoleh cepat, Aga memandang Zivannya dan mencium bibirnya lembut.


"aku bukan orang yang sabaran jika itu menyangkut dirimu Zi" pandang Aga mencium bibir Zivannya lagi.


"dan aku akan berbuat nekat jika kamu tidak memperdulikan omonganku" cium Aga lagi. Zivannya tersenyum dan menghadap kearah Aga yang ada disampingnya.


"apa kamu semengerikan itu ga" pandang Zivannya menangkup kedua pipi Aga. Aga mengangguk pelan.


"hanya denganmu, selain keluargaku. selama ini aku tidak semengerikan itu. tapi denganmu tidak bisa aku tahan" pandang Aga sayu.


hai hai hai... para readers, love you all sekebon pisang, biar bisa dibuat pisang goreng yang banyak hehehehehe..


selamat menikmati cerita kedua kalang di sini. jadi mohon maaf jika ada banyak kesalahan dalam merangkai kata dan kalimat.


ciehhh... udah kayak mau tampil dikondangan aja nih hahahaha...


dukung yaaa... karya kedua ku.


love...love...love all sekebon pisang biar bisa bikin pisang goreng banyak..


thanks a lot pisang sekebon...😘

__ADS_1


__ADS_2