
kehidupan Zivannya dan Aga berjalan seperti biasa, setiap dua Minggu sekali atau ketika ayah dan bunda berada di Jakarta, mereka akan pulang, bertemu dengan keluarga dirgantara dan Matahari. Aga dan Zivannya berencana sepulang Zivannya kuliah kerja nyata akan berlibur ke raja empat selama seminggu berdua.
mendekati waktunya untuk berangkat KKN, Zivannya mengepak barang-barang keperluan untuk sehari-hari selama menetap disana kurang lebih 3 minggu, Aga melihat Zivannya yang sibuk menata didalam tas jinjing besar.
"bawaannya banyak banget yang" sentuh kepala Aga yang duduk ditepi ranjang, Zivannya mendongak dan tersenyum, Aga mengecup bibir Zivannya.
"lebih banyak dari bawaanku ketika pendidikan dulu" hembus nafas Aga tidak rela.
"kamu pake seragam terus kalo pendidikan sedangkan aku pake baju biasa by, masak ya bawa 3 lembar baju doang" tanya Zivannya, Aga terdiam. Zivannya berbalik dan menatap Aga.
"3 Minggu itu lama lho yang" pandang Aga lesu. Zivannya mendengarkan Aga yang selalu merasa tidak rela berjauhan dengan Zivannya, apalagi dalam waktu lama. ini baru pertama kali mereka berpisah cukup lama setelah resmi menjadi suami istri.
"nanti kalo ada waktu untuk bisa pulang, aku kabari by. jangan kuatir" senyum Zivannya, Aga mengangguk. Zivannya harus ekstra sabar menghadapi mood Aga yang semakin kesini semakin posesif dan bucin banget. jika tidak sedang dinas atau kuliah, Aga akan selalu nempel dan lengket ketubuh Zivannya. Zivannya kembali menata baju-baju yang akan dibawanya pada saat pergi nanti.
"jangan tebar pesona sama cowok-cowok disana yang" ingatkan Aga, Zivannya mengangguk.
"jangan lupa setiap hari untuk memberi kabar yang" kata Aga, Zivannya mengangguk.
"jangan lupa makan teratur, agar tidak sakit" pesan aga, Zivannya mengangguk.
"jangan keluar malam kalo tidak perlu" ucap Aga, Zivannya mengangguk.
"ingat kalo kamu sudah punya suami, seseorang yang menunggu dirumah" ulang Aga, Zivannya mengangguk. Aga memeluk tubuh Zivannya dari belakang. Zivannya menepuk pipi Aga pelan. Aga menempel erat dipunggung Zivannya, seperti koala kecil yang mau kehilangan induknya.
__ADS_1
"yang, aku boleh melihatmu kesana nggak" tanya Aga, Zivannya mengangguk.
"tentu by, boleh aja. kami tinggal dirumah kepala desa, kelompokku berjumlah 5 orang. setiap desa ada lima kelompok. wilayah yang aku datangi ada 5 kelompok karena ada 5 RW didalam satu desa. jadi kelompok satu ditempatkan dirumah kepala desa" jawab Zivannya.
"berarti lebih aman dong kamu disana, penjagaannya akan lebih ketat kalo malam hari" kata Aga.
"aku belum pernah kesana by, jadi tidak tau daerahnya seperti apa, denger-denger saat musim kemarau seperti ini airnya sulit jadi mungkin kita akan berjalan kedesa sebelah saat mau mandi" kata Zivannya, Aga menghela nafas.
"jangan kuatir by, jika aku menyusulmu diperbatasan kan sama aja. itung-itung latihan untuk kuat menemanimu" kata Zivannya, Aga mengangguk. Zivannya kembali meneruskan mengepak pakaian yang akan dibawanya.
"nggak bawa pembalut yang" ingatkan Aga, Zivannya menepuk dahinya lupa, Aga segera beranjak dan mengambil stok pembalut Zivannya yang dibelinya dulu dan kembali menempel ke tubuh Zivannya.
2 hari kemudian Zivannya berangkat kedesa tempatnya kuliah kerja nyata, pagi-pagi sudah berkumpul digedung pusat untuk diberi pengarahan dan sambutan rektor melepas mahasiswa melaksanakan kuliah kerja nyata tahun ini. para mahasiswa diberangkatkan menggunakan bus menuju desa-desa tempat KKN mereka masing-masing. keluarga yang mengantar dan menunggu pemberangkatan mahasiswa berada dipinggir menunggu para mahasiswa diberi pengarahan.
Aga mengantar istrinya kebarisan kelompoknya sembari menunggu tas jinjing yang dibawa Zivannya untuk tinggal disana selama sebulan. Zivannya memberi salam kepada kelompoknya yang sudah datang duluan, 3 laki-laki dan satu perempuan dari jurusan lain, Zivannya juga berkenalan dengan kelompok lain yang satu daerah. Dimas melambaikan tangan ke arah Zivannya yang agak jauh barisannya, walau satu daerah tapi beda kecamatan dengan Zivannya. sesekali Zivannya menoleh melihat Aga yang berdiri dengan tenang menatap Zhivannya.
"by, aku berangkat dulu" salam Zivannya mencium punggung tangan Aga sesaat setelah suaminya turun dari bus untuk meletakkan tasnya, Aga mengangguk dan tersenyum mengecup kening Zivannya.
"jangan lupa selalu kabari" kata Aga, Zivannya mengangguk memperlihatkan ponselnya yang selalu menyala. Aga tersenyum, Zivannya segera naik karena satu-satu bus sudah bergerak perlahan meninggalkan pelataran parkir sepanjang gedung pusat kampus. Zivannya duduk didepan sendiri, melambaikan tangan kearah Aga yang masih setia menunggunya hingga bus berangkat membawa Zivannya, Aga menghembuskan nafasnya panjang dan berjalan pelan meninggalkan kampus Zivannya, jiwa ksatria mengharuskan dirinya untuk berdiri tegak walau apapun itu, Aga menuju mobilnya untuk membawanya ke kesatuan tempatnya dinas saat ini.
Zivannya menggunakan earphone untuk mendengarkan lagu dari Spotify selama dalam perjalanan dihari Selasa yang cerah ceria, ada yang bernyanyi dan bermain gitar hingga karokean menggunakan ponsel masing-masing. suara tawa dan sukacita menuju tempat kuliah kerja nyata mewarnai pagi Zivannya.
tiba ditempat tujuan waktu sudah hampir sore, mereka dikumpulkan dikantor wilayah bagian Jawa tengah tempat mereka nanti ditugaskan. setiap 5 kelompok akan diantar oleh bus kecil menuju tempat mereka tinggal nanti. Zivannya menjinjing tas nya dan mengikuti teman-teman lainnya untuk masuk ke bus yang membawa mereka. Zivannya mengirim pesan kepada Aga dan tak lupa untuk mengirim moments saat ini.
__ADS_1
memasuki desa tempat mereka ditugaskan memakan waktu sekitar satu jam dari jalan besar. jalan batu putih yang ditata dengan rapi menambah keasrian desa tempat mereka KKN. rumah kepala desa yang berbentuk Limasan dengan filosofi Jawa menambah kesan yang menyejukkan hati Zivannya.
Zivannya segera mengambil moments lingkungan sekitar dan mengirim pesan untuk Aga, namun sinyal yang ada pada ponselnya tidak aktif. Zivannya menghela nafasnya panjang, kelompoknya disambut oleh kepala desa sendiri dan istrinya yang sangat antusias menyambut mahasiswa yang datang untuk KKN. Zivannya bergantian dengan teman-temannya memberi salam kepada keluarga kepala desa.
Zivannya mendapat bilik kamar berdua dengan teman perempuannya dan tiga teman laki-laki lainnya dibilik kamar yang satunya. kepala desa memiliki dua orang anak, perempuan yang masih smp dan laki-laki yang sudah menyelesaikan pendidikannya dan bekerja menjadi perangkat desa. mereka ditempatkan di area depan rumah kepala desa, sedangkan keluarga kepala desa berada dibilik belakang.
Zivannya dan yang lain berkumpul untuk mendengar dan berkenalan dengan keluarga kepala desa selama mereka nanti tinggal sementara disana. anak laki-laki pak kepala desa lebih banyak berbicara dan mengobrol dengan Zivannya dan teman-temannya, memberi masukan dan pengarahan program apa saja yang nanti dapat mereka lakukan meneruskan apa yang mahasiswa KKN lakukan ditahun-tahun sebelumnya sehingga program KKN dan desa dapat berkelanjutan. Zivannya dan teman-temannya merasa senang dan berterima kasih karena sudah dimudahkan untuk program yang akan mereka laksanakan tanpa harus membuat program baru yang nantinya membuat masyarakat sekitar enggan. teman Zivannya menanyakan bagaimana untuk berkomunikasi dengan keluarga dirumah selama mereka menetap di sini karena sinyal ponsel yang sulit, putera kepala desa yang mendengarnya tersenyum mengerti. memang kendala ditempat ini adalah sinyal ponsel yang tidak terlalu kuat, mereka harus ke tempat yang lebih tinggi dari sini.
hari esok, putera pak kepala desa membawa mereka ke kelurahan tempatnya bekerja untuk menerima sambutan dari aparat desa setempat bersama dengan kelompok lainnya. Zivannya segera mengirimkan pesan dan mengambil moments kegiatannya saat ini. Zivannya mengirim pesan jika ditempatnya sekarang susah sinyal jadi tidak bisa setiap hari berkirim kabar, jika harus mendapat sinyal harus berjalan ke desa sebelah. Aga segera membalasnya dan mengatakan tidak apa-apa, jika Zivannya sedang mendapat sinyal maka harus berkirim kabar. Zivannya mengirim emoticon Ok.
tidak terasa sudah seminggu Zivannya dan teman-temannya melaksanakan program KKN yang telah mereka susun bersama dengan putera kepala desa yang membantu mereka, kulit Zivannya menjadi kecoklatan karena sering berkegiatan pada siang hari bersama dengan kelompok lain. sinar matahari yang menyengat dan iklim yang kering membuat Zivannya sedikit pusing karena cuaca, Zivannya dan teman-temannya sering memakai topi untuk menghalau matahari, bagi para mahasiswa yang bukan penduduk lokal sedikit kesulitan untuk menyesuaikan dengan cuaca, bagi penduduk desa hal itu tidak masalah.
Zivannya dan teman-teman menikmati masa KKN dengan canda dan tawa, keseriusan malah membawa mereka ke hal-hal yang berujung tawa, tidak ada yang minta ijin untuk pulang kerumah sebentar, karena jarak yang lumayan jauh. sehingga mereka malas untuk bolak-balik. Zivannya pun mengikuti teman yang lain untuk tetap berada di sana. berteman dengan penduduk dan pemuda-pemudi karang taruna menambah pengetahuan kehidupan sosial Zivannya. pembawaan Zivannya yang gampang berteman menular pada temannya dalam bersosialisasi dengan penduduk sekitar, Zivannya selalu berdua dengan teman perempuannya kemanapun mereka pergi. temannya yang memiliki style girly sedang style Zivannya yang tomboy terkadang membuat bahan candaan yang lain karena bertolak belakang. semua dilalui dengan senang dan nyaman bagi Zivannya. program yang mereka lakukan selama KKN dapat berjalan dengan lancar dan baik, keberadaan putera kepala desa memiliki peran yang tidak sedikit bagi kelompok-kelompok mahasiswa KKN yang ada.
tidak sedikit yang menaruh hati kepada Zivannya, tapi Zivannya tidak pernah menanggapi dan bersikap seperti biasa dan tidak terjadi apa-apa, karena dia tahu seringnya intensitas bertemu dengan mereka membuat mereka merasa nyaman dan merasa nyambung dengan Zivannya.
tidak terasa minggu terakhir program KKN Zivannya sudah berjalan, Zivannya segera mengemasi barang-barangnya kedalam tasnya lagi, Zivannya menatap bilik kamarnya untuk terakhir kalinya, tempat dia tinggal selama tiga minggu. Zivannya memeluk teman perempuannya yang selama ini menemaninya, mengucapkan kata maaf dan berterima kasih sudah menjadi teman yang baik dalam suka dan duka selama tiga minggu ini. mereka keluar dan bertemu dengan teman laki-laki satu kelompok. mereka akan bergabung dengan kelompok lain di kelurahan tempat mereka dulu dikumpulkan. kepala desa memberikan sambutan terimakasih kepada para mahasiswa KKN yang telah banyak membantu program-program desa, sehingga selalu berkelanjutan setiap tahunnya.
Zivannya menatap semua mahasiswa yang sudah selesai KKN dengan wajah-wajah yang terlihat lelah namun bahagia. perjalanan selama tiga minggu membuat banyak perubahan dalam diri mereka, para mahasiswa untuk hidup bermasyarakat. memang tidak mudah untuk mengatur dan membimbing orang lain agar sejalan dengan program mereka, tidak sedikit usaha untuk mengenal dan memahami karakter masing-masing orang dengan program yang mereka lakukan. banyaknya faktor yang tidak terduga membantu dan mematahkan semangat mereka saat program berjalan. Zivannya semakin bersyukur diberi kehidupan dimana orang-orang sekitarnya sangat mendukung dan menyayanginya. Zivannya mengedarkan pandangannya kesekeliling pendopo aula tempatnya duduk menerima sambutan dan perpisahan dari semua pihak yang terkait. hingga dia melihat sosok yang dirindukannya selama ini berada ditengah kerumunan orang-orang yang berada disekitar pendopo kelurahan.
Zivannya menajamkan penglihatannya dan mengucek matanya jika itu hanya halusinasinya saja karena lama tidak bertemu dengan suaminya. Aga tersenyum melihat tingkah istrinya yang tidak percaya dengan penglihatannya. Zivannya mengambil ponsel dari saku celana jeans belel nya, menghubungi Aga. Aga melambaikan tangannya mengangguk kearah Zhivannya. Zhivannya tersenyum lebar mengangguk dan kembali mendengarkan sambutan dari beberapa perangkat desa kelurahan dan kecamatan untuk melepas kepergian mahasiswa KKN tahun ini. selama dua jam prosesi pelepasan mahasiswa dilakukan, Zivannya sudah tidak sabar untuk memeluk tubuh suaminya yang dirindukannya.
luv....luv...luv... to all readers. dukung terus karyaku ya, biar tambah semangat untuk terus menulis.
__ADS_1
dukung dan dukung terus...
terimakasih semuanya..