Jika Aku Jodohmu, Maka Akan Jadi Milikmu

Jika Aku Jodohmu, Maka Akan Jadi Milikmu
chapter 161


__ADS_3

Zivannya dan Rara terlihat sibuk sejak pagi, Yuda menghirup kopi hitamnya diteras rumah Zivannya melihat orang yang berlalu lalang keluar masuk kompleks perumahan sedangkan didalam rumah Zivannya membantu Rara untuk berdandan di hari wisudanya "papa mama mu datang Ra" tanya Zivannya merapikan tatanan rambut Rara yang disanggul kecil "aku tidak tahu apa mereka punya waktu untuk datang, setidaknya kartu pemberitahuan nya udah aku berikan jauh-jauh hari sebelumnya terserah mereka akan datang atau tidak" jawab Rara tidak peduli Zivannya terdiam merapikan kebaya Rara "aku akan mengganti baju dulu kita harus segera berangkat agar dapat parkir awal" pandang Zivannya dari kaca besar cermin, Rara mengangguk tersenyum. Zivannya masuk kedalam kamarnya dan mengganti t-shirt dengan gaun yang disiapkan bundanya "hallo by" lambai tangan Zivannya saat terhubung dengan suaminya


"kamu terlihat cantik, yang" pandang Langit menatap Zivannya lekat, Zivannya tersenyum memberi finger heart apa Korea ke arah suaminya "aku terlihat cantik karena ada kamu yang membuatku bahagia suamiku" pandang Zivannya, Langit tertawa lebar mendengar ucapan istrinya.


"kabari aku jika nanti sudah selesai acaranya agar aku bisa melihat mu lagi" kata Langit "tentu by, aku akan selalu mengabari mu apapun itu" angguk Zivannya "terasa lama waktu berlalu" topang dagu Langit "kemari lah pak komandan kita honeymoon" naik turunkan alis mata Zivannya Langit duduk dengan tegak "aku nanti ketemu dengan pimpinan, coba nanti aku akan membawa namamu agar bisa dapat keringanan" jawab Langit "aaaiiisshh.... kenapa bawa-bawa aku sih kak ntar dimarahi berdua" pandang Zivannya "kita kan sepaket, yang. kenapa takut kalau berdua" kata Langit "terserah deh. ntar kalo beneran aku pulang lama aja sekalian naik gunung" ancam Zivannya. "kamu belum dapat ijinku, yang. main berangkat aja" kata Langit Zivannya terdiam membenarkan penampilannya.


"cincin kawinnya mana" tanya Langit, Zivannya memperlihatkan jari manis kiri nya, "jangan terpesona laki-laki lain, yang" kata Langit "hubby" kesal Zivannya, "iya.... iya.... aku yang terlalu bucin" angguk Langit tersenyum. "Zi..... kita berangkat sekarang" ketuk Rara, "Ok" jawab Zivannya dari dalam "aku berangkat sekarang by, jaga diri baik-baik jangan lupa makan agar tidak sakit" pandang Zivannya Langit mengangguk.


"di cek pak komandan dulu" masuk mobil Zivannya duduk disamping Rara, "welcome pengangguran" hembus nafas Zivannya menatap Rara mereka tertawa pelan. bagaimana setelah ini mereka akan benar-benar menapaki fase hidup yang lebih tinggi lagi "welcome to the society" seru Rara, Yuda berjenggit kaget mendengar mereka berdua yang diluar perkiraan.


"selamat my best friend, selamat...." peluk Zivannya pelan menyodorkan rangkaian coklat atas kelulusan Rara. "terimakasih sahabat baikku, U always there for me" senyum Rara mengeluarkan air mata, Zivannya segera menyodorkan tissue kepada Rara yang segera menghapus airmata bahagianya "selamat Ra, semoga segera bekerja" kata Yuda, Rara dan Zivannya tertawa mendengar perkataan Yuda "aku mau nunggu laki-laki yang mau menghidupiku aja segera" geleng Rara, Yuda mengangkat bahunya tanda tidak peduli "semoga segera mendapatkannya" angguk Yuda Rara memutar bola matanya kesal. "mereka benar-benar tidak datang ya...." usap-usap bahu Zivannya lembut, Rara melihat sekitar dan mengangguk "tidak usah diperhatikan biarkan saja mereka dengan kesibukannya. mari kita ketemu dengan teman-teman yang lain untuk melakukan ritual kelulusan" pandang Rara, Zivannya mengangguk mengikuti langkah Rara lebih gesit darinya.

__ADS_1


"Ra....." panggil seseorang, mereka menoleh dengan cepat. tampak dua orang berseragam abdi negara sedang berjalan ke arah mereka, Zivannya terkejut dengan kedatangan dua orang itu "selamat untuk wisudanya semoga cepat bekerja" serahkan rangkaian bunga Bagaskara kepada Rara "makasih mas, kok bisa kesini nggak dimarahin komandan apa" tawa Rara menerima rangkaian bunga, Bagaskara menyalami Yuda dan Zivannya "ini untukmu istriku yang cantik" senyum Langit memeluk Zivannya dan mengecup keningnya sesaat Zivannya tersenyum mengangguk dan berjalan kembali bersama teman-teman nya yang lain yang sudah menunggu mereka.


Langit, Yuda dan Bagaskara mengikuti mereka sembari mengobrol banyak hal, Rara berada di lingkaran teman yang lain dalam melakukan ritual kelulusan hingga Zivannya ditarik oleh yang lain untuk melakukan hal yang sama "nggak enak kalo nggak bareng gini Zi" senyum Niko, Zivannya mengangguk dan mengambil posisi didekat Rara mereka segera melakukannya bersama-sama, tertawa riang mengingat semua yang telah mereka lalui saat kuliah suka dan derita saat mengerjakan tugas yang diburu waktu, pergi kemana-mana dengan yang lain tanpa mengenal waktu, moments yang tidak bisa dibeli dengan uang, moments yang membuat mereka akan rindu suatu saat, moments yang akan membuat mereka lebih menghargai kehidupan.


"makan dimana nih kantin aja gimana" tanya seseorang "masak kantin lagi" seru yang lain. "ini terakhir kita jadi mahasiswa lho, lama nanti kalo mau ke kantin kampus lagi" kata Rara "noh..... kayak Zivannya yang harus datang dari Jakarta baru bisa makan lagi dikampus" kata Niko, "aiishhh.... ya okelah.... bareng keluarga yang lain yaa...." kata seseorang "siiip..... ngambil apa aja boleh asal bayar sendiri-sendiri kayak biasanya" kata Niko mereka tertawa lebar mendengarnya


Langit mendekati istrinya yang mengambil rangkaian makanan ringan darinya "kenapa nggak bilang kalo mau kesini" tatap Zivannya Langit menunjuk Bagaskara yang sedang mengobrol dengan Yuda dan Rara sambil berjalan "dia kemarin mengajukan cuti satu hari untuk kesini menghadiri wisuda Rara dan aku jadi ikutan" kata Langit tersenyum "mendadak, yang" ikuti Langit "kapan pulang" tanya Zivannya "nanti malam penerbangan terakhir, mau ikut" jawab Langit menatap istrinya "lusa by, aku pulang" tatap Zivannya tenang "lama banget, yang. kan nanti malam juga bisa barengan" bisik Langit, "ato mau aku lebih lama by, disini" tanya Zivannya tersenyum Langit menggeleng pasrah.


Langit memperhatikan percakapan mereka berdua tanpa bersuara Zivannya menoleh dan menerima suapan dari suaminya "hanya lewat ponsel by, nggak ikut ke Surabaya jika kamu mengijinkan juga akan lebih baik jika aku bekerja bukan" senyum Zivannya mengusap kaki bagian atas suaminya Langit tersenyum mendengar komentar istrinya "aku hanya ingin kamu bahagia disampingku, yang" kata Langit Zivannya tertawa kecil "yaa..... terimakasih suamiku yang tampan" angguk Zivannya pelan Langit tertawa mendengar sarkasme Zivannya.


"oh ya om..... katanya ketemu pimpinan hari ini kenapa kalian bisa datang" tanya Zivannya mengerutkan keningnya, "sehabis dari sana kita langsung kebandara bu" kata Bagaskara, Yuda tertawa ngakak mendengar panggilan untuk Zivannya "iya bu" angguk Yuda Langit tertawa tertahan mendengar ungkapan Yuda Zivannya tertawa kecil "makasih om atas laporan nya tapi lain kali ikut latihan juga agar badan lebih berisi" angguk Zivannya mereka tertawa berdua "kebanyakan keluar malam bu dengan teman kalo pulang kerumah" kata Yuda, "hhhmmm..... bilangin temennya jangan suka keluar kalo malam agar teman baiknya bisa mencari gadis yang mau berbagi hidup dengannya" angguk Zivannya mereka tersenyum lebar "nggak asik nih kalo kalian main seringnya nggak ngajak aku" usir udara Rara disekitar keduanya "karena kita sering ketemu bertiga dengan Farhan makanya di juluki gadis di sarang penyamun mainnya dengan mereka melulu" kata Zivannya menghembuskan nafasnya "karena patah hati" ujar Yuda "karena tidak ingin disakiti lagi" angguk Zivannya tersenyum "kan ada aku yang menyayangimu selamanya Zivannya Fritscha" sahut Langit Zivannya tersenyum mengangguk "nggak hanya menyayangi terlalu bucin malah.... komandan bucin" geleng-geleng kepala Rara makan. Bagaskara mengangguk "tepat 100 persen" jawab Bagaskara.

__ADS_1


"bagus kan jika begitu" pandang Langit "bagus ndan terkadang perempuan membutuhkan udara untuk berada di ruangannya sendiri seperti laki-laki yang butuh waktu untuk sendiri juga" geleng Rara "apakah tidak baik bersama-sama setelah memutuskan untuk menjalaninya berdua" tatap Langit melihat istrinya "tentu, by. memang segala sesuatunya harus dijalani karena komitmen untuk berbagi suka dan duka bersama, saling terbuka memberi kita kekuatan untuk saling percaya" angguk Zivannya meletakkan tangan kanannya di paras suaminya Langit mencium telapak dalam tangan istrinya itu "aaaiisshhh..... udah ah.... nggak liat ada yang jomblo disini" kesal Rara "cari yang pas takarannya Ra jadi nggak jomblo lagi" toleh Zivannya "ya.... ya..... ya..... memang benar kalo udah ketemu yang pas maka semuanya akan terasa biasa saja" sarkas Rara, "hee.... eeemm...." senyum Zivannya menutup mulutnya sambil bertopang dagu.


"kalian mau nginep dimana" tanya Rara "penerbangan terlahir kami pulang karena hanya cuti sebentar" jawab Bagaskara "what..... kalian gila ya...." letak sendok bakso Rara "nggak capek apa bolak-balik seharian" tatap Rara kesal "tidak juga sudah biasa kami begitu malah lebih parah dari ini seringkali" angguk Langit. Rara menghela nafasnya pelan "ternyata memang benar kalo takarannya pas memang akan terasa berbeda kan Zi" toleh Rara Zivannya mengangguk tanpa bersuara karena sudah mulai hapal bagaimana karakter suaminya yang abdi negara "dulu juga dari Jakarta ke Kalimantan langsung Surabaya balik lagi Jakarta hanya untuk mengantar yang bukan siapa-siapa nya" jawab Zivannya, Langit tersenyum mengusap punggung Zivannya "siapa yang setiap akhir pekan bolak balik Jakarta Jogja memastikan seseorang baik-baik saja" angguk-angguk Rara "benar" angguk Zivannya pelan "sekarang terulang lagi karena teman baiknya dan istrinya ada disini" tebak Rara, "he em...." angguk Zivannya meminum es teh nya.


"Ra..... Zi...... lihat kamera dong" ambil seseorang mengabadikan moments mereka saat ini. Rara dan Zivannya segera melakukan banyak pengambilan moments bersama yang lain sebagai kenang-kenangan setelah menempuh fase dalam kehidupannya. mereka tertawa dan bercanda hingga melupakan ketiga laki-laki yang menemaninya.


hai...... hai..... hai...... all readers terimakasih telah berkunjung ke karyaku, terimakasih atas dukungannya selama ini. jangan lupa untuk membaca karyaku yang lain yaa.... genks.....


juga mengingatkan bahwa karyaku ini akan berakhir karena setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. terimakasih atas dukungannya selama ini.


luv...... luv.....luv.... U all readers sekebon pisang goreng. terimakasih banyak semuanya.....

__ADS_1


stay healthy all


__ADS_2