Jika Aku Jodohmu, Maka Akan Jadi Milikmu

Jika Aku Jodohmu, Maka Akan Jadi Milikmu
chapter 68


__ADS_3

Aga tidak melepas tautan tangannya dengan Zivannya menggenggamnya erat dengan kedua tangannya, sesekali mengusap punggung tangan Zivannya. mereka duduk dibelakang truk yang kosong, ada dua orang yang duduk didepan mengemudikan truk.


"kamu baik-baik aja kan, yang" pandang Aga, Zivannya mengangguk mengelus rahang Aga yang sedikit ditumbuhi bulu-bulu halus. Aga tersenyum senang, "kita akan tinggal di rumah penduduk yang ditinggalkan didalam hutan, terpisah agak jauh dari yang lain, aku tinggal disana selama ini, ada alat komunikasi ketika terjadi apa-apa" kata Aga, Zivannya mengangguk.


"bagaimana tugas akhir mu, yang. lancar kan" tatap Aga, Zivannya mengangguk. "kamu kurusan, yang" lihat tangan dan pipi aga mengelus pipi Zivannya Zivannya menggeleng. "itu karena kamu jauh dariku by, jadi merasa aku sedikit kurus, padahal sebenarnya tidak" senyum Zivannya menatap Aga tak percaya jika yang berada disampingnya adalah suaminya yang dirindukannya selama ini.


"jangan kuatir, aku baik-baik saja disini, nanti kamu bisa melihat gubuk yang aku tinggali. terlalu mewah untuk ukuran disini" senyum Aga, Zivannya mengangguk.


"kita akan tinggal disini sampai besuk, jadi akan menginap dirumah penduduk untuk mengangkut sayur dan bahan makanan lain untuk persediaan selama satu bulan" kata Aga, Zivannya mengangguk. "aku ikut kamu aja by" senyum Zivannya. Aga mengelus rambut Zivannya. "kamu sangat tersiksa jauh dariku ya, yang" pandang Aga, Zivannya mengangguk sesaat kemudian menggeleng, Aga tersenyum lebar.


"aku tau ini berat bagi kita apalagi kamu, tapi pada akhirnya nanti kita berkumpul kembali dan akan indah pada waktunya, yang. setelah tugas ini kita akan tinggal dipusat cukup lama, menemani bunda dan Ayah dirumah. apa kamu bersedia" kata Aga, Zivannya mengangguk.


mereka tiba disebuah rumah panggung yang sederhana tapi bersih dan rapi. Aga meletakkan ransel Zivannya dipojok ruangan lebar. "kita akan istirahat disini malam ini. besuk pagi kita akan mengambil bahan makanan didekat sini" pandang Aga, Zivannya mengangguk melepas sepatunya dan berbaring beralaskan papan kayu lantai rumah, Zivannya mengambil Hoodie dari dalam ransel, memakainya untuk menutup kepalanya saat tidur, Aga menggantungkan topinya, kedua anak buahnya berada disisi sebelah kiri, Zivannya tidur disisi sebelah kanan pintu masuk. karena malam telah larut, tak lama mereka telah tertidur dengan nyenyak. Aga melingkarkan tangannya memeluk pinggang istrinya yang sangat dirindukannya.


pagi hari, mereka segera bergegas untuk melaksanakan kewajiban dan menyelesaikan tugas yang harus mereka lakukan, Zivannya mengikuti petunjuk Aga untuk menghemat waktu dan energi, karena mereka akan melakukan pekerjaan yang melelahkan dan perjalanan yang panjang. mereka dibantu warga sekitar mengangkut hasil bumi dan bahan makanan lain dari pasar tradisional yang ada disekitar desa itu, truk telah penuh terisi bahan makanan dan sayur mayur, segera mereka meninggalkan Desa dan kembali kedalam kamp, selama berjam-jam truk melaju dengan kecepatan sedang. untung cuaca sedang panas terik jadi jalanan tidak becek dan berlumpur sehingga tidak menghambat laju truk yang mengangkut bahan makanan. Zivannya tertidur dengan kepalanya dikaki bagian atas Aga yang juga tertidur. perjalanan panjang membuat mereka mengistirahatkan tubuh lebih lama. Aga mengusap pipi Zivannya, Zivannya membuka matanya cepat menatap Aga yang tersenyum menatapnya. "kita akan segera sampai, ini sudah hampir petang" kata Aga, Zivannya mengangguk, segera duduk dan merapikan rambutnya. Aga mengelus kaki atas Zivannya. "aku benar-benar senang melihatmu baik-baik saja, yang" senyum Aga lebar. Zivannya tersenyum dan meraih jemari Aga menggenggamnya erat, "aku juga lega melihatmu baik-baik saja by, mendengar suaramu lagi, menggenggam tanganmu" perlihatkan tangan Zivannya. Aga mengecup jemari Zivannya.


"apa ada yang mengganggumu disana" tanya Aga melihat manik mata Zivannya. Zivannya tertawa renyah, menggelengkan kepalanya.


"no, big no. aku udah masuk tugas akhir kan, jadi interaksi dengan teman selain dua cat and mouse itu hampir tidak pernah. lebih banyak dirumah dan di Jakarta. bentar lagi aku pulang ke acara peringatan kepergian mama by" jawab Zivannya, Aga tertawa. "bagaimana kabar dua orang itu" kata Aga. "baik, mereka titip salam padamu by, Rara yang mengantarku kebandara kemarin. dia sering menginap dirumah, Dimas seringkali pulang jam 10 malam" jawab Zivannya, Aga tersenyum.


"tentu saja kamu boleh pulang keacara peringatan kepergian mama, yang. gunakan waktumu disana sesukamu, jangan terlalu lelah, yang. ingat badanmu juga butuh istirahat, jadi jaga tubuhmu sendiri dengan baik. bisa kan" tanya Aga, Zivannya mengangguk.


"kamu tidur sendiri sekarang" senyum Aga melihat Zivannya.


"he em, tidur dengan baju-baju mu by" senyum Zivannya, Aga tertawa.


"aku bawakan baju-baju ganti untukmu, nanti pulang aku bawa bajumu yang lama" pandang Zivannya, Aga mengangguk tersenyum.

__ADS_1


"kayak gantian yang KKN deh by" canda Zivannya, Aga tergelak mengusap punggung Zivannya. tidak lama mereka sampai ditempat mereka tinggal selama menjaga perbatasan.


"here we are" senyum Aga, Zivannya melihat sekeliling dari tempatnya berdiri. memakai topinya sedikit lebih dalam. Aga menggenggam jemari Zivannya, "mereka disana, aku disana. mandi disebelah sana hanya beralas dan berpagar bambu, dapur berada ditengah-tengah. mereka yang memasak bergantian" perlihatkan Aga, Zivannya mengangguk dan membungkukkan badannya memberi salam. Aga mengajak Zivannya menemui teman-teman lainnya yang sedang berisitirahat sambil berjaga-jaga.


"mereka adalah orang-orang terbaik yang bergabung didalam kesatuan, ini istriku Zivannya yang baru datang kemarin petang" kata Aga.


Aga dan Zivannya pergi untuk menuju tempat Aga beristirahat saat tidak bertugas, Aga meletakkan ransel Zivannya dipojok ruangan yang hanya ada tas ransel kesatuannya dan lembaran sajadah untuk melakukan kewajibannya saat tidak bertugas jaga. Zivannya melihat sekeliling ruangan yang sederhana, Zivannya mengeluarkan bawaannya untuk Aga, pakaian bersih yang dibawa dari rumah, makanan yang dapat bertahan lama, peralatan sehari-hari baru yang nantinya akan dibutuhkan Aga. Zivannya melihat Aga yang memberinya air putih dan makanan.


Aga menyuapi Zivannya dengan telaten bergantian dengannya. Zivannya sesekali menghapus airmatanya yang turun tanpa sadar saat menerima suapan Aga.


"jangan sedih, yang. kita ketemu ini lho, nikmati moments yang langka" senyum Aga, Zivannya mengangguk menghapus airmatanya dengan punggung tangannya.


"dua malam ini aku akan menemanimu, setelah itu aku akan membawamu kembali kebandara" pandang Aga, Zivannya manggut-manggut.


"walau aku menemanimu, tetapi tugasku tetap berjalan, yang. jadi aku mungkin akan meninggalkanmu disini dalam waktu yang agak lama" kata Aga, Zivannya mengangguk.


"tidur by, besuk kamu harus bertugas" kata Zivannya, Aga mengangguk dan tersenyum. memeluk tubuh Zivannya hingga mereka tertidur dengan pulas.


pagi hari, keadaan sekitar masih gelap. mereka melaksanakan kewajiban pagi secara bergantian. keadaan disekitar aman, Zivannya lebih memilih untuk berada didalam ruangan. menikmati pemandangan hutan secara seksama yang memperlihatkan keindahan alami. pohon-pohon menjulang tinggi seperti berbaris rapi menunggu giliran untuk tumbuh lebih besar, Zivannya mengabadikan moments ruangan Aga dan disekitarnya.


Zivannya berjalan mengitari sekitar tempat tinggal Aga. hingga matahari hampir tenggelam Aga datang setelah melakukan tugasnya, "kamu nggak makan, yang" lihat Aga, melihat Zivannya sedang mengatur pakaian Aga yang lama dengan yang baru dia bawa, Zivannya menggeleng. "nggak lapar by, aku memakan buah-buahan itu" isyarat dagu Zivannya. Aga segera membersihkan dirinya, menuju dapur untuk mengambil makanan.


"makan bersamaku, yang" senyum Aga. Zivannya mendekat setelah selesai merapikan. "by, aku melihatmu bahagia disini, aku juga merasa bahagia melihatmu" kunyah Zivannya, Aga mengangguk. "ini bagian dari panggilan jiwaku, yang. aku senang kalau kamu merasa lega kalo aku baik-baik saja" makan Aga. Zivannya mengangguk mengunyah makanan yang disuapi Aga. Zivannya tidak merasa waktunya sedikit untuk bertemu dengan suaminya, dia sudah jauh merasa lebih baik dan pikirannya jauh lebih tenang. selama dua hari mereka banyak mengobrol dan membahas segala hal yang berhubungan dengan mereka. Zivannya mengemas semua pakaian.


"aku antar sampai bandara, yang" usap kepala Aga, Zivannya mengangguk tersenyum. Aga menyalakan mesin motor, Zivannya naik dibelakang Aga. mereka segera melaju dengan cepat untuk segera kebandara, waktu masih gelap ketika mereka keluar dari hutan. mereka sampai dibandara setelah menempuh perjalanan yang panjang, Aga menggenggam jemari Zivannya erat. "jaga diri baik-baik, yang. kamu akan baik-baik saja tanpa aku disisimu saat ini. jalani hidupmu dengan lebih baik, yang" pandang Aga.


"aku akan selalu dibelakangmu dan mendukungmu apapun keputusanmu, jangan lupa untuk terus melakukan yang terbaik dalam hidup" kata Aga, Zivannya mengangguk.

__ADS_1


"aku akan selalu berdoa untuk kita agar terus bahagia dan bersama" kata Zivannya, Aga mengangguk dan tersenyum. Zivannya memeluk Aga erat. "pulang bersama yuk by" kata Zivannya pelan. Aga mengelus punggung Zivannya.


"aku akan pulang menemuimu, yang jika tiba saatnya nanti. aku akan selalu ada untukmu, untuk kita. doamu dan doa bunda yang melahirkan ku akan selalu membimbingku untuk pulang" bisik Aga, Zivannya manggut-manggut.


"baik-baik ya, yang. nurut sama bunda sama Ayah, jangan tinggalin mereka. karena mereka menyayangimu seperti aku menyayangimu" kata Aga, Zivannya mengangguk.


"jangan lepas tanganmu kepada keluarga kita, yang. mereka akan selalu ada untukmu" kata Aga, Zivannya mengangguk.


"aku sangat mencintaimu by, teramat sangat" pandang Zivannya, Aga tersenyum. "aku juga sangat mencintaimu, yang. hiduplah dengan baik. aku pasti akan segera pulang" kata Aga mengusap pipi Zivannya. Zivannya tersenyum mengangguk.


mereka menunggu pesawat yang delay dua jam lebih. Aga dan Zivannya melihat beberapa video yang mereka buat selama dua hari.


tawa dan ledekan mewarnai obrolan mereka yang cenderung out of the box. Zivannya sampai terpingkal-pingkal mendengar ledekan Aga yang absurd.


Zivannya memeluk Aga erat, mencium tangan dan kedua pipi suaminya. Aga mencium kening Zivannya lama, kedua pipi dan bibirnya. "janji jaga dirimu baik-baik, yang. jangan lupa Tuhan. aku minta maaf jika menyakiti hatimu" senyum Aga.


"aku minta maaf juga by, jika selalu membuatmu kesal dan belum menjadi istrimu yang baik. jaga dirimu baik-baik, by. jaga selalu dirimu, pulang dengan selamat by. aku akan menunggumu pulang" kata Zivannya, Aga mengangguk.


"sampaikan salam dan baktiku kepada bunda dan Ayah. mintakan maaf untuk segala kesalahanku selama ini. sampaikan salam dan maaf ku ke keluarga kak dirgantara dan kak Mentari, yang" kata Aga.


"Ok" senyum Zivannya memberi isyarat dengan jarinya. Aga tertawa pelan dan melambaikan tangannya ketika Zivannya menjauh untuk masuk kedalam lorong pesawat, melakukan salam sayang dari jauh. Aga menangkapnya dan menyimpannya dihati dan tertawa. Zivannya tertawa tanpa suara, melambaikan tangannya.


Zivannya duduk dan memejamkan matanya menangis tanpa henti hingga seorang pramugari mengingatkannya untuk memakai sabuk pengaman, Zivannya mengangguk tanpa suara. Aga menghembuskan nafasnya panjang, balik badan dan berjalan tegas setelah pesawat Zivannya meninggalkan landasan. Aga segera melajukan motornya dengan kecepatan tinggi, agar sampai kembali ke kesatuannya bertugas. terkadang dia berteriak kencang dan keras saat hatinya terasa sakit mengingat istrinya, hingga tidak terasa air matanya jatuh tersapu angin.


hai...hai...hai... all readers. terimakasih selalu menanti karyaku ini. terus dukung karyaku, tanpa dukungan kalian, maka tidak akan ada karyaku ini...


mohon dukungannya para readers semuanya...

__ADS_1


luv....luv....luv U all... terimakasih sebelumnya..


__ADS_2