Jika Aku Jodohmu, Maka Akan Jadi Milikmu

Jika Aku Jodohmu, Maka Akan Jadi Milikmu
chapter 59


__ADS_3

"aishhh... ibu muda satu ini, kebanyakan barang malah jadi bingung kan" pandang Rara, Zivannya tertawa kecil mendengar sarkasme Rara.


"hari ini lumayan padat jadwal show kita bu, 3 mata kuliah yang itu berarti 6 jam sampai sore kan, setelah itu ngerjain tugas dan itu berarti sampai malam" keluh Rara, Zivannya menyingsingkan lengan kemeja nya keatas. Rara memutar bola matanya jengah melihat kelakuan Zivannya.


"emang kita mau nguli bu, kenapa harus menarik baju keatas" pandang Rara kesal, Zivannya tertawa ngakak mendengar kekesalan Rara yang akhirnya tertawa tertular tawa Zivannya, Dimas membekap mulut keduanya agar berhenti tertawa, karena dosen sudah masuk.


jam kuliah yang terakhir baru saja selesai, Rara segera meluruskan badannya untuk badan yang lebih baik...


"laper Zi, makan yuk" tatap Rara lesu. "tadi siang kan udah makan Ra, ini baru sejam lebih lho, perutmu karet apa" kata Zivannya heran. Rara berjalan gontai keluar kelas, "jika aku punya jurus Naruto seribu bayangan kayaknya enak deh Zi, bisa rebahan dirumah dan bayanganku bisa kuliah" kata Rara, Zivannya menepuk pelan bahu Rara.


"kalo aku mending jadi Isabella swan yang selamanya jadi anak sekolah. selalu muda" balas Zivannya, Rara menepuk bahu Zivannya, mereka tertawa lebar.


"nih ada teh dingin" sodor Dimas dipipi keduanya. mereka menghela nafas lega, "terimakasih dim, ini seperti oase dipadang pasir" kata Zivannya. "seperti titik terang didalam kegelapan" sambung Rara, Dimas menghela nafas melihat kekonyolan mereka berdua jika sudah dibatas kelelahan mereka.


"besuk aja ngerjain nya gimana, besuk kan hanya satu pelajaran, setelah itu kita bisa ngerjain diperpus sebentar" pandang Rara. "jika dipaksakan selesai hari ini, bisa-bisa kita tepar besuk, gimana tuh" kata Rara lagi, Zivannya mengangguk. "aku setuju deh badanku remuk redam. tadi pagi barusan pulang dari pernikahan kak Aisya" pandang Zivannya memakai Hoodie. Dimas mengangguk mengerti. "nanti aku coba tanya temen yang lain kapan mau ngerjainnya, biar rame-rame lebih baik dan lebih ringan" kata Dimas, Zivannya mengangguk, setelah sampai parkiran mereka menunggu Rara melajukan mobilnya meninggalkan kampus, Dimas dan Zivannya berjalan ke parkiran motor.


"dim, kalo mau nanti malam ngerjain ditempatku juga nggak papa. kalo kamu sudah istirahat cukup, mau datang jam berapapun pintu selalu terbuka, Kak Aga juga sudah paham" kata Zivannya, Dimas mengangguk.


"nanti coba lihat waktunya Zi, jika bisa aku ketempatmu" pandang Dimas, Zivannya mengangguk dan memakai helmetnya.


"aku duluan ya dim" start engine Zivannya, Dimas melambaikan tangan. Zivannya melihat penjual pecel ayam, menepi untuk membeli dua porsi. Zivannya duduk menanti sambil melihat lalu lalang kendaraan yang sedikit padat. dilihatnya beberapa pemuda yang sedang mengamen, diseberang jalan. seseorang berjalan menuju kedai pecel ayam yang sedang dihampiri Zivannya, memesan nasi tempe dan air putih untuk dibagi bersama yang lain. Zivannya memandang gerombolan pemuda diseberang yang sedang bercanda dan menanti temannya untuk membeli makan.


"mas, sering mangkal disini" tanya Zivannya, pemuda itu menoleh dan mengangguk, "tidur juga disitu atau dirumah singgah" tanya Zivannya lagi. "dirumah singgah, kalo dipinggir jalan pasti kena razia" jawabnya, Zivannya mengangguk tersenyum.


"beli makan buat semua atau sendirian" tanya Zivannya. pemuda itu tersenyum dan menjawab untuk semuanya, berbagi merata.


"emang berapa orang yang disana" tanya Zivannya, pemuda itu menjawab ada lima orang temannya. Zivannya mengangguk dan memesan 6 pecel ayam dan minuman untuk mereka, pemuda itu mengucapkan terimakasih untuk makanannya, Zivannya tersenyum. pesanan Zivannya duluan selesai, dia membayar pesanannya dan pesanan pemuda itu.


"tunggu dibikinin, tinggal ambil aja, saya duluan" pamit Zivannya.


"makasih mbak, semoga tambah rejekinya, dilancarkan segala urusannya" kata pemuda itu sebelum Zivannya berlalu. Zivannya membunyikan klakson tanda pergi lebih dulu.


tiba dipelataran basement, motor Aga sudah sampai duluan. Zivannya segera masuk kebox ajaib yang membawanya kekamar apartementnya.


"udah pulang by" letak bungkusan Zivannya dimeja pantry setelah melepas sneakers di samping pintu masuk. Aga menoleh dan mengangguk.


"aku mandi bentar dan kita makan by, tadi beli pecel ayam saat pulang" kata Zivannya, Aga mengangguk.


"kamu sakit by, kenapa tidak ada suaranya" tanya Zivannya mendekat.


"aku tidur dan terbangun saat mendengarmu pulang" jawab Aga., Zivannya mengangguk dan berlalu menuju kamar untuk membersihkan dirinya, memakai hotpants dan t-shirt Gombrong Zivannya menaruh makanan kedalam piring dan membuatkan kopi susu untuk Aga.


"by, kalo ada waktu Dimas mau kesini ngerjain tugas, Rara nggak ikut karena kecapekan seharian belajar. bilangnya besuk, sekalian di perpus. aku mikir nggak akan efektif jika terlalu banyak orang, anak-anak yang lain pasti akan bergabung. jadi sebisa mungkin nanti ngerjain sendiri dulu aja" minum air mineral Zivannya, Aga membuka bungkusan pecel ayam.

__ADS_1


"mau jam berapa kesini" anjak Aga untuk mencuci tangannya. Zivannya duduk meluruskan kaki sambil menonton TV dan makan.


"Dimas bilang jika waktunya luang akan mampir mengerjakan, jadi dia belum pasti juga" kata Zivannya, Aga duduk disamping Zivannya.


"besuk berangkat jam berapa yang" tanya Aga, Zivannya memberi tanda jam 10 pagi dengan jarinya, tanpa bersuara. mereka menghabiskan makanan dengan cepat.


"aaahhhh.... kenyang banget, tinggal nunggu kewajiban aja, tidur sampai pagi" senyum Zivannya lebar beranjak dari karpet dan menuju pantry, Aga mengikuti dan berjalan dibelakang Zivannya.


Zivannya mencuci tangannya di zink tempat mencuci peralatan kotor, Aga merapatkan badannya dibelakang Zivannya untuk melakukan hal yang sama, Zivannya tersenyum dan membasuh tangan Aga dengan sabun.


"dah by" matikan keran air Zivannya dan akan beranjak dari situ, Aga menahan tubuhnya agar Zivannya tidak bisa bergerak.


"by" tawa Zivannya mendorong tubuh Aga kebelakang agar menjauh. Aga memeluk Zivannya dan menggigit pelan telinga kiri Zivannya, Zivannya tertawa geli.


"by.... "teriak Zivannya tertawa dengan kelakuan Aga, Aga tertawa lebar mendengar teriakan Zivannya.


"aku habis makan by, perutku kaku" pegang perut Zivannya. Aga membawa Zivannya kesofa dan menidurkannya. "gimana yang" elus Aga, Zivannya menghirup dan mengeluarkan udara.


"ambil minyak kayu putih by" kata Zivannya, Aga segera menuju kotak obat dan membawa minyak, mengusapkan diperut Zivannya.


Zivannya mengusap rambut Aga.


"masih sakit yang" pandang Aga. Zivannya menggeleng, "sedikit berkurang" kata Zivannya. Aga menciumi perut Zivannya.


"semoga disegerakan ya by, mereka tumbuh didalam" kata Zivannya, Aga menoleh dan tersenyum.


"segera setelah kita siap, pasti Tuhan memberi anugerah besar itu kepada kita" kata Aga, Zivannya tersenyum menatap Aga. Aga bergerak mencium lembut bibir Zivannya menyatukan kening agar Zivannya menghirup oksigen kembali Zivannya menatap Aga dan menautkan bibir mereka kembali, Aga bergerak perlahan keatas tubuh Zivannya, menyingkap t-shirt Zivannya dan meremas perlahan benda kenyal kesukaannya. Zivannya melenguh pelan, Aga bergerak turun perlahan meninggalkan tanda sayang ketubuh Zivannya yang mendesah pelan, Aga membuka t-shirtnya dan Zivannya, memberikan sentuhan yang membuat Zivannya melayang.


Aga melepas perlahan hotpants Zivannya dan dirinya, Aga menatap istrinya dengan mata yang berkabut gairah, melakukan penyatuan bersama dengan pelan, Zivannya mencengkeram punggung Aga ketika merasakan sesuatu yang keluar. "aaahhh by" teriak Zivannya kencang, Aga mencium bibir Zivannya dan mengusap wajahnya pelan. memberi jeda waktu agar Zivannya tidak terlalu lemas.


Aga kembali memberikan sentuhan dan rangsangan, Zivannya melakukan hal yang sama hingga mereka sama-sama mencapai kenikmatan duniawi bersama-sama. Aga menggeram panjang saat hasratnya terlampiaskan dan ambruk diatas badan Zivannya.


"hmmm" pejam mata Aga sesaat, Zivannya mengelus punggung Aga.


"kamu nggak capek by, sering melakukannya. padahal aku tau kamu kurang istirahat" bisik Zivannya, Aga menarik dirinya dari Zivannya dan membersihkan bagiannya dan Zivannya yang masih berbaring, kembali memeluk Zivannya dan mengecup bibirnya lembut.


"untuk itu tidak ada kata lelah yang, justru menambah semangatku yang, apa kamu lelah melakukannya" goda Aga, Zivannya tertawa pelan, "pingin lagi dan lagi" sembunyi wajah Zivannya di dada Aga, Aga tergelak mendengar ungkapan hati istrinya.


"tidur bentar yang nanti aku bangunin" angkat tubuh Aga kedalam kamar, Zivannya refleks melingkarkan tangannya dileher Aga, menutupi tubuh keduanya, mereka tidur dengan segera.


"pagi Ra" salam Zivannya, Rara mencium udara disekitar Zivannya, Zivannya mengerutkan keningnya sesaat.


"roman-romannya ada yang mandi wajib nih tadi pagi" senyum-senyum Rara, Zivannya tergelak.

__ADS_1


Rara menyodorkan kemasan praktis kacang hijau. "untuk menambah tenaga Bu, biar beberapa ronde" bisik Rara, Dimas tersedak burger yang baru dimakannya, Zivannya tertawa lebar. Dimas menepuk-nepuk dadanya terkejut dan menerima minum dari Rara.


"ish.. ngapain sih yang, pake tersedak segala" kata Rara spontan. Zivannya kembali tertawa terbahak bahak mendengar kelakuan mereka berdua.


"duh yang baru jadian, mesra banget, jadi pengen" goda Zivannya menaik turunkan alisnya. mereka tertawa lebar.


"rame banget kalo bertiga, nggak nambah satu lagi biar seri" tanya seseorang yang duduk tiba-tiba, mereka spontan menoleh melihat siapa yang datang.


"yang lain mana" tanya Dimas, ia mengangkat bahunya. "aku baru aja sampai dim, langsung kesini. mungkin bentar lagi, ini belum waktunya ngumpul" perlihatkannya jam yang ada diponselnya, Dimas mengangguk.


"kita beli snack bentar ya, sambil nunggu yang lain" kata Rara, Zivannya beranjak mengikuti Rara.


"Zi, laptopmu mana" tanya Dimas, Rara menunjuk ranselnya, Dimas segera membuka ransel Zivannya melihat laptop Zivannya yang baru. Dimas menggelengkan kepalanya dan tersenyum melihat perubahan hidup Zivannya yang jauh lebih baik sekarang, Dimas membuka tugas kuliah Zivannya yang pasti sudah Zivannya kerjakan sebagian.


beberapa teman sudah datang dan bergabung dengan mereka, "dah lengkap nih" datang Rara membawa plastik bening berisi Snack untuk mereka belajar. mereka segera memulai diskusi tugas yang diberikan oleh dosen.


"kalo aku begini tuh guys" kata Zivannya memutar layar laptopnya, mereka melihat dengan seksama pekerjaan Zivannya. gimana kalo gini Zi" tanya salah satu temannya.


"jika seperti ini nanti penyelesaiannya akan lebih rumit lho, dibagian ini. kita nggak akan ketemu pas diujung" perlihatkan Dimas, Zivannya menatap dengan teliti, "kalo begini gimana nanti penyelesaiannya, sedikit lebih ribet sih tapi bisa dicoba dengan memberi Tulangan disini" tarik krusor Zivannya menarik garis-garis.


"ini nanti akan menjadi rumit di detailnya jika dipaksa" kata seseorang yang lain. mereka kebanyakan menganggukkan kepalanya.


"kalo desain Dimas dan Zivannya hampir mirip, pengerjaannya pun relatif lebih masuk akal sih" lihat yang lain. mereka berdiskusi lebih banyak lagi.


"Zi, makan gih" kata seseorang.


"hmmm, sekarang" tanya Zivannya tanpa menoleh karena sedang melihat dengan seksama gambar yang dibuat Dimas.


"pesen apaan nih" tanya seseorang yang lain sambil mengeluarkan uang untuk patungan. yang lain mengikutinya. semua pesanan sudah dicatat oleh Rara dan segera beranjak dari duduknya bersama seorang yang lain.


ponsel Zivannya bergetar, "hallo by" lihat Zivannya pada layar ponselnya sebelum menjawab.


"baru ngerjain tugas setelah dosen masuk satu jam aja, karena ada keperluan lain" kata Zivannya.


"Rara sama temen lain baru pesen makan dikantin, ini sama Dimas dan yang lain" jawab Zivannya.


"mau kesini, boleh aja. langsung masuk aja, kita ada ditaman" jawab Zivannya.


"nanti kalo udah sampai hubungi lagi, mau dipesenin apa" tanya Zivannya.


"oke" tutup panggilan Zivannya, Dimas menoleh, Zivannya tersenyum mengangguk.


hallo... para readers... dukung terus karyaku... agar selalu update dengan semangat membara....

__ADS_1


jangan lupa dukungannya yaa.... luv...luv...luv all sekebon pisang goreng untuksemua pembaca yang selalu setia.... terimakasih sebelumnya...


__ADS_2