Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku
KP M ll bagian 24


__ADS_3

Sherin memandang sinis ketika Darren dan Rona kembali bergabung bersama mereka, sungguh matanya begitu tajam menatap Rona seperti sangat ingin memakannya.


"Yang." Rona mendekat pada Darren yang tengah mengobrol dengan Permana.


"Apa?" tanya lelaki yang bibirnya tampak sedikit basah dan merah, sepertinya Rona sudah menjadi sangat ahli Karena les singkat yang Darren ajarkan sebelumnya.


"Aku mau pipis." bisik Rona Karena tidak mau Permana mendengar.


"Tadi kenapa nggak sekalian." malah berkata sekenanya sedangkan Rona baru sekarang merasakan ingin buang air kecil.


"Tadi kan belum ingin." bibir Rona manyun.


"Bibirnya lagi bengkak gitu, jangan di manyun-manyunin." celoteh Darren seraya berdiri dan menarik tangan Rona membawanya ke sungai yang berjarak tidak terlalu jauh dari tempat mereka, mereka memang mencari tempat camping yang dekat dengan sungai agar tidak kesulitan atau perlu berjalan jauh jika ingin mandi ataupun kegiatan lainnya yang membutuhkan air.


"Tuh cewek emang gatel banget deh kayaknya." desis Sherin yang masih sangat panas ketika sempat mengintip apa yang Darren dan Rona lakukan sebelumnya.


"Biarin aja dia puas-puasin sekarang, nanti malam giliran elu yang deketin Darren." bisik Nella dengan senyuman yang sangat licik.


"Gue sama Dini tidur duluan ya." kata Ayu yang di angguki oleh teman-temannya yang lain.


Namun sebelum berjalan mengikuti Ayu, mata Dini tampak terus saja menatap kepada Bimo yang juga menatapnya dan malah mengedipkan sebelah matanya tanpa di sadari oleh yang lain.


Sontak saja Dini tersenyum seraya memasuki tendanya, lihatlah apa yang akan dilakukan oleh Nella jika ia tahu kekasihnya bermain mata dengan temannya sendiri. sepertinya akan terjadi perang besar nantinya.


"Yang." teriak Rona saat tidak mendengar suara Darren saat ia tengah buang air kecil.


"Aku di sini." sahut Darren memberitahu bahwa dia masih ada di tempat itu menemani sang calon istri.


"Jangan jauh-jauh." pinta Rona yang baru akan menyelesaikan dorongan air yang ia keluarkan.

__ADS_1


"Ya masa aku di suruh liatin kamu pipis, nanti aku bintitan." seru Darren dari balik pohon seraya membelakangi Rona yang sedang menuntaskan hajatnya.


"Cepat Rona." panggil Darren.


"Iya ini udah selesai." sahut Rona sambil kembali memakai celananya.


"Ayo." Rona sudah berdiri di samping Darren dan melangkah namun tangan Darren malah menariknya, sudah ingin kembali mencium bibir sang calon istri namun dia hentikan sendiri.


"Astaga Darren, kenapa jadi kecanduan gini sih." Darren membatin sendiri dengan tingkahnya yang selalu ingin mendaratkan ciuman pada bibir Rona lagi dan lagi sejak ciuman yang dia lakukan tempo hari.


"Kok nggak jadi?" tanya Rona ketika Darren tak jadi menciumnya.


Darren menarik napas panjang lalu membuangnya dengan sangat kasar, dia yang memiliki napsu tinggi malah harus memiliki calon istri yang sama dengannya bahkan seperti tidak berniat sedikitpun untuk menasehati dirinya, selalu pasrah jika bibir mereka sudah menyatu.


"Cepat jalan udah semakin malam." sahut Darren sambil berjalan lebih dulu meninggalkan Rona yang mengernyit bodoh.


Ketika sudah sampai Rona terus saja menguap berkali-kali dengan matanya yang tampak berair.


Rona mengangguk cepat seraya menyandarkan kepalanya di bahu sang calon suami dan matanya menatap ke depan tempat dimana api unggun tengah menyala mengeluarkan udara panas seperti membantu mereka mengurangi hawa dingin yang terasa menusuk kulit.


"Ya udah tidur sana." perintah Darren.


Rona tak bergerak sama sekali padahal ia mendengar apa yang dikatakan oleh Darren.


"Ronaa." memanggil dengan nada yang sangat panjang.


"Takuuut." ungkap Rona tentang apa yang ia rasakan dan mengapa ia tidak mau masuk ke dalam tenda sekalipun ia sudah sangat mengantuk saat ini.


"Aku di sini Na, kalau ada apa-apa kamu tinggal panggil aku atau teriak." kata Darren yang memang duduk tepat di depan tenda yang akan di tempati oleh Rona.

__ADS_1


Rona memajukan bibirnya sekian centi.


"Temen kamu jahat semua." keluh Rona yang memang merasa di musuhi oleh teman-teman wanita lelaki itu.


"Mereka belum kenal dekat sama kamu, makanya kayak gitu. nanti lama-lama juga baik." memberikan pengertian pada gadis di sampingnya.


Rona mendengus kesal.


"Ya udah aku tidur, awas aja kalau kamu nggak ada." ancam Rona seraya berjalan memasuki tendanya.


"Di tutup Rona." pinta Darren ketika Rona malah membiarkan tenda itu terbuka.


Tanpa menjawab Rona langsung menutup tendanya dengan kasar, terlihat sekali bahwa ia sebenarnya tidak mau menutupnya agar bisa terus melihat yang duduk membelakanginya.


Hari sudah semakin malam dan Darren hanya tinggal bertiga saja di depan tenda bersama dengan Bimo dan Nella di seberang api unggun entah melakukan apa karena Darren yang tidak mau melihatnya, inilah yang di maksud oleh Riana tentang teman-teman Darren yang sangat tidak canggung meski harus bercumbu di depan orang lain termasuk Darren, Adiknya.


"Ren." tiba-tiba saja satu suara membuat Darren sangat terkejut, siapa lagi jika bukan Sherin yang sekarang duduk di sampingnya dengan senyum yang sangat mengesalkan.


Darren tak menyahut hanya menggeser duduknya agar lebih jauh dari Sherin.


"Aku sudah lama loh suka sama kamu." ucap Sherin memberitahukan Darren tentang perasaannya, padahal tanpa ia beritahu pun rasanya Darren sudah sangat tau sebab tingkah Sherin yang terus memepetnya setiap saat seperti sekarang ini.


Darren menggeleng-gelengkan saja kepalanya seraya mengulas senyum sinis mendengar pengakuan yang tak semestinya di ungkapkan karena dia bukan orang yang tidak peka pada sekitarnya, hanya saja dia mencoba untuk mengabaikan dengan apa yang merasa bukan urusannya.


"Mereka enaknya bisa romantis kayak gitu." Sherin seperti meminta Darren untuk melihat kepada Bimo dan Nella yang sejak tadi tak hentinya beradu bibir.


Darren tersenyum mengejek, karena dia sebelumnya dia juga sudah melakukan apa yang dilakukan oleh dua orang temannya itu.


Sherin semakin membicarakan tentang kemesraan Bimo dan Nella seakan memancing naluri lelaki Darren untuk melakukan hal yang sama bersamanya.

__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2