
Tengah malah Tania terbangun begitu merasakan tenggorokannya kering dan ingin minum, namun saat melihat gelas diatas mejanya kosong dengan gerakan malas ia menuruni ranjangnya dan keluar kamar membawa gelas kosong berbuat mengambil air.
Tania membuka kulkas dan menuangkan air tapi gerakannya terhenti saat mendengar suara pintu dibuka
Tania berjalan keluar ingin tahu ada siapa yang telah membuka pintu
"kamu dari mana aja jam segini baru pulang? " langsung mencecar dengan pertanyaan begitu melihat adiknya lah yang baru saja pulang di jam yang sudah lumayan malam untuk ukuran seorang gadis pulang kerumah
"terserah aku dong mau pulang jam berapa, mbak bawel amat! " menjawab tak suka pertanyaan kakaknya
"kamu disini tuh numpang, jadi jangan seenaknya sendiri" kesal mendengar jawaban adiknya
"Loh ini kan rumah kakak ipar aku" masih saja menjawab dengan muka tanpa dosa
"iya rumah kakak ipar kamu, bukan rumah kamu " Sentak Tania makin tak suka Selfi membawa-bawa suaminya untuk membenarkan kelakuannya
"kamu kalo nggak mau dengerin aku lebih baik kamu ngekost aja sana" berkata seraya menatap tajam adiknya yang malah seakan menantang dan tidak merasa takut sama sekali
"mbak jangan mentang-mentang punya suami kaya ya terus jadi sombong, nanti juga suami mbak bakal ninggalin mbak kalo tahu kelakuan mbak saat pacaran sama kak Imran" berkata sinis seraya berjalan ke kamarnya
Tania mengernyit tak mengerti dengan apa yang baru saja dikatan adiknya
"memang apa yang aku lakuin? " menggumam bertanya pada dirinya sendiri
Roman yang mendengar ribut-ribut dari ruang tamu gegas keluar kamar dan mendengar semua yang dikatakan oleh Selfi pada istrinya
Roman menghembuskan napas dengan kasar
"kenapa gue mesti denger nama tuh makhluk gak jelas lagi siih" geram Roman saat tahu Selfi menyebut nama Imran
Tania melihat Roman berdiri di depan pintu yang terhubung keruang tengah
"berisik ya a? maaf ya"merasa tidak enak karena sudah mengganggu tidur suaminya
Roman berjalan mendekati Tania yang masih berdiri ditempatnya dengan perasaan masih sangat kalut karena merasa suaminya melihat pertengkarannya dengan sang adik
__ADS_1
" udah malem kita tidur ya, ada baby disini aku nggak mau kamu kurang tidur" mengelus perut Tania yang masih datar dan mengajaknya masuk kamar
"aku ambil minum dulu" kata Tania berniat kembali ke meja makan tempat dimana tadi ia meninggalkan gelasnya
"aku aja " Roman mendahului Tania dan mengambil segelas air yang ada dimeja
Tania terus melihat suaminya yang melangkah ke meja makan yang berada di dekat dapur
Roman keluar dengan membawa segelas air dan tersenyum melihat istrinya yang ternyata masih menunggunya
mereka masuk kedalam kamar dengan beriringan
sambil mulut Roman tak hentinya menasehati Tania agar jangan terlalu sering marah karena bisa mempengaruhi kehamilannya
"tapi aku nggak suka Selfi seenaknya kayak gitu a, aku nggak enak sama kamu" sahut Tania kemudian, meski Roman suaminya dia sangat malu melihat tingkah Selfi yang seolah dialah sang pemilik rumah
"udah nggak apa, aku lebih mikirin kamu sama calon anak aku" imbuh Roman menenangkan perasaan istrinya
"kita tidur aja sekarang, kamu nggak usah musingin adek kamu terus, jangan lupa minum vitaminnya" kata Roman tadi setelah pulang kerumah dia memang langsung memberikan vitamin pada sang istri agar jangan sampai lupa untuk meminumnya
Tania merebahkan badan diranjang dan sigap Roman menyelimuti dan ikut tidur disisi Tania
****
Begitu keluar dari kamar mandi Aditya naik keatas ranjang dengan begitu bersemangat tangannya mulai bergerak kesana sini menyentuh area yang menjadi favoritnya
"aku mau ya? " bertanya pada Sang istri begitu tangannya menyentuh kedua dada Rianti
"apa sih mas?! " mulai kesal jika suaminya sudah bertingkah seperti anak kecil
"mau ini" menusuk-nusuk benda kenyal yang begitu bulat
"punya Daren" sahut Rianti meledek suaminya
"sebelum punya Daren juga ini punya aku duluan" tak mau kalah malah tangannya meremas makin kencang
__ADS_1
"mas ih" Rianti berusaha menyingkirkan tangan Aditya dari dadanya
"apa? " dengan tangan yang terus kembali meremas meski sang istri sudah berulang menyingkirkannya
"jangan gitu, nanti Daren bangun" Rianti menengok boks dimana anak keduanya itu sedang tertidur pulas
"makanya kamu diem aja, jangan berisik" jari telunjuknya menepuk-nepuk bibir Rianti memberi isyarat agar diam saja
"tadi kan kata kamu iya" mengingatkan kembali bahwa tadi istrinya itu sudah menyetujui permintaannya
mendengar pernyataan suaminya Rianti hanya mengangguk lemah dia pasrah saja dengan apa yang akan dilakukan oleh suaminya asalkan tidak sampai melakukan hubungan badan
"nah gitu dong " ucap Aditya senang seraya mengecup wajah sang istri
"cuma sebentar kok" janjinya kemudian
Rianti benar-benar diam saja menerima perbuatan Aditya meski ia sedikit merasa ada sengatan ditubuhnya namun ia berusaha menahannya agar mereka tidak kelepasan berhubungan
tangan Aditya terus memainkan kegiatannya yang ternyata sudah berada didalam baju istrinya
bahkan kini ia mulai terlihat tak sabar dan akhirnya mengeluarkan benda bulat milik istrinya dari dalam sarangnya lalu mengecupnya bergantian seraya tangan kiri membimbing tangan Rianti untuk menyentuh kepunyaannya yang sudah sangat siap
si istri pun begitu sigapnya melakukan apa yang diinginkan si suami yang sudah teramat tinggi
tangannya terus bergerak begitu ahlinya hingga membuat mata suaminya terpejam merasakan gejolak yang hampir sampai
"terus sayank" bisiknya kepada si pemilik tangan yang tengah menyentuh kepunyaannya
Rianti menuruti perkataan dari suaminya dia membuat gerakan tangannya makin cepat, sampai akhirnya keluar lah apa yang seharusnya keluar diiringi dengan tarikan napas lega dari Aditya..
"makasih sayank" ucapnya pada Rianti yang sedang sibuk membersihkan cairan yang keluar dengan tissu
Rianti mengangguk dengan senyum manisnya membuat aditya langsung mengecup bibir tipisnya
"aku sayank kamu " bisiknya kemudian..
__ADS_1
****"