
Di kediaman roman jam 23.45
Sepasang suami-istri itu tengah bermain-main di atas ranjang pemanasan yang kini terlihat disana sebelum memasuki bagian puncak ..
sesekali terdengar suara rintihan yang keluar dari mulut mereka,keadaan kamar yang redup semakin semakin membuat suasana bergelora..
ditengah syahdunya pemanasan yang roman lakukan terdengar suara dering ponsel yang sedikit membuat pandangan roman beralih melihat meja dimana ponselnya tergeletak
dia berusaha mengabaikan panggilan di ponselnya, sekali, dua kali Roman masih cuek tak perduli dan tetap melanjutkan kegiatannya meski sang istri memintanya untuk segera menjawab panggilan di ponselnya, namun setelah berkali-kali diabaikan tapi ponselnya tetap saja bersuara membuat dia mulai merasa terganggu dan akhirnya dengan kesal dia mengambil ponselnya dan saat dia melihat nama sang penelepon membuat dia semakin kesal, dengan emosi yang sudah meluap-luap bagaikan kobaran api yang semakin besar dengan maksud melampiaskan kemarahan pada sang penelepon tanpa babibu dia langsung menjawab panggilan.
"lu bisa nggak tiap malem nggak gangguin gue,!? lu kalau mau telepon gue kan bisa siang, gangguin gue tiap malem kayaknya hobi baru lu ya" omel Roman langsung nyerocos tanpa rem seakan tidak mau mendengarkan apa yang membuat Aditya meneleponnya tengah malam begini
ya Aditya lah orang yang tengah malam mengganggunya dengan banyak sekali alasannya saat menelepon Roman tanpa peduli sahabatnya itu sudah memiliki istri.
"berisiiiik" teriak Aditya mencoba menghentikan Roman yaang masih terus berkicau seperti seekor burung
Roman langsung menutup mulutnya diam mendengar suara teriakan dari Aditya
"suuuut" tania yang ternyata ikut mendengar teriakan Aditya memperingatkan suaminya untuk diam mendengarkan omongan Aditya sebelum semakin panjang mengomel..
dengan jari telunjuk yang ditempelkan ke bibir sang suami tania berucap " dengerin dulu kalau orang telepon, kali aja penting"
"a aduuuuhhh mas sakiit" tania dan Roman sontak saling melihat satu sama lain saat mendengar suara yang tentunya sangat mereka kenal di sebrang sana
"dit, istri lu kenapa? " tanya Roman ingin tahu
"Rianti mau lahiran perutnya udah sakit dari tadi" sahut Aditya panik
"lu nggak bilang dari tadi" omel Roman dan ikut panik saat mendengar riana menangis
"lu yang kebanyakan ngomel,cepet kerumah sakit!!" kata Aditya panik lalu segera menutup panggilannya
"aku ke rumah sakit yank, Rianti mau lahiran kayaknya" imbuh Roman seraya mencari pakaian di dalam lemari
__ADS_1
"aku ikut" pinta Tania
"nggak usah, kamu dirumah aja" tolak Roman yang kini sibuk memakai baju
"yaudah" sahut tania lesu karena tak diijinkan untuk ikut oleh suaminya
setelah rapi Roman gegas mengambil kunci mobil di meja lalu mengecup kening istrinya sekilas "cup"
"pakai bajunya nanti masuk angin" ujar Roman melihat sang istri yang kini hanya memakai selimut karena pakaiannya dia lemparkan entah kemana saat melakukan pertempuran yang tak mencapai puncak dan tak diketahui siapa pemenangnya..
****
Di rumahnya Aditya sudah menggendong Rianti masuk kedalam mobil setelah sebelumnya dia membangunkan sopir pribadi yang baru dipekerjakan olehnya 2bulan lalu khusus untuk mengantar sang istri jika ingin pergi dan tak bisa diantar olehnya, sang supir yang sudah tidur segera bangun saat kamarnya digedor sangat kencang oleh Aditya.
di diringi tangisan riana gadis kecilnya
"ibuu" teriak riana menangisi ibunya dan memaksa ikut meski ayahnya memintanya tetap dirumah
bentakan Aditya sontak membuat riana melabuhkan wajahnya kebahu salma menghindari tatapan marah ayahnya
"bawa riana ke kamarnya " perintah Aditya pada salma
"baik Pak" sahut salma lalu menutup pintu dan gegas membawa riana yang masih sesenggukan kedalam kamar
"jalan bay" pinta Aditya pada bayu yang sudah siap dibalik kemudian
bayu hanya mengangguk mendengar intruksi dari majikannya, dia tahu majikannya sangat panik melihat istrinya yang terus meringis menahan sakit
"sabar sayank" ucap Aditya pada Rianti yang terus merintih sakit
"kamu jangan marahin riana mas" ujar Rianti, dia juga tak percaya Aditya bisa membentak riana seperti tadi, karena selama ini Aditya tak pernah terlihat memarahi riana sekalipun riana mengganggunya saat sedang sibuk menyelesaikan pekerjaannya yang terpaksa dibawa kerumah
"aku panik" sahut Aditya, ya sejak Rianti mengatakan perutnya sakit tadi sore dia sudah mulai waswas dan puncaknya saat istrinya itu memegangi perut serta ada cairan yang keluar dari sela-sela kaki membuat kepanikan nya semakin menjadi
__ADS_1
Rianti hanya diam menyenderkan kepalanya di bahu sang suami . dia mengerti Aditya panik karena mungkin ini yang pertama baginya berada dalam keadaan seperti ini, karena saat melahirkan Riana Rianti sudah berada dirumah sakit saat itu dan hanya menunggu proses melahirkan tanpa perlu merasakan panik membawa istrinya kerumah sakit
Aditya mengelap keringat dingin yang terus keluar dari dahi istrinya serta mengecupnya beberapa kali berusaha menyalurkan kekuatannya pada sang istri..
"aku sayank kamu aku cinta kamu" ucap Aditya dramatis seolah tidak akan ada waktu lain untuknya mengucapkan kata itu pada Rianti
"aku tahu, aku juga sayank dan cinta sama kamu mas"
"jangan tinggalin aku, apapun yang terjadi jangan pernah berani tinggalin aku " imbuh Aditya seperti orang yang ketakutan akan ditinggal pergi oleh orang yang sangat dicintai
"aku nggak akan pernah lakuin itu lagi, aku nggak akan pernah tinggalin kamu lagi mas, asal mas nggak berulah" jawab Rianti seraya tersenyum
mendengar pernyataan istrinya Aditya malah mendekap erat tubuh Rianti "saat aku kembali berulah pun kamu harus tetap bertahan sama aku"
jawaban Aditya mendapat cubitan dari Rianti di pinggangnya
"sakit sayank " ringis Aditya sambil memegang tangan Rianti
"baru dicubit aja udah kesakitan, gimana kalau kamu yang ngelahirin? " ujar Rianti mengejek seraya menahan sakit diperutnya karena bayi didalam sana yang mulai tak sabar untuk keluar melihat kekonyolan sangat ayah
"kan udah kewajiban kamu melahirkan anak-anak-anak-anak-anak-anak kita nanti" sahut Aditya
"loh kok anaknya banyak amat mas? " ujar Rianti karena bingung dengan banyaknya kata anak yang diucapkan Aditya
"ya banyak donk, kan setelah ini aku masih akan bikin kamu hamil lagi" sahut Aditya dengan senyum yang terlihat nyebelin dimata Rianti
"a aaaahhh hhhh" teriak Rianti ditelinga suaminya yang reflek menutup telinganya karena telinganya di suguhi suara yang hampir mengalahi teriakan seorang rockers
bayu yang sedang mengemudikan mobil pun ikut meringis merasakan telinganya berdengung mendengar teriakan majikan wanitanya di kursi penumpang karena ulah sang suami..
******
bersambung...
__ADS_1