Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku
KP M II bagian 91


__ADS_3

Nella yang sudah sangat di buat curiga oleh perhatian yang sempat Dini tunjukkan tanpa sengaja di depannya, membuat Nella terus mengawasi gerak-gerik keduanya yang semakin terlihat tak wajar karena selalu saja salah tingkah jika kedapatan olehnya sedang saling bertukar pandang.


Kecurigaan demi kecurigaan kian menumpuk di dalam pikiran Nella membuat dia akhirnya memutuskan untuk mengikuti diam-diam kemana saja Bimo pergi.


Selama beberapa hari mengikuti hingga akhirnya malam ini ia menemukan sesuatu yang sangat mencurigakan kala mengikuti kekasihnya itu malah masuk ke sebuah penginapan tak jauh dari kampus mereka.


Nella yang sudah sangat penasaran pun bergegas mengikuti, beruntung itu hanyalah penginapan murah yang jika ingin masuk tidak perlu melewati segala pemeriksaan ataupun berbagai pertanyaan.


Nella tau benar penginapan macam apa yang tengah Bimo datangi, karena ia juga pernah mendatangi tempat semacam ini meski bukan beda tempat.


"Bimo sialan!" rutuk Nella ketika mengikuti kekasihnya yang sedang menyusuri lorong gelap hanya diterangi dengan lampu bercahaya redup.


Nella menguntit dengan sangat hati-hati sampai pria yang lumayan jauh darinya berhenti di depan sebuah pintu yang saling berderetan dengan pintu-pintu yang lainnya.


Mata Nella terus mengawasi dengan tajam ketika Bimo terlihat tengah menunggu pintu di depannya di buka.


Pintu pun terbuka dan Nella dapat melihat bagaimana Bimo tersenyum baru kemudian pria itu masuk ke dalam.


Kedua tangan Nella terkepal erat menunjukkan betapa geramnya dia saat ini dengan pemandangan yang sangat tidak bisa ia bayangkan.


Begitu Bimo masuk dan pintu di tutup langsung saja Nella berjalan cepat menuju pintu kamar dimana kekasihnya tadi masuk.


Dengan perasaan yang begitu menggelora serta menggebu-gebu Nella menggedor pintu kayu di depannya membuat kegaduhan di lorong penginapan remang-remang itu.


"Siapa itu?" tanya Dini pada Bimo ketika mereka baru saja akan memulai percumbuan yang nyatanya sudah sangat sering mereka berdua lakukan tanpa di belakang Nella.


Bimo yang tadi sudah membuka bajunya pun berjalan dengan kesal ke arah pintu, hendak melabrak orang yang sudah mengganggu kegiatan yang akan dia mulai.


"Brengsek!" makinya meraih handel pintu.


Ceklek!


Daun pintu terbuka dan betapa terkejutnya dia kala mendapati wajah siapa yang sekarang tepat berada di depan matanya.


Nella memindai dari atas hingga bawah tubuh sang kekasih dan matanya semakin bertambah nyalang ketika mendapati kekasihnya itu tidak lagi memakai penutup di tubuh bagian atasnya.


Pria itu bertelanjang dada di dalam kamar yang entah dengan siapa, Nella belum mengetahuinya.


"Siapa yang datang sayang?" seruan dari arah tempat tidur yang bercahaya temaram membuat Nella tanpa berpikir panjang langsung mendorong dada Bimo lalu merangsek masuk guna melihat dengan mata kepalanya sendiri siapa wanita murahan yang sedang bersama kekasihnya malam ini.


Dengan emosi yang makin memuncak Nella berlari ke arah tempat tidur melihat seorang wanita yang sudah tidak memakai pakaian yang lengkap tengah terlentang di tempat tidur seakan sedang menunggu pria yang akan mencumbu dirinya.



"Dini!!" pekik Nella tak percaya dengan penglihatannya.



Mendengar namanya di sebut dengan sangat keras membuat Dini terlonjak duduk karena kaget matanya pun sudah tak bisa lagi berkedip ketika melihat bahwa kekasih Bimo muncul di hadapannya.

__ADS_1



"Gue bisa jelasin Nel," kata Dini dengan suara yang gugup seraya mengambil selimut guna menutupi seluruh tubuhnya yang beberapa lekukannya terekspos jelas meski kamar itu memiliki pencahayaan yang minim.



"Gue nggak butuh penjelasan dari pelakor murahan kayak elu!" teriak Nella lalu tanpa di duga menyerang Dini.



Kedua wanita itu bergulat di atas tempat tidur dengan Nella yang menduduki perut Dini lalu menjambak rambut teman yang sudah menusuknya secara diam-diam.



"Dasar perempuan murahan, ternyata kecurigaan gue selama ini benar! dasar pelacur!" umpatan terus terlontar dari mulut Nella yang jelas tidak terima dengan perselingkuhan yang baru saja dia pergoki.



Bimo yang panik mencoba untuk menjauhkan Nella karena wanita itu sudah benar-benar tidak terkendali, menampar, menjambak juga mencekik Dini dengan sangat brutal, tapi ternyata tenaga Nella ketika sedang marah seperti ini sungguh sangat luar biasa membuat dia sampai tidak bisa untuk memisahkannya.



"Tidak usah menolongnya sialan!" pekik Nella sambil menendang perut Bimo.



Bugh!


"Aaarrrggghh, toloooong!" teriak Dini yang akhirnya mengundang orang-orang untuk datang ke kamar yang seolah berubah menjadi arena pertandingan.



Beberapa orang yang masuk langsung ada yang berlari untuk memanggil keamanan guna memisahkan dua wanita yang ada di atas tempat tidur.



Seru nafas Nella terdengar sangat kencang dengan mata yang menunjukkan kemarahan, dua pengkhianat ini harus ia beri pelajaran, itulah yang ada di dalam kepalanya saat ini hingga ia tak juga mau melepaskan cengkeramannya di rambut Dini, menarik sangat kencang hingga kulit kepala Dini terasa ingin lepas.



Dua orang keamanan pun datang yang langsung berusaha untuk menjauhkan Nella dari Sini.



"Auuuuuwww, sakiiit," pekik Dini ketika dua orang pria bertubuh gemuk itu menarik Nella membuat Nella semakin sengaja menarik rambutnya.



Dua pria itu memegangi Nella di kiri kanannya, sedangkan Nella tersenyum sadis kala membuka kepalan tangannya dan betapa banyaknya rambut Dini yang berhasil tercabut dari kepala wanita yang sudah menikam dirinya.

__ADS_1



Dini memeriksa kepalanya yang sekarang malah jadi sedikit botak karena perbuatan Nella yang berubah layaknya iblis dari neraka.



Bola mata Nella berputar guna melihat Bimo yang masih kesakitan pada bagian perut yang tadi ia tendang.



Lalu tanpa di duga Nella berlari ke arah kekasihnya itu lalu dengan kerasnya mengarahkan tendangan kebagian vital Bimo membuat pria itu membelalak lalu terjatuh tak bergerak merasakan betapa sakitnya bagian tubuhnya yang menjadi andalannya itu.



Dada Nella naik turun dengan kepuasan yang dia rasakan ketika melihat Bimo benar-benar tak bisa berkutik akibat perbuatannya.



Semua orang yang ada di dalam kamar itu ikut merasakan ngilu dan dua orang keamanan itu malah sibuk menutupi bagian vitalnya karena pemandangan yang membuat mereka ngeri itu.



Mereka melihat jelas bagaimana kerasnya tendangan yang di layangkan Nella pada \*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\* Bimo.



Nella menatap Dini yang sedang meratapi rambutnya lalu beralih kembali pada Bimo yang belum juga bergerak.


Pria itu tidak mati karena masih terlihat tarikan nafasnya membuat Nella lalu berjongkok di dekatnya lalu berkata, "gue harap setelah ini burung sialan lu itu benar-benar tidak bisa lagi berdiri!" desis Nella melirik ke arah ************ Bimo yang tengah Bimo tutupi dengan kedua tangannya.


Nella lantas pergi meninggalkan kedua manusia pengkhianat itu, membiarkan orang-orang itu yang membantu keduanya.



"Dasar manusia sialan!!" teriak Nella di dalam mobil seraya memukul kemudinya.


Mulutnya terus melontarkan makian serta hinaan pada dua manusia terkutuk yang sudah bermain di belakangnya.


Setelah puas berteriak juga memaki Nella menundukkan kepalanya di atas kemudi lalu terdengar suara tangisan dari mulutnya.



Tangisan karena ia sudah dikhianati oleh orang yang dia cintai juga teman yang begitu ia percaya, sungguh ia tak pernah menyangka hal seperti ini akan terjadi padanya.



Betapa menyedihkannya suara tangisan yang Nella keluarkan di tengah malam bahkan di pinggir jalan itu, sungguh membuat orang yang lewat malah jadi ketakutan karenanya.


__ADS_1


\*\*\*\*


__ADS_2