
Aditya diam menanti apa yang akan istrinya katakan, sungguh ia sudah sangat siap jika harus mendengarkan omelan sang istri kepadanya.
asalkan marah istrinya itu segera reda pada dirinya dan tidak sampai berkepanjangan mendiamkan atau mengabaikan nya dan dianggap tak ada seperti saat di mobil perjalanan pulang tadi, istrinya sibuk dengan anak mereka padahal ia berulang kali mengajaknya berbicara.
"kamu masih marah sama mas? " tak tahan menunggu akhirnya ia yang harus kembali memulai percakapan
"menurut kamu sebagai istri aku perlu marah atau nggak? " Rianti balik bertanya tentang posisinya saat ini pada sang suami
Aditya mengangguk cepat, memang sebagai seorang istri sikap Rianti sudah sangat bisa diterima jika ia marah pada sang suami , karena dengan matanya sendiri ia menyaksikan bagaimana sikap Aditya terhadap wanita belum juga berubah masih sama seperti yang dulu tidak berubah , malah sepertinya lebih parah karena dilakukan bahkan saat ada dirinya sekalipun
yah meskipun hanya tatapan mata tapi bagi seorang istri itu sangat menyakitkan hati apalagi dengan kondisi dirinya yang baru saja melahirkan , tentu Rianti masih sangat sensitif
"kamu boleh marah boleh pukul mas kalo emang kesel, tapi tolong jangan diemin mas kayak tadi, mas nggak suka" suara Aditya bahkan terdengar sangat lirih ketika mengatakannya
"kamu nggak suka aku diemin , tapi kenapa kamu suka bikin aku sebagai istrimu kecewa berulang kali, aku lebih baik kamu pukul dari pada didepan mata aku kamu begitu beraninya melihat wanita berpakaian seksi , bahkan disitu ada dua anak kamu" tukas Rianti dengan suara gemetar menandakan ia begitu kecewa pada sang suami , jika saja belum ada dua orang anak diantara mereka, mungkin Rianti akan mengamuk pada Aditya saat mereka dalam perjalanan pulang tadi atau bahkan di rumah Roman sekalipun
Aditya menunduk kan kepalanya tak berani menatap mata sang istri yang kini telah terlihat berair dan itu karena perbuatan yang tadi reflek dilakukannya, ia tak menyangka urusannya akan panjang seperti ini
si Aditya nih jadi laki emang dasar kaga peka dah, sumpah geregetan rasanya , jadi mau nampol
"sekarang kamu maunya apa?! " tanya Rianti membiarkan Aditya pusing dengan hasil dari kelakuan yang begitu ngeselin, istri masih masa-masa sensitifnya malah bikin ulah
"kok kamu dari tadi nggak manggil aku mas? " astagaa malah pertanyaan nggak guna yang ia tanyakan sekarang. ya Allah mas Aditya membuat reader ingin bernyanyi rasanya
ku menangiiisss membayangkan betapa belo'on nya dirimu, author wakilin aja dah ya wkwkwk
Rianti memicingkan mata mendengar pertanyaan yang diutarakan oleh suaminya, ia tak mengerti kenapa suaminya itu malah mempermasalahkan panggilan dirinya sekarang ini
Rianti mendengus marah, begitu kesalnya ia dengan apa yang diutarakan oleh Aditya
seraya bangun dari sofa dengan menyentak kan kedua kakinya dilantai dan berniat pergi meninggalkan suaminya dan segala pikiran konyolnya
"terserah kamu mau ngelakuin apa, aku nggak peduli" kata Rianti seraya melangkah kan kaki menuju pintu
Aditya ikut bangun dan menahan langkah istrinya dengan memegang pergelangan tangan sang istri lalu menghalau didepan pintu
__ADS_1
"jangan bilang terserah " ucap Aditya panik, bagaimana ia tidak panik mendengarnya , kata terserah yang di ucapkan oleh wanita sama saja musibah yang akan didapat oleh kaum lelaki seperti dirinya.
kata terserah yang tadi terlontar dari bibir istrinya seolah jadi momok menakutkan baginya , karena itu artinya semua yang ia lakukan akan selalu terlihat salah dan makin parah nantinya , ya meski yang ia lakukan memang sudah sangat salah
tangan Aditya mencoba merengkuh bahu Rianti yang kini berdiri berhadapan dengannya, namun Rianti bergerak menghindari tangan sang suami
" kalo saat ini aku nggak punya Riana dan Daren mungkin aku udah ninggalin kamu" Rianti berkata pelan bahkan tidak ia pikirkan lebih dulu,jika Aditya tidak memasang pendengarannya dengan baik mungkin ia tidak dapat mendengar apa yang dikatakan sang istri karena begitu pelannya Rianti berkata
mata Aditya terlihat begitu tak percaya dengan yang baru saja dikatakan oleh istri yang kini menunduk selepas mengatakan hal yang begitu membuatnya seperti tersengat aliran listrik ribuan volt
sebegitu kecewanya kah sang istri hingga bisa mengatakan hal seperti itu
Aditya tersentak begitu tak percaya membayangkan istrinya bertahan karena ada dua orang anak mereka yang memang masih begitu kecil untuk mengerti dan itu artinya jika tidak ada Riana dan Daren kemungkinan besar istrinya akan meninggalkannya..
sungguh ia tak sanggup membayangkan apalagi jika sampai Rianti benar-benar meninggalkan ia sendiri
Aditya bersimpuh di kedua kaki Rianti sama seperti yang pernah dilakukan oleh istrinya dulu saat ia tidak percaya dengan istrinya waktu ia mendengar perkataan Arey yang memfitnah sang istri
"maafin aku yank" ucapnya lirih memohon sang istri untuk memaafkan apa yang ia lakukan seraya memegang kedua kaki Rianti yang memalingkan wajahnya tak mau menatap sang suami
tapi entah kenapa hatinya merasakan begitu sakit ketikan melihat sang suami melirik wanita lain
apa ia terlalu pencemburu? tapi secemburunya ia terhadap sang suami rasanya ia tak pernah seperti ini sebelumnya, Rianti membatin sendiri bertanya-tanya tentang kenapa ia begitu posesif terhadap Aditya
padahal jika Aditya melakukan kesalahan yang akan merasa rugi ya Aditya sendiri karena semua yang Aditya punya sudah diberikan pada dirinya
jika Rianti mau sekarang juga ia bisa mendepak Aditya pergi, tapi rasanya tidak mungkin akan ia lakukan
karena ia begitu mencintai ayah dari anak-anaknya itu
"semenjak jatuh cinta sama kamu aku nggak pernah bisa buat jauh dari kamu yank, maafin aku" Aditya menunduk dengan kedua tangan nya masih melingkar di kaki Rianti
Rianti terlihat menghapus air matanya lalu mencoba melepaskan tangan suaminya dari kedua kakinya
bukannya melepas Aditya malah mempererat pegangannya di kaki sang istri
__ADS_1
"sakit mas" Rianti mengeluh kaki nya sakit karena perbuatan suaminya
Aditya mengangkat kepalanya dan menatap Rianti yang tengah berusaha melepaskan tangannya
pandangan mereka bertemu dengan posisi yang sangat dekat bahkan begitu dekatnya hingga hembusan napas pun terasa saling beradu di wajah mereka
"maafin aku" masih memohon untuk dimaafkan oleh ibu dari kedua anaknya
"aku nggak bisa gitu aja maafin mas" tukas Rianti seraya meminta suaminya untuk bangun
Aditya bangun dan merasa sedikit lega istrinya sudah kembali memanggil mas itu tandanya sang istri sudah memaafkannya meski bibirnya berkata lain, tapi ia tahu istrinya itu memiliki hati yang sangat baik
mereka berdiri berhadapan dan saling melemparkan pandangan saling melihat ke dalam mata masing-masing , saling mencari adanya cinta yang mungkin saja mulai memudar diantara mereka
namun binaran mata mereka mengatakan bahwa cinta itu masih sangat kokoh berdiri diantara mereka bahkan terlihat makin membesar
namun memang kelakuan Aditya lah yang mungkin akan menjadi ujian dalam rumah tangga mereka
Rianti benar-benar harus membuat suaminya berubah untuk tidak kembali bermain-main dengan pandangannya terhadap wanita lain..
****
bersambung..
maafin saya ya karena sering ngaret up nya..
ini novel kejar tayang soalnya selesai saya buat terus edit-edit langsung saya up..
jadi yang nggak sabar bacanya nanti aja klo udah tamat gpp kok,, 😊😊😊😊😊
🙏🙏🙏🙏
terimakasih buat yang udah setia nungguin
😘😘😘😘
__ADS_1
sehat selalu buat kalian semuaaaaa