Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku
KP M ll bagian 25


__ADS_3

"Maaf Sher dari awal gue nggak pernah ada rasa sedikitpun sama elu." ucap Darren pada wanita yang masih saja mencoba mendekati dirinya padahal sudah sangat jelas ada seorang Rona yang akan menjadi istrinya.


"Tapi aku nggak peduli." betapa ngeyelnya wanita bernama Sherin ini, sangat menyebalkan dan selalu tidak mau menerima tolakan dari siapapun, seperti akan terus memaksakan kehendaknya guna mendapat apa yang ia inginkan.


"Gue juga nggak peduli kalau gitu, mau lu suka atau nggak, terima atau nggak yang jelas gue udah kasih tau elu secara baik-baik." kata Darren dengan tegas.


"Ya nggak bisa gitu." sahut Sherin makin menyebalkan.


"Nggak bisa gitu gimana?" Darren mengernyitkan kedua alisnya dengan pernyataan wanita di sampingnya yang sepertinya sengaja memakai lipstik berwarna mencolok untuk menggodanya.


"Kamu harus tanggung jawab lah."


"Tanggung jawab apa?! jangan ngaco dah, gue nggak pernah ngapa-ngapain elu!" kata Darren dengan tajam karena merasa omongan Sherin malah semakin ngelantur saja.


Mata Darren sudah sangat sinis melihat dua manusia di depannya yang masih saja saling bercumbu, bahkan sekarang Darren terlihat tengah mencari batu kecil yang lalu dia lemparkan ke arah Bimo dan Nella.


Pletak suara batu yang mengenai kepala Bimo yang kemudian di susul oleh suara mengaduh dari mulut temannya itu.


"Aduh, siapa yang nimpuk nih?!" pekik Bimo sewot.


"Gue!" Darren menjawab kencang.


Bimo baru akan mengoceh namun Nella menghentikannya.


"Udah biarin aja, nanti malah anak-anak jadi pada bangun." larang Nella seraya tersenyum senang melihat Sherin sudah menjalankan aksinya seperti yang memang sudah ia rencanakan.

__ADS_1


Ya nyatanya memang Nella dan Bimo memang sengaja berciuman di depan Darren yang sedang duduk seorang diri di depan tenda Rona, lalu Sherin akan muncul, dan seterusnya keinginan Sherin untuk bisa mendapatkan Darren akan berjalan mudah jika saja Darren tergoda.


Bimo kembali duduk dan melanjutkan apa yang tadi tengah dia dan Nella lakukan.


"Gila." dengus Darren seraya memalingkan wajahnya.


"Nggak usah sibuk sama urusan orang, toh kamu juga tadi melakukan hal yang sama dengan mereka bukan?!" Sherin berkata sinis karena mengingat bagaimana lelaki yang ia sukai malah sangat mesra dengan wanita lain, sungguh sangat membuatnya iri serta marah yang bercampur menjadi satu.


Mata Darren melebar sempurna mendengar perkataan Sherin.


"Lu ngintipin gue?! gila lu!" maki Darren yang kepalanya langsung di penuhi dengan emosi, bagaimana tidak marah jika ada orang yang sengaja mengintip dirinya dan juga Rona.


Bukan karena malu perbuatannya diketahui oleh orang lain, tapi ke lebih sopan santun yang tidak Sherin punya, mengintipnya bahkan mungkin sudah menguping pembicaraan nya dengan Rona.


"Aku kebetulan lewat." geleng Sherin mengelak tudingan Darren padahal kenyataannya adalah ia yang memang sengaja menguntit Darren ketika membawa Rona pergi menjauh dari yang lainnya.


"Gue tekanin sekali lagi. gue nggak suka sama elu Sher, jadi gue harap lu nggak usah lagi deketin gue, sama Rendi aja dari pada lu berdua gangguin gue sama Rona mending lu berdua jadian." ucap Darren mencibir tingkah kedua orang temannya itu yang memang sifat dan tingkahnya sama, sama-sama selalu ingin memiliki apa yang mereka inginkan bahkan tidak perduli jika yang mereka inginkan itu tidak menginginkan mereka.


"Nggak, aku cuma mau sama kamu." tangan Sherin malah melingkar di lengan Darren saat lelaki itu hendak berdiri.


"Sherin." suara Rona yang rupanya sejak tadi mendengarkan pembicaraan antara Sherin dan Darren melengking tinggi di tengah hutan itu, membuat Nella dan Bimo yang sedang asik dengan kegiatannya jadi terhenti dan kompak menatap Rona yang sudah nongol di depan tendanya.


"Sejak kapan Rona ada di situ?" tanya Bimo yang sejak tadi sibuk dengan Nella hingga tidak menyadari bahwa Rona yang tendanya ada di seberang tempat mereka duduk tidak melihatnya.


Nella mengedikkan bahunya karena ia juga tidak sadar.

__ADS_1


"Iissh si Sherin ngapain aja sih dari tadi? keburu bangun kan tuh cewek." desis Nella menatap sebal pada Rona.


Rona berjalan cepat menuju Darren dan menepis tangan Sherin dari lengan calon suaminya dengan mata yang sangat ingin memakan wanita badut di depannya itu.


"Anak kecil mending tidur sana." ejek Sherin yang ternyata tidak takut sama sekali pada Rona bahkan di saat wajah Rona sudah terlihat sangat marah sekarang ini.


"Eh badut, nggak usah deketin calon suami gue!" kata Rona pedas.


"Baru calon suami, nggak usah sok berkuasa atas Darren. lagian dia mana suka sama anak kecil kayak elu begini, nggak ada cantik-cantiknya." ejek Sherin sengit.


"Lagian elu kali tuh yang badut, enak banget ngatain gue badut, Darren juga paling cuma mau seneng-seneng doang sama elu. nggak bakal dia serius sama bocah kayak elu gini." perkataan Sherin malah semakin menjadi-jadi, wanita itu sepertinya tidak bisa mengendalikan diri lagi karena mendapat tolakan dari Darren, jadi Sherin berpikir untuk membuat Darren dan Rona bertengkar karena semua perkataannya.


"Iiiihhh." Rona sudah bersiap untuk menyerang Sherin tapi di gagalkan oleh Darren yang segera membawanya masuk ke dalam tenda.


"Lepasin aku." seru Rona ketika Darren tidak membiarkannya melampiaskan emosinya kepada Sherin yang kini tersenyum jahat.


"Diam Rona." sentak Darren seraya tangannya menutup tenda karena Rona akan semakin agresif ketika melihat Sherin masih berdiri di depan sana melihat padanya seperti memang sengaja memancing Rona.


Mendengar suara gaduh ada beberapa teman Darren yang keluar dari tenda termasuk Permana yang lalu bertanya pada Bimo tentang apa yang terjadi.


"Sherin sama ceweknya Darren ribut." Bimo menjawab enteng seraya kembali duduk dan menyalakan rokok.


"Wah parah sih." Nella menghampiri Sherin dengan gelengan kepalanya.


"Ayo kita tidur, gue udah ngantuk." seperti tidak merasa bersalah sama sekali dengan keributan yang padahal dirinyalah yang menyulutnya.

__ADS_1


Meninggalkan dua orang di dalam tenda yang sepertinya kini akan ribut karena ulahnya.


****


__ADS_2