Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku
bab 21


__ADS_3

Roman masih setia menunggu kedatangan Imran seraya terus menggerutu memaki kebodohannya sendiri yang lupa memberitahu jam berapa dan karena kesalahan kecilnya itu membuat ia harus duduk di caffe sendirian berpuluh-puluh menit hanya untuk seorang Imran yang sampai sekarang belum juga muncul.


Roman yang mulai kembali panas memilih untuk menghubungi Imran kembali, namun baru mengangkat ponselnya dari kejauhan muncul seorang lelaki yang sejak tadi ia tunggu berjalan kearah meja yang ditempatinya


"nongol juga tuh orang" menarik napas seraya melirik sebal kearah Imran yang tengah melangkah tegap kearahnya


Imran langsung menarik kursi tepat di hadapan Roman dan mendudukinya tanpa permisi lebih dulu pada orang dihadapannya yang tengah menatapnya setajam samurai


dengan songongnya Imran menyomot kentang goreng milik Roman yang sejak tadi memang tak di sentuh oleh pemiliknya, lalu melahap nya bagai orang yang tak tahu sopan santun sama sekali, sejak dulu kelakuan Imran memang seperti ini bahkan saat SMA tak jarang Imran merebut makanan yang tengah dimakan oleh temannya, dan sampai sekarang ternyata kelakuannya itu tak berubah sama sekali malah makin nyeleneh saja.


Roman mendengus kesal bukan main dirinya kini hanya duduk menyenderkan punggungnya seraya menyilangkan kedua tangan didadanya.


"mau ngapain nyuruh gue kesini? " tanya Imran dengan sinis setelah puas memasukkan sebagian kentang goreng kedalam perutnya


"mau nampol elu" sahut Roman sengit, yang terdengar seperti mengada-ada, padahal itulah yang ada di otaknya sejak pertemuan mereka diacara reuni kemarin.


sebagai seorang suami tentu saja Roman merasa harus menghajar orang yang dengan beraninya memfitnah istri bahkan tepat dihadapannya


Imran tersenyum miring dan terlihat mencibir mendengar ancaman Roman, karena menurutnya seorang Roman tidak akan pernah berani berhadapan langsung dengannya apalagi terang-terangan mengancam akan menampolnya


"nggak usah sok jadi Erlan, nyali lu belom segede atau bahkan nggak ada nyali sama sekali " ledek Imran karena menurutnya hanya Erlan lah orang yang mampu berbuat seenaknya saat emosinya di pancing orang dan cuma Erlan yang berani langsung memukul lawannya tanpa memandang ia sedang berada di keramaian sekalipun


Di bandingkan dengan Aditya sahabatnya membuat Roman makin menyorot tajam pada Imran yang asik menikmati minumannya


"lu mau dimana? " bertanya menantang


mendapat jawaban dari Roman membuat Imran merasa tertantang, sebenarnya sejak SMA ia ingin sekali menghajar Roman yang sudah berani mencium gebetannya, namun saat dirinya terus memancing Roman untuk ribut tapi Roman malah tak menanggapinya sama sekali dan sampai mereka lulus sekolah pun dirinya tak juga bisa menghajar Roman

__ADS_1


Imran merasa inilah kesempatan emas baginya untuk mendaratkan tinjunya di seluruh bagian tubuh Roman sukur-sukur bisa membuat si dokter masuk kerumah sakit dan jika Roman masuk rumah sakit tentu saja ia akan leluasa mendekati Tania pujaan hatinya yang telah lama tak bertemu


"up to you " ringkas Imran yang kini mengenakan kaus serta jaket kulit berwarna hitam


mendengar jawaban Imran Roman segera memanggil pelayan dan melakukan pembayaran


"ikut gue" Roman langsung melangkah keluar caffe dan menaiki mobil miliknya


dengan santainya Imran pun mengikuti Roman, dia yang hanya mengendarai motor sport nya pun mengikuti kemana mobil Roman pergi di depannya..


Roman mengarahkan mobilnya kearea pergudangan yang memang sudah tak terpakai dan sudah pasti tidak ada orang yang akan menyaksikan apa yang akan mereka lakukan nanti..


Di rumah Tania sudah selesai mandi dan kini tengah memilih pakaian apa yang akan ia gunakan untuk pergi bersama sang suami


Sesekali Tania bersenandung riang entah kenapa hari ini dia merasa sangat senang hatinya merasa sangat bahagia meski ia sendiri tak tahu apa penyebabnya


Tania akhirnya menjatuhkan pilihan pada blouse berwarna pastel dan memadukannya dengan celana jeans berwarna hitam, capek-capek ngacak-ngacak lemari yang dipake mah yang standar


dengan segera ia memakai blouse dan jeans nya lalu merias wajahnya didepan cermin


namun sesaat kemudian ia merasakan kepalanya mulai pusing dan perut yang sedikit mual


sejenak ia berhenti melakukan kegiatannya dan memijit kening lalu mencari minyak angin untuk ia oleskan di perut karena ia menduga tengah masuk angin karena mandi terlalu lama.


ia duduk di depan meja rias seraya merasakan mual serta pusing yang berbarengan.


Roman sudah menghentikan mobil dan turun lalu berdiri menyender di depan pintu seraya menggulung lengan kemejanya menunggu Imran yang terlihat mengendarai motornya menuju Roman

__ADS_1


"gue males basa-basi, turun lu cepetan! " sentak Roman pada Imran yang baru saja membuka helmnya


Imran hanya terkekeh membuat Roman makin sebal melihat wajahnya


"ngapain buru-buru, nggak kesian ama bini lu nanti ngeliat lu pulang babak belur nggak jelas" Imran mengejek Roman seraya turun dari motor dan melangkah perlahan sengaja makin memancing emosi Roman


"gue paling gedeg sama orang yang cuma bisa mengulur-ulur waktu! " geram Roman jengkel lalu mulai melangkah kearah Imran yang juga sedang kearahnya


"haha" Imran tertawa meledek


ditengah emosinya Roman mengahadapi Imran rupanya Tania menelepon Roman namun sayangnya ponsel Roman di tinggal didalam mobil dan jelas Roman tak mendengar kalau ponselnya berbunyi...


Roman yang sudah emosi langsung melupakannya pada Imran yang juga terus melawan


"sial nih orang jago juga " batin Imran yang ksalahan menghadapi pukulan Roman yang tengah diselimuti emosi


"lu jangan pernah gangguin Tania lagi " menghimpit tubuh Imran di atas kap mobilnya


"suka-suka gue lah" masih saja tak mengindahkan peringatan Roman


"lu suka, tapi gue sebagai suami nggak suka istri gue digangguin orang lain apalagi modelan kayak elu begini" kata Roman seraya menyingkirkan Imran dari mobilnya


"gue nggak main-main Ran " Roman menunjuk Imran dan menatapnya tajam, jika saja ia tak memikirkan janjinya pada Tania sudah pasti ia akan menghabiskan waktunya untuk menghajar Imran sampai lelaki dihadapannya itu kapok dan tak akan mengulangi perbuatannya lagi..


*****


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2