
"Ayah,itu mobil siapa?"tanya Rianti pada sang suami ketika melihat satu mobil yang cukup asing dimatanya terparkir rapi dihalaman rumah mertuanya.
Memang ketika sedang bersama dengan dua anaknya Rianti akan memanggil Aditya dengan panggilan ayah sekaligus mengajari kedua anaknya,dan ketika mereka hanya berdua saja panggilan mas akan selalu terucap dibibir Rianti untuk suaminya.
Mata Aditya mengikuti arah yang dimaksud oleh Rianti,matanya terpicing seraya berpikir karena ia merasa pernah melihat mobil yang ada di rumah orang tuanya sekarang ini.
Aditya terhenyak kaget merasakan colekan sang istri,lalu kepalanya menoleh ke sana kemari mencari anak-anaknya.
"Sudah masuk kedalam."ucap Rianti mengetahui apa yang dicari oleh sang suami.
Sampai saat turun mobil pun dan ketika berjalan menuju teras rumah,Aditya berhenti sesaat untuk melihat plat mobil berwarna hitam di depannya.
"Mas." mencolek lengan suaminya yang masih saja berdiam diri dengan mata yang tertuju pada mobil yang tentunya milik tamu yang kini sedang ada didalam rumah orang tuanya.
Aditya sedikit terhenyak merasakan colekan dari tangan sang istri,lalu kepalanya menoleh ke sana kemari seperti ada yang sedang ia cari.
"Mereka sudah masuk kedalam."tukas Rianti yang mengerti bahwa sang suami tengah mencari kedua anaknya.
"Kita masuk sekarang,papah udah nunggu dari tadi."mengajak serta suaminya untuk masuk kedalam rumah tanpa ia tahu ada siapa didalam sana.
Aditya mengikuti permintaan sang istri untuk segera masuk dan mengabaikan pikirannya yang sedang mengingat dimana ia pernah melihat mobil yang sekarang terparkir dihalaman rumah papahnya.
Rianti masuk lebih dulu dan langsung menuju ruang keluarga dimana mertuanya sedang berada.
"Kak."Eva yang muncul dari dapur dengan membawa cemilan menyapa kedua orang yang baru saja sampai dengan wajah terlihat biasa namun hatinya bergejolak merasakan gemuruh jantung yang berdebar kencang seiring dengan terpampang nya wajah sang kakak tiri yang terus saja melongok kedalam ruang keluarga guna memenuhi rasa penasaran yang makin meningkat kala mendengar suara-suara dari dalam sana.
"Ayo mas."ajakan Rianti pada Aditya malah membuat wajah Eva makin memucat,entahlah kenapa ia merasakan begitu takut dan kini ia harus waspada pada respon yang selanjutnya akan diberikan oleh sang kakak tiri,begitu melihat siapa orang yang sekarang berada di ruang keluarga mereka.
"Kenapa wajah kamu pucat begitu?"Aditya bertanya ketika melihat wajah Eva menjadi sangat pucat seperti sedang melihat hantu.
"Ng nggak apa-apa."Eva berkata gemetar yang makin membuat Aditya mengerutkan alisnya melihat tingkah adik tirinya malam ini.
Sangat tidaklah biasa,karena Eva menjadi sekretarisnya berminggu-minggu tentunya adiknya itu sudah terbiasa dengan dirinya,tapi kenapa sekarang tingkahnya sangat berbeda perubahan warna kulitnya yang begitu mencolok makin membuat Aditya dipenuhi rasa penasaran.
"Kamu sakit?"Rianti menyentuh dahi adik iparnya untuk mengecek suhu tubuh Eva.
"Nggak kok kak."jawaban yang diberikan oleh Eva rupanya tak cukup membuat Rianti puas karena wanita itu kini masih saja menempelkan telapak tangannya ke dahi Eva.
"Ini kamu keringet dingin."ucap Rianti seraya menatap Eva.
__ADS_1
"Masuk angin mungkin."tukas Aditya dengan pendapatnya.
Suami istri itu kini malah sibuk menebak Eva sakit apa,tanpa menyadari kehadiran mereka sudah sangat dinantikan.
"Eva."suara Ibu tiri Aditya terdengar jelas.
"Kamu ngapain,lama banget."katanya lagi karena Eva yang tak kunjung kembali dari dapur.
"Iiya mah."sahut Eva mencoba tenang.
"Kakak mu suruh masuk cepat."kali ini teriakan Dani terdengar lantang.
"Ayo mas,itu papah udah tunggu kamu dari tadi."ucap Rianti.
"Emang ada apaan sih,repot banget kayaknya."kata Aditya sambil melihat Eva yang malah berjalan masuk ke ruang tamu tanpa mau menjawab pertanyaan darinya.
Rianti mendorong suaminya untuk segera masuk kedalam.
Langkah kaki Aditya terlihat sangat berat dengan suara derapan yang cukup terdengar.
Baru berada di ujung ruangan langkah Aditya sudah berhenti mendadak ketika matanya menangkap satu sosok yang belum lama ini bertemu dengannya tengah melihat kearah dirinya.
"Apaan nih?!" katanya pelan seraya menyorot tajam pada Rama.
Iapun baru tersadar bahwa itu memang mobil yang sama yang ia lihat di rumah sakit,ya mobil milik Rama lelaki yang pernah sangat mengidolakan istrinya dan yang akan menjadi adik iparnya.
Rianti sebenarnya pun ikut terkejut melihat Rama ada di rumah mertuanya,namun ia dapat mengkondisikan wajahnya agar tetap biasa saja,tidak seperti suaminya yang menunjukkan ekspresi terkejut yang sebenarnya sangat sulit digambarkan.
"Kamu kalau mau bertanya lebih baik duduk dulu."kata Dani pada anaknya yang masih saja terus berdiri memandangi Rama yang duduk di paling pinggir sedangkan ditengah sofa ada dua orang tua lelaki dan perempuan yang juga Aditya kenal karena selama berteman dengan Rama dirinya tak jarang mendatangi rumah tinggal orang tua Rama.
"Aditya apa kabar? Rama bilang kamu sudah punya dua anak,benar begitu?"tanya wanita yang biasa dipanggil tante oleh Aditya.
Aditya mengangguk lambat.
"Istri kamu?"menanyakan istri Aditya yang memang belum pernah ia lihat,sekalipun Rama pernah menyukai Rianti tapi ia tidak pernah mengenalkan wanita itu pada orang tuanya.
Bukan tidak mau mengenalkan sebenarnya,tapi lebih tepatnya Rama menunggu sampai hubungannya dengan Rianti jelas,tapi pada kenyataannya hubungan dia dengan Rianti tak juga kunjung jelas malah wanita itu menikah menikah dengan lelaki lain.
"Itu disebelahnya Rianti istri Aditya yang juga menantu saya."Dani melihat kearah Rianti yang kini sedang berusaha untuk menyuruh sang suami untuk duduk.
__ADS_1
Rianti memberikan senyuman pada kedua orang tua Rama diiringi dengan tatapan tajam Aditya yang sepertinya tidak Terima Rianti menebarkan senyum pada orang lain apalagi yang berhubungan dengan Rama.
Dari tempat duduknya Eva terus saja memperhatikan ekspresi Aditya,menanti dengan jantung yang berdebar kencang apa yang selanjutnya akan terjadi.
Baru Tatapan mata Aditya saja sudah membuatnya kesulitan mengeluarkan kata-kata apalagi jika Aditya melakukan hal lain,seperti mengamuk misalnya,sudah pasti jantung dalam sekejap akan berhenti bekerja.
Dani pun mulai berbicara pada Aditya tentang kedatangan Rama malam ini bersama dengan orang tuanya,memberi penjelasan akan pertanyaan yang sejak tadi membuat Aditya begitu penasaran.
Sambil telinganya mendengarkan apa yang dikatakan oleh sang papah,mata Aditya terus berkeliling memperhatikan Rama dan Eva bergantian.
Tatapan tajam yang membuat Eva menunduk tak berkutik dibuatnya.
"Mas."Rianti mencoba untuk menyadarkan Aditya bahwa melakukannya itu sudah membuat adik tirinya ketakutan.
"Apa?!"malah bertanya ketus pada sang istri.
"Kamu setuju kan?"Dani menanyakan pendapat Aditya.
"Apa yang harus disetujui?" tanyanya sinis.
"Mas,kamu ini kenapa sih?"Rianti bertanya khawatir.
Aditya beralih menatap istrinya yang duduk seraya memegangi lengannya dengan erat.
Dani menarik napas dan mengeluarkan nya dengan berat menghadapi seorang anaknya yang memang beremosi sangat tinggi itu.
"Kami datang kesini untuk melamar Eva untuk menuju kejenjang yang lebih serius."ayah Rama yang kini berbicara pada Aditya.
"Kalau saya menolaknya bagaimana?"ucapan Aditya membuat semua orang yang hadir membelalakkan matanya dengan sangat lebar terkejut dengan penuturan yang dilontarkan oleh Aditya.
Namun tidak dengan Rianti,wanita itu malah mendelikkan matanya dengan tangan yang mencengkeram erat lengan sang suami.
Aditya menatap sang istri namun istrinya itu balas menatapnya bahkan tatapannya lebih tajam dari dirinya.
"Kita perlu bicara berdua."kata Rianti pada sang suami dan mengajak nya masuk ke kamar dilantai atas yang memang disediakan untuk mereka jika datang menginap.
"Kita serahkan pada ahlinya saja."ucap Dani pada semua orang yang kini tengah terbengong melihat sikap Aditya.
Dani malah menunjukkan wajah biasa saja seolah tidak ada kejadian apa-apa,karena ia tahu Rianti akan bisa untuk membujuk Aditya agar mau menerima Rama menjadi adik iparnya.
__ADS_1
****"****""***""""*
Kita pisah ya sebentar lagi....