Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku
KP M II bagian 49


__ADS_3

Jarum jam yang menempel di dinding apartemen sudah menunjuk pada angka 9 lewat, itu artinya malam sudah semakin larut namun sosok lelaki yang kemarin menikahi gadis berusia 18 tahun dan tengah gelisah di atas sofa itupun tak kunjung kembali setelah dua jam yang lalu berbicara dengannya melalui sambungan telepon.


"Emang ya laki-laki itu nggak pernah bisa di percaya." omel Rona yang mulai tak tahan menunggu suaminya pulang.


Mulutnya terus mengoceh tak jelas sambil mengotak-atik benda pipih di tangannya, HP dia berusaha untuk menghubungi suaminya setelah kesal di buat menunggu.


Terus terang saja dia memang menanti kedatangan suaminya itu, suami yang ia cintai meski memang usia pernikahan mereka masih terbilang sangat muda tapi ia bertekad bahwa pernikahan itulah satu-satunya dalam hidupnya hingga ia mati nanti.


Meski usianya masih belasan namun ia sudah cukup yakin bahwa hanya lelaki bernama Darrendra itulah yang akan selalu ada di dalam hatinya sampai kapanpun, meskipun ia tahu di luaran sana sekali wanita yang mengincar suaminya itu, dan ia patut mewaspadai hal itu terutama teman kampus suaminya yang bernama Sherin. wanita yang kerap kali berpenampilan kekurangan bahan dan wajah yang tak jauh beda dengan badut dengan riasan tebalnya.


Mengingat nama Sherin cukup membuat Rona kesal terlebih lagi Darren yang tak juga kunjung menjawab panggilan darinya.


"Iish." Rona membanting HPnya kesal kala suami tampannya itu tidak juga menjawab telepon darinya, pikiran aneh pun semakin muncul di dalam otaknya yang dangkal, berpikir kalau suaminya sudah mulai bermain serong di belakangnya saat dirinya baru dua hari menyandang status sebagai istri.



"Tapi nggak mungkin Kak Darren cinta banget sama aku, mana mungkin dia berani kayak gitu. lagian emangnya dia mau dengerin ceramah dari dua lelaki yang kalau sudah ngomel tidak akan pernah mengenal kata berhenti." batin Rona mengingat bahwa ada dua orang lelaki yang pasti tidak akan pernah membiarkan Darren berbuat macam-macam, ya siapa lagi jika bukan Papah dan Ayah mertuanya dan masih di tambah dengan tiga orang wanita yang pasti akan berada di pihaknya seandainya Darren membuatnya menangis, Mamahnya, Ibu mertua juga Kakak iparnya tidak akan segan mengeroyok suaminya jika menyakitinya.

__ADS_1


Rona tersenyum bahagian saat menyadari bahwa ada banyak sekali orang yang menyayangi dirinya, patut bersyukur hidup diantara mereka dengan segala kasih sayang yang dia dapatkan.


Senyumnya makin melebar kala mendengar dering HP yang tadi dia campakkan di sampingnya dan menampilkan nama kontak dari sang pemanggil nama yang sejak kemarin sudah dia ubah dari "Kakak tersayang" menjadi "Suamiku tercinta". tanpa pikir panjang langsung menjawab panggilan dari suami tercintanya itu dan bertanya sedang dimana sekarang, lalu kenapa belum juga pulang.



"Aku baru sampai di rumah Papah." sahut Darren yang memang baru saja mematikan mesin motornya di depan pagar rumah sang mertua.


Jawaban Darren terang saja membuat dahi Rona mengernyit bingung, bukankah tadi lelaki itu mengatakan ingin ke rumah Ayah? terus kenapa sekarang justru mengatakan baru sampai di rumah Papah? tentu saja Rona sangat paham Papah siapa yang di maksud oleh suami tercinta nya itu saat ini.


"Kok rumah Papah?" suara Rona benar-benar terdengar sangat bingung.




"Tadi kan katanya Kakak mau beli itu, terus waktu di telepon katanya mau ke rumah Ayah, tapi kenapa sekarang malah ada di rumah Papah?" Rona mengingatkan suaminya.

__ADS_1



"Ayah nggak bisa kasih solusi." Darren menjawab enteng seraya memegangi helm miliknya yang kini berada di tangki motor.


"Udah deh kamu diem aja, tunggu di apartemen bentar lagi aku pulang." sambung Darren lalu memutus pembicaraan begitu saja bahkan ketika Rona baru akan membuka mulut untuk mengeluarkan protesnya.



"Kak Darren apa-apaan sih?!" untuk kedua kalinya HP itu menjadi sasaran kekesalan Rona, HPnya tidak tau menahu apa-apa itu di lempar begitu saja ke atas sofa di depannya.



\*\*\*\*



Halo semuanya, maaf baru bisa up hari ini, semoga setelah ini bisa lancar lagi ya untuk up semua novel-novel saya yang masih alakadarnya ini.

__ADS_1



🙏🙏🙏🙏🙏🙏💪💪💪💪💪


__ADS_2