Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku
bab 36


__ADS_3

Aditya menggedor pintu dengan tak sabar, bahkan ia tidak peduli bahwa didalam kamar juga ada anak lelakinya yang tengah tidur, ia tidak memikirkan jikalau sang anak akan terbangun karena perbuatannya, yang ia pikirkan sekarang kenapa sang istri belum juga keluar dari dalam kamar mandi padahal seperasaan ia Rianti sudah cukup lama di dalam sana..


untung nya Daren hanya menggeliat saja lalu kembali tidur seakan tidak ada gangguan apapun, padahal kenyataannya sang ayah tengah membuat kehebohan sendiri


Logika sebagai seorang suami yang khawatir dengan istrinya membuat ia jadi begitu biasnya memukul-mukul pintu yang padahal tidak terkunci tapi ia langsung saja menggedornya tanpa mencoba membukanya lebih dulu.


"sayank buka dong pintunya, kamu marah sama mas? " masih saja bertanya , sedangkan jelas-jelas kelakuannya tadi membangkitkan emosi seorang istri


ia terus saja memukul-mukul pintu kamar mandi dengan wajah yang mulai terlihat panik sekaligus ketakutan, takut istrinya melakukan hal aneh didalam sana. selintas pikiran istrinya yang memilih bunuh diri membuat ia bergidik ngeri tak sanggup membayangkan lebih jauh lagi jika bayangan pahit itu benar menghampirinya, bagaimana mungkin ia bisa menjalani hidupnya sebagai seorang duda beranak dua dengan tingkah yang terkadang masih tak jelas seperti sekarang ini


Aditya langsung menyadarkan dirinya dari bayangan gila yang entah kenapa hadir begitu saja dikepalanya


ia kembali memukul pintu dan kali ini mulai berusaha tenang mengendalikan diri berpikir positif bahwa istrinya tidak melakukan apa yang tadi dibayangkan olehnya


"Rianti, sayank buka dong pintunya mas mu takut ini loh" merayu dengan tangannya masih tak berhenti mengetuk pintu


saat tangan kanannya tengah sibuk mengetuk, tangan kirinya tak sengaja memegang handle pintu dan bergerak membuka dan terbuka dengan mudahnya


Aditya bengong dengan mulut setengah terbuka


"Lah nggak di kunci, ngapain gue geber nih pintu dari tadi" menggerutu sendiri merasa dirinya dikerjai oleh dirinya sendiri.


dan tanpa melakukan drama berlebihan sperti tadi Aditya gegas masuk mencari istrinya


untuk kedua kalinya mata Aditya dibuat terbelalak saat menyaksikan istrinya ada di dalam bak mandi dengan posisi mata terpejam entah tidur atau pingsan yang jelas Aditya kini tengah memeriksa napas sang istri dan langsung terduduk lega dilantai kamar mandi ketika mendapati napas istrinya masih berhembus dengan sangat baik bahkan keluar begitu teratur


"kamu bikin aku jantungan " mencium kening Rianti yang masih tidak bangun juga meski sang suami kini tengah membelai pipinya


Aditya menyentuh tubuh istrinya yang sudah terlihat memucat karena terlalu lama berendam didalam air seraya berusaha melepas pakaian yang sudah basah semuanya dari tubuh Rianti


"sayank bangun yuk, tidur nya diranjang aja jangan disini"

__ADS_1


ya Rianti tertidur dikamar mandi padahal tadi sebenarnya dia hanya ingin sedikit menenangkan diri dengan cara berendam , namun ternyata dirinya malah kebablasan tidur disana


bahkan saking pulasnya ia tertidur suara gedoran serta panggilan suaminya pun tidak mampu membuat ia bangun dari tidurnya di bak mandi yang terisi air dan sudah banyak busa sabun yang meluber keluar celana Aditya yang tadi duduk di lantai pun terlihat basah


"kamu capek banget ya sama aku? " tanya Aditya begitu merasa istrinya tak juga bangun meski ia sudah berusaha membangunkannya , ia mulai memperhatikan memang ada gurat lelah yang bisa dilihat dari mengerutnya kening sang istri bahkan ketika tidur


Aditya memilih untuk membukakan pakaian istrinya lalu mencoba mengangkat tubuh yang memang terlihat berisi namun ketika diangkat beratnya tidak jauh beda dengan tubuh kecil Rianti dulu saat belum memiliki anak


dengan wajah begitu menyesal ia membawa istrinya kekamar tanpa memakaikan handuk lebih dulu, membawa saja tubuh polos istrinya menuju kamar


baru setengah jalan Rianti terlihat menggeliat dan membuka matanya begitu merasakan tubuhnya ada yang mengangkat


matanya langsung dapat melihat wajah orang yang tengah menggendong nya saat ini


"turunin mas" pintanya tegas, rupanya ia masih merasa marah pada sang suami


Aditya menggeleng menolak mendengar permintaan wanita yang telah memberinya dua orang anak itu


lalu menurunkan Rianti diranjang serta menyelimutinya


Rianti menyingkirkan selimut dan berniat turun namun Aditya mencegah


"lepasin nggak mas" sentak Rianti meminta Aditya melepaskan tangannya dan membiarkannya turun


"enggak" menolak permintaan sang istri


"kamu tidur aja" imbuh Aditya


"gimana mau tidur kalo aku nggak pake baju kayak gini" tukas Rianti pada suaminya yang masih juga tidak mau melepaskan pegangannya


"ya makanya tadi aku selimutan kamu" menatap istrinya yang masih saja cemberut

__ADS_1


"kamu mau nih kasur kotor! "


Aditya bingung dengan maksud kata kotor yang diucapkan istrinya, ia mengerutkan kening mencoba berpikir mencari jawaban sendiri


sedangkan Rianti membiarkan saja suaminya berpikir sendiri menggunakan otaknya yang memang jarang sekali digunakan


Rianti menarik tangannya dari sang suami yang tengah sibuk dengan pikirannya, ia berjalan menuju lemari pakaian dan mengambil satu pembalut lalu memasangnya di cd


kata kotor yang dimaksud oleh Rianti adalah darah pasca melahirkannya yang memang masih keluar dan tadi sebelum berendam ia sudah lebih dulu melepaskannya sebelum masuk kedalam bak mandi, entah Aditya yang lupa atau memang mengira istrinya sudah bersih dari darah yang keluar dari tubuhnya yang jelas sekarang ia masih berkutat dengan pikirannya mencari jawaban nya sendiri.


setelah selesai memakai baju Rianti keluar kamar dan kali ini Aditya mengikuti setiap langkah yang dilakukan sang istri seolah kejadian tadi tidak boleh terulang kembali


"ngapain sih mas?! " bertanya risih karena suaminya masih terus menguntitnya


"nggak ngapa-ngapain" dengan mata larak-lirik kesana-sini menghindari tatapan mata dari istrinya


bener deh kelakuannya Aditya bikin Rianti sebagai istri kesel bukan kepalang, setelah tadi dirumah Roman membuat Rianti emosi karena suaminya itu masih saja tak bisa menjaga mata dan perasaan istri dan kini dirumah pun ia tak hentinya terus saja membuat Rianti tambah dongkol dibuatnya


Rianti menarik napas lalu kembali melangkah berusaha untuk tidak memperdulikan sang suami meski akhirnya ia tak bisa menganggap suaminya tak ada didekatnya


Rianti masuk ke ruang kerja suaminya dan duduk disofa tanpa menyalakan lampu


ia duduk di dalam gelapnya ruangan tampak sekali ia sedang berpikir apa yang harus ia lakukan terhadap suaminya agar suaminya itu benar-benar tidak akan mengulangi kesalahnya lagi..


Aditya menghampiri Rianti dan ikut duduk disebelah kanan istrinya itu, ia tahu istrinya tengah berpikir saat ini dan ia pun memilih untuk menunggu istrinya berbicara , mengutarakan apa yang diinginkan olehnya


seorang Aditya hanya bisa menunggu karena ia tahu kesalahan yang ia lakukan meski tidak sengaja namun membuat istrinya sangat marah dan pasti kecewa karena ternyata suaminya tetaplah seorang lelaki yang belum bisa menjaga pandangannya..


******


bersambung..

__ADS_1


__ADS_2