Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku
bab 29


__ADS_3

Pukul 10 malam Aditya sampai juga dirumah.


tak terasa tiga jam lebih ia nongkrong di caffe dengan Roman juga Johan.


begitu masuk rumah ia terkejut melihat istrinya sedang duduk disofa ruang tamu, mungkin sedang menunggunya atau memang sedang tidak bisa tidur, tidak mungkin istrinya akan marah sebab sebelum pergi tadi ia sudah meminta ijin pada sang istri.


"baru pulang mas" Rianti menyapa sang suami yang tengah menutup pintu perlahan


"iya, kamu kok belum tidur? " berjalan menuju tempat dimana istrinya sedang duduk seraya memangku majalah wanita yang mungkin sedang dibacanya


"aku nggak bisa tidur, sini mas temenin aku" meminta suaminya untuk duduk di sofa tepat disampingnya


Aditya segera menyelonjorkan kakinya lalu meregangkan kedua tangan sambil menarik napas


"abis ngapain siih, kok kayaknya mas capek banget" menatap lembut sambil memijiti lengan serta bahu sang suami


Aditya menggeleng


"terus kenapa? wajah mas kalo lagi ada masalah kelihatan banget loh" masih ingin tahu apa yang terjadi dengan suami, kenapa begitu pulang kerumah wajah suaminya itu terlihat seperti menyimpan masalah


"aku cuma lagi pusing harus cari sekretaris baru" kata Aditya kemudian


"Loh emangnya mbak Tania kenapa? " bertanya heran karena ia memang tidak tahu perihal suaminya yang memecat Tania


"aku pecat" Aditya enteng membuat Rianti keheranan dan makin penasaran apa masalah yang dibuat oleh Tania sehingga sang suami sampai harus memecatnya, sedangkan selama yang ia tahu Tania selalu melakukan pekerjaannya dengan baik


"emang mbak Tania ngelakuin apa? " terus bertanya ingin tahu


"suaminya yang minta " mulai bicara tanpa berpikir dan mengatakan apa yang sebenarnya terjadi


Rianti makin tak mengerti dengan jawaban yang diberikan suaminya


"maksudnya apa sih mas? suaminya yang minta kamu buat mecat mbak Tania? suaminya kan Roman berarti Roman yang minta kamu gitu? " memperjelas pernyataan Aditya barusan


mendengar apa yang ditanyakan Rianti mata Aditya langsung membelalak kaget, dia baru sadar mulutnya telah mengatakan apa yang seharusnya tidak ia katakan karena masalah itu hanya ia Roman serta johan yang tahu, jika ada orang lain yang sampai tahu Roman bisa kena marah Tania, dan sekarang mulutnya tanpa sengaja mengatakan rahasia mereka pada sang istri yang adalah teman dari Tania dan bisa dipastikan Rianti akan mengadukan pada Tania kelakuan tiga lelaki di sekitar mereka

__ADS_1


Aditya memutar bola matanya kekiri serta kekanan otaknya mulai bekerja untuk segera mencari alasan yang tepat agar istrinya percaya


"bukan itu maksudnya yank" memulai aksinya untuk membuat istrinya tidak curiga


"lalu apa? "


Rianti mengerutkan kening menunggu suaminya melanjutkan perkataan


"Tania kan lagi hamil, jadi Roman nggak mau Tania kecapean" akhirnya mendapatkan alasan yang menurutnya sangat tepat, untung saja berita kehamilan Tania datang disaat yang memang dibutuhkan


mata Rianti berbinar mendengar berita bahagia yang dikatakan suaminya


"Tania hamil mas? " bertanya dengan sangat antusias


"he em" Aditya mengangguk sekaligus bernapas sangat lega berita hamil Tania sudah sangat menolongnya agar tidak semakin terperosok kedalam sandiwara yang mungkin akan semakin ngaco jika dikeluarkan melalui mulut yang tidak bisa dikendalikan oleh dirinya sendiri


"wah besok kita kerumah Roman yuk mas " mengajak sang suami untuk berkunjung kerumah Roman dan Tania


"hah? ngapain? " bertanya panik karena sebisa mungkin ia harus menghindari istrinya untuk bertemu Tania mewaspadai istrinya tidak mengatakan siapa orang dibalik pemecatan Tania


"yaudh besok pulang kerja kita kesana" sahut Aditya akhirnya menyetujui keinginan sang istri, namun di otaknya dia berpikir untuk tidak meninggalkan istrinya berduaan saja dengan Tania, jika tidak habislah ketiga orang lelaki ini


karena jika terbongkar bukan hanya ia dan Roman yang terkena amuk para wanita karena seorang Johan pun pasti takkan dibiarkan bebas begitu saja.


"tidur yuk mas " ucap Rianti bergelayut manja di lengan sang suaminya


"tapi itu nggak? " Aditya bertanya dengan mimik serius


"ya enggak lah" menolak karena dirinya memang belum selesai masa nifas


"tapi kan bisa pake ini" Aditya mengelus tangan Rianti yang tengah memegang lengannya


sekarang Rianti yang menarik napas, kenapa pikiran lelaki setiap diajak tidur oleh istri otaknya langsung tertuju pada hal sensitif lebih tepatnya berhubungan badan


"gimana? kalo mau kita tidur nih sekarang" sekarang kenapa malah terjadi tawar menawar oleh Aditya

__ADS_1


"kalo nggak mau? " tanya Rianti penasaran dengan jawaban sang suami


"ya besok nggak usah kerumah Roman " mengancam dengan membawa-bawa nama Roman


"yaudah nggak apa-apa" Rianti menanggapi biasa saja dengan ancaman suaminya


"paling juga Riana yang marah sama kamu mas" mulai balik menggertak sang suami dengan anaknya


Aditya mengelus rambut Rianti "kok kamu gitu sama aku yank" berkata memelas, niatnya mengancam hanya untuk sang istri mau memenuhi keinginannya namun apa daya rupanya wanita selalu menang, Rianti malah balik menggertak nya


"yaudah iya iya " Rianti tak kuasa membantah lagi toh tidak ada salahnya menyenangkan suami sendiri daripada sang suami mencari kesenangan ditempat lain walaupun ia tahu suaminya tidak akan berani melakukan itu, tapi sebagai seorang istri tak dipungkiri hatinya tetap merasa was-was dan takut.


dia sangat kenal siapa suaminya ,karena selama menikah nafsu Aditya memang sangat tinggi tidak boleh disentuh sedikit langsung terjadi tegangan


apalagi saat hamil Riana dulu Aditya sempat puasa selama beberapa bulan, yah walau Rianti sempat juga harus memainkan tangannya untuk menyalurkan hasrat sang suami, karena saat itu ia merasa tidak tega melihat suaminya uring-uringan tiap malam..


Mendengar Rianti menyetujui keinginannya Aditya langsung menggendong tubuh istrinya yang tambah berisi setelah melahirkan Daren apalagi dibagian dada yang terkadang membuat Aditya gemas dan tak sadar tangannya meremas dada istrinya ketika mereka tak sengaja berpapasan didalam rumah.


bahkan dia pernah dimarahi oleh istrinya karena ulahnya itu, bagaimana tidak akan dimarahi, seenaknya saja dia meremas dada Rianti ketika mereka berpapasan didapur sedangkan didapur ada siti yang tengah sibuk mencuci piring, untungnya saat itu siti tidak menyadari tingkah majikannya, jika tidak bisa makin habis dirinya dimarahi oleh Rianti bahkan mungkin tak akan diajak tidur dikamar.


Aditya membuka pintu kamar dengan sangat pelan karena Rianti sudah memperingatkannya untuk tidak berisik takut Daren akan terbangun


Rianti langsung terlentang diatas ranjang sedang Aditya terlihat mengatur napas berulang kali


"aku berat ya mas? " sadar suaminya kelelahan menggendong tubuhnya ,apalagi menggendong dari lantai bawah sampai kekamar mereka yang berada di lantai atas


"kamu seksi " mendekatkan bibir ke telinga sang istri


"pinter gombal ya sekarang ayahnya Riana sama Daren " ucap Rianti dengan tangan yang memeluk tubuh suaminya


Aditya tertawa pelan takut Daren bangun dan misinya akan gagal


"mas kekamar mandi dulu" mengecup kening istrinya lalu bangun dan melangkah masuk kamar mandi mengganti pakaiannya..


****

__ADS_1


__ADS_2