Kamulah Pilihanku

Kamulah Pilihanku
Bab 69


__ADS_3

Mobil yang dikendarai oleh Roman meluncur dengan cepat menuju alamat yang tertera di kertas pemberian Aditya.


Wajah Roman terlihat sudah tidak sadar untuk segera bertemu dengan istrinya yang padahal baru dua hari pergi dari rumah karena kesal dengan kelakuannya, yang membantu mantan kekasihnya namun tidak mau memberitahukan apapun.


Malam sudah bertambah larut ketika Roman sampai di sebuah kontrakan yang lampunya sudah dipadamkan, mungkin penghuni yang ada didalam sudah tidur semua.


Sebelum turun dari mobil Roman tampak mengamati kertas dan sesekali melihat jalan yang ia lalu guna mencocokkan alamat yang ada diberikan oleh Aditya sama dengan alamat dimana ia berada sekarang ini.


Baru setelah yakin Roman turun dari mobil seraya tangannya meraih ponsel mencoba untuk menghubungi nomor telepon Tania, namun nyatanya ponsel sang istri tak juga diaktifkan membuat mulut Roman berdecak kesal.


"Kabur, nggak mikirin suami makan apa nggak,orang tuh kalau ada masalah diomongin bukan kayak gini." mulut Roman bergerutuan sambil melangkah menuju rumah kontrakan yang terang di bagian teras serta samping oleh lampu yang dibiarkan menyala.


Ketika sampai didepan pintu Roman lantas mengetuk pintu dan mulutnya mengucap salam yang cukup keras, sengaja agar orang yang mungkin sudah tidur didalam rumah sana terbangun karena mendengar suaranya.


Dan benar saja dugaan Roman, suara dan gedoran tangannya di pintu membuat orang didalam rumah tergesa membuka pintu, telinga Roman dapat menangkap dengan jelas suara kunci pintu yang diputar.


"Wa'alaikum sa.." Tania sendirilah yang membukakan pintu dan menjawab salam sang suami alhasil saat ia melihat wajah suaminya jawaban salam dari mulutnya tertahan begitu saja dengan raut wajah tegang tak mengira suaminya tahu dimana ia berada dan mendatanginya.


"Kenapa diam?!" tanya Roman yang berdiri didepan pintu berhadapan dengan sang istri yang ia lihat wajahnya menjadi kaku ketika melihat dirinya.


"Aa ngapain disini?" Tania malah mengeluarkan pertanyaan aneh yang membuat Roman keheranan.


"Kamu yang ngapain disini? kamu punya suami, punya rumah tapi malah kabur dan tinggal di rumah orang." ucap Roman dengan menggerakkan kepala seolah tidak menyangka dengan kelakuan sang istri.


"Kamu tuh kalau ada masalah ngomong sama aku, tanya sama aku langsung jangan ngambil kesimpulan sendiri."


"Kamu kenapa dateng kesini malah marah-marah?!" tanya Tania ketika omelan suaminya malah semakin mengganggu telinga.


"Loh siapa yang nggak marah, pulang ke rumah istri nggak ada, di telepon nomornya nggak aktif, wajar aku marah dari kemarin aku cari kamu loh Tania."


"Terus aku nggak boleh marah gitu? liat kamu enak-enakan ketemu sama mantan pacar kamu." sahut Tania cepat tidak mau disalahkan oleh suaminya.


"Kamu nggak usah pura-pura nggak tahu apa-apa yank, aku tahu Rianti udah cerita semuanya sama kamu soal aku dan Ninda." tukas Roman tanpa ekspresi.


"Iya aku emang tahu semuanya dari kemarin." ucap Tania seraya menoleh kebelakang takut temannya yang sudah tidur terganggu dengan suara pertengkaran mereka.

__ADS_1


"Terus kenapa nggak pulang juga padahal udah tahu apa yang sebenarnya."


"Ngapain aku pulang,orang kamu tetap salah kok."


"Aku salah apa coba?" tanya Roman dengan tatapan dalam seakan tidak mau sadar dimana letak kesalahan yang ia perbuat.


"Kenapa siih egois banget jadi suami." imbuh Tania dengan tatapan sinis pada sang suami.


"Egois apa lagi? tadi bilang aku salah sekarang egois, coba jelasin letak egoisnya dimana?!" sepertinya Roman makin tidak sabar menghadapi istrinya.


"Harusnya kamu kasih tahu aku apa yang kamu lakukan sama Ninda, toh kalau kamu jujur juga aku nggak akan marah sama kamu, aku juga pasti bakal dukung kamu,apa susahnya sih terbuka sama istri sendiri,jangan seolah-olah masih bujangan apa-apa nggak mau ngomong!" perkataan Tania yang ketus membuat Roman mulai berpikir tentang kesalahannya.


"Tapi kan waktu itu aku lagi kesel sama kamu."


"Kesel sama aku bukan berarti ngelakuin sesuatu seenaknya tanpa mikirin perasan istri." langsung nyerocos menjawab suaminya yang mencoba membela diri.


Roman menarik napas tidak bisa lagi menjawab perkataan istrinya yang terlihat lebih bawel dari biasanya setelah pergi dari rumah selama dua hari.


"Ya udah aku minta maaf deh sama kamu." mengalah jalan yang tepat bagi Roman karena memang ia yang salah karena tidak mengatakan apapun tentang Ninda pada istrinya.


"Ikut kemana?" pertanyaan bodoh macam apa yang ditanyakan Tania hingga membuat mata Roman berputar menahan kesal.


"Pulang sayang, kita pulang ke rumah." ucap Roman gemas.


Tania malah menggelengkan kepalanya tidak mau diajak pulang oleh sang suami. "Nggak mau." ucapan Tania membuat Roman menarik napas mencoba untuk menahan kesalnya namun nyatanya tak berhasil, lelaki itu kini nampak terlihat tegang.


"Ya udah kalau kamu nggak mau! TERSERAH!" sahutnya begitu sengit tak mampu lagi mengendalikan emosi sepertinya.


Mendengar pernyataan suaminya Tania malah dengan santainya ingin menutup pintu dan masuk kedalam.


"Oh bagus, bagus kayak gitu." menganggukkan kepalanya melihat sikap Tania yang malah ingin menutup pintu padahal dia masih ada disitu.


"Jangan salahin aku kalau nanti kamu pulang suah ada perempuan lain di rumah yang ngurusin aku!!" ancaman sadis keluar dari mulut Roman yang bahkan sanggup membuat Tania berdiri kaku ditempatnya seraya memegangi pintu yang tadi hendak ia tutup.


Roman baru akan melangkah pergi tapi tangannya ditarik oleh sang istri dengan begitu kencang.

__ADS_1


"Maksudnya apaan?!" tanya Tania.


"Nggak ada." menjawab enteng.


"Kamu ngomong kayak gitu tadi buat apa?!"


"Biar kamu pulang, urusin suami kamu!.tapi kalau nggak mau pulang juga,ya aku cari wanita lain buat ngurusin aku."


"Apaan sih kamu, ngomongnya kok kayak gitu." tak percaya suaminya itu bisa mengeluarkan kata-kata itu dengan begitu lancarnya seolah tidak memikirkan perasaan dirinya.


"Sekarang kamu mau ikut pulang atau nggak? kepala aku udah pusing, kamu makin lama malah kayak anak kecil gini.kamu nggak pernah mau ngerti." ucap Roman yang memang terlihat sudah banyak sekali yang ia pikirkan sekarang ini.


Roman duduk di kursi yang ada di teras sambil mengurut keningnya dan berulang kali menarik napas panjang mengosongkan paru-paru nya yang terasa sesak.


Tania terus memperhatikan suaminya tak pernah sekalipun semenjak menikah ia melihat Roman seperti ini, sungguh ia tidak pernah bermaksud untuk membuat beban pikiran suaminya menumpuk hanya karena dirinya hingga akhirnya membuat lelaki yang akan menjadi ayah dari anaknya itu begitu frustasinya.


Tania mendekati sang suami dan berlutut didepannya lalu meraih tangannya dan menggenggamnya erat.


"Maafin aku." kata Tania dengan suara lirih menatap sang suami yang masih diam.


"A." panggilnya agar Roman mau membuka mulut.


"Ikut aku pulang." Roman hanya mengucapkan kata itu pada sang istri.


"Iya." langsung menjawab cepat.


"Aku ambil tas dulu." katanya lagi seraya berdiri dan berlalu kedalam.


"Aku pulang ya, makasih udah mau aku repotin." Tania berbicara pada temannya yang tadi ia bangunkan untuk berpamitan dan memintanya untuk mengunci pintu sebelum melanjutkan tidur.


"Iya, jangan ngambek terus sama suami, kasihan tuh si dede bayi kangen sama ayahnya." ucap teman Tania yang dari kemarin memperhatikan Tania selalu menatap layar ponselnya melihat poto Roman.


Tania hanya tersenyum kecil seraya berjalan keluar menemui suaminya.


Roman juga Tania langsung masuk mobil dan menjalankannya,sepertinya Roman lupa dengan Aditya dan juga Rama yang tengah menunggunya di rumah sakit karena sekarang Roman malah menuju pulang ke rumahnya.

__ADS_1


*****************


__ADS_2